Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Kerajaan Samudera Vs Kerajaan Parsy (I)



Camp Kerajaan Parsy.


"Jenderal, pasukan yang mengejar penyusup sudah kembali. Tapi, mereka kembali dengan wajah ketakutan"


"Ketakutan? apa yang terjadi pada mereka"


Jenderal yang tengah melihat peta langsung mengalihkan pandangannya ke arah prajurit dihadapannya.


Prajurit yang berbicara langsung menceritakan semua yang telah didengarnya kepada Jenderal.


"Hmm, walau komandan 500 orang itu kekuatannya tidak terlalu tinggi. Tapi tidak mungkin rasanya jika ia mati hanya dengan satu tebasan. Kemungkinannya, memang musuh memiliki kemampuan yang sangat hebat"


Berkata Jenderal hebat Parsy yaitu Jenderal Orda.


"Jenderal, apa yang harus kita lakukan kepada para prajurit yang mundur tersebut"


"Gabungkan mereka dengan pasukan lain yang kekurangan orang, tidak perlu memberi mereka hukuman. Saat ini kita membutuhkan banyak prajurit"


"Siap, laksanakan"


Prajurit tersebut menjawab dengan sigap.


"Apakah ada yang lain"


Tanya Jenderal kembali.


"Pasukan bantuan yang dipimpin Jenderal Tolu sudah datang dan kemungkinan sampai di tempat ini pagi hari"


"Jenderal Tolu"


Jenderal Orda langsung berdiri dan membalikkan badannya. Dia tidak menduga, Raja akan mengirimkan Jenderal Tolu.


Awalnya, Kerajaan Parsy sangat percaya diri dapat menaklukan Kerajaan Samudera dengan satu Jenderal hebat mereka, yaitu Jenderal Orda. Kemampuan Jenderal Orda sudah tidak diragukan lagi. Begitu banyak gelar yang disematkan kepadanya.


Tapi sebagai tindakan pencegahan, Raja mengirim Jenderal Tolu yang terkenal ganas dan kejam. Sebenarnya Jenderal Orda keberatan dengan rencana Raja yang mengirim Jenderal Tolu, karena hal itu sama juga Raja tidak percaya padanya.


Apalagi Jenderal Tolu terkenal sangat kejam, bahkan musuh dan rakyat yang sudah menyerahpun akan dibunuh olehnya. Sangat berbeda dengan dirinya yang lebih mementingkan cara ksatria.


"Akan terjadi pembantaian jika ia yang datang"


Gumam Jenderal Orda.


>>>


Markas Aliansi


Keesokan paginya didalam markas komando.


"Menurut tawanan yang kita tangkap, Pasukan Kerajaan Parsy akan melakukan serangan siang ini. Ditambah, pasukan bantuan mereka yang kemungkinan sudah tiba"


Para Jenderal merasakan sakit kepala mendengar banyak laporan yang masuk. Beberapa bulan ini mereka terus mengalami kekalahan. Pasukan bantuan yang mereka minta juga sampai saat ini belum juga datang, belum lagi kendala supply makanan yang terus mengalami keterlambatan pengiriman.


Di tempat lain, Berliana yang tidak tetarik dengan strategi perang lebih memilih untuk berlatih bersama pasukannya.


Berliana terus melatih para prajurit yang berada langsung dibawah komandonya.


"Berliana"


Terdengar suara yang memanggil dirinya, yang ternyata adalah Senior Lingga.


"Senior"


Berliana langsung menyambut kedatangan Lingga.


"Berliana, ada yang ingin aku sampaikan padamu"


"Mengenai apa Senior"


Lingga lalu mengajak Berliana berjalan, Mereka berdua lalu berjalan menjauh dari kerumunan.


"Pagi ini aku mendapatkan surat"


Berliana bingung mendengar perkataan Lingga, memang apa hubungannya surat untuk Lingga dan dirinya.


"Iya surat"


Kata Lingga kembali dengan ekspresi wajah serius.


"Saya tidak mengerti Senior, surat itu ditujukan untukmu. Lalu hubungan dengan ku apa?"


Senior Lingga mendesah pelan.


"Memang tidak ada hubungannya denganmu. Namun.. surat ini dari orang yang kamu kenal"


Lingga langsung menatap Berliana.


"Orang yang saya kenal? siapa memangnya"


Berliana jadi penasaran mendengar perkataan Lingga. Seumur hidupnya ia jarang memiliki kenalan. Apalagi seorang pria.


"Surat ini dari Aran"


Mendengar nama Aran membuat raut wajah Berliana berubah.


"Mana surat itu!"


Berliana langsung meminta surat tersebut kepada Lingga.


Ia tidak menyangka, Aran malah memberi kabar kepada Lingga. Sementara dirinya tidak dikasih kabar. Bagaimana ia tidak langsung marah mendengarnya.


"Suratnya.. Suratnya sudah saya buang"


Lingga takut jika Berliana membaca surat itu malah membuatnya tambah marah, jadi lebih baik dia berbohong demi kebaikan bersama.


"Dibuang? omong kosong. Senior jangan berbohong padaku. Cepat berikan atau selamanya aku tidak akan berbicara lagi padamu"


Lingga langsung serba salah mendengarnya, jika tau begini lebih baik ia tidak cerita.


Dengan berat hati ia mengambil surat tersebut dari balik bajunya dan menyerahkannya kepada Berliana.


'Kepada Senior Lingga.


Mohon maaf sebelumnya saya tidak bisa langsung menemui Senior. Namun sesuai janji, saya membawakan rumput lima warna untuk Senior. Titipkan salam saya untuk Berliana.


Aran'


"Titipkan salam! memangnya aku ini jasa pengiriman barang. Kenapa ia tidak bicara langsung padaku"


Berliana langsung meremas surat tersebut dan membuangnya ke tanah "Awas kalau nanti aku bertemu dengannya"


Berliana langsung berjalan pergi tanpa menoleh ke arah Lingga.


Lingga yang melihat Berliana bersikap seperti itu, jadi membuat ia merasa bersalah.


"Runyam dah urusannya kalau begini"


>>>


Sementara di tempat lain terlihat iring-iringan prajurit yang sangat banyak.


Pasukan Kerajaan Parsy mulai bergerak menuju benteng pertahanan Kerajaan Samudera. Pasukan yang berjumlah puluhan ribu itu bergerak dengan teratur.


Pasukan tambahan dari aliran hitam juga ikut bersama mereka di barisan paling belakang.


"Jenderal Orda, hari ini kita harus meratakan Kerajaan Samudera dengan tanah. Seluruh Sumatra harus berada dibawah kendali Kerajaan Parsy yang agung"


Diatas kudanya Jenderal Tolu berkata dengan bangga. Pasukan yang ia bawa adalah pasukan elit kerajaan dengan ilmu beladiri yang sangat tinggi. Jadi ia begitu percaya diri dengan pasukannya.


"Baik Jenderal Tolu. Bersama kita perlihatkan kepada mereka, kehebatan pasukan Kerajaan Parsy"