
Aran hanya tertawa mendengar perkataan Xiao Fei.
“Aku sebenarnya tidak terlalu ingin menghajarmu, tapi sepertinya semakin lama congormu itu seperti congor asuu yang membuatku muak”
Aran berkata sambil menatap sengit ke arah Xiao Fei.
“Kali ini aku memang harus memberimu pelajaran”
Wussshh
Dalam sekejap Aran bergerak cepat ke arah Xiao Fei.
“Apa yang kauu..”
Belum selesai ia berbicara, sudah terdengar bunyi tulang berputar kembali.
Craacckk
Cracckk
“Uaarrrrrgghhh”
Teriak Xiao Fei ketika merasakan sakit pada tulang kakinya.
Ketika ia masih menjerit, Aran lalu melakukan penotokan syaraf di tubuh Xiao Fei. Aran menotok dengan sangat cepat dan menususkkan beberapa jarum ke tubuh Xiao Fei dengan gerakan cepat.
Hal ini menyebabkan penampilan Xiao Fei benar-benar terlihat mengenaskan.
“Sekarang kakimu cacat, kedua tanganmu lumpuh dan pita suaramu aku buat tidak bisa berfungsi kembali jadi kini kau bisu, bibirmu aku buat lemah sehinnga kamu tidak bisa banyak menggerakkan bibir dan lidahmu juga aku buat kaku. Bahkan aliran energy menuju atmamu aku tutup sehingga kamu tidak akan bisa naik tingkat lagi selamanya”
Berkata Aran sambil menatap dingin ke arah Xiao Fei. Perkataan Aran ini seperti vonis dari seorang hakim yang menghukum terdakwa dengan hukuman terberat.
Sementara Xiao Fei hanya bisa menatap Aran dengan tatapan penuh kemarahan. Ia dapat merasakan bahwa kini tubuhnya benar-benar cacat. Ia berkata-kata memarahi Aran, namun tidak ada suara yang keluar.
"Huh, bersyukur atmamu tidak aku hancurkan"
Aran hanya membalik badannya dan memunggungi Xiao Fei.
‘Rasakan kau siksaanku, bahkan mereka yang bisa membaca gerak bibir tidak akan bisa memahami perkataanmu. Jika saja aku tidak memandang Xiao Ling, mungkin akan aku siksa jiwamu”
Setelah itu, kemudian Aran menatap Jin Shang.
“Apa kau ingin sepertinya”
Perkataan Aran ini tentu saj membuat Jin Shang gemetaran dan langsung berlutut.
“Ampun Tuan, ampun. Jangan buat saya sepertinya”
Jin Shang benar-benar takut kepada Aran.
Taeyang dan Rumbun yang sudah berada di dekat Aran benar-benar kaget dengan perbuatan Aran kepada para musuhnya. Mereka tidak menyangka bahwa Aran benar-benar akan sekejam ini.
“Berdirilah”
Setelah Jin Shang berdiri. Aran lalu memintanya untuk mengikutinya ke tempat semua pasukan inti pasukan Teratai Langit.
Para pasukan itu hanya bisa menggerakkan mata mereka menatap kedatangan Aran.
Dengan gerakkan cepat Aran melepaskan totokannya.
“Sekarang kalian punya dua pilihan, cacat seperti Xiao Fei atau menjadi pengikutku”
Perintah Aran ini benar-benar membuat semua pasukan inti itu ketakutan setengah mati. Karena walau tubuh mereka tidak dapat digerakkan tapi mata mereka melihat apa yang dilakukan Aran pada Xiao Fei.
"Kami akan jadi pengikutmu Tuan”
Semua pasukan inti itu lalu berlutut kepada Aran.
Xiao Fei yang berada di dekat tempat itu benar-benar murka melihat semua pasukan inti itu berlutut kepada musuhnya. Ingin ia memaki mereka semua, tapi semua itu hanyalah sia-sia.
“Makan ini”
Aran lalu melemparkan pil berwarna hitam kepada semua pasukan inti. Termasuk kepada Jin Shang juga.
Dengan berat hati mereka akhirnya memakan pil tersebut.
“Itu adalah pil racun, dalam 30 hari semua organ dalam tubuh kalian akan meledak. Tapi tenang saja, karena aku punya pil penawarnya. Pil itu sebagai jaminan bahwa kalian tidak akan mengkhianatiku. Aku akan memberikan kalian penawar pil tepat di hari ke 29”
“Baik Tuan. Kami tidak akan pernah mengkhianati Tuan”
Jawab mereka semua dengan patuh. Kini mereka semua sudah pasrah atas nasib sial yang menimpa mereka.
“Bagus”
Kata Aran sambil bergerak cepat ke arah semua pasukan inti.
Cracck
Crackk
Kali ini Aran melakukannya dengan sangat cepat dan halus, sehingga mereka semua tidak sadar bahwa kaki mereka telah pulih.
Melihat kaki mereka telah pulih tentu saja mereka semua sangat bersuka cita. Mereka lalu melakuan kongtow sambil sujud kepada Aran.
“Terima kasih Tuan”
“Terima kasih Tuan”
“Terima kasih Tuan”
Melihat sikap mereka ini, Aran hanya tersenyum. Ia lalu membalik badannya untuk segera pergi, tapi sebelum pergi Aran meninggalkan pesan kepada mereka.
“Jangan katakana pada siapapun bahwa aku yang membuat Xiao Fei cacat. Katakan saja yang melakukannya adalah seorang Kakek Tua berjubah merah”
“Baik Tuaann”
Jawab semua pasukan inti Teratai Langit dengan hormat.
Setelah semua urusannya selesai, Aran lalu meninggalkan mereka dan pergi menghampiri Taeyang dan Rumbun.
Dalam sekejap Aran membawa Taeyang dan Rumbun pergi jauh meninggalkan tempat tersebut. Aran bertindak seperti ini, karena ia bisa merasakan bahwa ada aura Xiao Ling yang menuju ketempatnya.
Tidak lama setelah kepergian Aran, Xiao Jun, Xiao Ling dan beberapa pria tiba di tempat tersebut.
Xiao Jun langsung menghampiri ke tempat Xiao Fei berada. Ia benar-benar terkejut melihat keadaan Xiao Fei. Bukan hanya Xiao Jun, semua orang yang baru datang ke tempat itu benar-benar kaget melihat keadaan Xiao Fei.
“Saudara Xiao Fei”
Xiao Jun langsung menghampiri Xiao Fei yang terdiam.
Xiao Jun benar-benar tidak terima dengan apa yang terjadi pada Xiao Fei kini. Kaki yang terputar ke belakang, tangan yang lumpuh dan bahkan bisu. Xiao Jun yakin tidak akan bisa mengorek informasi dari Xiao Fei, ia jadi langsung mengalihkan pandangannya ke arah para pasukan inti.
“Apa yang terjadi padanya, katakan padaku cepat!”
Kata Xiao Jun kepada semua pasukan inti Teratai Langit yang sebelumnya pergi bersama Xiao Fei.
Xiao Jun benar-benar marah melihat keadaan Xiao Fei saat ini. Bisa dibilang, kini Xiao Fei benar-benar cacat dan sepertinya tidak akan bisa melanjutkan pendidikannya di akademi.
‘Aneh sekali, apa yang sebenarnya di alami oleh Kakak Xiao Fei’
Batin Xiao Ling yang hanya diam melihat keadaan fisik Xiao Fei.
Seluruh pasukan inti lalu memberikan hormatnya kepada Xiao Jun.
“Maafkan kami Tuan, ada seorang pria tua berjubah merah yang melakukan ini pada kami semua”
Kata seorang perwakilan dari pasukan inti.
“Kakek tua berjubah merah? Lalu kenapa kalian tidak terluka sama sekali”
Xiao Jun menatap curiga kepada seluruh pasukan inti.
“Pada saat kejadian, Kakek itu menotok tubuh kami sehingga kami tidak bisa bergerak. Kakek Tua itu juga berkata bahwa ia hanya memiliki masalah dengan Kakak Xiao Fei dan ingin membalaskan dendam cucunya yang telah disakiti”
Xiao Jun sedikit diam merenung setelah mendengarkan penjelasan dari pasukan inti, tapi ia juga sadar bahwa Xiao Fei memang memiliki masalah dengan kepribadiannya yang suka bersikap sewenang-wenang. Pantas jika ada pihak yang tersinggung dan ingin membalaskan dendamnya.
“Baiklah, aku percaya pada kalian. Sekarang kalian bawa Saudara Xiao Fei ini kembali ke rumah Keluarga Xiao. Katakan pada Kepala Keluarga atas apa yang terjadi pada saudara Xiao Fei”
“Siap Tuan”
Para pasukan inti lalu menggendong Xiao Fei dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
“Adik Xiao Ling, apa kau percaya pada mereka”
Tanya Xiao Jun kepada Xiao Ling.
“Hmm, aku sedikit percaya. Dengan kepribadian Xiao Fei yang seperti itu, hal seperti ini bisa saja terjadi”
Xiao Jun juga mengaggukkan kepalanya. Ia juga setuju dengan perkataan Xiao Ling.
“Tapi siapa yang berani melakukan ini”
Xiao Jun lalu diam dan berfikir sebentar.
“Hal ini harus kita bicarakan dengan pihak keluarga nanti”
Kata Xiao Jun menambahkan. Ia lalu mengajak semuanya untuk pergi dari tempat itu dan kembali menyelesaikan misi mereka.
>>>
Di tempat lain.
Aran bersama kedua saudaranya sedang beristirahat di dalam sebuah goa besar yang jauh di kedalaman hutan.
“Taeyang, Rumbun, coba ceritakan apa yang terjadi di sini selama aku pergi”
Tanya Aran kepada kedua saudaranya ini.
Taeyang lalu menceritakan apa yang terjadi pada mereka. Bahwa awalnya mereka sedang menyelesaikan misi dari akademi untuk mengumpulkan inti jiwa atau inti roh dari para monster yang ada di hutan ini. Mereka berdua sudah mengumpulkan cukup banyak inti roh dan bahkan mereka sudah sempat menukarkannya dengan Kristal spirit di akademi. Hingga akhirnya mereka bertemu dengan Xiao Fei dan jadilah seperti yang terjadi sebelumnya.
“Apakah kalian menjalankan misi ini hanya berdua?”
Tanya Aran. Karena ia berfikir bahwa menjalankan misi di hutan ini tidak mungkin hanya berdua saja.
“Ya, kami memang hanya berdua saja. Sebenarnya kita di ijinkan untuk membentuk kelompok. Tapi kelompok di sini semua adalah anggota organisasi mereka masing-masing. Kami berdua belum bergabung dengan organisasi manapun. Jika ingin bersama mereka, maka kami diminta untuk bergabung menjadi bagian organisasi mereka.
Jawab Taeyang.
Rumbun disebelah Taeyang hanya mendengarkan saja, karena pemikiran mereka berdua sama.
“Kenapa kalian tidak bergabung dengan organisasi. Karena hutan di sini sangatlah berbahaya, ada kehadiran kuat yang berada di dalam hutan ini. Jika kalian hanya berdua, itu sama juga kalian mengantar nyawa”
Aran benar-benar sangat khawatir dengan keselamatan mereka berdua, beruntung ia keluar tepat waktu. Jika saja ia terlambat, entah apa yang terjadi pada mereka.
“Kami menunggu kedatangan Mahapatih, karena kami ingin memasuki organisasi yang sama dengan Mahapatih”
Kata Rumbun. Kali ini Rumbun masih menggunakan nama Mahapatih karena baginya itu adalah panggilan kehormatan untuk Aran.
Aran sendiri juga kini tidak terlalu mempermasalahkannya.
“Aku tidak tertarik untuk memasuki organisasi”
Kata Aran sambil bersandar di dinding goa. Ia benar-benar tidak tertarik dengan organisasi atau apalah namanya.
“Hyung-nim, bagaimana jika kita membuat organisasi baru dan Hyung yang menjadi Ketuanya”
Perkataan Taeyang ini langsung membuat Aran kaget. Sementara Rumbun tentu saja sangat menyetujui saran dari Taeyang.
“Benar Mahapatih, bagaimana kalau kita membuat organisasi baru. Saya yakin semua teman kita juga akan menyetujuinya”
Ucapan Rumbun ini juga disetujui oleh Taeyang. Mereka berdua sangat yakin bahwa jika mereka mendirikan organisasi yang di pimpin oleh Aran maka organisasi itu pasti akan sangat ditakuti. Karena bagi mereka, Aran merupakan sosok yang baik hati kepada teman dan saudaranya, namun kejam kepada musuh-musuhnya.
Kira-kira apa nama organisasi mereka. Apakah itu Akatsuki,Shicbukai atau Gorosei??
Saksikan kelanjutannya nanti.
Salam