
"Raja Naga, alam ini menjadi begitu luas. Kenapa disana berwarna merah?"
Aran berjalan menuju tempat yang memancarkan warna merah itu.
"Warna merah itu karena didalam danau terdapat inti api iblis merah. Selain manusia dan jin, makhluk apapun yang hidup didanau itu satu tahun didanau sama dengan satu jam dialam nyata. Jika kamu menaruh hewan didanau itu, maka hewan itu akan tumbuh dengan sangat cepat"
"Hahhh, sialannn. Ternyata ada hal seperti itu ditempat ini" Aran langsung memperhatikan danau kecil tersebut" Didalamnya begitu jernih namun memancarkan warna merah yang indah.
"Aran, alam ini sudah aku tingkatkan. 1 minggu kamu berlatih disini sama dengan 1 jam berlatih di alam nyata. Sebaiknya kamu segera berlatih, kamu hanya bisa 3 minggu berada disini"
"Baik Raja Naga, terima kasih" Aran menjawab dengan semangat.
"Oh ya, lihat cermin itu, lewat cermin itu kamu bisa melihat keadaan dialam nyata dengan waktu alam nyata"
"Benarkah Raja Naga?" Aran langsung menuju cermin tersebut.
Dilihatnya cermin itu menampilkan keadaan di alam nyata. Aran melihat Leluhur Tua masih memerintahkan para bawahannya untuk mencari Aran di sekitaran tempat tersebut.
Leluhur Tua terlihat sangat marah, wajahnya sampai memerah. Ia juga menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan tempat dimana Aran menghilang.
>>>
Leluhur Tua berteriak keras kepada semua rakyatnya untuk mencari Aran sampai ketemu.
"Cepat cari bajingann itu, hidup atau mati. Tidak mungkin ia menghilang begitu saja. Kalau perlu gali tanah disini sampai 10 meter"
"Baik Tuann!" Semua anggota serempak menjawab perintah Leluhur Tua.
Mendengar hadiah yang ditawarkan membuat para anggota Clan Serigala Perak begitu bersemangat.
Mereka semua juga sangat membenci Aran. Karena racun yang Aran berikan, menyebebabkan mereka melakukan hal menyimpang dan mendapatkan aib bagi clan mereka. Banyak juga anggota mereka yang menjadi lumpuh karena berusaha menahan keinginan berhubungan badan dan akhirnya mati mengenaskan.
"Setan Kecil, kau terluka parah tidak mungkin menghilang begitu saja" Leluhur Tua terus menggerutu. Ia benar-benar ingin menyiksa Aran hidup-hidup.
Dua jam lama nya, Mereka semua terus mencari sampai membuat lubang galian di mana-mana. Banyak pepohonan yang hancur oleh mereka.
Akhirnya Leluhur Serigala pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan marah.
>>>
Di Alam Giok Langit, Aran hanya tertawa melihat Leluhur Tua sepert itu.
"Aran sekarang kau harus banyak berlatih dan belajar. Aku berikan kamu pilihan mana yang mau kamu dahulukan. 1. Kitab Naga Bintang. 2. Gerak Langit 7 Samudera. 3. Teknik Akupuntur & Racun. 4. Seni memasak. Mana yang mau kamu dahulukan"
"Memasak? hahahaha kamu bisa memasak, yakin? seriusan?"
Aran tertawa mendengar Raja Naga memiliki keahlian memasak.
"Bocah kurang ajar, kau fikir aku tidak mengetahui cara membuat makanan yang enak. Clan Naga itu sangat menyukai makanan enak. Apalagi masterku dulunya adalah seorang pengelana, memasak adalah keahlian yang diperlukan. Semenjak Masterku bertemu dengan Pendekar Tanah Jawa, ia jadi menyukai seni kuliner" Ucap Raja Naga
"Hmm, aku jadi ingin mencobanya. Baiklah aku putuskan. Aku ingin belajar Akupuntur dan seni memasak dahulu" Aran berkata dengan semangat. Ia membayangkan jika nantinya ia bisa memasak maka ia tidak perlu lagi memikirkan masalah makanan. Ditambah adanya alam ini, ia bisa menanam berbagai macam tanaman dan hewan ternak lainnya.