Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Awan Kelam II



"Ghafarrr!!"


"Kakek Tuaa!!


Wuzzzhh


Dalam sekejap kedua ahli alam Kaisar Iblis sudah bertarung diudara, mereka yang sudah mencapai alam tersebut dapat menggunakan energinya untuk terbang.


Riak energi terus keluar dari pertempuran itu, menyebabkan getaran hebat disekeliling mereka.


Rumble.


Getarannya begitu hebat, berkali-kali pertempuran para ahli tersebut menghancurkan beberapa gunung di wilayah itu.


Melihat kedua ahli itu bertempur membuat Aran menjadi bersemangat, darahnya terasa mendidih melihatnya.


"Hei kalian!, para sekumpulan keledai dungu. Bagaimana jika kita saling merenggangkan otot juga"


Aran berjalan menghampiri para Tetua dan murid Sekte Hantu Hitam yang tengah berkumpul, sambil jari-jarinya di gerakkan.


"Bajingann"


Mereka semua begitu marah mendengar Aran berkata seperti itu "Semuanya keluarkan seluruh kemampuan kalian, kita habisi makhluk terkutuk ini disini"


"Uwwwwooooo"


Teriakan semangat dari para penyerangnya membuat Aran juga ikut bersemangat.


"Hahahha, majulah kalian semua"


"Heaaaa"


Aran mengeluarkan aura pertempurannya ke level maksimal. Ia ingin bertarung mati-matian disini.


Kini wilayah Sekte Hantu Hitam benar-benar begitu bising, teriakan dan ledakan terdengar dimana-mana.


Walau Aran dikepung oleh anggota Sekte Hantu Hitam, itu semua tidak membuat ia ketakutan. Malah ia menjadi bersemangat untuk terus bertempur. Mode Siluman membuat ia menjadi haus darah dan menyukai pertempuran berdarah.


"Hahaha, teruslah. Keluarkan semua kemampuan kalian para babii bodoh"


Aran terus menghina mereka, agar para penyerangnya menjadi begitu membencinya. Semakin mereka membenci Aran, membuat ia menjadi bersemangat.


Zraasshh


Aran membelah tubuh salah satu Tetua menjadi dua bagian. Lalu dengan gerakan yang sangat cepat ia mulai memburu yang lainnya.


"Semuanya berkumpul disisiku, jangan berpencar"


Salah satu Tetua berteriak ditengah pertempuran yang sudah mulai kacau. Mendengar teriakan Tetua itu, membuat mereka sadar jika bertarung terpencar seperti ini lambat laun mereka akan dihabisi oleh iblis didepan mereka.


Aran begitu menyukai pertempuran ini, ia seperti membuang semua beban pikiran dalam dirinya. Terdengar tawanya yang membuat mereka yang mendengarnya merinding.


"Makhluk itu benar-benar seperti iblis"


Para anggota sekte mulai berkumpul disatu titik.


"Bersama-sama kita gabungkan kekuatan kita untuk membunuh makhluk terkutuk itu"


"Formasi Pagoda Hantu Hitam"


Mereka semua langsung membuat formasi berbentuk pagoda besar dengan disertai aura mereka yang saling terhubung.


"Serangg!"


Setelah formasi terbentuk, mereka kembali menyerang Aran. Kini mereka menggunakan formasi menjadi satu kesatuan layaknya satu tubuh.


"Huhuhu, ini yang aku tunggu"


"Heaaaa"


Aran juga maju menyerang seorang diri menghadapi formasi Sekte Hantu Hitam, pertempuran hebat kembali terjadi.


Bam


Bam


Ditempat lain Ghafar dan Leluhur terlihat bertarung dengan imbang. Sebenarnya dari segi pengalaman, Leluhur lebih hebat. Karena ia sudah bertahun-tahun berada di Alam Kaisar, jadi ia sudah terbiasa dengan level tersebut. Sementara Ghafar baru memasuki alam ini belum lama, tapi dengan bantuan teknik akupuntur Aran membuat aliran tenaga disetiap titik meridiannya stabil.


"Kau yang baru menembus alam ini bagaimana mungkin bisa mengimbangiku"


Leluhur tidak percaya bahwa Ghafar bisa mengimbanginya.


"Hahaha" Ghafar membalasnya dengan tertawa.


"Hari kematianmu semakin dekat, kakek tua"


Ghafar kembali menyerang Leluhur dengan ganas. Alam disekitar mereka kembali menggema, disertai hujan dan gemuruh keras dilangit.


Aran sesekali melirik ke arah Ghafar 'Hebat juga Tuan Tua, tidak sia-sia aku mengobatimu' Aran sekarang sedang terpojok karena serangan gabungan para anggota Sekte Hantu Hitam.


'Sialan, serangan formasi gabungan mereka begitu hebat'


Aran terus berusaha mencari celah untuk bisa menghancurkan formasi musuh yang berada dihadapannya ini.


"Hahaha, mati sekarang kau iblis laknat. Jangan kau fikir, dirimu bisa menghancurkan formasi kami ini"


"Banyak omong kau!" Aran langsung melakukan ajiannya.


"Ajian Karang Wesi" Ajian Aran diarahkan ke salah satu titik formasi yang menurutnya lemah.


Bamm


Pelindung formasi bergetar hebat disertai asap putih, tapi semua anggota sekte yang berada didalam formasi tidak ada yang terluka. Mereka semua tertawa keras melihat ajian Aran yang gagal melukai mereka. Ketika Aran menyerang pada satu titik, para anggota yang lain langsung mengalirkan energi ke titik tersebut.


'Sialann, Formasi ini benar-benar menjengkelkan' Aran hanya bisa menggerutu melihat ajiannya menguap begitu saja.


"Kau tidak akan bisa menembus formasi kami ini. Sekarang giliran kami yang menyerangmu"


"Sabit pelumpuh raga!"


Dari pusat formasi, terlihat cahaya sabit berwarna kuning yang langsung mengarah kepada Aran.


Sabit itu bergerak dengan sangat cepat, Aran yang tidak sempat menghindar langsung terkena hantaman sabit.


Bamm


Aran terlempar jauh, sampai beberapa kali menabrak pepohonan. Hingga akhirnya ia terhenti di salah satu pohon.


"Puhh"


Duduk bersandar disebuah pohon besar, Aran memuntahkan seteguk darah.


"Sialann, organ dalam tubuhku sampai bergetar"


Aran memegangi perutnya yang terasa sangat perih.


*Raja Naga, bantu aku. Jangan diam saja*


*Ohh, aku fikir kamu tidak memerlukan bantuanku lagi*