Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Seni Pedang Bintang Gaya Ke-4



Meski sudah menggunakan segel 6, Aran merasakan tubuhnya begitu kesakitan, ia tidak menyangka akan bertemu makhluk yang kuat seperti Seth.


*Racun di tubuhmu sudah aku bersihkan, berhati-hatilah terhadap musuhmu sekarang*


*Baik Raja Naga, terima kasih*


Aran lalu memakan anggur ruby untuk mengembalikan tenaganya yang telah hilang. Luka di tubuhnya juga sudah ia sembuhkan dengan cepat.


"Sial, siluman itu. Ternyata ia begitu kuat"


Aran lalu bergerak ke tempat Seth berada.


"Ares, Argus. Tuan mu sudah mati. Apakah kalian berdua mau menjadi anjing peliharaanku atau mati mengikuti Tuanmu"


Seth sengaja berkata seperti itu untuk merendahkan Kumbang dan Putih, tapi mereka berdua tidak menanggapinya. Karena mereka tau, jika Aran mati mereka juga pasti mati. Apalagi mereka berdua juga mengetahui bahwa Aran belum mengeluarkan seluruh kemampuannya.


"Dasar siluman anjingg bodoh, pantas dulu kau selalu berada di bawah kami berdua. Ratusan tahun masih saja tidak berubah. Apa kau pikir Tuanku dapat semudah itu kau kalahkan. Dasar kau, super idiot"


Kumbang langsung membalas perkataan Seth dengan cacian dan makian. Seandainya kekuatan Kumbang tidak di segel, ia pasti sudah menginjak-injak Seth.


"Berani kau Argus, sepertinya kau sudah bosan hidup"


Seketika Seth bergerak kehadapan Kumbang dan mencoba menghajar wajah Kumbang dengan tinjunya.


Melihat serangan cepat datang menghampirinya, Kumbang tetap diam, tidak mencoba menghindarinya.


Sebelum serangan itu menyentuh Kumbang, ada tangan yang menangkap serangan Seth. "Berani kau menyentuh pengikutku" Aran lalu melancarkan pukulan balik kepada Seth yang langsung ditangkis oleh Seth sambil ia melompat jauh kebelakang.


"Tuan"


Jawab Kumbang dan Putih berbarengan.


Aran hanya diam dan terus menatap Seth di kejauhan.


Sebelumnya Seth sangat yakin bahwa ia dapat membuat Aran tidak akan pernah bergerak kembali. Namun entah kenapa, ia merasakan sedikit perasaan takut terhadap lawannya kali ini.


'Manusia ini begitu kuat, aku terpaksa menggunakan seluruh kemampuanku'


Seth lalu bergerak menghampiri Aran.


Kini semua makhluk hidup menatap ke arah Aran dan Seth.


Sekarang, Aran dan Seth sudah berdiri dan menjaga jaraknya satu sama lain.


"Berlutut dan menjadi bawahanku maka aku akan mengampunimu"


Meski Seth bersikap kurang ajar, tapi Aran masih berharap makhluk ini mau menjadi bawahannya. Karena ia ingin kedepannya ia bisa memiliki pasukan sendiri.


"Cih, aku tidak akan sudi menjadi bawahan manusia sepertimu"


Selama ini Seth selalu merasa bahwa manusia itu adalah makhluk lemah. Tidak ada dalam pikirannya sama sekali untuk mengabdi kepada manusia.


"Tidak usah banyak omong, bersiaplah"


Seth lalu meningkatkan kekuatannya kembali dan maju menyerang Aran. Ia menggunakan tulang panjang ditangannya untuk di gunakan sebagai senjata seperti layaknya pedang.


Aran juga tidak mau kalah begitu saja. Ia lalu maju menghadapi Seth.


"Pedang Neraka"


Aran menggunakan pedang neraka untuk maju menghadapi Seth. Sebenarnya ia sangat ingin menggunakan pedang bintang miliknya, tapi hal itu urung ia lakukan.


Trang


Trang


Pedang Tulang Seth sangatlah kuat ketika berbenturan dengan pedang neraka milik Aran. Setiap kali pedang itu berbenturan agak menimbulkan nyala api yang begitu panas.


Aran dan Seth terus bertarung dengan sengit seolah-olah mereka berdua adalah musuh bebuyutan. Serangan demi serangan terus mereka lancarkan tanpa henti.


Setelah cukup lama bertarung mereka berdua masing-masing menjaga jaraknya.


"Aku akui kau sangat hebat, Kali ini akan aku perlihatkan ilmu pedang tulang rahasiaku. Ini juga merupakan kemampuan terbaikku. Bersiaplah"


"Aku juga akan mengeluarkan Seni Pedang Bintang Gaya Keempat, yaitu Pedang Penghancur Surga"


Aran lalu menggerakkan pedangnya yang langsung menghasilkan bayangan pedang yang terlalu cepat untuk ditangkap oleh mata biasa.


"Heaaa"


Seth juga meraung dan bergerak cepat ke tempat Aran. Meski Seth melihat ilmu pedang Aran sangat menakutkan, tapi ia juga tidak mau kalah.


Swoosh


Aran juga langsung bergerak cepat menghadapi Seth. Kekuatan spiritual Aran meledak dan mendorong seni pedangnya ke level tertinggi.


Dentang!


Dentang!


Pedang Aran dan pedang tulang Seth berbenturan dengan suara yang nyaring.


Seketika Aran memutar pergelangan tangannya untuk merubah gaya pedangnya dan melakukan lompatan cepat. Dengan gerakan ini Aran melewati pedang tulang Seth dan berhasil menebas lengan Seth.


Slassh


Lengan Seth terpotong dan terlempar ke udara. Serangan cepat ini membuat Seth terdiam.


"Seni Pedang ini!"


Seth benar-benar terkejut dengan seni pedang yang dimiliki oleh musuhnya. Meski mereka berada di level yang sama dalam hal kekuatan. Tapi dari segi kemampuan, Seth merasa seperti menatap dewa pedang.


Seth juga yakin bahwa musuhnya ini masih belum mengeluarkan seluruh kemampuannya. Ia tidak menyangka, di dunia yang kecil ini akan bertemu manusia yang sangat berbakat dengan kemampuan menentang surga.


"Sekarang apakah kamu masih ingin bertarung padaku atau berlutut dan menjadi pengikutku"


Aran berkata sambil menatap ke wajah Seth. Ia hanya tinggal menunggu jawaban dari Seth, jika Seth tidak mau berlutut maka Aran akan langsung membunuhnya. Aran sekarang ini sedang mengumpulkan para jenderal hebat untuk membuat pasukan sendiri yang hanya setia kepadanya.


Seth masih diam menatap Aran, hati dan pikirannya berkecamuk. Karena selama ini ia tidak pernah mau mengakui manusia. Sekilas ia menatap ke arah Kumbang dan Putih.


Melihat kecemasan di wajah Seth, Aran kembali berkata.


"Aku akan membawa kejayaan kepada mereka yang menjadi pengikutku. Hanya dua pilihan untukmu, mati atau menjadi pelayanku"


Kali ini Aran menatap Seth lebih dingin. Ia tidak ingin menghabiskan waktu hanya untuk berurusan dengan Seth.


Seth hanya bisa mendesah pelan. Meski ia tidak ingin menjadi bawahan manusia, namun keinginannya untuk hidup lebih lama sangatlah tinggi. Ia masih ingin menikmati kehidupan di dunia ini.


"Baiklah, saya bersedia"


"Bagus, sekarang diam dan jangan melawan"


Aran lalu mengeluarkan rantai pengikat jiwa, ia melakukan kontrak jiwa dengan Seth seperti yang ia lakukan terhadap Kumbang dan Putih. Proses ini hanya berlangsung sekejap mata, namun bagi mereka yang melihatnya tetap saja proses ini seperti melihat sesuatu yang bukan berasal dari dunia ini.


"Sebenarnya, siapa Aran ini"


Kata Kepala Sekolah yang melihat proses kontrak jiwa yang dilakukan oleh Aran. Semua teman Aran juga bingung melihat Aran kali ini. Mereka tidak menyangka bahwa Aran yang selalu baik pada mereka ternyata memiliki sisi hidup seperti ini.


"Selesai"


Sekarang kau menjadi pengikutku.


Setelah itu Aran meminta Seth untuk melepaskan semua tawanan manusia. Seth juga bercerita bahwa sebenarnya celah dimensi ke hutan terlarang ini terbuka karena campur tangan Sekte Bulan Merah dan Sekte Gerbang Iblis. Mendengar ini membuat Aran kaget, ia tidak menyangka bahwa Sekte Gerbang Iblis sudah bekerja sama dengan Bulan Merah.


"Berhati-hatilah terhadap Sekte Gerbang Iblis, karena mereka itu seperti makhluk gaib"


Seth tidak bisa berkata banyak, jadi hanya itu yang bisa ia ceritakan.


"Huh, suatu saat nanti aku akan membuat Sekte Gerbang Iblis dan Bulan Merah merasakan hidup tidak lebih baik dari kematian"


Aran berkata dengan niat membunuh yang tinggi sambil mengepalkan tangannya.


Setelah sekian purnama akhirnya bisa update lagi.


~Bersambung~