
Aran meminta semua temannya untuk tidak mengganggu danau merah miliknya, tanaman kopi svarga, wayn dan tanaman afrodisiak. Setelah memberikan arahan, Aran mengijinkan mereka untuk berkeliling melihat-lihat alam bintang.
"Rumah itu disebut villa langit, untuk sementara waktu aku tidak mengijinkan siapapun mendekati villa itu. Karena di dalam villa itu ada Raja Naga yang tengah menyembuhkan para gadis yang terluka"
Kata Aran terakhir mengingatkan semua temannya.
"Baik Aran"
"Siap Hyung-nim"
"Siap Mahapatih"
Mereka semua menjawab sambil memberikan hormat kepada Aran.
"Bagus, kalian semua boleh pergi sekarang. Berlatihlah di alam ini, nanti aku akan meminta Kumbang dan Putih untuk melatih kalian"
Perkataan Aran ini membuat semua temannya kembali tersenyum bahagia. Memiliki guru sehebat Kumbang dan Putih adalah kebanggaan tersendiri.
Setelah memberikan arahan pada semua temannya ini. Aran segera keluar dari alam bintang miliknya. Tidak lupa ia memberikan pesan kepada Kumbang dan Putih agar di waktu senggang mereka untuk melatih semua temannya itu.
Sepeninggal Aran, diam-diam Taeyang dan Rumbun melirik Octavia. Mereka sangat mengagumi paras dari Lady Octavia yang sangat lucu. Mereka berdua sangat ingin mengenal lebih dekat dengan Lady Octavia ini. Tapi mereka merasa minder karena Lady Octavia adalah Putri Kerajaan, sementara mereka hanyalah remahan rengginang yang berserakan di jalanan.
Aran yang tidak tau bahwa kedua temannya ini sangat galau kini sudah berada di dunia nyata.
Keadaan di dunia nyata masih sama seperti saat Aran pergi. Bedanya hanya para serigala yang sebelumnya ada kini sudah tidak ada lagi. Para serigala telah pergi sejauh mungkin ketika melihat semua makhluk yang mereka takuti menghilang.
Saat ini Aran telah merubah penampilannya kembali dengan mengganti jubah dan topengnya. Kali ini ia memakai topeng berwarna merah dan jubah bercorak burung garuda. Di waktu senggangnya di alam bintang, ia kadang mencoba menjahit jubahnya dengan motif garuda merah.
Aran lalu melihat ke arah langit luas.
"Banyak sekali bintang di langit, ini saatnya aku melatih Seni Energi Bintang"
Seni Energi Bintang adalah seni mengolah energi murni dari bintang di angkasa. Bahwasanya setiap orang yang memiliki energy bintang di dalam tubuhnya, maka ia bisa menyerap energy bintang itu dan menjadikannya energy murni.
Aran lalu mencari tempat yang tenang dan sepi untuk mempraktekkannya. Setelah menemukan tempat yang dirasanya nyaman, ia lalu duduk dan melakukan meditasi.
"Seni Energy Bintang"
Seketika banyak cahaya dari atas langit turun ke bawah dan memasuki tubuh Aran. Ia begitu takjub dengan limpahan energy yang ada di dalam dirinya.Tapi energy ini berbeda dengan energy yang digunakan untuk menerobos batasan. Menerobos batasan tetap harus menggunakan aura murni yang di dapat dari berbagai macam sumber daya. Tidak jarang orang yang sudah memiliki banyak sumber daya tetap gagal menerobos ke level selanjutnya.
Saat energy bintang di tubuh Aran berlimpah, ia dapat menggunakan berbagai macam ilmunya ke tingkat ekstrem.
"Aku akan mencoba kemampuan Mata Surgawiku"
Aran lalu menggunakan kemampuan melihat jauhnya untuk melihat jauh ke dalam hutan terlarang. Ia bahkan kini dapat merasakan energy kuat di sekitarnya.
"Ada energy kuat yang sedang bertarung, siapa itu"
Aran memutuskan untuk menuju arah energy kuat itu.
"Ada dua orang yang tengah bertarung hebat"
Aran melihat bahwa pertarungan itu mulai terlihat tidak seimbang, karena salah satu orang yang ternyata seorang Kakek tua terlihat mulai kelelahan.
Setelah itu, Aran kemudian melihat lingkungan di sekeliling tempat pertarungan. Aran terus memantau wilayah itu hingga akhirnya ia menemukan Xiao Ling yang tengah bertarung melawan sekumpulan monster sambil melindungi seorang pria yang tengah pingsan.
"Xiao Ling? Dan itu Xiao Jun. Apa yang mereka lakukan di sana"
Ketika Aran ingin menyudahi pemantauannya, Aran merasakan energy lain yang sangat jauh di kedalaman hutan. Karena penasaran, ia memutuskan untuk memeriksa energy itu.
Tapi ketika dia melihat semakin dalam, ia merasakan ada energy kuat yang menekannya.
*Berani kau mengintip wilayahku\, cari mati!*
Bang!
Aran merasakan kesadarannya seperti diserang oleh kekuatan yang sangat kuat.
Kepalanya sampai merasa sedikit pusing.
"Gila, siapa yang menyerangku sekuat itu"
Aran lalu berdiri dan menatap jauh ke tempat dimana ia diserang. Tapi ia juga jadi kepikiran dengan keadaan Xiao Ling.
"Kenapa Xiao Ling bisa ada disana, juga kenapa Xiao Jun terlihat sedang pingsan"
Karena penasaran, Aran lalu bergerak cepat ke tempat Xiao Ling berada.
Aran terus bergerak cepat hingga ia akhirnya tiba tidak jauh dari tempat Xiao Ling berada.
Aran melihat Xiao Ling sedang bertarung sengit dengan sekumpulan hewan berlevel tiga dan empat.
Hewan monster berlevel 4 berwujud beruang besar itu hanya mengawasi para bawahannya yaitu monster berlevel tiga yang terus menyerang Xiao Ling.
Menghadapi sekumpulan hewan itu membuat Xiao Ling akhirnya kelelahan.
"Sialan, jumlah mereka terlalu banyak"
Kata Xiao Ling dengan nafas yang terputus-putus. Sekilas ia melirik tubuh Xiao Jun yang masih pingsan.
Terbayang oleh Xiao Ling saat ia berada di dunia jin, ia yang hampir mati telah di selamatkan oleh seorang pemuda yang tidak lain adalah Aran.
Melihat musuhnya telah melemah, Monster beruang itu lalu mendekati Xiao Ling dengan langkah santai.
Wusssh
Dalam sekejap, monster itu bergerak cepat dan menghantam Xiao Ling dengan cepat.
Bang!
"Uarrrrggghh"
Teriak Xiao Ling yang tubuhnya terlempar menghantam pohon besar hingga pohon besar itu retak.
"Hoeekkk"
Xiao Ling memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Hah.. Hah"
Dengan nafasnya yang mulai kelelahan ia berusaha berdiri dan berjalan ke tempat Xiao Jun berada.
"Aku harus melindunginya, apapun yang terjadi"
Tubuh lemahnya mulai gemetaran berdiri di dekat tubuh Xiao Jun.
Beruang besar itu lalu berjalan berlahan mendekati Xiao Ling.
"Groaaaaaaarrrrr"
Terdengar auman beruang itu yang langsung bergema ke segala arah.
Aran bahkan sampai menutup kupingnya karena suara beruang itu begitu keras.
"Berisik sekali beruang itu, rasanya ingin aku sumpal mulutnya dengan kotoran wedus"
Gumam Aran yang masih memperhatikan keadaan di tempat pertarungan Xiao Ling. Ia galau apakah harus turun membantu Xiao Ling atau tetap diam saja.
Beruang itu berjalan semakin dekat dengan posisi Xiao Ling berdiri.
Pandangan Xiao Ling kini sudah mulai buram dan tubuhnya juga sudah sempoyongan. Ia menggunakan energy yang tersisa untuk tetap membuatnya sadar.
"Hah, ternyata aku harus mati di sini"
Gumam Xiao Ling.
Kini beruang itu sudah berada 2 meter di hadapan Xiao Ling. Dengan gerakan cepatnya ia menggunakan tangannya untuk memukul Xiao Ling.
"Selamat tinggal"
Kata Xiao Ling.
Sesaat tangan beruang itu akan mengenai tubuh Xiao Ling. Saat itu juga ada tangan kuat yang menghalau tangan beruang itu dengan sangat kuat.
Bang!
Suara benturan antara tangan beruang dan orang yang menolong Xiao Ling memunculkan riak energy di lingkungan tersebut.
"Beruang hina, cepat pergi atau aku kebiri kau"
Kata Aran sambil menatap wajah beruang itu.
Monster level 4 adalah monster yang sudah memiliki kecerdasan. Beruang itu sangat memahami perkataan Aran, hanya saja ia masih belum bisa berbicara. Karena untuk berbicara harus menjadi monster level 5 dan untuk bisa berubah menjadi manusia harus berada di atas level 6.
"Groooaaarrr"
Merasa manusia di depannya ini sangat merendahkan dirinya, membuat beruang itu mengaum keras.
"Berisikk"
Kata Aran yang langsung menendang wajah beruang itu dengan cukup keras.
Bruaakk
Tendangan Aran membuat beruang itu terlempar dan berputar di udara sebelum akhirnya berhenti setelah menabrak beberapa pohon.
Xiao Ling yang masih berdiri dengan gemetar karena energi tubuhnya telah terkuras habis dibuat kaget dengan kekuatan tendangan Aran.
'Hanya dengan satu tendangan membuat monster level 4 terlempar jauh seperti itu'
Batin Xiao Ling.
Diam-diam Xiao Ling mengamati fisik Aran dari belakang, ia penasaran akan sosok pria kuat di depannya ini.
'Kenapa setiap kali melihat pria bertopeng dan berjubah aku selalu membayangkan Aran'