Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Kebersamaan



Bersama Xiao bersaudara, Aran membawa tubuh Kepala Sekolah ke tempat yang dirasanya aman dari gangguan makhluk berbahaya di hutan ini.


“Kita berhenti di sini”


Aran kembali membawa mereka semua ke sebuah goa. Tapi goa ini berbeda dari goa sebelumnya. Goa ini berada di balik air terjun yang sangat dalam. Aran juga telah memindai seluruh goa ini dan memastikan bahwa goa ini sangat aman.


Mereka semua mengikuti perintah Aran untuk berhenti di dalam goa tersebut.


“Goa ini sangat aman dan juga aura di sini sangatlah murni”


Aran lalu meletakkan tubuh lemah Kepala Sekolah ke dinding goa agar ia bisa bersandar.


“Kepala Sekolah, aku akan menyembuhkan luka dalam yang kamu derita tapi prosesnya akan sangat menyakitkan. Apakah kamu siap untuk pengobatan ini?”


“Hahaha.. Memangnya sesakit apa? Sudah lama aku melupakan rasa sakit pada tubuhku ini”


Jawab Kepala Sekolah sambil tertawa. Sebagai Kepala Sekolah tentu saja ia memiliki pengalaman bertahan hidup. Jadi ia sudah melupakan rasa sakit yang ia derita dari setiap pertempuran.


“Baiklah kalau begitu. Awas saja nanti jika kamu sampai teriak, akan aku sumpal dengan kain”


Kata Aran yang membuat Kepala Sekolah tertawa.


“Hahaha.. Tenang saja, hal itu tidak akan terjadi”


Dalam hati Kepala Sekolah ‘Memangnya pengobatan seperti apa yang akan dilakukan anak muda ini’


Karena Kepala Sekolah mengalami kerusakan di tulang punggungnya, maka Aran memintanya untuk tidur telungkup.


“Xiao Ling, Xiao Jun kalian awasi pintu masuk. Jangan sampai ada yang menggangguku”


“Baik Tuan”


Jawab Xiao bersaudara bersamaan.


“Bersiaplah”


Aran lalu mengeluarkan jarum akupunktur miliknya dan dengan gerakan cepatnya ia menusukkan jarum itu ke tubuh Kepala Sekolah. Sesaat jarum itu sudah mengalirkan energy ke tubuh Kepala Sekolah, saat itu juga Kepala Sekolah merasakan aliran energy yang sangat hangat mengalir ke dalam setiap aliran darah dan meridiannya.


Dari wajah Kepala Sekolah terlihat ia sangat menikmatinya. Aran juga dapat melihat bahwa Kepala Sekolah begitu menyukai perawatan yang ia lakukan padanya.


‘Huh, sebentar lagi aku yakin kamu akan meminta ampun’


Batin Aran.


Tidak lama Aran menggunakan kemampuan lainnya untuk memperbaiki susunan tulang Kepala Sekolah sekaligus memperbaiki jalur meridian aliran tenaga dalam Kepala Sekolah yang sudah sangat rusak.


Krackk


Terdengar bunyi tulang yang bergeser.


“Arrgghh”


Kepala Sekolah yang sedang menikmati aliran energy itu tiba-tiba merasakan nyeri yang sangat sakit di punggungnya. Tapi nyeri ini masih dapat dia tahan dan hanya mengeluarkan suara pelan. Tapi rasa nyeri hanya sesaat dan digantikan dengan nyeri yang lebih hebattt.


“Arrggghh”


Lenguh Kepala Sekolah sedikit keras.


“Kali ini akan lebih sakit, aku harap kamu menetapi omonganmu tadi”


Kata Aran sambil melihat Kepala Sekolah.


“Tenang saja, aku tidak selemah yang kamu pikirkan”


Jawab Kepala Sekolah dengan sedikit keringat yang kini muncul di keningnya.


Aran hanya tersenyum melihat wajah Kepala Sekolah.


“Apa kau tau yang menyebabkan dirimu semakin melemah. Itu karena banyak garis meridian di dalam tubuhmu yang terputus. Untuk itu aku akan menyambungnya kembali”


Setelah berkata Aran langsung melakukan perbaikan terhadap meridian Kepala Sekolah yang membuatnya menjerit hebat.


“Uarrrrrrrggggggghhhh”


Teriakannya ini membuat Xiao bersaudara kaget. Ia tidak pernah mendengar Kepala Sekolah teriak seperti ini.


Beruntung Aran sudah selesai melakukan perbaikan garis pertama.


“Tahanlah Kakek Tua, tadi kau bilang tidak akan teriak. Sekali kamu teriak akan aku sumpal dengan kain bekas pakai”


Sebenarnya dalam hati Aran ia sedikit tertawa.


“Apa yang kau lakukan tadi, itu sangat menyakitkan”


Jawab Kepala Sekolah sambil bernafas dengan terputus-putus. Ia tidak memikirkan perkataan Aran terkait ingin menyumpalnya dengan kain.


“Sudah kamu diam saja, tadi adalah garis pertama. Masih ada 359 garis yang harus aku perbaiki”


Mendengar perkataan Aran, wajah Kepala Sekolah langsung terlihat pucat seperti mayat.


“Jadi, aku harus merasakan 359 kali lagi”


Kata Kepala Sekolah lemas.


“Aku rasa begitu”


Jawab Aran semaunya.


Perkataan Aran ini semakin membuat wajah Kepala Sekolah memucat. Ia merasa sebentar lagi nyawanya akan keluar dari raga ini.


“Bersiaplah”


Mendengar perkataan Aran, Kepala Sekolah langsung mengoatkan tubuhnya dan mengatupkan giginya dengan kuat.


Sesaat Aran melakukan perbaikan pada garis meridian Kepala Sekolah, saat itu juga terdengar jeritan yang sangat mengerikan.


“Uaarrrggghhhh”


“Uaarrgggghhhh”


"Amppooonn"


"Gustiiii"


Kepala Sekolah merasakan sakit yang teramat sangat, ia seperti merasakan organ dalam tubuhnya di sayat-sayat.


Daging bagian dalam adalah bagian yang sangat sensitif dibandingkan daging bagian luar. Hal ini yang membuat Kepala Sekolah menjerit hebat.


Xiao Jun dan Xiao Ling sampai terdiam dengan wajah yang sangat pucat. Ia tidak bisa membayangkan rasa sakit yang di alami Kepala Sekolah sampai berteriak seperti itu.


Hingga akhirnya suara teriakan itu menghilang.


“Apakah dia pingsan”


Kata Xiao Ling kepada Xiao Jun.


“Sepertinya”


Jawab Xiao Jun.


Mereka berdua juga masih melihat Aran yang sedang menggerakkan tangannya dengan sangat cepat. Seolah-olah tangan itu sedang menari-nari di atas tubuh Kepala Sekolah. Setelah selesai dengan bagian belakang Kepala Sekolah, Aran kemudian membalik tubuh Kepala Sekolah untuk telentang.


Setelah itu Aran kembali melakukan teknik akupunkturnya di tubuh bagian depan Kepala Sekolah. Bedanya kali ini tidak ada teriakan kesakitan, karena kini Kepala Sekolah sudah pingsan.


Dengan sangat serius Aran terus menyembuhkan tubuh Kepala Sekolah.


>>>


Hari di luar sudah mulai gelap. Aran bersama Xiao bersaudara tengah bersandar di dinding goa. Sementara Kepala Sekolah masih belum sadarkan diri.


Goa ini di terangi oleh cahaya dari batu cahaya yang dimiliki oleh Xiao Ling. Sehingga goa itu tidak gelap sama sekali dan juga pintu masuk goa ini telah Aran segel dengan formasi pelindung miliknya.


“Aku tau kalian pasti sangat lapar. Aku akan memasak, kalian tunggu disini jangan menggangguku dan jangan ada yang mengikutiku”


Setelah berkata Aran lalu berdiri dan berjalan ke bagian dalam goa. Tidak lupa Aran meminta batu cahaya kepada Xiao Ling untuk meneranginya dalam memasak.


Setelah Aran pergi, Xiao Ling dan Xiao Jun kembali saling pandang. Mereka bingung ingin berkata apa, karena sudah terlalu banyak kejutan yang Senior ini berikan kepada mereka berdua.


Ketika Aran berjalan ke dalam goa, Raja Naga memanggilnya.


*Aran*


*Ya Raja Naga, ada apa*


Jawab Aran.


*Para gadis sudah sehat semua, apakah kamu ingin mereka juga berlatih bersama yang lainnya*


*Ya tentu saja Raja Naga, tolong katakana kepada semua temanku disana terkait masa tinggal mereka di Alam Bintang. Katakan juga kepada Kumbang dan Putih agar lebih meningkatkan latihan untuk mereka semua*


*Baik, kamu jangan lupa untuk segera membuat pil penguat jiwa*


*Ya Raja Naga, besok saya akan mulai membuatnya*


Setelah itu Raja Naga menutup komunikasinya dengan Aran.


“Besok aku harus berkunjung ke Pasifik Inn dulu sebelum melanjutkan perjalanan”


Gumam Aran sambil ia memasang kain penutup dan mengeluarkan seluruh peralatan memasaknya.


Aran terus memasak sesuatu yang wanginya sampai memenuhi seluruh goa.


“Senior Asura sedang memasak apa ya, kenapa wanginya sangat harum”


Kata Xiao Ling kepada Xiao Jun.


“Iyah, kenapa wanginya sangat harum membuat perutku bergejolak”


Kata Xiao Jun menambahkan.


Karena wangi harum ini juga membuat Kepala Sekolah akhirnya tersadar. Begitu ia membuka mata ia langsung duduk dan menghirup dalam-dalam wangi yang sangat harum ini.


“Wangi apa ini”


Kata Kepala Sekolah.


Melihat Kepala Sekolah sudah sadarkan diri, Xiao bersaudara langsung menyapanya dan memberitahu bahwa Senior Asura tengah memasak.


Tidak lama Aran berjalan dengan membawa banyak piring (jangan kalian bayangkan bagaimana Aran membawa banyak piring, karena ia memiliki tenaga dalam yang membuat semua piring melayang didekatnya).


“Waahh, Senior kamu membawa banyak sekali makanan”


Kata Xiao Jun yang langsung menyambut Aran dan membantunya membereskan dan menata semua hidangan. Begitupun dengan Xiao Ling yang langsung membantu Aran juga. Hanya Kepala Sekolah yang masih duduk diam, dia bingung ingin melakukan apa.


“Kepala Sekolah, rupanya kamu sudah bangun. Bagaimana tubuhmu”


Tanya Aran kepada Kepala Sekolah.


“Ahaha.. Terima kasih anak muda, tubuhku rasanya seperti muda kembali. Begitu sehat dan segar”


Jawab Kepala Sekolah sambil tertawa.


“Baguslah kalau begitu, mari kita makan bersama”


“Ahahahaha, mari mari”


Jawab Kepala Sekolah begitu bersemangat.


Mereka semua lalu menunggu Aran untuk memulai acara makan ini.


Melihat semuanya sudah bersiap, Aran lalu memimpin acara makan ini.


“Semuanya mari kita makan”


Kata Aran.


Setelah Aran berkata, semuanya tanpa ragu mulai memakan hidangan yang telah Aran sediakan.


“Surgaaa, ini makanan surga. Begitu nikmat rasanya”


Berkata Xiao Jun yang begitu menyukai masakan Aran, karena makanan ini ternyata sangat enak.


“Senior, aku tidak tau lagi harus berkata apa padamu. Kamu benar-benar terbaik”


Kata Xiao Ling menambahkan. Ia benar-benar tidak percaya bahwa Senior yang menyelamatkan mereka ini begitu pandai dalam memasak.


“Anak Muda, masakan kamu mengalahkan semua koki terkenal yang pernah aku makan. Kamu seperti dewa memasak”


Kepala Sekolah juga tidak ketinggalan memberikan komentar terkait makanan yang Aran berikan pada mereka semua.


Melihat semua orang begitu senang, Aran membalas mereka dengan senyuman dan meminta mereka untuk menghabiskan makanan yang telah ia masak ini.


Malam ini mereka semua begitu bahagia tanpa ada beban di hati.


Tamat..


Tapi bohong.. Lanjut nanti ya..


See u next chapter..