
Seketika, dua kekuatan saling beradu di udara.
Trang!
Trang!
Sinar terang memenuhi udara tempat pertarungan antara kedua pendekar.
Setelah bentrokan di udara selesai, kini Aran dan Jenderal berdiri saling membelakangi.
Semua orang dapat melihat ada noda darah di sudut bibir Aran.
"Apakah Aran kalah dalam pertempuran ini"
Xiao Jun juga mengomentari noda darah di mulut Aran.
"Kau salah"
Kepala Sekolah berkata karena ia dapat melihat jelas pertukaran antara Aran dan Jenderal Siluman.
"Maksud Kepala Sekolah"
Xiao Ling juga ikut berkomentar, karena sebelumnya ia hanya dapat melihat cahaya terang dan sekarang ia melihat Aran berdarah. Xiao Ling yakin bahwa Aran adalah pihak yang kalah.
Kepala Sekolah hanya tersenyum dan tidak ingin berdebat dengan mereka.
"Sebaiknya kita lihat saja tindakan Aran selanjutnya"
Mereka semua lalu mengalihkan pandangan mereka ke Aran dan Jenderal Siluman.
Berbeda dengan para manusia, para monster justru begitu bersemangat karena mereka melihat Jenderal mereka tidak terluka sama sekali.
Wooooooo.
Jenderal menang!
Sorakan para monster begitu bersemangat hingga membuat suasana di hutan ini begitu berisik. Bagi para monster merupakan kebanggaan dapat mengalahkan manusia, karena bagi mereka manusia adalah makhluk yang sangat rendah namun kejam.
"Kau manusia yang hebat"
Jenderal berkata tanpa menggerakkan tubuhnya.
"Kau juga Makhluk yang sangat kuat"
Aran tidak menggunakan kata siluman melainkan kata Makhluk, hal ini ia lakukan untuk menghormati musuhnya.
"Terima kasih. Aku hanya punya satu pesan, jangan kau bunuh semua pengikutku yang ada disini"
"Aku berjanji"
Setelah mendengar jawaban Aran ia hanya tersenyum. Kemudian tidak lama ia menyemburkan darah dari mulutnya.
Seketika tubuhnya jatuh ke tanah dengan tersenyum. Ia mati tanpa penyesalan, karena ini yang ia impikan selama ini.
Setelah tubuh Jenderal mati, disebelahnya terbentuk portal yang menghubungkan tempat itu dengan tempat tawanan.
Sorak sorai yang sebelumnya menggema seketika langsung terdiam hening. Mereka tidak menyangka bahwa pemimpin mereka dikalahkan oleh manusia.
Aran lalu berjalan menghampiri jasad Jenderal.
"Seandainya kita dapat hidup harmonis bersama di dunia ini maka kita tidak perlu saling bunuh seperti ini. Semoga kau tenang di sana"
Aran lalu mengeluarkan botol berwarna hitam. Ia lalu menaburkan bubuk berwarna hijau yang ada di dalam botol ke tubuh Jenderal. Seketika wangi yang begitu harum memenuhi udara.
Bubuk ini berasal dari daun anggur ruby yang telah Aran olah sendiri. Sehingga memiliki bau yang sangat wangi.
"Wanginya begitu harum"
Semua makhluk dapat mencium wangi yang begitu harum. Mereka menghirupnya dalam-dalam dan merasakan efek dari wangi ini dapat menentramkan jiwa mereka.
"Kalian semua, cepat bawa jasad Jenderal kalian ini dan makamkan dengan layak"
Perkataan Aran ini membuat para monster yang sebelumnya terdiam menikmati wangi harum langsung kemblai sadar. Tanpa menunggu lama, perintah Aran ini segera dilaksanakan oleh para monster. Mereka dengan taat membawa jasad Jenderal siluman dan pergi meninggalkan Aran. Tidak ada lagi keinginan mereka untuk bertarung melawan Aran, karena kini yang ada dipikiran mereka adalah manusia yang ada dihadapan mereka ini bukanlah manusia lemah.
Melihat kelompok monster pergi meninggalkan mereka, Aran hanya diam saja, ia tidak ingin mengingkari janjinya kepada Jenderal. Kemudian ia berjalan ke tempat portal terbentuk.
"Semuanya, mari kita masuk ke dalam portal"
Aran memanggil semua temannya untuk segera memasuki portal. Melihat Aran berjalan memasuki portal, yang lainnya juga mengikutinya.
Ketika mereka keluar dari portal, Aran dapat melihat kurungan besar yang mengurung para tahanan manusia. Di sekeliling mereka terdapat para monster dan beberapa siluman yang menjaga tempat itu.
"Lancang kalian para manusia, berani memasuki wilayah panglima"
"Tangkap para manusia itu"
Seorang siluman memerintahkan pasukannya untuk segera menangkap para manusia yang berani memasuki tempat ini.
Aran juga tidak diam saja melihat gerombolan manusia menghampirinya.
"Semuanya habisi mereka, tidak perlu ragu"
Setelah Aran berkata, kelompoknya tanpa ragu maju menyerang para monster. Tapi yang mereka tidak tau adalah jumlah monster dan siluman disini sangatlah banyak. Hanya dalam hitungan detik ribuan monster sudah berkumpul di tempat ini.
"Aran jumlah mereka terlalu banyak, kami takut tidak bisa menghadapi mereka semua"
Kepala sekolah akhirnya memanggil Aran karena ia melihat jumlah monster itu sangat banyak.
Xiao Ling dan Xiao Jun benar-benar tidak habis pikir kenapa jumlah monster dan siluman ini begitu banyak.
Mereka berusaha mendekati penjara besar yang mengurung para manusia, namun untuk maju selangkah saja rasanya suli sekali. Hal ini dikarenakan, para monster dan siluman bertempur tanpa takut mati.
"Habisi para manusia"
"Cincang tubuh mereka"
"Uwoooo"
"Ya Tuhan, jumlah mereka terlalu banyak"
Xiao Jun putus asa melihat serbuan monster yang tidak ada habisnya.
*Aran kau benar-benar gila, menyerang markas besar siluman dan monster hanya sedikit orang*
Tiba-tiba Aran dikejutkan oleh suara Raja Naga.
*Raja Naga, jadi kau tau tempat ini*
*Tentu saja aku tau, ini adalah markas besar untuk panglima perang monster. Tapi ini hanyalah markas besar Panglima tingkat 1, di dunia luar masih ada Panglima tingkat tinggi*
*Lantas apa yang harus aku lakukan Raja Naga*
*Berdoa dan berusaha*
Jawab Raja Naga.
*Sial, apa kau menggodaku*
Aran tidak percaya Raja Naga berkata seperti itu.
*Loh, lantas apa lagi yang akan kamu lakukan*
*Aisssshh masih saja bercanda. Cepatlah, aku butuh bantuanmu*
Aran kini tengah bertarung melawan sekelompok siluman yang kekuatannya sama dengan para Jenderal. Ia kini sudah mulai terpojok, ingin rasanya ia melepaskan segel level 6 atau 7 untuk melawan para monster ini. Tapi hal ini urung ia lakukan, karena itu merupakan senjata rahasianya. Belum lagi menggunakan segel ini akan menguras energy miliknya. Aran hanya akan mengeluarkannya jika benar-benar terpaksa.
*Kenapa kau tidak memanggil teman-temanmu di alam ini, aku rasa mereka sudah cukup kuat*
*Ah iya, benar. Cepat Raja Naga, tolong infokan hal ini kepada mereka semua*
*Baik, kamu bertahanlah*
Raja Naga segera memanggil semua teman Aran yang ada di alam bintang untuk berkumpul. Setelah itu, Raja Naga menginfokan kepada mereka semua tentang apa yang terjadi di dunia luar.
*Yeeeaayy, Akhirnya kita bisa mencoba kekuatan kita. Ayo kita bantu Hyung*
Semuanya menatap Taeyang yang begitu bersemangat dan mereka hanya bisa tersenyum.
*Aran, mereka semua sudah siap*
*Bagus, aku akan mengeluarkan mereka*
Di alam nyata Xiao Ling, Xiao Jun dan Kepala Sekolah sudah mulai terdesak dan saling mendekat.
"Aran mereka terlalu banyak, bagaimana ini. Tenaga dalam milikku akan segera habis"
Xiao Jun berteriak kepada Aran sambil menahan serangan monster.
"Bertahanlah, jangan manja. Lihat Xiao Ling, ia masih sangat bersemangat"
Balasan Aran ini membuat Xiao Ling menatapnya dengan marah.
'Sialan gila ini, aku bukannya semangat. Tapi apalagi yang harus aku lakukan selain bertarung'
Gumam Xiao Ling, ia juga ingin segera menghampiri Aran dan menanyakan banyak hal padanya. Namun keadaan kali ini benar-benar tidak memungkinkan.
Xiao Jun hanya bisa menatap Xiao Ling yang masih menggerakkan pedangnya untuk bertarung habis-habisan melawan para monster. Melihat hal itu, Xiao Jun hanya bisa menggerutu di dalam hatinya.
Karena Aran melihat semua orang sepertinya sudah kelelahan, ia lalu memanggil mereka semua untuk berkumpul di dekatnya.
"Semuanya mendekatlah kepadaku, aku akan memberikan kalian pil ajaib yang dapat meningkatkan kekuatan kalian"
Kata Aran di tengah-tengah pertarungan.
"Pil ajaib?"
Semua teman Aran penasaran akan pil ajaib ini, jadi mereka segera mundur mendekati Aran. Melihat para manusia berkumpul, kini para monster mendekatkan diri kepada kelompok Aran dengan cara mengelilinginya.
"Aran, pil ajaib apa itu"
Tanya Xiao Ling mewakili semua orang yang ada di tempat itu. Mereka semua sudah mengetahui bahwa Aran adalah alkemis hebat yang dapat mengolah obat dan menyembuhkan mereka yang terluka.
"Sabar, sebelumnya aku akan memanggil teman-teman yang lain agar bisa menjaga kita"
Perkataan Aran ini membuat semua orang saling pandang.
"Teman-teman yang lain"
"Maksudnya apa ya"
Kelompok Aran benar-benar bingung dengan perkataan Aran, jelas-jelas disini hanya ada mereka saja tidak ada manusia lain. Para tahanan tentu saja tidak dianggap.
Kelompok Aran lalu menoleh ke kanan dan ke kiri mencari tau teman-teman yang di panggil Aran.
Ketika kelompok Aran tengah mencari-cari, Aran lalu mengeluarkan semua orang yang ada di alam bintang.
"Keluarlah kalian semua"
Seketika dari udara kosong keluar banyak manusia.
"Kim Taeyang"
"Rumbun"
"Lady Octavia"
"Namora"
"Varya"
"Srikandi"
Kedatangan mereka ini membuat Xiao Ling, Xiao Jun dan Kepala Sekolah menjadi bingung. Karena sekelompok orang ini tiba-tiba ada dihadapan mereka. Belum lagi mereka semua yang keluar ini adalah wajah-wajah yang familiar.