
Mohon maaf dichapter sebelumnya, Jabatan Menteri dan setingkatnya itu seharusnya Patih.
Kemunculan Ze yang tiba-tiba membuat para pengawal Patih langsung bersiaga. Mereka semua langsung mengelilingi Patih Kehakiman.
"Kalian fikir, hanya dengan kemampuan kalian yang rendah ini bisa menghalangiku"
Ze menatap sinis kearah para pengawal pribadi yang berjumlah 5 orang.
Para pengawal itu tetap diam tidak membalas perkataan Ze. Walau sebenarnya, mereka merasakan bahaya dari tubuh Ze.
"Siapa kau, jangan menghalangi jalanku atau kau akan mati"
Patih Kehakiman berkata sambil menunjuk Ze dengan tangan gemetar.
"Kekeke"
Ze hanya tertawa mendengar perkataan Patih. Mereka yang mendengar suara tawa Ze merasakan bulu kuduk mereka berdiri.
"Aku terbiasa berada dalam kegelapan, dunia hitam adalah jalanku. Membunuh manusia lemah seperti kalian bagaikan membunuh semut"
Ze lalu membuka jubahnya, keluarlah ratusan kelelawar ke arah mereka.
Para pengawal langsung menghalangi kelelawar tersebut agar tidak menyerang Patih Kehakiman.
"Ini kelelawar setan penghisap darah, lindungi Patih"
"Ya!"
Meski mereka semua berteriak semangat namun tetap saja mereka tidak akan mampu menghalangi ratusan kelelawar yang datang.
Setiap kali mereka menebas kelelawar itu, entah kenapa justru kelelawar itu malah semakin bertambah banyak.
"Kekekeke"
Ze hanya tertawa melihatnya.
"Hisaplah darah mereka semua wahai pengikutku"
Ze lalu menambahkan perkataannya.
"Biarkan Patih itu hidup, sisanya boleh kalian bunuh"
Seolah mengerti perkataan Ze, semua kelelawar itu langsung menyerang seluruh pengawal pribadi yang mengelilingi Patih Kehakiman. Tidak ada satupun kelelawar yang menyerang Patih Kehakiman.
Kini para pengawal tersebut sudah memiliki puluhan luka ditubuh mereka. Kelelawar itu menempel ke tubuh mereka semua dan semakin lama semakin banyak yang menempel. Hingga akhirnya tubuh mereka hampir sepenuhnya tertutup kelelawar.
Akhirnya para pengawal itu berteriak kesakitan karena kini tubuh mereka sudah sangat sulit digerakkan.
Ketika mereka berteriak membuka mulut, para kelelawar itu langsung memasuki mulutnya hingga mulutnya penuh oleh kelelawar.
Pemandangan ini begitu mengerikan bagi Patih Kehakiman. Kini semua pengikutnya sedang meregang nyawa di tanah sambil berguling-guling. Ia juga melirik ke arah para prajurit lainnya, ternyata pasukannya benar-benar sudah dihancurkan.
Patih Kehakiman hanya bisa terduduk lemas di tanah sambil menutup matanya. Ia begitu ketakutan melihat semua kejadian mengerikan yang terjadi dihadapannya ini.
Akhirnya perang berakhir. Pihak Berliana hanya mengalami luka kecil dan tidak ada yang kehilangan nyawa. Sementara di pihak musuhnya mengalami kekalahan parah.
Ratusan pasukan mereka terbujur kaku di tanah dengan banyak anggota tubuhnya yang tidak lengkap. Sebagian prajurit masih berlutut di tanah memohon pengampunan terhadap kelompok Berliana. Mereka lebih memilih menyerah daripada meneruskan pertarungan yang tidak akan mungkin mereka menangkan.
***
Dialam giok Aran masih terus berlatih meningkatkan kekuatannya.
Kedua Atma Naga miliknya mulai terisi sedikit demi sedikit. Kini Aran hanya mengandalkan Atma Garuda miliknya.
Setelah latihan cukup lama, Aran mulai kembali membuat wayn dan bom birahi.
Dia dengan telaten membuat wayn, dari yang dosis tinggi hingga dosis rendah.
Daun Teh yang ditanam Raja Naga di dasar danau merah juga ikut Aran petik.
Daun Teh yang berasal dari laut hitam dunia jin ini sangatlah terkenal didunia manusia. Namun daun teh ini sangat sulit didapatkan karena daun teh ini tidak bisa ditanam didunia manusia, menjadikannya teh yang sangat langka.
Didunia manusia nama daun ini adalah Daun Teh Laut Hitam.
Hal lain yang Aran lakukan dialam giok adalah bermain bersama Saka. Kini Saka sudah mulai tumbuh besar. Kecepatan pertumbuhannya dialam ini benar-benar diluar akal sehat. Kini tubuhnya sudah sebesar sapi dewasa.
Dua minggu sudah Aran berada di alam tersebut. Kekuatannya sudah kembali normal, kini ia merasakan tubuhnya begitu segar. Ketiga Atmanya sudah kembali normal seperti sedia kala.
"Aku akan kembali kedunia nyata"
Aran lalu berpamitan dengan Raja Naga Iblis dan Saka.
Dialam nyata Aran langsung memeriksa keadaan para pengikutnya dengan kesadarannya.
"Ternyata mereka baik-baik saja"
Aran lalu memilih berjalan-jalan diluar, dimana hari sudah mulai tengah malam.
"Sayap Garuda, buka!"
Setelah sayapnya terbuka, Aran terbang kelangit malam.
Walaupun hari tengah malam, dengan mata surgawinya Aran dapat melihat seluruh pemandangan dengan sangat jelas.
Aran terbang dilangit sambil mengawasi dataran dibawahnya. Hingga ia akhirnya terbang diatas langit markas URC. Dari atas langit ia melihat Kelompok Berliana beserta bawahannya sudah berhasil mengalahkan Fraksi Merah.
Sebenarnya Aran ingin turun, tapi ia urung melakukannya. Ia terus terbang ke arah pegunungan tinggi.
Sekilas setelah Aran pergi. Putih, Kumbang dan Ze menatap ke arah langit. Mereka bertiga dapat melihat keberadaan Tuan mereka yang berada di atas langit.
Aran terus terbang ke bagian utara dari Pulau Sumatra. Hingga akhirnya ia mendarat di sebuah danau besar yang berada di dataran tinggi.
"Aku samar-samar merasakan energi kuat didanau ini"
Aran lalu mencoba berjalan perlahan-lahan kesekitaran danau, sambil sesekali melihat sekelilingnya yang sangat gelap dan hanya dibantu oleh sinar bulan.
"Terlalu sunyi disini"
Ketika matanya menembus kedalaman danau, ia melihat ada sebuah gua. Namun ketika ia mencoba melihat kedalam goa pandangannya terhalang oleh sejenis kekuatan.
"Sial, bikin penasaran saja"
"Ajian Naga Langit, Sinar Pelindung"
Untuk berjaga-jaga Aran menggunakan ajian perlindungan tubuhnya.
Aura biru langsung menutupi seluruh tubuh Aran. Tidak menunggu lama, ia lalu terjun kedalam danau.
Didalam danau Aran merasa bahwa Danau ini terlalu aneh. Karena danau ini terlalu sunyi dan airnya sangat tenang.
Aran terus berenang sampai akhirnya menemukan gua tersebut.
Begitu memasuki gua ia kaget ternyata didalam gua tidak ada air.
"Cahaya penghalang ini mampu menghalangi air danau memasuki goa"
Aran berjalan perlahan ke dalam gua yang sunyi ini yang hanya terdengar tetesan air dibeberapa batu. Aran begitu takjub karena di dalam gua ini ternyata memiliki pencahayaan yang lumayan terang.
Aran terus berjalan sambil tetap waspada terhadap sekelilingnya. Sampai akhirnya ia melihat sebuah pohon kecil yang bersinar terang dan memiliki bau yang sangat harum.
"Ini seperti bau kopi, tapi kenapa begitu harum"
*Aran\, aku merasakan bahaya didekatmu*
Tiba-tiba terdengar suara Raja Naga memperingatkan Aran.
*Hah\, bahaya. Dimana\, aku tidak merasakannya*
*Tetap waspada Aran* Raja Naga lalu mencoba melihat keluar setelah meminta ijin dari kesadaran Aran.
Raja Naga ikut melihat sekeliling hingga akhirnya ia kaget dengan tumbuhan yang berada tidak jauh darinya.
*Aran\, kalau tidak salah itu tanaman kopi svarga*
*Kopi Svarga? apa maksudmu Raja Naga*
Aran baru kali ini mendengar nama kopi tersebut.
*Itu adalah jenis kopi langka yang dinyatakan sudah lama punah. Aku hanya sekali dalam seumur hidupku pernah merasakannya*
*Ooh begitu\, jadi apa perlu kita mengambilnya*
Aran mencoba bertanya kepada Raja Naga.
*Tentu saja\, ini kesempatan langka. Cepat ambil*
*Baik*
Aran lalu berjalan mendekati pohon kecil tersebut.
*Ambil dari akarnya\, cepat aku merasakan bahaya disini*
*Baik Raja Naga*
Aran lalu mengambil tanaman tersebut dari akarnya. Ketika ia berhasil mengambil tanaman itu, terlihat sinar terang dari kedalaman gua.
*Arann lariii*
Mendengar peringatan Raja Naga, Aran tidak mau menunda lama. Ia lalu berbalik arah dan berlari, namun sinar itu ternyata sangat cepat dan berhasil menghantam tubuh belakang Aran.
Bang!
"Arrrghhh"
Aran terlempar jauh kedepan dan menjerit kesakitan, ia merasa punggungnya telah remuk.
*Cepat masuk kealam ini*
Dengan sisa kesadarannya, Aran berhasil memasuki alam giok.
Didalam alam giok Aran tertelungkup menahan sakit.
Raja Naga yang melihat Aran, segera menghampirinya untuk memberikan pertolongan.
*Raja Naga aku berhasil*
Aran berkata sambil memperlihatkan tangan kanannya yang menggenggam tanaman kopi svarga.
Tapi tidak lama dalam hitungan detik, Aran menutup matanya.
~Note~
Hello pembaca setia Novel Pendekar Nusantara.
Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.
* Jangan lupa like dan koment.
* Vote jika memungkinkan
* Follow Author.
* Terakhir\, mohon bantu share.
Salam hangat dari penulis.
Instagram :
@yukishinamt