Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Antara Hidup & Mati II



Serangan dari suku kegelapan sangatlah cepat, beruntung Aran sudah mengaktifkan Ajian Gerak Langit dan Lembu Sekilannya. Aran berhasil menghindari serangan pertama, namun senjata itu berputar dengan sangat cepat dan kembali menyerang Aran. Kali ini serangannya berhasil mengenai Aran walau hanya tergores.


'Sangat cepat' Batin Aran


*Aran, cepat buka segel ketiga* Kata Raja Naga didalam kesadaran Aran. Dia merasakan kekuatan yang begitu menindas dari musuh Aran ini.


Mendengar Raja Naga berkata seperti itu, Aran tidak mau menunggu lama, ia juga sudah merasakan peningkatan kekuatan tubuhnya efek dari ramuan Ratu Ular.


"Segel Naga Ketiga, Buka!" Aran melakukan segel tangan dan langsung melepaskan segel ketiga. Aura biru memancar dari tubuh Aran dengan naga naga kecil berputar mengelilingi Aran,


Melihat aura biru Aran yang disertai aura berbentuk naga, Suku Kegelapan langsung menghentikan serangannya.


"Clan Naga"


"Tidak aku sangka masih bisa melihat keturunan Clan Naga" Para makhluk kegelapan yang sudah hidup ribuan tahun begitu mengenal Clan Naga dari dataran tinggi.


"Kenapa bisa ada keturunan Clan Naga di tempat ini, bukankah ini adalah negeri yang sangat jauh dari dataran tinggi" Kata salah satu suku kegelapan.


"Aku tidak pernah menyangka, kita yang sudah dikurung di negeri yang jauh ini masih bisa melihat keturunan Clan Naga. Apa lagi ini adalah Naga Langit" Salah satu suku kegelapan menambahkan.


"Apa kau tau sesuatu mengenai diriku?" Aran mencoba bertanya pada mereka.


"Kau benar benar tidak tau tentang Clan Naga?" Tanya salah satu dari suku kedelapan.


"Aku sama sekali tidak tau, sekarang aku hanyalah sebatang kara" Jawab Aran


"Berarti tidak ada Clan Naga disini, aku tidak perlu takut padamu" para suku kegelapan tertawa dengan sangat keras. Mereka semua pernah merasakan pahitnya berurusan dengan Clan Naga. Mereka akan mengejarmu sampai mati.


"Karena kau sebentar lagi akan mati, aku akan memberitahumu sedikit. Clan Naga adalah salah satu clan tertua di dunia 7 benua. Wilayah mereka ada didataran tinggi dan diatas awan. Hanya keturunan langsung Clan Naga yang bisa memasuki tempat tersebut. Jika ada yang berani memasuki tempat tersebut tanpa ijin, makan akan dikurung selama 1000 tahun. Jika selama 1000 tahun dikurung masih hidup, maka setelah masa hukuman habis, kultivasi mereka akan dilumpuhkan. Cukup itu saja, sekarang saatnya kau mati!"


Kakak tertua suku kegelapan langsung meningkatkan kemampuannya. Mengetahui Aran adalah seorang keturunan Clan Naga, dia tidak mau mengambil resiko.


*Terima kasih Raja Naga* Aran sebenarnya masih ingin berbicara dengan Raja Naga, namun saat ini waktunya tidak tepat.


Aura Aran langsung meningkat drastis. Para suku kegelapan juga ikut merasakan peningkatan aura Aran.


"Anak ini sepertinya memiliki banyak rahasia" Kata salah satu suku kegelapan yang menonton pertarungan Aran. Mereka yang mendengar ucapan ini mengiyakan perkataannya.


Tidak ingin menunda lama lagi, Kakak Pertama Suku Kegelapan yang melihat perubahan aura Aran, langsung menyerang Aran dengan aura pembunuhnya.


Bamm Bam


Aran juga tidak mau kalah, dia langsung menyerang dengan kekuatan penuh. Riak energi akibat bentrokan mereka menggema didalam gua.


Senjata sabit terus berputar-putar menyerang Aran. Aran berusaha menghindarinya sambil ikut memberikan serangan balasan. Ketika pertarungan menjadi dekat, makhluk suku kegelapan langsung mengeluarkan ilmunya.


"Sabit Kematian Tingkat 5" Tenaga yang sangat besar mengunci tubuh Aran.


Aran juga sudah siap dengan serangan ini. Aran juga mengeluarkan ilmunya untuk menghadapi serangan suku kegelapan.


"Ajian Karang Wesi"


Bam bam


Crack


Dampak bentrokan kedua serangan seperti menimbulkan retakan diudara sekeliling mereka. Mereka berdua langsung terlempar jauh karena efek dari benturan kedua serangan.


Namun Aran merasakan kepahitan didalam hatinya, seluruh organ didalam tubuhnya bergetar akibat serangan itu.


"Sialann, makhluk ini kuat sekali" berkata Aran sambil menyeka sedikit darah dari sudut bibirnya.