Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Hutan Abadi



"Aku perlahan membuka mataku dan kulihat hanya tumpukan mayat serigala di sekitarku. Anakku berada di atas tubuhku, saking takutnya ia sampai tak sadarkan diri. Kulihat seorang pria berdiri di tengah tengah tumpukan mayat"


"Dia melihat ke arahku dan berjalan menghampiriku"


Ketika sudah sampai di dekatku dia lalu duduk bersila di sebelah kepalaku dan berkata "Aku sudah memperhatikan kalian selama ini, tubuhmu sudah hancur semua, tidak mungkin kamu bisa kembali. Anak mu memiliki bakat yang hebat dalam seni bela diri. Sekarang pilihanmu hanya dua, mati di tempat ini dan tidak menyusahkan anakmu dengan terus mengurusi dirimu atau menjadi bangsa jin dan kau mempunya kesempatan untuk melihat putrimu tumbuh"


Ucapan yang dikatakan pemuda tersebut membuat diriku diliputi dilema. Aku ingin mengatakan sesuatu tiba tiba terdengar suara anakku.


"Tuan tolong selamatkan ibuku, aku tidak ingin tinggal sendirian didunia ini tanpa ibuku"


Mendengar ucapan anakku, ingin rasanya aku memeluknya. Aku ingin tetap hidup dan menyaksikan anakku tumbuh dewasa.


"Aku tau apa pilihanmu" Pemuda tersebut lalu mengiris tangannya "Minumlah darahku ini, maka kau akan menjadi bangsa jin. Tidak sembarangan makhluk bisa meminum darahku. walau aku mati tanpa ijin dariku darahku ini tidak akan berarti apa apa bagi yang meminumnya"


Tanpa menunggu lama darah yang turun kemulutku aku telan dan aku biarkan mengalir ke dalam tubuhku. Tanpa dirasa seolah olah tubuhku mengalami regenerasi, terasa sakit yang luar biasa. Rasanya seluruh tulangku sedang disusun ulang.


"Tahanlah, sebentar lagi rasa sakit itu akan hilang"


"Dia selalu berkata sebentar, padahal kenyataannya aku harus menahan rasa sakit itu selama satu jam"


Ratu berkata kepada mereka, sambil tersenyum samar mengingat semua kejadian itu.


"Sepertinya sudah cukup aku bercerita"


Ratu menyudahi ceritanya kepada Aran, Xiao Ling & Delima.


"Sudah Ratu? padahal kami masih penasaran" Ucap Aran, Xiao Ling juga masih penasaran dengan cerita Ratu. Sementara Delima hanya terdiam tidak berkata apa apa.


"Nanti kita lanjut lagi, sekarang sudah larut malam. Kalian butuh istirahat" Ratu lalu berdiri dan kembali berkata "Oh ya, dua hari lagi aku akan membuka pintu Hutan Abadi. Apakah kalian berdua ingin mencobanya?"


"Saya mau"


"Saya juga"


Ucap Aran dan Xiao Ling menjawab Ratu.


"Hehehhe, bagus. Kalian anak muda memang harus memasukinya. Disana banyak sekali harta yang belum diketahui. Aku tidak bisa masuk kesana, karena hanya yang berumur dibawah seratus tahun yang bisa masuk"


"Sekarang kalian beristirahatlah, dibelakang kalian banyak kamar kosong, silahkan kalian pilih mau tidur dimana. Aku akan menyuruh pelayan untuk mengantarkan makanan ke kamar kalian"


"Makanan" Aran langsung shock mendengar kata makanan, begitu pun dengan Xiao Ling.


"Hahahah, tenang saja. Aku memahami apa yang kalian takutkan. Aku akan menyajikan makanan yang bisa di makan manusia" Ratu tertawa diikuti senyuman dari Delima.


"Terima kasih Ratu" UCap Aran dan Xiao Ling sambil membungkukkan badan mereka.


Dua hari berlalu.


Hutan Abadi, Di pintu masuk hutan tersebut sudah banyak makhluk dengan berbagai macam ras.


"Aran dan Xiao Ling menutupi diri mereka dengan jubah yang menutupi kepala dan tubuh di tambah topeng giok membuat mereka berdua begitu tertutup.


Keadaan disini sudah sangat ramai, mereka menunggu pintu masuk hutan abadi terbuka.


Sambil menunggu mereka semua berbincang bincang dengan kawan kawan mereka.


"Apa yang membawamu kedunia jin" Xiao Ling bertanya kepada Aran untuk menghilangkan kebosanannnya.


"Aku mencari rumput lima warna, rumput itu hanya ada didunia jin"


"Benarkah, aku juga mencari rumput itu. Di dunia manusia rumput tersebut sudah tidak ada lagi yang menjualnya" Xiao Ling tidak menyangka ternyata Aran juga mencari rumput tersebut.


"Seriusan, ini hanyalah sebuah rumput. Bahkan di dataran tengah tidak ada yang menjualnya?"


Lalu mereka meneruskan obrolan mereka, menceritakan kembali saat Xiao Ling menggendong Aran di Gua Ratu Ular Putih dan bersembunyi dengan jubahnya. Mereka berdua tertawa bersama mengenang itu semua, sampai akhirnya ada suara yang menghentikan obrolan mereka.


"Pintu masuk akan segera di buka bersiaplah, segala yang terjadi didalam hutan abadi bukan menjadi urusan kami. Pintu ini akan terbuka selama 3 jam, tidak ada makhluk dari luar yang bisa tinggal disana selama lebih dari 3 jam, karena hutan tersebut akan memaksa kalian keluar dari hutan abadi" Setelah berkata seperti itu, petugas penjaga pintu yang tidak lain adalah anggota CLan Ular Putih, melakukan segel tangan.


Tidak lama pintu itu terbuka, berbondong bondong makhluk memasuki  gerbang tersebut.


Ratu Ular melihat dari kejauhan siluet Aran dan Xiao Ling yang memasuki Hutan Abadi.


"Semoga kalian beruntung"


Di dalam Hutan Abadi Xiao Ling dan Aran berjalan bersama. Semua yang ada disini berjalan mengikuti kelompoknya masing masing.


"Xiao Ling kita menjauh dari kerumunan, ada yang ingin kusampaikan kepadamu"


"Baik Aran, ayo kita pergi"


Aran dan Xiao Ling langsung pergi menjauh dari kerumunan.


Setelah menjauh Aran lalu mengajak Xiao Ling berhenti di batang pohon yang sangat tinggi dengan daun yang lebat.


Aran lalu mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.


"Peta Naga Iblis!"