Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Makam Dewa Naga Iblis II



"Aku merasakan aura naga didalam tubuhmu?"


Suara yang sangat berwibawa terdengar seperti ada disebelahnya.


"Maaf Tuan, siapa kamu" Aran masih tidak tau siapa yang berbicara padanya diruang hampa ini. Ia tidak ingin menyinggungnya, jadi sebisa mungkin ia bersikap sopan.


"Aku adalah Raja Naga Iblis"


"Raa.. ja, Naga Iblis?" Aran menelan ludahnya mendengar perkataan tersebut.


"Katakan siapa namamu, dan darimana kamu berasal?" Kini giliran Raja Naga Iblis yang bertanya kepada Aran.


"Nama saya Aran Abisaka, biasa dipanggil Aran. Saya berasal dari Nusantara, tepatnya Tanah Jawa" Jawab Aran dengan sopan.


"Tanah Jawa, aku jadi teringat seorang pemuda dari Tanah Jawa yang menggetarkan dataran tengah ribuan tahun yang lalu" Berkata Raja Naga sambil mengenang masa lalunya.


"Pendekar Tanah Jawa?" Aran penasaran dengan pendekar yang dikatakan oleh Raja Naga.


"Ya, dia dari Tanah Jawa. Pemuda tersebut juga memiliki Naga berwarna emas dengan mahkota di kepalanya. Naga itu sangat perkasa, kami menyebutnya Naga Emas Jawa. Aku mengetahui ini semua karena masterku bersahabat dengannya"


"Tuan bisa kamu ceritakan lagi mengenai pendekar Naga Emas ini?" Aran begitu penasaran dengan pendekar yang diceritakan kepadanya ini.


"Suatu saat nanti kau akan mengetahuinya, ingatanku sedikit hilang"


"Sudah ribuan tahun aku menunggumu, aku juga merasakan aura yang sama ditubuhmu dengan yang aku miliki" Raja Naga Iblis langsung memperlihatkan wujudnya di hadapan Aran.


Itu adalah Naga Hitam yang sangat besar dengan tanduk berwarna emas dan sulur berwarna merah. Ditubuhnya terdapat garis garis berwarna merah. Naga ini sangat besar, dengan panjang kurang lebih 70 meter.


Aran yang melihat Naga besar dihadapannya langsung terpana.


"Tuan Naga" Aran memberikan hormatnya.


"Panggil saja aku Raja Naga Iblis, aku berasal dari dunia iblis. Karena kamu sudah disini, sudah saatnya aku menyatu denganmu. Kamu adalah orang yang ada dalam ramalan" Kata Raja Naga Iblis dihadapan Aran.


"Ramalan?" Aran bingung dengan perkataan Naga Iblis.


"Ribuan tahun yang lalu di zaman era kuno, masterku mati disini. Beliau berkata bahwa nantinya aku akan bertemu makhluk yang sama dengannya, yaitu manusia. Masterku adalah manusia dan memiliki darah naga seperti dirimu"


"Aku terus menunggu seratus tahun, ribuan tahun sampai aku lupa sudah berapa tahun aku menunggu. Hingga hari ini aku bertemu denganmu. Sekarang aku akan memasuki tubuhmu, bersiaplah. Aku sudah tidak punya waktu lagi. Jika aku tidak menemukan tempat bernaung yang baru, jiwaku akan lenyap"


"Tapi Raja Naga.. " Ketika Aran ingin berbicara lagi, Raja Naga langsung memotongnya.


"Raja Naga, tunggu sebentar!" Aran berteriak kepada Raja Naga, namun Raja Naga sudah menjadi cahaya dan memasuki tubuh Aran.


Aran merasa dunianya berputar-putar, lalu ia merasakan sakit yang teramat sangat. Sakit itu bukan ditubuhnya, melainkan jiwanya.


"Aaarrrgghhhhh" Aran tidak tahan lagi, ia berteriak dengan sangat keras. Seperti ada yang merobek-robek tubuhnya dari dalam. Ia terus menjerit menahan sakit. Ia merasakan ada yang memasuki dantiannya secara paksa. Energi itu terus memaksa masuk, membuat ia sampai muntah darah.


Matanya sampai menjadi putih, tubuhnya mengejang.


"Aran tahanlah, jika tidak jiwa kita berdua akan hancur" Kata Raja Naga didalam kesadaran Aran.


"Tahan kepalamu!, arrrggghhh"


Aran kembali menjerit dengan sangat keras. Ia tidak menyangka penyatuan jiwa ini begitu menyakitkan.


Raja Naga Iblis yang sudah memasuki jiwa Aran kini berputar-putar didalam dantian Aran.


Dantian adalah tempat berkumpulnya energi seorang pendekar. Letak dantian 4-5 cm dibawah pusar.


*Ah ini, sudah kuduga. Anak ini memiliki Naga didalam tubuhnya* Raja Naga Iblis melihat Naga Biru didalam dantian Aran yang sedang tertidur.


*Naga Langit, sudah lama sekali kita tidak bertemu* gumam Naga Iblis.


Diluar, Aran masih menjerit kesakitan.


Aran merasakan seperti ribuan semut memakan tubuhnya dari dalam.


Aran sudah benar-benar tidak tahan hingga akhirnya dia tak sadarkan diri.


>>>


Bagi yang suka membaca cerita saya.


Terima kasih banyak sudah mau membaca cerita yang sederhana ini.


Cerita ini asli buatan saya sendiri. Saya menulis cerita ini karena memang saya menyukai cerita fantasi.


Maaf baru bisa update karena saya habis sakit.


Mohon maaf jika banyak typo.