Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Seleksi Masuk Akademi III



“Kelompok itu lumayan kuat, walau aku merasa aura mereka lemah”


Xiao Fei berkata kepada kelompoknya.


“Kakak, mungkin saja mereka menyembunyikan kekuatan asli mereka”


“Ya itu bisa jadi”


Xio Fei begitu penasaran akan kemampuan kelompok Aran. Beruntungnya Aran dan Taeyang menggunakan topeng. Jika saja Xiao Fei tau bahwa para pemuda bertopeng ini adalah orang yang dikenalnya. Ia pasti akan langsung menerjang mereka semua.


Setelah pertunjukkan Taeyang. Banyak orang yang berfikir dua kali untuk menyerang kelompok Aran.


Kini banyak kelompok yang mulai menjaga jarak dengan kelompok lainnya. Arena yang awalnya ramai dengan pertarungan, kini kembali tenang. Peserta di atas arena masih tersisa sangat banyak, membuat Kakek Tua yang mengawasi jalannya seleksi mengerutkan keningnya.


‘Jika begini terus, kapan selesainya’


Kakek Tua itu begitu kesal melihat para peserta yang lebih memilih bertahan dari pada menyerang.


Akhirnya ia memiliki ide agar para peserta mau saling bertarung kembali.


“Aku akan memberikan hadiah bagi mereka yang mengalahkan musuh paling banyak”


Perkataan Kakek Tua itu membuat semua orang mulai merubah sikap. Mereka mulai merencanakan menyerang kelompok yang terlihat lebih lemah.


“Seranggg”


Beberapa kelompok mulai melakukan penyerangan.


“Hyung-nim. Apakah kita ikut bertarung juga”


Taeyang sudah tidak sabar untuk kembali bertarung. Yang lainnya juga menatap ke arah Aran, apakah mereka akan memulai pertarungan atau tidak.


“Baiklah. Taeyang kamu pergi bersama Rumbun. Untuk Varya, kamu pergi bersama Srikandi. Ingatlah untuk saling menjaga. Aku akan tetap menunggu disini”


“Baik”


Mereka semua menjawab dengan kompak. Setelah itu mereka melaju pergi meninggalkan Aran sendirian.


Taeyang bersama Rumbun langsung maju menerjang musuh.


“Heaaaa”


Bang!


Bang!


Pertempurang sengit langsung terjadi antara kelompok Taeyang dengan kelompok lain. Melihat temannya memulai pertarungan, Aran tidak merasa khawatir sama sekali. Karena ia melihat Taeyang dan Rumbun dapat mengusai pertarungan.


Di tempat lain, Varya dan Srikandi juga maju menerjang musuh-musuhnya.


Srikandi lalu mengeluarkan sesuatu dari gelang ditangannya. Ternyata itu adalah gelang penyimpan berbentuk gelang. Dari gelang itu keluar busur panah yang bentuknya sangat unik dengan berbagai macam ukiran.


Bersama Varya ia bekerja sama melumpuhkan semua musuh-musuhnya.


“Aku tidak menyangka kalau ia adalah seorang pemanah”


Gumam Aran.


Keadaan di Arena kini sudah sangat kacau. Hampir semua kelompok sudah saling bertarung untuk mendapatkan point dari Kakek Tua.


Melihat Aran yang berdiri sendiri membuat beberapa kelompok mulai mengincarnya.


“Hahaha, berani sekali kau beridiri sendirian di tempat ini”


Kata salah satu penyerang kepada Aran.


“Majulah kalian semua, tidak perlu sungkan”


Jawab Aran kepada semua penyerangnya.


“Sombong sekali kau. Semuanya, serangg!”


Mereka mulai menyerang Aran bersama-sama. Berbagai senjata ada di tangan para penyerang Aran, mereka semua sudah siap untuk segera menyingkirkan Aran dari arena ini.


Aran hanya diam saja melihat beberapa orang mulai menyerangnya. Begitu serangan mereka sangat dekat, tubuh Aran seketika berbayang. Ini menandakan Aran menggunakan Ajian Lembu Sekilan, semua yang menyerangnya merasa bahwa serangan mereka telah mengenai Aran. Padahal nyatanya, serangan mereka hanya hampir mengenai Aran.


“Sialann”


Mereka tidak percaya bahwa serangan mereka satupun tidak ada yang bisa mengenainya.


“Kalian terlalu membosankan”


Dengan gerak langitnya Aran lalu menghajar semua penyerangnya dengan cepat.


“Uarrrgggh”


Mereka semua langsung terlempar jauh.


“Dia hebat”


Lady Octavia menatap Aran dari kejauhan.


“Ya, dia memang hebat”


Pengawal Lady Octavia menambahkan.


“Huh, aku jadi tertarik ingin bertarung melawannya”


Pangeran Parsy berkata kepada kelompoknya. Tapi ia ingin mengutus pengawalnya untuk menghadapi Aran.


“Kiyan”


Pangeran Parsy memanggil salah satu pengawalnya yang wajahnya tertutup oleh kain.


“Siap Tuan”


Jawab Kiyan sigap.


“Kamu adalah pembunuh paling terkenal di Parsy, coba kamu hadapi pria itu. Jika perlu kau boleh membunuhnya”


Pangeran berkata dengan sangat dingin. Ia tidak ingin nantinya ada orang yang bisa menjadi saingannya di dalam Akademi.


“Baik”


Dalam sekejap Kiyan pergi dari hadapan Pangeran.


Kiyan bergerak cepat menuju ke tempat Aran, langkahnya begitu ringan dan senyap membuat banyak orang tidak menyadari kehadirannya. Setelah jaraknya dekat ia lalu melompat tinggi dan menyerang Aran dari atas. Bagi Kian tidak masalah ia diterima di Akademi atau tidak. Tugasnya hanya satu, selalu menjalankan perintah Pangeran Parsy.


“Pisau Angin”


Puluhan pisau muncul di sekeliling Kiyan dan langsung ia lepaskan ke arah Aran.


Merasakan bahaya dari atas, Aran dalam sekejap menggunakan gerak langitnya untuk menghindar.


Wusshh


Wussh


Trak Trakk


Pisau Kiyan langsung menancap di lantai Arena. Pisau itu bahkan mengeluarkan aura berwarna hitam.


“Racun”


Aran sempat melirik ke arah pisau yang menancap.


“Menarik, kau bisa menghindari serangan senyapku”


Kata Kiyan kepada Aran.


Jawab Aran.


“Huh”


Jawaban Aran membuat Kiyan kesal. Ia lalu kembali menerjang ke arah Aran. Gerakan Kiyan begitu cepat, mata biasa tidak akan bisa melihat gerakannya.


“Langkah Angin Gurun”


Kiyan menggunakan salah satu jurus terbaiknya untuk menyerang Aran. Ia bergerak sangat cepat mengelilingi Aran.


“Huhuhu”


Aran hanya tertawa dingin melihat pergerakan Kiyan.


“Mati kau!”


Kiyan bergerak cepat dan langsung menebas kepala Aran.


‘Ternyata ia mencoba membunuhku’


Batin Aran.


Aran yang melihat serangan Kiyan dapat dengan mudah menghindarinya kembali.


‘Dia bisa menghindarinya’


Batin Kiyan.


Padahal serangan senyapnya ini sudah banyak memakan korban jiwa. Kiyan memutuskan untuk kembali bergerak cepat dengan cara mengelilingi Aran sambil menganalisanya.


‘Ada yang aneh dengan dirinya. Aku merasakan aura miliknya sangat lemah, tapi seketika tadi aku merasa bahwa auranya meningkat secara tiba-tiba’


Batin Kiyan yang masih mencari celah untuk menyerang Aran kembali.


“Apa kamu sudah cukup menganalisa diriku. Ayolah cepat serang aku”


Aran tau bahwa musuhnya ini sedang menganalisanya, jadi ia sengaja menggodanya.


“Sialann”


Kiyan kembali maju menyerang Aran.


Wush


Wussh


Lagi-lagi Aran berhasil menghindarinya.


“Kenapa kau hanya menghindar”


Kiyan begitu kesal bahwa musuhnya ini hanya terus menghindar tanpa melakukan perlawanan.


“Jadi mau kamu apa?”


Aran malah kembali menggoda musuhnya yang membuat musuhnya tambah kesal.


“Brengsekk kau! Jangan salahkan aku”


Awalnya Kiyan tidak ingin menggunakan ilmu rahasianya. Tapi karena musuhnya begitu meremehkannya, membuat ia akhirnya menggunakan ilmu tersebut.


“Jiwa Siluman Katak”


Tubuh Kiyan langsung ditutupi api berwarna hijau dan hitam, bahkan kini matanya berubah menjadi hijau.


“Anak ini”


Aran melihat perubahan fisik pada musuhnya.


*Dia menggabungkan jiwanya dengan siluman katak*


Kata Raja Naga di dalam kesadaran Aran.


*Kenapa ia memilih siluman katak?*


Aran tidak habis fikir kenapa musuhnya ini memilih untuk bergabung dengan siluman katak.


*Katak seperti ular\, memiliki racun yang kuat. Berhati-hatilah*


Raja Naga mengingatkan di alam kesadaran Aran.


*Bukankah aku memiliki kamu\, Dewa segala macam racun. Jadi untuk apa aku takut*


Aran yakin dengan adanya Raja Naga di dalam dirinya maka ia tidak terlalu khawatir terhadap racun yang akan menyerang dirinya.


*Bocah kurang ajar\, sudahlah lupakan*


Raja Naga memilih untuk diam dari pada melanjutkan obrolannya dengan Aran yang bisa membuatnya sakit kepala.


“Matilah kau!”


Kiyan maju menyerang Aran dengan menebaskan pedang berwarna hijau dengan api berwarna hijau juga..


Wusssh


Serangan seperti itu tentu saja dapat dihindari oleh Aran.


Tapi yang tidak Aran sadari adalah Kiyan sengaja mendekatkan dirinya kepada Aran.


Setelah dekat ia tersenyum menatap Aran. Senyuman yang begitu dingin dan kelam.


“Selamat Tinggal”


“Ledakan Racun Abadi”


Kabboom.


Asap hijau langsung memenuhi tempat Kiyan dan Aran. Semua yang berada di dekat pertarungan antara Aran dan Kiyan reflek segera menjauh. Karena asap yang keluar dari tempat itu berbau sangat busuk dan membuat kepala pusing.


“Asap apa ini”


Hoeekk


“Ini Racunnnn”


Beberapa orang langsung muntah ketika sekilas menghirup asap tersebut. Kini sudah banyak orang yang tergeletak di lantai arena menahan sakit di perut mereka. Bahkan sudah banyak orang yang mulai kejang-kejang.


Taeyang, Varya, Srikandi dan Rumbun langsung mengalihkan pandangan mereka ke tempat racun tersebut. Mereka semua tau bahwa Aran masih ada di dalam asap beracun.


“Araaaannn”


“Hyuunnngg”


“Huh, si bodoh itu malah meledakkan dirinya”


Pangeran Parsy berkata sambil menatap ke arah asap hijau tersebut.


“Jangan menyebutnya bodoh, ia sudah mengorbankan nyawanya demi dirimu”


Berkata Lady Dasha di sebelah Pangeran Parsy.


“Huh, jika ia tidak bodoh. Ia seharusya bisa mengalahkan pria bertopeng itu tanpa harus meledakkan dirinya”


Bagi Pangeran Parsy, orang yang lemah adalah barang yang tidak berguna. Maka ia tidak segan untuk membuangnya.


“Parsy tidak membutuhkan orang lemah”


Kata Pangeran Parsy menambahkan.