Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Pemusnahan Serigala Perak III



Sesaat sebelum serangan Tetua Serigala Perak menghantam Kumbang, Aran yang bergerak cepat langsung melakukan serangan terlebih dahulu.


"Ajian Karang Wesi, mati kau"


Bamm


Lengan Tetua Serigala terkena serangan langsung ajian Aran. Lengan itu hancur tak berbentuk dan efek serangan Aran membuat ia terlempar jauh menabrak dinding aula.


Sementara serangan yang sudah dilepaskan Tetua Serigala ke arah Kumbang hanya berbentuk serangan kecil. Serangan yang tidak sempurna itu menghantam tubuh Kumbang namun hanya meninggalkan luka gores ditubuhnya.


"Hahahah, Kakek laknat. Berani melakukan serangan menyelinap. Lihat dulu siapa yang menjadi lawanmu" Aran menghina Tetua Serigala yang tergeletak di lantai.


Ia muntah darah, tangan kanannya hancur dan paru-parunya rusak akibat serangan Aran. Umurnya sudah dipastikan tidak akan lama lagi, ia menggerutu dengan sangat kesal kepada Aran


"Keparatt"


Para Tetua yang lain langsung menghampirinya dan memberikan pil obat kepadanya."Kakak kedua, kamu istirahat dulu. Biar kami yang akan menghabisinya" Tatapan mereka begitu marah menatap ke arah Aran dan Kumbang.


"Seandainya dari awal kalian berlutut padaku. Hal ini tidak perlu terjadi" Berkata Aran yang membuat kebencian mereka semakin menjadi-jadi.


"Makhluk terkutuk, siapa yang akan sudi berlutut kepadamu. Iblis Laknat!" Kakak Pertama Tetua Serigala Perak begitu geram menatap Aran.


"Semuanya, habisi kedua makhluk terkutuk ini"


"Aooooooo" Para Serigala melolong bersama. Membakar semangat mereka.


"Kumbang bagaimana keadaanmu" Aran menatap tubuh Kumbang yang penuh luka.


"Saya tidak apa-apa Tuan" Jawab Kumbang dengan hormat.


"Bagus, mari kita habisi mereka semua" sambil Aran menepuk tubuh Kumbang.


"Baik Tuan" Mereka semua langsung kembali bertarung.


Aran melompat tinggi dan menghadapi 2 Tetua yang tersisa. Kumbang langsung melompat ke tengah-tengah musuh. Dengan cakarnya dia menghabisi banyak serigala. "Ombak Macan Langit" sinar cahaya menerangi tempat itu berkali-kali.


Kabut darah kembali memenuhi aula.Aula yang awalnya sangat bagus kini telah hancur dengan lubang dimana-mana. Lantai menjadi licin karena banyaknya darah yang tumpah.


"Hahaha bagus Kumbang, habisi mereka semua" Aran yang melihat Kumbang, tertawa ditengah-tengah pertarungannya.


Kini ia menghadapi dua Tetua, namun serangan mereka dapat Aran atasi semuanya.


"Taring Serigala Pemecah Ombak"


Kedua serangan menyerang Aran.


Aran juga tidak mau kalah, ia mengeluarkan ajian kesukaannya "Ajian Naga Puspa"


Ilmu Aran dan kedua Tetua bentrok diudara. Riak energi kedua ilmu tersebut begitu besar, sampai menimbulkan pusaran angin di aula.


"Ajian Lembu Sekilan" Tubuh Aran langsung berbayang. Aran lalu mengeluarkan dari Alam Gioknya, Pedang Naga Puspa.


Lalu ia berkata dihadapan para Tetua "Berlutut kalian semua, atau aku potong kepala kalian satu persatu" Aran yang memegang pedang biru langit menjadi bertambah kuat.Auranya menjadi semakin besar.


"Sialan, anak ini masih memiliki harta seperti ini" Salah satu Tetua berkata.


"Cuihh" "Kami tidak akan sudi berlutut padamu" Tetua yang lain berkata.


"Kalo begitu, pergi mati" Aran langsung melesat ke arah mereka.


"Pedang 7 Bintang, Sayonara!"


Wuzzhh


Pedang Aran menjadi tujuh dan langsung menyerang kedua Tetua. Mereka menahan serangan Aran dengan ilmu mereka, namun serangan Aran begitu kuat. Mereka merasakan tubuh mereka terpotong-potong, rasanya begitu menyakitkan.


"Arrghhhh"Teriakan memilukan mereka terdengar keras, membuat para Serigala yang lain menatap ngeri serangan tersebut.


"Tetuaaaaa" Semua Serigala yang tersisa menatap Tetua mereka yang menghilang.


Kini Aran berdiri menatap mereka semua, dengan sikapnya yang begitu mendominasi "Kalian semua juga akan merasakan nasib yang sama dengannya"


Ucapan Aran membuat mereka hilang akal. Kini semua Tetua mereka telah mati. Para Serigala yang masih hidup juga hanya tinggal puluhan saja.


Disaat para Serigala putus asa. Terdengar suara yang begitu mendominasi "Sialann! Siapa yang berani menghancurkan Istanaku!" Sesosok makhluk terlihat diatas aula yang sudah hancur.


Ini adalah Serigala Perak yang sangat besar dengan tanduk dan taring yang panjang, tampilannya begitu mengerikan. Dari wajahnya nampak ia sangat marah.


"Leluhurr, selamatkan kami" Para Serigala langsung bersujud kehadapan Serigala besar tersebut. Akhirnya mereka memiliki harapan untuk menghabisi Aran dan Kumbang.


Aran yang melihat Serigala besar ini hanya bisa menelan ludahnya.


'Sialann, aku tidak menduga ada makhluk sekuat ini disini'