Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Aran Vs Jin Gorilla & The Gank - End



Aran lalu mengembalikan kesadarannya ke dunia nyata. Ketika membuka matanya, dia melihat kelompok Jin Gorilla masih berdiri dihadapannya.


"Apa yang kalian lakukan daritadi? Apa kalian semua benar benar mengagumiku sampai sampai kalian diam seperti itu. Sayang kalian pria coba kalau kalian wanita, aku pasti benar benar akan sangat bahagia" Aran berbicara sambil tersenyum memperlihatkan giginya yang putih bersih.


"Begitu narsisnya makhluk ini, aku bener benar tidak habis fikir ada makhluk seperti ini didunia ini" Jin Rubah mendesah pelan.


Jin Gorilla terus menatap Aran dengan penuh kebencian.


"Sudah diam, sekarang aku kasih dua pilihan. Berlutut padaku dan memohon ampun atau kuhajar kalian sampai orang tua kalian tidak akan mengenali kalian lagi" Aran memberi mereka dua pilihan.


"Tidak akan pernah aku berlutut padamu, cuih" Jin Gorila langsung menyerang Aran dengan kapaknya.


Aran tersenyum sinis menatap serangan Jin Gorilla, dia dengan mudahnya menghindari serangan Jin Gorilla.


Plakk


Suara tamparan cukup keras terdengar, Aran menampar Jin Gorilla menyebabkan tubuh Jin Gorilla terlempar dan berputar cukup jauh sampai menabrak beberapa pepohonan.


"Kalian benar benar tidak bisa membedakan bumi dan langit" Berkata Aran sambil berjalan menghampiri tempat Jin Gorilla terlempar.


Kedua teman Jin Gorilla hanya menatap ngeri melihat kekuatan Aran, hanya dengan sekali pukulan Jin Gorilla langsung tidak bisa bergerak lagi.


Setelah Aran sampai ketempat Jin Gorilla, dilihatnya Jin Gori sedang meringis kesakitan dengan pipi yang bengkak.


Aran berdiri dihadapan Jin Gorilla.


"Kalian berdua kemari cepat,bantu dia berdiri" Teriak Aran.


Kedua teman Jin Gorilla langsung menghampiri Aran secepat yang mereka bisa. Mereka langsung membantu Jin Gorilla berdiri.


"Sekarang katakan padaku apa pilihan kalian. Berlutut dan mengakui salah atau aku hajar kalian sampai seperti babii bengkak"


"Apa pilihanmu" Aran menunjuk Jin Rubah.


"Aaa aku berlutut" Jin Rubah tergagap menjawabnya, dia lalu berlutut


"Kamu?" Jin Kalajengking yang ditunjuk Aran langsung kongtow berlutut.


Tinggal Jin Gorilla yang menatap Aran bingung. Dia tidak percaya, bahwa dia dikalahkan dengan satu serangan.


Plak Plak Plak


Aran menampar Jin Gorilla beberapa kali. Kini wajah Jin gorilla sudah tidak dapat dikenali.


Jin Kalajengking dan Jin Rubah sedikit melirik keatas melihat Jin Gorilla yang wajahnya sudah bengkak.


"Sa sa sa"


Plak Plak


Terdengar tamparan keras kembali.


"Bicara yang benar"


Aran benar benar senang menampar Jin Gorilla, wajahnya sudah tidak dapat dikenali.


Jin Gorilla yang sudah sangat ketakutan akhirnya berlutut sampai kepalanya menyentuh tanah.


Ucapan Aran membuat mereka keringat dingin. Menghancurkan atma sama juga melenyapkan semua jerih payah mereka selama ini. Kultivasi yang mereka bangun dengan susah payah akan hilang.


"Tuan tolong ampuni kami, kami punya mata tapi tidak mengenali Tuan"


Jin Kalajengking dan Jin Rubah benar benar ketakutan, sementara Jin Gorilla hanya mengucapkan kata yang tidak dapat dimengerti mereka semua. Hanya dia dan Tuhan yang tau apa yang dia ucapkan. Karena wajahnya sudah sangat bengkak sehingga sulit baginya untuk bicara normal.


"Hei Babii gendut, kau bilang apa. Bicara yang jelas jangan gagap seperti itu"


Plakk


Lagi lagi Aran menampar wajah Jin Gorilla yang menyebabkan wajahnya tambah sulit dikenali.


Jin Kalajengking dan Jin Rubah menelan ludahnya, mereka benar benar takut melihat wajah Jin Gorilla. Mereka takut jika Aran melakukan hal yang sama kepada mereka.


Mereka terus menunduk dan sesekali melirik ke arah Jin Gorilla. Dalam hati, mereka benar benar kasian dengan apa yang dialami oleh Jin Gorilla.


'Kasian, oh kasihan'


Hanya itu yang ada di dalam hati Jin Kalajengking dan Jin Rubah.


"Sekarang kalian berjanji, atas nama leluhur. Jika kalian berbuat jahat dan menindas orang yang lemah lagi, maka kalian akan mati mengenaskan dan seluruh keturunan kalian seperti babii dungu"


Mendengar ucapan Aran mereka langsung berbicara dengan tangan menghadap ke langit.


"Saya berjanji, atas nama leluhur. Jika kami berbuat jahat dan menindas yang lemah. Kami akan mati mengenaskan dan keturunan kami akan seperti babii dungu"


Jin Gorilla hanya bisa mengucapkan kata yang tidak jelas membuat Aran meliriknya dengan tatapan jahat. Hal ini langsung membuat dia ketakutan setengah mati. Dia langsung berusaha mati-matian berbicara dengan suara yang jelas.


Walau Jin Gorilla berbicara dengan suara yang paling jelas, tetap saja yang terdengar hanyalah suara seperti orang bergumam.


"baba, bubu, babibu"


Pipinya yang sudah sebesar bakpao membuat mulutnya mengecil sehingga sulit untuk berbicara.


Ketika Aran melihat ini semua dia hanya tertawa didalam hatinya. Namun di luar dia memasang wajah yang garang.


"Bicara apa kamu, baba bubu. Kau pikir aku mengerti bahasamu!"


Kata Aran sambil menatap jahat ke wajah Jin Gorilla.


"Bicara yang jelas atau kutampar kamu sampai mati" perkataan Aran membuat dia berjalan berlutut memegang kaki Aran memohon pengampunan.


"Tuan yang terhormat, tolong jangan pukuli kakak kami lagi. Kami menjamin, bahwa kami bertiga tidak akan mengulangi kesalahan yang sama" Jin Rubah mencoba menolong Jin Gorilla, dia benar benar tidak tega melihat Jin Gorilla seperti itu.


Wajahnya benar benar sudah sulit dikenali. Entah apa yang akan dikatakan sekte mereka ketika mereka kembali nanti.


"Bagus jika kalian bisa menjaminnya. Jika sampai aku melihat kalian melakukan kesalahan yang sama. Jangan salahkan aku jika bertindak kejam. Aku akan menghancurkan atma kalian dan memotong kedua tangan kalian. Mengerti!"


"Kami mengerti tuan, kami mengerti" Mereka bertiga kongtow, berlutut di hadapan Aran berkali kali.


"Bagus, tetap berlutut sampai aku ijinkan kalian berdiri" Aran membalik badannya dan tersenyum.


"Baik Tuan" Mereka bertiga tetap berlutut di tanah tanpa berani menatap Aran. Dalam hati mereka, Makhluk yang ada dihadapan mereka ini bukanlah bangsa Jin melainkan Iblis.