Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Pil Penguat Jiwa



Aran yang telah kembali ke alam bintang melihat bahwa kali ini tidak ada yang datang menghampirinya.


Kemudian dengan kemampuan mata surgawi ia mencoba menerawang semua makhluk yang hidup di alam ini, terutama semua sahabatnya.


"Mereka semua semakin bertambah kuat"


Kata Aran yang melihat semua temannya tengah berlatih. Tidak terkecuali dengan Namora, Varya dan Srikandi. Aran dapat merasakan aura ketiga orang ini sangat lemah.


"Aku harus segera membuat pil penguat jiwa agar semua sahabatku ini bisa menjadi lebih kuat"


Tidak lupa, Aran juga memeriksa keberadaan Saka yang ternyata tengah tertidur bersama Raja Naga.


Melihat keadaan semua orang yang dikenalnya baik-baik saja, Aran memutuskan untuk mencari tempat yang nyaman agar ia bisa fokus dalam membuat pil penguat jiwa.


"Tempat ini rasanya nyaman"


Berkata Aran yang telah menemukan sebuah goa di kedalaman hutan tinggi. Kemudian ia mengeluarkan kuali obatnya untuk mulai membuat pil.


Mengikuti petunjuk yang ada di kitab bintang, Aran dengan serius dan telaten mulai mencampur semua bahan ke dalam kuali. Ia mengerjakan semua itu dengan sangat perlahan-lahan dan hati-hati, karena dalam hatinya ia sangat takut gagal. Jadi lebih baik perlahan-lahan asal berhasil.


Boom


Terdengar suara ledakan keras di dalam goa tempat Aran membuat pil. Aran bahkan sampai terlempar karena efek ledakan yang sangat keras. Beruntung goa ini sudah Aran lindungi dengan aray pelindung, sehingga bunyi ledakannya tidak terdengar ke luar.


"Sial, aku gagal"


Meski sudah mengikuti instruksi yang ada di buku perlahan-lahan, tetap saja ia gagal membuat pil. Hal ini membuat dirinya begitu kesal.


Pil Penguat Jiwa ini ternyata adalah pil kelas 5 bukan pil kelas 3. Aran yang selama ini hanya bisa membuat pil level 3 tentu saja menjadi sangat stress. Ia tidak menyangka bahwa membuat pil itu ternyata sesulit ini.


Tanpa menunggu lama, ia kembali membuat pil.


"Boom"


Terdengar kembali ledakan di dalam goa. Semakin lama, ledakan ini semakin sering terdengar.


"Arrrrrggghhh"


"Apa yang salah, apa.."


Aran kepikiran untuk pergi bertanya kepada Raja Naga, namun hal itu urung ia lakukan.


"Tidak, tidak. Aku tidak boleh terus bergantung kepada Raja Naga"


Raja Naga yang ahli dalam membuat racun dan obat pastinya sangat mengetahui cara membuat pil ini.


Tapi semua pikiran itu Aran buang jauh-jauh. Ia berfikir jika ia terus bergantung kepada Raja Naga maka ia tidak akan pernah bisa maju. Karena itu, Aran memutuskan kembali membaca kitab bintangnya. Ia mulai membacanya perlahan-lahan karena takut ada yang terlewati.


"Dalam membuat pil, kita harus bisa mengendalikan panas api. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Ada saatnya dimana kita harus menaikkan suhu api, tapi ada saatnya kita harus segera menurunkannya"


Selesai membaca, Aran kembali mencoba membuat pil tersebut. Ia mulai mengendalikan suhu api dengan cara mengatur nafasnya. Kali ini Aran menggabungkan api Naga Langit dan Api Naga Iblis.


Perlahan-lahan Aran mulai menguasai teknik gabungan dua api miliknya. Sekian lamanya waktu berjalan hingga akhirnya ia berhasil menciptakan pil penguat jiwa level 5.


"Akhirnya"


Berkata Aran sambil melihat pil berwarna biru langit di tangannya. Ia tidak menyangka bisa menciptakan pil ini.


Pil di tangan Aran ini memancarkan aura pelangi yang sangat indah bagi yang melihatnya.


Karena sudah menguasai teknik pembuatan pil level 5, Aran kini sudah mulai terbiasa dalam menciptakan pil penguat jiwa tersebut.


Raja Naga yang berada jauh dari Aran tiba-tiba menghentikan aktifitasnya.


"Ini aura pil level 5, siapa yang membuatnya"


Raja Naga sampai lupa bahwa ia berada di alam bintang.


Dengan gerakan cepatnya ia memeriksa semua penghuni di alamĀ  bintang. Tapi hasilnya nihil karena ia sangat mengetahui siapa saja yang berada di alam ini. Semua teman Aran tengah sibuk berlatih bersama Kumbang dan Putih.


"Pasti Aran, sial kenapa aku jadi linglung seperti ini"


Karena dirinya sudah terhubung dengan Aran, ia segera bergerak ke tempat Aran berada.


Raja Naga melihat goa yang tertutupi oleh aura pelindung yang sangat kuat.


"Anak ini, ternyata sudah menguasai array pelindung seperti ini"


Karena tidak ingin mengganggu Aran, Raja Naga memutuskan untuk menunggunya di depan pintu goa.


Di dalam goa Aran yang telah selesai membuat beberapa pil penguat jiwa akhirnya berdiri dan berjalan keluar goa. Begitu ia keluar ia kaget ternyata di pintu goa ada Raja Naga yang tengah duduk meditasi.


Merasakan aura Aran yang berada di dekatnya, Raja Naga lalu membuka matanya dan berdiri.


"Raja Naga, kenapa kamu di sini"


"Justru aku yang ingin bertanya padamu, apa yang kamu lakukan di dalam goa ini"


Raja Naga sebenarnya sangat tau apa yang di lakukan Aran di dalam goa, tapi ia ingin agar Aran yang menjawabnya langsung.


"Raja Naga, tidak perlu pura-pura polos seperti itu. Malu sama umur. Saya tau kalau Raja Naga pasti sudah mengetahui apa yang saya lakukan di dalam goa ini kan"


Jawab Aran sambil tertawa pelan.


"Dasar bocah kurang ajar"


Raja langsung menendang pantat Aran dengan keras. Hal ini menyebabkan Aran terlempar jauh akibat dorongan tendangan tersebut. Tapi meski Aran terlempar jauh, ia tetap tertawa terbahak-bahak.


"Hahahahahaha"


Hanya itu suara yang di dengar Raja Naga dari kejauhan. Ia tidak pernah mengira bahwa ia akan memiliki murid seperti ini.


"Haaahh! Aku tidak menyangka akan mengalami hal ini. Naga langit sebaiknya kamu cepat bangun dan lihat ulah murid mu itu"


Gumam Raja Naga Iblis sambil terbang ke tempat Aran.


Aran yang sudah mendarat tengah berdiri santai sambil bersandar pada sebatang pohon. Ia sudah tau bahwa Raja Naga pasti akan menghampirinya. Benar saja, tidak lama terlihat Raja Naga yang terbang mendekat.


"Halo Raja Naga, apa kabar"


Sapa Aran pada Raja Naga yang kini berada di hadapannya.


"Sudah tidak perlu banyak cerita, apa kamu membuat pil level 5 di dalam goa itu"


Tanya Raja Naga dengan wajah serius.


"Ya aku memang membuatnya. Bagaimana kamu tau kalau pil yang saya buat adalah pil level 5"


Kini giliran Aran yang balik bertanya. Ia kagum dengan kehebatan Raja Naga yang dapat mengetahui pil yang telah berhasil ia buat.


"Setiap pil level 5 ke atas akan mengeluarkan aura tertentu dan khusus pil level 7 ke atas akan memunculkan fenomena alam"


Kali ini Aran tidak ingin bercanda lagi, ia serius mendengarkan perkataan Raja Naga. Karena kini ia sudah mulai memahami sulitnya menjadi alkemis dalam membuat pil level tinggi. Hal ini seprti menjadi suatu tantangan untuk Aran agar bisa menjadi lebih baik lagi.


"Lalu, pil apa yang kamu buat"


Tentu saja Raja Naga penasaran, pil level 5 apa yang di buat oleh Aran.


"Ini"


Berkata Aran sambil memperlihatkan Pil penguat jiwa yang telah ia ciptakan.


"Gila! kau membuat pil penguat jiwa level 5"