
Aran bersama pria aliran hitam pergi menjauh dari tempat tersebut. Aran sangat ingin berbicara empat mata dengannya. Untuk itu, Aran menitipkan pesan kepada Kumbang dan Putih untuk tetap berada disana melindungi seluruh pasukan, terutama Berliana dan Lingga.
Di kedalaman hutan yang jauh dari keramaian.
"Sebutkan kembali identitas dan kegiatan kalian di markas"
Aran kembali bertanya, mengulang pertanyaan sebelumnya.
"Baik Tuan"
Pria aliran hitam memberikan hormatnya sebelum berbicara kembali.
"Nama saya Ze, saya adalah ketua wilayah tenggara. Markas kami ada di tengah samudera, kegiatan kami adalah mencari jiwa-jiwa yang akan dijadikan boneka maupun tumbal untuk Sekte Gerbang Iblis"
Ze terus bercerita mengenai Sekte Gerbang Iblis pimpinanya tersebut.
Aran juga mendengarkan semua cerita dari Ze dengan seksama. Ia tidak menyangka bahwa sekte seperti ini benar-benar ada.
"Sekarang kamu punya dua pilihan, mati atau menjadi pengikut setiaku"
Berkata Aran sambil memancarkan aura iblisnya ke tingkat maksimal, membuat Ze merasakan ketakutan yang sangat besar.
Tidak kuat menahan tekanan aura iblis Aran, Ze lalu berlutut dan berkata "Saya memilih untuk menjadi pengikutmu tuan"
Aran menatap Ze dengan seksama, ia merasa bahwa Ze benar-benar berkata dengan tulus.
"Kau adalah manusia fana, jadi agar aku percaya padamu aku akan mengikat jiwamu"
Aran bersikap seperti seorang master sekte iblis, semua ini dilakukannya atas instruksi Raja Naga Iblis.
"Baik Tuan, saya menerimanya"
Aran lalu meminta pusaka rantai pengikat jiwa yang dimiliki oleh Ze. Pusaka rantai pengikat jiwa adalah pusaka iblis yang sangat hebat dan merupakan senjata tipe pertumbuhan.
Tanpa banyak bicara, Ze langsung memberikan pusaka tersebut kepada Aran. Lalu ia menggunakan segel tangan kembali untuk memutus ikatannya dengan pusaka tersebut.
Puhh
Ze memuntahkan segumpal darah dari tubuhnya karena efek dari pemutusan ikatan antara dirinya dan pusaka rantai tersebut.Ia lalu duduk bersila dan mulai memulihkan kondisinya.
Sementara Pusaka itu bergetar hebat dan ingin pergi dari tangan Aran, dengan sigap Aran menahannya dan mengalirkan energi iblisnya ke dalam pusaka. Tidak lama pusaka itu kembali tenang, Aran lalu meneteskan darahnya ke pusaka rantai ditangannya.
Pusaka itu sedikit bergetar dan tidak lama mengakui Aran sebagai pemilik barunya.
Aran kemudian memasukkan pusaka rantai itu kedalam alam giok langit, dimana di alam itu Raja Naga membantu Aran untuk sedikit meningkatkan kemampuan pusaka tersebut.
*Aran pusaka ini sudah aku tingkatkan\, sekarang kau bisa menggunakan untuk mengikat jiwanya*
Di dunia luar Aran langsung berkata pada Ze dengan serius.
"Ze bersiaplah dan jangan melawan"
Aran lalu mengarahkan tangannya ke arah Ze. Seketika dari tangannya keluar rantai berwarna hitam dengan aura merah memasuki tubuh Ze. Rantai itu terus masuk kedalam tubuh Ze dan mengikat jantungnya.
Sekarang di jantung Ze ada lambang ( V ) yang dalam bahasa iblis berarti budak. Kapanpun Aran mau, ia dapat meledakkan Ze.
"Ze, aku ingin untuk sementara, kamu merahasiakan keberadaanku dari sekte"
"Baik Tuan, hamba laksanakan"
Ze menjawab dengan tegas tanpa keraguan, karena ia sadar sekarang dirinya adalah budak dari pria dihadapannya ini.
Setelah semua proses, Aran mengajak Ze untuk mengikutinya kembali ke tempat pasukan aliansi.
>>>
Semua pasukan aliansi sudah berkumpul dan membentuk formasi, mereka ingin segera kembali ke garis pertahanan tapi mereka semua tidak enak dengan Asura, jadi semua pasukan menunggu Asura untuk kembali.
Tidak lama Asura kembali ke tempat tersebut. Kedatangan Asura langsung disambut gemuruh prajurit.
"Asura"
"Dewa Perang"
"Asura"
"Dewa Perang"
Aran berjalan bersama Ze menuju ke barisan terdalam dimana disitu ada Berliana, Lingga dan yang lainnya.
"Asura, sebagai Pangeran saya mewakili Kerajaan Parsy mengucapkan banyak-banyak terima kasih"
Pangeran berkata sambil memberikan hormat kepada Asura.
Melihat sikap pangeran, Aran langsung memegang bahu Pangeran agar tidak perlu memberi hormat padanya.
"Pangeran, tidak perlu seperti ini"
Setelah berkata seperti itu, kini giliran Jenderal dan komandan yang lain memberikan hormatnya kepada Aran.
"Asura, terima kasih"
"Asura, terima kasih"
Mereka berkata bersama-sama menyebabkan Aran menjadi salah tingkah.
Berliana dan Lingga juga turut memberikan hormatnya, dalam hati Aran 'Seandainya mereka tau kalau saya ini Aran, apa yang akan mereka lakukan padaku.
>>>
Ibu Kota Kerajaan Samudera
Ribuan pasukan bergerak memasuki ibu kota kerajaan. Mereka berjalan dengan sangat teratur dan tertib. Di dalam ibu kota sendiri seluruh rakyat sudah menunggu kedatangan pasukan kerajaan. Mereka sudah diberi kabar terlebih dahulu oleh para pengirim pesan bahwa pasukan kerajaan berhasil mengalahkan para penjajah.
Kini Aran bersama yang lainnya mulai memasuki ibu kota. Dipimpin oleh Pangeran Arya yang berada di barisan paling depan menaiki kuda putihnya. Sementara Aran dan Berliana berada di belakangnya menaiki Putih dan Kumbang. Para Jenderal sendiri yang menginginkan Asura dan Berliana berada dibelakang Pangeran. Karena kemenangan ini tidak akan terwujud tanpa peran mereka.
Sorak sorai dan taburan bunga berbagai rupa bertebaran diudara, mengiri kedatangan pasukan kerajaan.
"Hidup Pangeran"
"Hidup Kerajaan Samudera"
"Hidup Kerajaan Mahwapatih"
Semua rakyat tau, bahwa pasukan Mahwapatih banyak membantu dalam perang ini. Mereka menganggap bahwa pasukan Mahwapatih adalah sodara mereka.
"Lihat-lihat yang menaiki macan itu"
Beberapa rakyat tertarik dengan kedua macan yang wujudnya sangat besar.
"Itu Dewa Perang Asura"
"Mana-mana"
Banyak orang yang penasaran dengan Asura. Cerita tentang kehebatan Asura dimedan perang sudah menjadi buah bibir di masyarakat..
"Melihatnya saja sudah membuat aku merinding. Aku dengar ia membantai ribuan musuh seorang diri"
"Dari yang aku dengar, bahwa semua musuhnya mati dengan tubuh yang terbelah atau hilang tanpa jasad"
Beberapa orang mulai menggosipkan Asura, mereka bercerita seolah-olah mereka sangat mengenal Asura.
"Dewa Perang Asura'
"Sepertinya lebih cocok jika disebut Asura Sang Pembantai"
Banyak masyarakat yang menceritakan tentang Asura. Bahkan banyak pemuda-pemudi yang sangat mengidolakannya.
Kisah kehebatan Asura terus menjadi bahan perbincangan di setiap obrolan, ditambah banyak prajurit yang melihat dengan mata kepala sendiri kehebatan Asura dimedan perang mulai menceritakannya kepada banyak orang.
Para prajurit begitu bangga bahwa mereka bisa ikut berperang bersama Asura.
Nama Dewa Perang Asura mulai menjadi legenda di wilayah ini.