
Setelah menikmati memakan jiwa gadis itu, Kumbang berjalan menuju wanita yang sedang menangis terduduk dengan menutup matanya.
Kumbang lalu mengangkatnya dengan memegang lehernya.
"Kenapa wanita sepertimu bisa bersama mereka. Aku merasa bahwa kau sama sekali belum pernah membunuh orang"
Dengan tangisan yang terisak, wanita itu hanya bisa mengangguk pelan. Karena lehernya dicengkram oleh Kumbang, membuat ia sulit untuk bicara.
Sebenarnya, Kumbang mencekiknya dengan sangat pelan. Ia sama sekali tidak tertarik dengan wanita polos ini.
"Apa kau takut mati?"
Kumbang bertanya dengan pelan, tapi apa yang mereka dengar berbeda dengan perasaan Kumbang. Suara Kumbang terdengar sangat mengerikan. Seperti berhadapan dengan Iblis yang suka membunuh.
Wanita itu hanya berani menganggukkan kepalanya kembali.
"Bicara atau kau ingin mati seperti saudara wanitamu itu"
Mendengar Kumbang, wanita itu langsung ketakutan. Terbayang teriakan saudara perempuannya yang merintih minta tolong namun ia sendiri pun takut untuk menolong. Bahkan tubuhnya bergetar hebat.
"Sa.. Saya takut Tuan"
Gadis itu berusaha berkata walau lidahnya sangat sulit untuk digerakkan.
"Baiklah, aku tidak tertarik sama sekali padamu. Tuan memintaku menyisakan satu agar tetap hidup. Jadi keputusan Tuankulah nanti kau harus hidup atau mati"
Kumbang lalu melepaskan gadis itu.
Setelah lepas dari cengkraman Kumbang, Gadis itu merasakan seluruh tulangnya lemas. Dirinya bahkan tidak sanggup berdiri, keringat dingin mengucur deras dari tubuhnya.
Ketakutan akan kematian dengan penyiksaan benar-benar merubah kepribadiannya. Siapapun pasti akan takut mati, jika harus disiksa seperti yang dilakukan oleh Kumbang kepada saudara perempuannya.
Kumbang meninggalkan gadis tersebut dan berjalan kedalam hutan, mencari tubuh pria yang ditamparnya tadi. Karena ia ingin menghisap jiwa pemuda tersebut.
Semua penonton yang melihat Kumbang tidak menyangka sama sekali bahwa Kumbang akan melepaskan gadis itu. Mereka semua mengira bahwa Kumbang akan membantai siapapun tanpa pandang buluh.
Sementara Hongli hanya bisa menatap kosong ke arah saudaranya. Dalam hatinya ia menyesal telah membawa semua saudaranya kedalam bencana ini. Tapi penyesalan tinggallah penyesalan, kini ia hanya berharap bisa membalaskan dendam semua saudaranya dengan melihat Mahapatih mati.
Kini Aran sedang berusaha menahan bola api yang terus menghantamnya.
Bola api ini begitu panas hingga armor naganya terbakar dan mulai mengeluarkan asap.
*Aran\, armormu sudah tidak mampu bertahan lebih lama lagi. Cepatlah kamu masuk ke alam giok*
Raja Naga benar-benar sangat mengkhawatirkan Aran. Karena jika sampai Aran mati, maka ia dan Naga Langit yang berada ditubuhnya juga ikut mati.
*Maaf Raja Naga\, saya tidak bisa melakukan itu. Bagaimana nasib makhluk hidup yang lain jika saya pergi begitu saja*
*Tapi jika kamu mati\, maka kita semua akan..*
Aran langsung memotong pembicaraan Raja Naga.
*Maaf Raja Naga\, sekeras apapun kamu memintaku pergi. Aku tetap tidak akan pergi. lebih baik kita mati bersama*
*Lupakan\, aku tidak mau peduli lagi*
*Raja Naga\, tenanglah. Saya tidak mungkin membiarkan kita semua mati seperti ini. Saya masih memiliki rencana untuk menghancurkan bola api ini*
*Hmm\, baiklah. Aku percaya padamu*
Raja Naga memutuskan untuk mengikuti kemauan Aran. Ia lalu menutup komunikasinya dengan Aran.
Tidak lama terdengar auman suara Putih.
"Roaarrr"
Suara auman putih yang begitu menggelegar langsung membuat kaget semua yang berada disana, tidak terkecuali dengan Hongli. Ia sampai terdiam melihat kedatangan macan berwarna putih yang begitu besar.
'Kenapa dia memiliki banyak pengikut yang sangat kuat, aku benar-benar salah perhitungan kali ini'
Hongli tidak meyangka sama sekali, bahwa pemuda yang awalnya terlihat lemah ini justru mampu menghancurkannya berkali-kali.
*Tuan saya datang*
*Bagus\, cepat kesini\, bantu aku dan gunakan wujud aslimu*
*Baik*
Ketika jarak Putih sudah semakin dekat, ia merapalkan mantra untuk merubah wujudnya.
Terlihatlah wujud asli Putih yang mirip dengan Kumbang, hanya saja Putih berwujud lebih besar dan Putih juga mengeluarkan sayap iblisnya.
Dalam Suku Kegelapan, status Putih lebih tinggi dari Kumbang. Putih adalah senior Kumbang. Senior tertinggi mereka adalah makhluk yang dibunuh oleh Aran saat pertama kali mereka bertemu.
"Salurkan seluruh tenaga yang kamu miliki ke tubuhku"
"Baik Tuan"
Aliran tenaga dalam yang begitu deras mengalir ke tubuh Aran. Seketika Atma ditubuhnya berputar dengan sangat cepat mengumpulkan semua energi yang masuk.
*Kumbang\, kemari. Bantu aku*
*Baik Tuan*
Dengan gerakan yang sangat cepat, Kumbang berlari menuju tempat Aran. Meninggalkan begitu saja mayat pemuda yang sudah menyusut tubuhnya karena dihisap oleh Kumbang.
Melihat ada Putih disisi Tuannya membuat Kumbang merasa tenang. Kumbang langsung berdiri disebelah Putih dan mulai mengalirkan energinya kedalam tubuh Aran.
Dengan wujud aslinya, Kumbang dan Putih memiliki tenaga dalam berkali-kali lipat dari wujud macannya. Kini, hampir semua tenaga yang mereka miliki telah dialirkan kedalam tubuh Aran.
Mendapat tambahan energi membuat Atma Aran berputar lebih cepat dari sebelumnya. Semakin lama energi didalam tubuh Aran semakin berlipat ganda. Aran merasakan luapan energi ditubuhnya semakin membesar. Ia merasa bahwa tubuhnya akan meledak jika energi ini tidak segera disalurkannya.
*Arann, buka Segel Level 7. Kali ini tubuhmu pasti mampu menanggungnya"
*Baik Raja Naga*
Aran akhirnya merasakan sedikit lega. Dengan membuka segel level 7, ia yakin dapat menghancurkan bola api yang sudah tumbuh sangat besar ini.
"Segel Naga Level 7, buka!"
Bang!
Pancaran aura yang meledak dari tubuh Aran menyebabkan Putih dan Kumbang terlempar jauh. Hongli yang berada tidak jauh juga ikut terlempar dari tempat awal ia berdiri.
Aura megah Aran langsung menutupi wilayah tersebut.
"Hahahaha"
Aran tertawa dengan sangat keras.
Kini semua orang menatap perubahan wujud Aran yang terlihat sangat mendominasi.
~Note~
Khusus untuk para pembaca setia. Saya coba kembali update sedikit, biar tidak penasaran ^^,
*Jangan lupa like dan koment.
* Vote jika memungkinkan.
* Follow Author.
*Terakhir, mohon bantu share.
Terima kasih ^^
Instagram :
@yukishinamt