Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Kerajaan Malaya II



Kelompok Aran mulai memasuki kota terbesar di Kerajaan Malaya.


Nama kota ini sama dengan nama Kerajaannya, yaitu Kota Malaya. Kota ini juga merupakan tempat persinggahan sementara bagi para penjelajah yang melintasi samudera luas.


Semenjak Parsy berkuasa, begitu banyak peraturan baru yang ada dinegeri ini. Para penjelajah yang singgah sebenarnya sangat tidak menyukai peraturan baru ini, tapi mereka terpaksa mengikutinya karena mereka butuh tempat istirahat sementara.


Aran bersama kelompoknya berjalan bersama-sama di tengah-tengah kota yang sangat ramai. Berbagai macam suku bangsa dari berbagai belahan dunia ada di tempat ini.


Setelah cukup lama berjalan, Aran memutuskan untuk mencari tempat istirahat. Apalagi sebelumnya, kelompoknya sudah terbang lama dan belum istirahat.


"Bambang, bawa kami ke restoran terbaik dikota ini"


"Baik Tuan"


Ki Braja Hitam menjawab permintaan Aran dengan sangat patuh.


Dipimpin Ki Braja Hitam, mereka lalu mulai bersama-sama berjalan menuju restoran terbaik di kota ini. Karena Ki Braja Hitam sudah sangat lama tinggal ditempat ini, tentu saja ia mengetahui restoran terbaik kota ini.


Ki Braja Hitam membawa mereka semua untuk memasuki sebuah restoran yang sangat tinggi dan besar. Ternyata restoran terbaik dikota ini sama dengan restoran di Kerajaan Samudera.


"Pasifik Inn"


Aran hanya tersenyum melihat nama restoran ini. Ternyata benar apa yang ia dengar sebelumnya, bahwa Pasifik Inn memiliki banyak cabang diseluruh dunia.


Pelayan dipintu depan yang melihat kedatangan rombongan Aran langsung menyapa dengan sangat sopan.


"Silahkan masuk Tuan dan Nona sekalian"


Aran hanya membalasnya dengan senyuman dan mengikuti pelayan itu ke tempat yang diarahkannya.


"Boleh saya bantu untuk pesanannya?"


Pelayan wanita yang sangat cantik bertanya kepada Aran, karena baginya Aran pastilah Tuan muda kelompok ini.


"Berikan kami semua makanan dan minuman terbaik ditempat ini"


Aran langsung menjawabnya dengan sopan juga. Ia benar-benar kagum dengan restoran ini yang memiliki pelayan-pelayan yang sangat cantik.


Ki Braja Hitam saja sampai terpesona melihat para pelayan ini. Seumur hidupnya ia hanya sekali saja memasuki restoran ini, karena harga makanannya yang sangat mahal. Dan juga dari yang ia dengar, bahwa restoran ini memiliki pelindung yang sangat sakti. Bahkan Kerajaan Parsy saja tidak berani macam-macam dengan restoran ini. Oleh karena itu, restoran ini sangatlah damai dan tenteram.


Pelayanan di restoran ini juga sangatlah cepat, karena tidak menunggu lama semua pesanan Aran datang.


Aran lalu meminta semuanya untuk segera menyantap semua hidangan yang telah tersedia.


Sambil menyantap hidangan, kelompok Aran diam-diam ikut mendengarkan pembicaraan para tamu di restoran ini.


"Jenderal Tolu dan Jenderal Kanru besok menjelang siang akan melakukan eksekusi kepada para pemberontak di alun-alun kota"


"Hmm, benar itu. Pengumumuman eksekusi sudah banyak di tempel di papan pengumuman"


"Mereka Parsy, menyebut yang di eksekusi dengan sebutan para pemberontak. Padahal mereka yang di eksekusi adalah para pemimpin negeri ini sebelumnya. Sungguh ironi"


"Saya sebenarnya lebih menyukai kepemimpinan Raja terdahulu dibanding yang sekarang"


Mereka semua mulai berdiskusi mengenai banyak hal yang terjadi di negeri ini.


Sementara kelompok Aran hanya mendengarkan dengan seksama dan sesekali saling melirik.


Setelah selesai makan Aran meminta pelayan untuk memberikannya kamar terbaik yang ada di restoran ini. Karena ia tau, selain menjadi restoran kelas atas, Pasifik Inn juga merupakan penginapan dengan pelayanan terbaik.


Lalu pelayan yang melayani kelompok Aran mulai menjelaskan mengenai peraturan di tempat ini. Sebelum menginap, para tamu diharuskan membayar setengah dari total biaya penginapan.


"Untuk total biaya makan ditambah uang muka penginapan adalah sebesar 250 koin emas"


Beruntungnya Aran memiliki banyak koin emas hasil sitaan dari Kerajaan Parsy.


"Du.. dua ratus lima puluh"


Ki Braja Hitam berkata dengan gagap. Baginya itu adalah harga yang sangat fantastis.


"Kenapa Bambang, apa ada masalah denganmu"


Aran yang mendengarnya langsung bertanya pada Ki Braja Hitam.


"Tidak Tuan, sama sekali tidak"


Akhirnya ia lebih memilih untuk diam.


Aran lalu menyerahkan uang sebesar yang diminta kepada pelayan restoran.


Setelah semua proses administrasi selesai, kelompok Aran diarahkan oleh pelayan untuk mengikutinya ke lantai tiga.


>>>


Didalam ruangan mereka berkumpul bersama-sama.


Putri Azizah lalu berkata pada semuanya.


"Para pemberontak yang akan di eksekusi besok adalah para pengikut ayahku. Di antara mereka yang dieksekusi ada adikku yang paling kecil. Sebenarnya kedatanganku kesini adalah untuk menyelamatkan adikku, namun siapa sangka aku malah bertemu kelompok Topeng Siluman"


Sambil berkata, Putri Azizah melirik ke arah Ki Braja Hitam.


"Maafkan saya nona, sebelumnya saya telah banyak salah jalan"


Ki Braja Hitam langsung meminta maaf kepada Putri Azizah. Karena memang sebelum bertemu Aran, ia dulunya adalah orang yang jahat.


Aran lalu memberikan perintah kepada Ki Braja Hitam.


"Bambang, sekarang kamu pergi kumpulkan semua prajurit terbaikmu. Besok pagi kita bertemu di alun-alun kota"


"Baik Tuan, saya berangkat sekarang juga"


Ki Braja Hitam langsung berdiri dan memberi hormat kepada Aran.


Sebelum Ki Braja Hitam pergi, Aran memanggilnya.


"Bawa ini, saya tau kamu membutuhkannya"


Aran melemparkan sekantung besar koin emas kepada Ki Braja Hitam yang langsung ditangkapnya.


Begitu melihat isi kantong itu, Ki Braja Hitam hampir jatuh pingsan. Ternyata isinya adalah emas yang sangat banyak.


"Terima kasih banyak Tuan, saya pamit undur diri"


Aran hanya menjawabnya dengan isyarat tangan.


Setelah berkata kepada Ki Braja Hitam, Aran kembali melanjutkan perkataannya kepada para gadis.


Aran lalu berdiri dari hadapan para gadis didepannya.


"Aran, kamu mau kemana. Biar saya ikut denganmu"


Varya yang melihat Aran berdiri langsung ikut berdiri dan memintanya untuk bisa ikut.


"Saya juga"


Kata Namora menambahkan.


Melihat tingkah para teman barunya membuat Putri Azizah bingung. Baru kali ini ia melihat dua gadis yang menurutnya sangat cantik berebut dengan seorang pria.


'Apa istimewanya lelaki ini'


Kata Azizah didalm hatinya.


Sementara Aran yang sudah diapit oleh dua gadis langsung merasa serba salah.


"Aku tidak pergi kemana-mana. Aku ingin mandi, apa kalian mau ikut juga?"


Kata Aran polos yang membuat para gadis tersipu malu. Mereka mengira Aran akan berjalan-jalan keliling kota.


Putri Azizah langsung tertawa pelan dengan menutup mulutnya mendengar perkataan Aran.


Tidak menunggu lama, Aran segera keluar dari ruangan dan bergerak cepat meninggalkan Pasifik Inn.


Kemudian Aran mencari tempat yang sepi dan mulai memasuki alam gioknya.


Di dalam alam giok, kedatangan Aran langsung disambut oleh semuanya.


"Kwaaaakk"


Dari langit terdengar suara Saka yang begitu nyaring.


"Hahaha, Saka"


Saka yang kini sudah berada dihadapan Aran langsung memeluk Aran dengan kedua sayapnya yang besar.


"Tuan"


"Tuan"


Kumbang dan Putih langsung berlutut memberikan hormatnya.


"Kumbang, Putih bagaimana keadaan kalian"


"Kami berdua begitu sehat Tuan, tempat ini memiliki banyak sekali energi murni"


Putih berkata mewakilkan Kumbang juga.


"Hmm, baguslah kalau begitu. Sekarang kalian kembalilah berlatih. Agar selalu siap jika saya membutuhkan kalian"


"Baik Tuan"


Kumbang dan Putih memberikan hormatnya kepada Aran sebelum menghilang dari pandangan.


Sementara Raja Naga sedang beristirahat di Vila Langit sambil menikmati wayn.


Aran lalu meninggalkan Saka dan berjalan menuju Vila Langit.


"Raja Naga"


"Aran"


Mereka lalu mengobrol sejenak dan kemudian melanjutkan aktifitas masing-masing.


Aran memutuskan untuk meningkatkan kemampuannya. Ia harus secepatnya menjadi lebih kuat sebelum sampai di di dataran tengah.


"Pelindung Garuda, buka!"


Armor pelindung garuda langsung terbentuk di tubuh Aran.


Aran ingin meningkatkan energi batin dari inti garuda. Atma garuda Aran langsung terbangun dan berputar kencang seiring penggunaan energi garuda di tubuh Aran.


"Ajian Halilintar, Level 1"


"Heaaaa"


Kini Aran sudah mulai mengelompokkan kemampuan Halilintarnya berdasarkan level.


 


~Note~


Saya selalu membaca komentar para pembaca.


Sejujurnya disini saya hanya menyalurkan hobi menulis saya. Jika para pembaca tidak menyukai novel saya tidak apa-apa, tidak perlu dibaca. Karena saya ini hanyalah penulis amatir, jika tidak suka karya saya silahkan ditinggalkan.


Di dunia nyata saya harus bekerja dengan sangat giat, apalagi keadaan sekarang ini. Jadi mohon maaf jika saya selalu telat update dan hanya bisa sedikit update.


Jaga Kesehatan semuanya.


Maskerku menyelamatkanmu


Maskermu menyelamatkanku


Tetapsemangat


Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.


* Jangan lupa like dan koment.


* Vote jika memungkinkan.


* Follow Author.


* Terakhir\, mohon bantu share.


Salam hangat dari penulis.


Instagram :


@yukishinamt