
Lima orang termasuk komandan penjaga langsung maju menyerang Asura.
Asura hanya mendengus dingin melihat kedatangan para semut ini.
Tidak lama, para penyerang sudah sangat dekat dengan Asura.
"Mati kau!"
Komandan tiba lebih dulu di hadapan Asura dan langsung melancarkan pukulan ke badan Asura dengan kekuatan penuhnya. Ia ingin segera menghabisi Asura dengan ilmu pukulan terbaiknya.
"Tinju Baja Gunung"
Bang!
Dari tangannya yang menyentuh tubuh Asura keluar asap berwarna putih.
Crackk
Lalu terdengar suara tulang yang hancur. Komandan pasukan yang begitu percaya diri menyerang Asura dengan kekuatan penuhnya dibuat terkejut.
Ia merasa seperti menghantam plat baja hingga menyebabkan tangannya hancur.
"Aaarrrgghhh"
"Tangankuu"
Ia merintih merasakan kesakitan karena seluruh tulang jari dan tangannya hancur berkeping-keping. Kini Ia benar-benar merasa menjadi orang yang cacat. Komandan pasukan terus merintih kesakitan memegang tangannya dengan tangan satunya.
Melihat Komandannya terluka seperti itu, membuat para prajurit bawahannya menghentikan langkah mereka dan bergegas menghampiri Komandan.
Sementara Anak pejabat yang berdiri tidak jauh, menatap pemuda bertopeng dihadapannya. Ia terkejut melihat Komandan pasukan kesakitan seperti itu.
"Aa.. apa yang kau lakukan padanya"
Mendengar perkataannya, Asura hanya diam menatap mereka semua.
Tatapan Asura membuat para penyerang ini ketakutan. Mereka sangat tau kemampuan Komandan pasukan. Bisa membuatnya kesakitan seperti itu, berarti pemuda bertopeng ini bukanlah orang sembarangan.
Asura lalu melangkah maju berjalan pelan ke arah anak pejabat tersebut.
Langkahnya yang perlahan-lahan membuat mereka semua merinding ngeri. Komandan dan para bawahannya langsung ketakutan dan segera menghindar dari jalanan.
Asura terus melangkah mendekati anak pejabat. Hingga jarak antara keduanya kurang lebih 5 meter datang sesosok makhluk di hadapan anak pejabat.
Makhluk ini berpakaian seperti ninja.
"Berhenti!"
Ia berkata dengan sangat tegas di hadapan Asura.
Asura lalu berhenti melangkah dan hanya menatap pria tersebut.
Anak pejabat yang sebelumnya ketakutan, begitu senang ada pengawal ayahnya yang datang melindunginya. Ia sangatlah tau ninja dihadapannya ini.
"Hahaha. Kau tidak akan bisa mendekatiku. Pengawal bunuh dia"
Ninja tersebut menganggukkan kepalanya mendengar perintah dari Tuannya.
Ia lalu menatap Aran dan menghilang. Dalam satu nafas ia sudah berada di belakang Asura dan langsung menebas Asura dengan pedangnya.
Tebasannya sangat cepat dan tepat mengenai leher Asura.
Slassshh
Dalam pandangan mereka yang melihatnya, kepala Asura tertebas pedang ninja tersebut. Namun anehnya pedang itu seperti menembus kepala Asura. Ninja itu juga kaget melihat pedangnya menembus kepala Asura.
Lalu ia merasakan dingin dibelakangnya. Ketika badannya mencoba bergerak, ternyata kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya.
Tidak lama kepala ninja tersebut jatuh ketanah. Tubuh kaku ninja itu masih berdiri sementara kepalanya sudah menggelinding di tanah. Asura lalu mendorong tubuh itu dengan pelan yang menyebabkan tubuh tersebut jatuh ketanah berdekatan dengan kepalanya.
Pemandangan ini kembali membuat ngeri mereka yang berada di tempat itu. Mereka tidak menyangka pemuda dihadapannya ini bukanlah orang sembarangan. Mereka merasa seperti sekelompok domba di hadapan macan.
Asura lalu kembali berjalan ke arah anak pejabat tersebut.
"Aaa.. apa yang akan kau lakukan padaku, pergi, menjauh dariku"
Komandan yang melihat Asura menghampiri Anak pejabat itu langsung mengambil tindakan. Ia mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya dan menembakkannya kelangit.
Wuuzzhhh
Ternyata itu adalah sinyal bantuan berupa kembang api.
Sinyal itu menyala terang dilangit. Asura yang melihat hal itu juga langsung menghentikan langkahnya.
Pandangan Asura langsung menatap Komandan dan prajuritnya yang berdiri di pinggir tidak jauh dari anak pejabat.
Merasakan tatapan Asura membuat Komandan dan para prajuritnya ketakutan setengah mati.
Asura lalu memutuskan untuk berjalan ke arah Komandan dan para prajuritnya.
"Berhentii, jangan kesini"
Komandan berteriak dengan tubuh yang gemetar. Ia melihat sendiri pemuda dihadapannya ini dapat dengan mudah membunuh pengawal anak pejabat. Apalah dirinya yang hanya Komandan pasukan kecil.
Ketika jarak Asura sudah sangat dekat. Terdengar banyak langkah kaki menuju tempatnya.
"Berhentiii!"
Sekolompok orang berjalan dengan sangat cepat dan dalam sekejap sudah mengelilingi Asura.
"Apa yang kalian lakukan disini! dan kenapa ada mayat. Siapa yang membunuhnya"
Pemimpin pasukan bertanya dengan melihat mereka semua. Ia datang kesini setelah melihat sinyal bantuan di langit.
Ia lalu melihat Komandan yang berdiri bersama pasukannya. Ia sedikit mengenal Komandan tersebut.
"Apa kau yang meminta bantuan?"
Tanyanya kepada Komandan pasukan.
"Benar aku yang meminta bantuan, pemuda itu adalah pembunuh. Ia mencoba membunuh kami semua"
Merasa mendapat bantuan, ia lalu berkata tanpa takut dan berani menunjuk Asura sebagai pembunuh.
Seluruh pasukan bantuan langsung menatap pemuda bertopeng giok biru yang masih berdiri dengan tenang walaupun ia sudah dikepung.
Anak pejabat juga ikut menambahkan "Kalian semua, tangkap pemuda bajingann itu, ia sudah membunuh pengawalku"
"Siapa kamu"
Pemimpin pasukan bantuan bertanya kepada anak pejabat. Walau sebenarnya wajahnya sedikit familiar, namun ia tetap butuh konfirmasi.
"Aku adalah Kanto, anak dari Patih Kehakiman Kerajaan Samudera"
Ia berkata dengan sangat bangga. Karena siapapun yang mendengar nama Patih Kehakiman pasti akan ketakutan. Karena semua hukum di negeri ini di pegang olehnya.
"Oooh ternyata anak dari Patih Kehakiman, maafkan saya yang tidak tau"
Pemimpin tersebut langsung berkata dengan sopan kepada Kanto.
Sementara Asura hanya tersenyum sinis melihat semua ini.
Pemimpin pasukan langsung menghadap ke arah Asura.
"Pasukan tangkap pemuda ini"
Para pasukan langsung bergerak, namun baru selangkah mereka berjalan terdengar teriakan diantara para pasukan tersebut.
"Berhenti, siapa yang menyuruhmu untuk menangkapnya"
Suaranya tegas namun terdengar seperti suara wanita. Ia berpakaian serba tertutup dan menggunakan topi caping berwarna hitam dengan penutup wajah..
Setelah berkata, Ia lalu melepas capingnya. Terlihatlah wajah cantiknya yang sangat Asura kenal.
"Berliana"
Gumamnya pelan.