Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Berlatih Bersama



Sepeninggal Tuan Tua, Aran duduk diam dihadapan Nona Xi. Mereka sama-sama bingung untuk memulai obrolan.


Karena Aran adalah tamu jadi Aran merasa bahwa ia yang harus memulai obrolan.


“Mmm.. Nona Xi, Apakah minuman wayn masih memiliki stok yang banyak”


Aran berkata sambil berusaha menutupi kegugupannya.


Sementara Nona Xi hanya menatap wajah Aran. Ia juga sebenarnya sama seperti Aran, begitu tegang hingga ia rasanya dapat mendengar hatinya berdegup kencang.


‘Apa ini, apakah aku benar-benar jatuh cinta padanya’


Batin Nona Xi.


Nona Xi menepis semua pikirannya terkait rasa cinta, ia tetap berusaha untuk bersikap sewajar mungkin.


“Stok masih lumayan, tapi sepertinya kami perlu menambah stok lagi. Apakah kamu masih memilikinya?”


Kata Nona XI yang masih terus menatap wajah Aran, hal ini malah membuat Aran menjadi salah tingkah.


“Iyah, aku masih memilikinya. Apa kamu menginginkannya sekarang juga”


“Hmm, boleh”


Jawab Nona Xi singkat.


Aran lalu berdiri dan mengeluarkan sepuluh drum wayn dari alam bintangnya.


Nona Xi tentu saja terkejut dengan drum-drum wayn milik Aran ini. Ia mengira Aran hanya akan mengeluarkan satu sampai tiga drum.


‘Sebenarnya berapa banyak drum wayn yang ia miliki’


Batin Nona Xi.


“Aku tidak menyangka bahwa kamu akan memiliki banyak persediaan wayn”


Kemudian Nona Xi ikut berdiri dan memasukkan drum wayn itu ke cincin dimensi miliknya.


“Oh iya, aku akan memberikan kamu pembayaran untuk semua drum wayn ini dan juga aku akan memberikan bagi hasil dari penjualan wayn sebelumnya. Wayn milikmu itu sudah di kirim ke berbagai negara dan mendapatkan respon yang sangat baik”


Mendengar Perkataan Nona Xi membuat Aran menjadi tersenyum ceria.


“Mmm. Nona Xi. Apakah pembayaran wayn bisa diganti dengan kristal spirit? Sepertinya saya lebih membutuhkan itu dibandingkan dengan emas”


Aran berkata sambil berharap-harap cemas. Ia takut permintaannya ini akan di tolak oleh Nona Xi.


“Boleh saja, tidak masalah. Aku pikir kamu tidak membutuhkan kristal seperti itu, ternyata kamu membutuhkannya juga”


Aran hanya menjawab perkataan Nona XI ini sambil tertawa pelan.


Nona Xi lalu menyerahkan cincin dimensi lagi, dimana di dalam cincin itu terdapat Kristal spirit yang jumlahnya membuat Aran terkejut.


“Nona Xi, ini terlalu banyak. Saya benar-benar merasa tidak enak”


Siapapun pasti akan kaget melihat banyaknya kristal spirit di dalam cincin itu.


“Itu adalah keuntungan dari penjualan wayn dan pembayaran wayn hari ini. Tenang saja, jumlah itu sudah disepakati oleh Kakek. Ia sudah mempercayakan urusan wayn ini kepadaku”


Jawaban Nona Xi ini benar-benar membuat Aran sangat senang. Ia tidak menyangka akan menerima pembayran sebanyak ini.


“Terima kasih banyak Nona Xi atas semua bantuannya”


Setelah itu mereka berdua mengobrol bersama sebentar.


Tidak lama Aran memutuskan untuk berdiri dan pamit untuk pergi.


“Kenapa kamu buru-buru pergi, apa kamu tidak ingin duduk sebentar di sini menemaniku”


Kata Nona Xi kepada Aran.


“Maaf Nona Xi, saya tidak bisa berlama-lama. Karena saya ada urusan yang tidak bisa saya tinggal lama”


Nona Xi hanya bisa menjawab Aran dengan lenguhan pelan. Ia sebenarnya masih ingin mengobrol banyak dengan Aran, namun ia merasa bahwa Aran sama sekali tidak tertarik dengan dirinya.


Aran lalu melangkah pergi meninggalkan Pasifik Inn. Hatinya terus berdegup kencang, jadi ia ingin segera mungkin meninggalkan Pasifik Inn ini.


Sementara Nona Xi yang sebenarnya sangat ingin bisa bersama Aran lebih lama, hanya bisa menatap punggung Aran yang berjalan pergi.


“Araannn, tunggu”


Teriak Nona Xi sambil berlari mengejar Aran dengan sangat cepat.


Ketika Aran menoleh ke sumber suara, ia begitu kaget ternyata Nona Xi sudah melompat ke arahnya. Dengan reflak Aran menangkap Nona Xi sambil berpelukan.


“Ahh, Nona Xi. Maaf”


Berkata Aran sambil berusaha melepaskan pelukannya. Tapi ternyata Nona Xi malah menahan tangan Aran, ia menatap wajah Aran sambil menggeleng pelan. Ia ingin agar Aran tidak melepaskan pelukannya.


Melihat Nona Xi bersikap seperti ini membuat hati Aran semakin berdegup kencang tidak karuan.


‘Kenapa setiap kali bertemu Nona Xi, rasanya hatiku menjadi seperti ini’


Batin Aran.


Perbuatan Aran dan Nona Xi ini yang dilakukan di dekat restoran membuat banyak orang bertanya-tanya. Mereka semua penasaran akan sosok pria yang sedang berpelukan dengan dewi pujaan hati mereka.


“Siapa pria yang sedang berpelukan dengan dewi kita?”


“Huh, aku jadi penasaran dengannya. Bagaiman kalau nanti kita ikuti dia”


“Baik, aku setuju denganmu”


Omongan mereka ini dapat didengar oleh Aran dan Nona Xi. Tapi mereka berdua hanya diam saja.


“Nona Xi.. Maaf, aku pergi sekarang. Banyak orang yang melihat kita, sebaiknya jika ingin memelukku jangan di tempat terbuka seperti ini”


Kata Aran kepada Nona Xi.


“Hah, jadi maksudmu aku masih boleh memelukmu asalkan tidak di tempat terbuka? Seperti di..”


Sebelum Nona Xi menyelesaikan omongan lembutnya, Aran segera melepaskan pelukannya dengan Nona Xi. Ia lalu membalik badannya dan berlari cepat.


“Gawat-gawat, apa yang sebenarnya aku bicarakan dengannya”


Gumam Aran sambil berlari kencang meninggalkan Nona Xi yang masih berdiri di tempatnya sambil tersenyum.


Gerakan cepat Aran membuat orang-orang yang ingin mengikutinya segera mengurungkan niat mereka.


"Gila, siapa sebenarnya pemuda bertopeng itu. Gerakannya secepat kilat"


Kata salah satu orang yang sebelumnya berniat mengikuti Aran.


Kini hari sudah semakin gelap, Aran terus bergerak menerobos hutan terlarang untuk menuju ke tempat teman-temannya berada.


Dalam perjalanan menuju hutan, Aran mendengar perkataan Raja Naga di alam kesadarannya bahwa kini para gadis telah sembuh dari luka yang mereka derita. Tapi Raja Naga masih perlu mengalirkan energinya untuk menstabilkan Jiwa dari para gadis.


Perkataan Raja Naga ini membuat Aran bisa bernafas lega.


Kemudian dengan kecepatannya, Aran sudah tiba di tempat semua temannya berkumpul.


Aran melihat semuanya masih ada di sana, termasuk para serigala.


Kedatangan Aran ini segera disambut oleh semua temannya yang dengan setia menunggunya dari tadi.


“Kalian semua adalah teman dan saudara terbaik yang saya miliki, untuk itu saya ingin menawarkan kepada kalian semua. Apakah kalian ingin ikut bersamaku dan berlatih di alam lain, yaitu alam bintang. Satu jam di sini sama dengan satu minggu di alam itu”


Perkataan Aran ini tentu saja membuat mereka semua begitu senang.


“Hyung-nim, aku mau”


“Aku juga Mahapatih”


“Mmm, Aran. Apakah saya juga boleh berlatih di alam bintang milikmu”


Melihat Octavia yang berbicara dengan nada malu-malu membuat Aran tersenyum.


“Tentu saja boleh, kamu sudah ikut berjuang menyelamatkan semua saudara saya”


Jawaban Aran ini membuat Octavia tersenyum bahagia.


“Baiklah semuanya, mari kita pergi”


Aran lalu meminta semua orang mendekati dirinya.


“Aku ingin kalian bersikap tenang. Jangan melawan saat ada energi yang menarik kalian”


Semua orang lalu menganggukkan kepala mereka. Dalam hitungan detik, Aran menarik mereka semua ke dalam Alam Bintang, meninggalkan para serigala yang masih terdiam di tempat itu.


Ketika semua orang memasuki alam bintang, mereka begitu terpana dengan keindahannya.


“Hyung-nim apakah alam ini yang ada di dalam dirimu”


Tanya Taeyang. Semua orang yang berada di sana juga menunggu jawaban dari pertanyaan Taeyang ini.


Sementara Kumbang dan Putih setelah menerima perintah dari Aran, mereka berdua pergi ke tempat favorit yang biasa mereka tempati di alam ini.


“Iya, alam ini ada di dalam diriku. Selain diriku yang mengelola dan menjaga tempat ini, ada juga Raja Naga. Nanti kalian akan bertemu dengannya, karena sekarang Raja Naga sedang menyembuhkan Varya, Namora dan Srikandi”


Ketika Aran sedang menjelaskan terkait alam bintang, terdengar suara burung yang sangat keras.


Kwaaaakkk


Semua orang lalu menatap ke sumber suara yang ada di atas langit.


Mereka kaget melihat burung yang sangat besar sedang menukik turun ke arah Aran.


Taeyang yang sebelumnya pernah melihat burung besar ini hanya bersikap biasa saja. Tapi yang lainnya begitu terpana. Octavia sampai terdiam menatap burung gagah yang terlihat sangat indah dengan ekor berwarna merah. Di Kerajaannya, ia sering melihat berbagai macam tunggangan udara. Tapi baru kali ini ia melihat burung yang sangat besar dan sangat cantik.


Ketika burung itu mendarat di sebelah Aran, semua orang langsung menjaga jaraknya.


“Perkenalkan, nama burung ini Saka”


Kata Aran sambil mengusap-usap paruh Saka.


~Note~


Kedepannya untuk sementara waktu, saya tidak bisa update tiap hari.


Mohon Maaf.


Terima kasih