Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Pil Penguat Jiwa II



Raja Naga begitu terkejut melihat pil di tangan Aran. Setaunya, ada beberapa pil level 5 yang sangat sulit dibuat dan salah satunya adalah pil penguat jiwa. Bahkan tingkat kesulitannya dikatakan sangatlah tinggi. Hanya alkemis yang diberkahi surga yang dapat membuatnya.


"Kenapa kamu begitu bersemangat seperti itu Raja Naga. Biasa aja lagi"


Kata Aran menjawab perkataan Raja Naga. Kali ini Raja Naga tidak menanggapi omongan Aran, ia lebih fokus melihat pil di tangan Aran.


"Dengan pil ini aku yakin para gadis yang sebelumnya terluka dapat langsung sembuh seperti sediakala. Tidak hanya tingkat Master yang akan mereka dapat, tapi mereka bisa mendapatkan tingkat master dengan tingkat 1 sampai 5"


"Benarkah Raja Naga"


Aran begitu takjub dengan efek pil ini.


"Hmm.. Sebaiknya kamu segera panggil mereka semua"


Setelah berkata Raja Naga menghilang dari udara kosong.


"Baik"


Dengan semangat, Aran segera memanggil semua temannya yang berada di alam ini. Karena alam bintang adalah milik Aran, maka Aran dapat dengan mudah memanggi mereka semua. Tiba-tiba dari udara kosong terdengar suara Aran.


"Saudaraku semua, cepatlah kalian berkumpul di depan vila langit"


Perkataan Aran ini segera membuat semua orang menghentikan kegiatan mereka.


"Ini suara Hyung-nim. Ia sudah kembali"


Sementara Kumbang, Putih dan Saka diminta oleh Aran untuk tidak perlu menghampirinya.


Dengan sigapnya Taeyang mengajak semua orang untuk bergerak menghampiri Aran. Hanya dalam hitungan detik semua teman Aran sudah berkumpul di depan vila langit.


Kini Aran dapat melihat semua wajah yang ia kenal kembali.


"Taeyang"


"Rumbun"


"Octavia"


"Srikandi"


"Varya"


"Namora"


Aran memanggil semua temannya satu persatu. Semua teman Aran juga menjawab perkataan Aran dan memberikan salam penghormatan kepada Aran.


"Hyung-nim"


"Aran"


"Tuan"


"Mahapatih"


Berbagai macam sebutan panggilan semua temannya kepada Aran, mulai terdengar bergantian.


"Aran, akhirnya kita bisa melihat kamu kembali"


Berkata Namora kepada Aran.


Aran hanya mengangguk menjawab Namora.


"Aku memanggil kalian semua ini karena ada hal yang ingin aku sampaikan"


Aran lalu mengeluarkan pil bercahaya yang langsung membuat semua temannya ini terpukau.


"Pil apa itu, kenapa terlihat sangat indah"


Kata Octavia yang di iyakan oleh semua orang. Mereka semua melihat bahwa pil tersebut terlihat sangat indah.


"Nama pil ini adalah Pil Penguat Jiwa"


Kata Aran yang membuat semua temannya saling bertanya.


"Pil penguat jiwa? baru kali ini aku mendengarnya"


"Iya, aku juga"


"Hyung-nim, apa khasiat pil itu"


Dari pada pusing memikirkan nama pil itu, Taeyang berpikir bahwa lebih baik ia langsung bertanya khasiatnya kepada Aran.


"Khasiatnya adalah kalian bisa langsung naik menjadi level tingkat Master. Bahkan pil ini akan mengikuti aura di tubuh kalian. Jadi kalian bisa menjadi tingkat Master level 1 sampai dengan maksimal 5"


Perkataan Aran ini membuat semua orang terdiam bisu dengan rahang yang turun.


"Hyung-nim, apakah aku boleh mendapatkannya"


Berkata Taeyang tanpa ragu-ragu sambil ia melangkah mendekati Aran.


"Ambillah"


Mendengar perkataan Aran, tanpa ragu Taeyang langsung mengambilnya dari tangan Aran. Ia begitu hati-hati dalam memegang pil ini.


Semua orang yang berada di sini sudah sangat mengetahui tingkatan ahli beladiri. Tingkat Master adalah tingkatan yang sangat didambakan banyak orang, termasuk Taeyang.


Melihat Taeyang mengambil pil dari Aran membuat semua temannya menjadi iri.


"Apakah kamu tidak akan memberikannya kepada kami"


Tanya Namora kepada Aran. Semua orang juga kini menatap ke wajah Aran dengan sangat serius dan berharap bahwa Aran masih memilikinya.


"Emm, aku rasa tidak ada. Mungkin kalian bisa mengambilnya dari Taeyang, karena kita tidak tau siapa pemilik sejati pil tersebut."


Jawab Aran pelan.


Mendengar jawaban Aran ini membuat semua orang tertunduk pasrah. Setelah mereka menunduk mereka melihat ke arah Taeyang.


"Taeyang, berikan pil itu padaku"


"Ya, berikan"


Semua teman Aran langsung bergerak mendekati Taeyang. Merasa pil di tangannya akan di ambil, Taeyang segera bergerak cepat melarikan diri.


"Tidak akan aku berikan kepada kalian, pil ini milikku"


Dengan seni bayangannya, Taeyang bergerak cepat meninggalkan semua orang.


"Berhenti kau, memang kau fikir hanya dirimu yang bisa bergerak cepat"


Kini semua teman Aran bergerak cepat mengejar Taeyang yang kini sudah menghilang di kedalaman hutan alam bintang. Hanya Varya yang diam tidak ikut mengejar Taeyang.


"Berhenti kau Taeyang"


Namora langsung menggunakan gerbang langitnya untuk bergerak cepat. Tapi karena ia sudah kembali ke level terendah, maka kecepatannya sangatlah lambat.


Hanya Octavia yang mampu mengimbangi kecepatan Taeyang.


"Kim Taeyang, berhenti kau"


Teriak Octavia kepada Taeyang.


"Hahaha.. Tidak semudah itu My Lady"


Jawab Taeyang menggoda Octavia sambil tertawa. Ia begitu senang melihat Octavia yang sangat cuek ini mau mengejarnya.


Aran yang melihat ini semua hanya tertawa pelan.


"Varya, kenapa kamu tidak ikut mengejar Taeyang"


Tanya Aran kepada Varya.


"Karena aku tau, Tuan pasti tidak akan melupakan aku"


Jawab Varya sambil tersenyum menatap wajah Aran.


Di tatap oleh Varya membuat Aran sedikit malu. Gadis cantik dihadapannya ini memang sudah sangat lama mengikutinya, jadi ia sudah sangat hapal karakter diri Aran.


"Hahaha.. Sepertinya aku memang tidak bisa membohongimu"


Tanpa ragu Aran mengeluarkan pil berwarna biru dan memberikannya kepada Varya.


"Ini"


Melihat pil dihadapannya, Varya segera mendekati Aran dan mengambil pil tersebut dari tangan Aran. Hal ini ia lakukan, karena Ia takut teman-temannya yang lain melihat pil ini.


"Terima kasih"


Jawab Varya yang dengan gerakan cepatnya mencium pipi Aran.


Setelah mencium, Varya segera berlari meninggalkan Aran.


Ciuman Varya ini membuat Aran mematung diam.


*......*


"Semoga tidak ada yang melihatnya"


Kata Aran pelan. Ia benar-benar tidak menduga Varya akan melakukan hal ini.