
Setelah Ghafar berkata dengan menggunakan auranya, ia langsung bergerak secepat kilat ke arah anggota Sekte Tengkorak Hitam.
Sasaran pertamanya adalah ketua sekte. Khifar hanya bisa menatap diam ketika Ghafar sudah berada dihadapannya.
Tidak menunggu lama, Ghafar langsung membelah tubuh Khifar menjadi dua bagian dan melemparkan kedua tubuh itu ke arah berlawanan. Mereka yang menatap Ghafar melakukan hal tersebut menjadi begitu ketakutan, keringat dingin langsung membasahi punggung mereka semua.
Kini Ghafar berdiri dihadapan anggota Sekte Tengkorak Hitan dan menatap mereka semua dengan dengan senyuman dingin.
"Hahahhaha" Senyum dan tawa Ghafar membuat tubuh mereka semakin merinding. Seketika mereka semua berlutut dihadapan Ghafar.
"Berikan belas kasihanmu Tuan. Kami semua tidak tau masalah antara dirimu dan Tetua Rinto"
Salah satu perwakilan anggota sekte berlutut dan bersujud dihadapan Ghafar. Ia tidak berani mengangkat kepalanya dari tanah.
"Ampuni kami Tuan!"
Selain Rinto, Serentak mereka semua teriak bersama meminta pengampunan.
Rinto hanya menatap dalam diam melihat ini semua, ia merasa bahwa kematiannya sudah didepan mata.
Namun, Ghafar menatap mereka semua dengan niat membunuh.
Melihat ini semua, Aran akhirnya menghampiri Ghafar dan berdiri disebelahnya "Tuan, sebaiknya kita berikan belas kasihan kepada mereka yang tidak terlibat. Hari ini kita sudah cukup banyak membunuh"
"Tumben kau berfikiran lurus anak muda" Ghafar berkata tanpa menoleh ke wajah Aran. Ia merasa dendam dihatinya belum bisa dihilangkan jika tidak meratakan sekte ini.
"Mereka semua hanyalah semut dihadapanmu Tuan, kau bisa menghancurkan atma mereka atau kau juga bisa memotong salah satu anggota tubuh mereka"
"Kurasa saranmu cukup bagus"
Ghafar menganggukkan kepalanya mendengar pendapat Aran.
Sementara semua anggota sekte merasa, nyawa mereka sudah berada diujung tanduk.
Begitupun dengan Rinto, sekujur tubuhnya sudah basah oleh keringat dingin. Entah apa yang Ghafar lakukan kepadanya. Dulu ia sangat memandang rendah Ghafar karena sekte yang selalu melindunginya. Namun sekarang tidak ada sekte yang melindunginya, padahal ia sudah mengirim pesan kepada semua kenalannya sebelum memperlihatkan dirinya pada Ghafar. Tapi sampai saat ini, tidak ada satupun kenalannya yang datang.
Sebenarnya bukannya mereka tidak datang untuk menolong Rinto, namun mereka semua sudah datang tapi tidak berani mendekat. Apalagi diperjalanan mereka semua mendengar pertarungan antara Ghafar dan Sekte Hantu Hitam. Daripada mereka mengantarkan nyawa lebih baik mereka melihat dari kejauhan. Dan juga beberapa utusan Sekte Pedang Iblis juga diam-diam sudah berkumpul disekitaran sekte, membuat siapapun yang berniat ikut campur pertarungan ini mengurungkan niatnya.
"Rinto, sepertinya kali ini tidak ada yang akan menyelamatkanmu"
Salah satu tetua yang datang berkata diatas hewan gaib berwujud elang besar. Ia hanya berani menatap semuanya dari balik awan, karena takut menyinggung Ghafar.
Ghafar kembali tertawa "Asal kamu tau, aku sudah mengalahkan Sekte Hantu Hitam"
Mendengar perkataan Ghafar membuat Rinto dan anggota sekte yang lain tambah pasrah. Pantas saja mereka tidak melihat anggota Sekte Hantu Hitam menolong mereka. Biasanya jika sekte mereka mengalami masalah, pasti Sekte Hantu Hitam langsung datang membantu.
"Tuan, mohon berikan belas kasihanmu"
Para anggota kembali berkata sambil bersujud dihadapan Ghafar.
"Baiklah, aku akan mengampuni kalian semua asalkan kalian semua mau mendengarkan perintahku"
Mendengar perkataan Ghafar membuat mereka semangat, seolah-olah batu besar yang ada dipundak mereka terangkat.
"Kami semua akan mengikuti perintahmu"
Salah satu senior berkata dengan semangat, asalkan mereka masih diberikan kesempatan hidup. Maka apapun akan mereka lakukan.
"Kalian semua dengarkan perintah pertamaku ini"
"Baik Tuann" Mereka semua menjawab dengan serentak.
"Aku ingin kalian semua menghajar Tetua Rinto sampai ia tidak bisa berdiri"
Ghafar berkata sambil menatap ke arah Rinto yang sudah gemetaran karena ketakutan.
"Baik Tuan" Tanpa menunggu lama mereka langsung bergerak ke arah Rinto.
Dihadapan Rinto mereka memperlihatkan niat membunuh yang sangat besar.
"Apa yang kalian semua lakukan, aku adalah Tetua disini"
Rinto begitu ketakutan dikepung oleh semua anggota sektenya.
"Brengsekk kau, karena ulahmu kami harus menanggung ini semua. Semuanya hajar Tetua Rinto"
"Hajaarrr"
Terdengar teriakan mereka semua yang langsung menyerang Rinto. Berbagai macam ilmu, racun dan serangan fisik mereka keluarkan bersama-sama. Tetua Rinto berusaha mati-matian melawan mereka semua. Ia juga berusaha untuk meninggalkan tempat tersebut namun tidak pernah bisa, karena begitu banyaknya makhluk yang menyerang dirinya.
Tidak Jauh, Aran dan Ghafar menikmati pertunjukkan dihadapannya. Terutama Ghafar, ia sangat puas melihat Rinto yang sudah babak belur.