
Keesokan harinya Aran meminta ijin untuk pergi sebentar. Ia juga menitipkan pesan kepada semua orang yang ada di dalam goa agar tidak ada yang pergi. Karena ia tidak bisa menjamin keselamatan mereka semua jika berani keluar dari goa ini.
Sebelum melangkah pergi, Aran kembali melakukan formasi pelindung di pintu masuk goa. Setelah itu baru ia pergi meninggalkan goa itu dan bergerak cepat menuju Pasifik Inn.
Selama perjalanan menembus hutan terlarang tidak ada satupun monster atau siluman yang berani menghalangi geraknya. Mereka semua sudah mendapatkan kabar bahwa ada pemuda bertopeng yang sangat kuat dan kejam yang tanpa ragu akan membunuh mereka semua tanpa ampun. Jadi para monster ini tidak ada yang berani menghalangi jalan Aran.
Hanya dalam sekejap Aran sudah sampai di pintu masuk Pasifik Inn. Ia lalu berjalan untuk memasuki pasifik inn yang terlihat lumayan ramai. Bau dari wayn benar-benar tercium sampai keluar restoran.
Ketika Aran ingin melangkah masuk, datang rombongan kereta kuda yang sangat bagus dengan pengawal yang terlihat kuat.
“Menyingkir, menyingkir”
Teriak salah seorang pengawal yang meminta Aran untuk menyingkir, karena posisi Aran yang menghalangi jalannya.
Aran yang dalam kondisi tenang memutuskan untuk mengalah. Ia tidak ingin membuat keributan yang tidak penting.
Tidak lama, kereta kuda rombongan itu berhenti. Salah seorang pengawal berlari ketempat kereta kuda.
“Silahkan Tuan Muda”
Kata salah seorang pengawal yang membukakan pintu kereta kuda.
Dari dalam kereta kuda, turunlah seorang pemuda dan seorang gadis. Kedua orang ini terlihat begitu berkharisma dan sangat bersih.
Rombongan itu lalu berjalan melewati Aran yang masih terdiam di tempatnya berdiri.
Sekilas pemuda dan gadis bangsawan itu melirik ke arah Aran, tapi mereka langsung membuang muka mereka.
“Dasar orang kismin”
Kata gadis yang berjalan bersama Bangsawan Muda.
Mendengar gadisnya berkata seperti itu, Bangsawan muda hanya menatap jijik ke arah Aran.
Sementara Aran hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat kelakuan mereka semua.
Rombongan Bangsawan itu lalu mulai memasuki restoran Pasifik Inn dengan penuh kebanggaan.
“Selamat datang Tuan dan Nona Muda”
Kata pelayan itu kepada rombongan Bangsawan yang memasuki restoran.
Para Bangsawan itu hanya mengangguk menanggapi ucapan ramah dari pelayan.
“Sediakan ruangan VIP untuk kami semua”
Kata Bangsawan muda tersebut sambil memperihatkan lencana berwarna silver. Ini adalah lencana khusus untuk pelanggan setia Pasifik Inn.
Pelayan itu juga melihat sekilas lencana tersebut.
“Maaf Tuan Muda, untuk ruangan VIP sudah penuh semua”
Pelayan itu tetap menjawab ramah perkataan Bangsawan muda padanya.
“Appaaah! Apa kau tidak tau siapa aku hah!”
Hardik Bangsawan muda itu kepada pelayan.
“Mohon maaf Tuan Muda. Untuk ruangan VIP sudah penuh, kini hanya tersisa tempat biasa saja”
Perkataan pelayan ini memang benar adanya. Karena hari ini ada banyak tamu penting Pasifik Inn yang tengah berkumpul di ruangan VIP.
Tapi, Obrolan panas ini menyebabkan banyak orang yang mulai menontonnya.
“Wah.. wahh.. Bakalan ada pertunjukkan seru nich”
“Kamu benar saudara, sebentar lagi akan ada pertunjukkan menarik. Karena aku tau, pemuda itu adalah anak Gubernur kota negeri ini”
Obrolan panas mulai terdengar di tempat ini. Mereka mulai membahas berbagai macam hal yang intinya mereka sangat ingin melihat respon dari anak Gubernur.
“Panggil Manager kamu. Aku ingin berbicara langsung dengannya. Sangat tidak mungkin restoran sebesar dan setinggi ini bisa penuh semua”
Tentu saja Bangsawan muda ini tidak bisa mempercayai omongan dari pelayan di hadapannya. Bagaimana mungkin ruangan VIP yang begitu banyak ini sampai penuh, padahal ia sudah beberapa kali berkunjung ke tempat ini.
“Maaf Tuan, Manager kami sedang ada tamu penting jadi tidak bisa di ganggu untuk sementara waktu”
Mendengar jawaban dari pelayan itu membuat Bangsawan muda menghancurkan meja di dekatnya.
Braaaakkkk
“Apa kau tidak menghormati kami hah!”
Teriakan keras Bangsawan muda membuat pelayan itu mundur beberapa langkah. Bahkan suara keras bangsawan muda itu membuat para penjaga Pasifik Inn akhirnya turun tangan.
“Maaf Tuan, di tempat ini tidak boleh ada keributan. Kamu sudah berani menghancurkan property rumah makan ini. Maka lencana silver kamu akan kami ambil”
Dalam sekejap mata lencana di tangan Bangsawan muda sudah berpindah tangan, yang membuat Bangsawan muda itu terdiam. Ia sangat mengetahui kehebatan dari para penjaga Pasifik Inn. Jadi ia juga sedikit takut akan hal ini.
Kata salah seorang pengawal yang maju ke arah penjaga.
Tapi hanya dengan hentakan kaki penjaga Pasifik Inn, tubuh pengawal yang menyerangnya langsung terlempar jauh ke luar restoran.
“Kami masih menghargaimu, jadi kami tidak membunuhnya. Jika kalian masih mencari masalah di sini, maka jangan salahkan kami jika kami bertindak kasar”
Kata penjaga Restoran tersebut.
Ketika mereka hanya bisa saling pandang, datanglah Aran yang berjalan di antara mereka tanpa rasa takut sedikitpun. Perbuatan Aran ini membuat semua orang di tempat itu kaget bukan main. Para tamu bahkan memuji keberanian pemuda bertopeng yang berjalan di antara Bangsawan dan penjaga restoran.
Aran mulai melangkah menuju pelayan yang sedari tadi terdiam di pojokan.
“Pelayan berikan aku tempat VIP”
Perkataan Aran ini sontak membuat semua orang yang memang menatapnya dari tadi melotot.
“Apa otak orang itu sudah rusak”
“Jelas-jelas ruangan VIP sudah penuh, tapi masih saja berani masuk”
“Iya, bahkan anak Gubernur tui saja tidak di ijinkan”
“Kamu benar saudara, aku juga melihat orang bertopeng itu dari tadi hanya diam di depan pintu masuk. Aku yakin dia tau keadaan di tempat ini sekarang”
Terdengar kembali obrolan panas di ruangan ini. Para penjaga yang bersembunyi dari bayang-bayang akhirnya muncul semua dan berdiri di dekat Aran. Mereka penasaran dengan sosok pemuda bertopeng yang terlihat tenang ini. Mereka tau bahwa pemuda bertopeng ini dari tadi hanya mengamati keadaan di dalam restoran.
“Tuan, ruang VIP sudah penuh semua. Tuan juga pasti sudah mengetahuinya kan”
Kata pelayan itu sambil menatap Aran dan memberikan isyarat agar ia pergi dari tempat ini. Mengingat keadaan di tempat ini yang sedang panas.
“Ohh begitu rupanya, apa dengan ini aku bisa mendapatkan ruangan VIP”
Aran berkata sambil mengeluarkan Lencana Ungu miliknya.
“Len.. Lencana ungu”
Pelayan itu berkata sambil tergagap-gagap.
Para pengawal restoran seketika mematung melihat lencana ungu di tangan pemuda bertopeng.
Dengan sigapnya mereka langsung memberikan hormat kepada Aran.
“Selamat datang Tuan Muda”
Para pengawal itu dengan sigap dan penuh hormat mengucapkan selamat datang kepada Aran.
Perbuatan para pengawal ini membuat semua orang kembali melongo. Bahkan rombongan Bangsawan itu diam seribu bahasa. Mereka tidak tau lagi harus berkata apa melihat para pengawal yang begitu keras terhadap mereka, tapi begitu sopan terhadap pemuda bertopeng tersebut.
“Silahkan Tuan Muda lewat sini”
Kata pelayan itu kepada Aran.
Palayan lalu berjalan dan diikuti oleh Aran.
“Apa-apaan ini.. Kalian berani mengijinkan masuk pemuda kismin itu, sementara kami tidak diijinkan. Apa kalian benar-benar cari masalah dengan kami hah!”
Kini Bangsawan muda itu melampiaskan kekesalannya kepada para penjaga restoran. Semua orang yang berada di tempat itu juga penasaran dengan kejadian yang sangat aneh ini. Mereka semua butuh penjelasan terkait hal ini.
“Jangan berani berkata lancang kepada Tuan Muda kami. Pemuda itu memiliki lencana ungu, apa kau tau apa lencana ungu itu hah! Sekali lagi kau berkata lancang, aku tidak akan segan untuk menghabisimu di tempat ini sekarang juga”
Kata penjaga restoran dengan tatapan membunuh. Mereka para penjaga sangat mengetahui siapa pemilik lencana ungu. Karena pemilik lencana itu adalah orang yang sangat-sangat penting yang keberadaannya sama juga dengan pemilik Pasifik Inn. Jadi mereka semua harus bisa menjaga kehormatan pemilik lencana ungu.
“Kau berani mengancam kami, oke tunggu saja. Aku akan melaporkan hal ini kepada ayahku. Apa kau tau bahwa ayahku adalah Gubernur negeri ini”
Bangsawan muda yang sudah kepalang malu karena banyaknya orang yang menontonnya mulai memperlihatkan kebangaannya sebagai anak dari Gubernur negeri ini.
“Kau pikir kami takut kepada Gubernur wilayah ini. Jangankan Gubernur, bahkan Kaisar sekalipun yang mencari masalah dengan kami akan kami hadapi”
Tentu saja Pasifik Inn tidak pernah takut kepada penguasa wilayah ini. Karena Pasifik Inn aslinya bukan berasal dari tempat kecil ini. Mereka berasal dari wilayah yang sangat tinggi dan kuat.
“Baiklah kalau begitu, kami akan pergi. Tunggu pembalasan kami”
Dengan kemarahan yang menggebu-gebu, rombongan Bangsawan muda itu akhirnya pergi meninggalkan restoran Pasifik Inn.
Sementara semua orang yang menonton dari tadi juga mulai melakukan aktifitasnya masing-masing. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa di tempat ini.
Aran yang tidak tau mengenai hal ini kini sedang duduk bersantai di ruangan khusus di lantai paling atas. Ruangan ini memang khusus untuk mereka yang memiliki lencana ungu. Aran sudah meminta pelayan untuk memanggil Manager Xi, tapi karena Manager sedang ada tamu maka Aran diminta untuk menunggu.
Aran dapat merasakan banyaknya aura kuat yang ada di tempat ini. Ia yakin bahwa tamu Manager Xi ini bukanlah tamu sembarangan. Jadi dengan tenang ia duduk bersantai di ruangan ini sambil menikmati Kopi Svarga miliknya. Ruangan Aran ini memiliki satu jendela yang ketika dibuka akan terlihat pemandangan seluruh kota.
“Nikmatnya dunia ini. Minum kopi sambil menikmati pemandangan alam yang indah ini”
Kata Aran sambil meneguk Kopi Svarga.