
Berliana hanya menatap Aran dari kejauhan, ia ingin mendekatinya tapi hatinya merasa takut jadi ia memutuskan untuk mengikuti kelompok Kerajaan Samudera untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Aran sebenarnya melirik ke arah Berliana, ia ingin mengatakan sesuatu pada Berliana. Namun hal itu urung dilakukannya, Aran malah berfikir penampilannya saat ini hanya akan membuat Berliana takut.
Kemudian Aran berjalan ke arah Putih dan Kumbang terlebih dahulu sebelum menghampiri wanita dari benua tengah. Aran melihat Kumbang dan Putih sedang meditasi dengan mata tertutup.
"Kumbang, Putih"
Mendengar namanya dipanggil Kumbang dan Putih langsung membuka matanya.
"Tuanku"
Mereka berdua menjawab dengan sangat hormat.
"Kalian berdua beristirahatlah di Villa Langit dalam alam giok"
"Baik Tuan, terima kasih"
Dalam sekejap kedua bawahan Aran itu terhisap masuk kedalam alam giok langit.
Setelah memasukkan kedua bawahannya, Aran berjalan menuju tempat gadis dari benua tengah yang masih duduk terpaku dengan tubuh gemetaran.
Gadis itu menatap Aran berjalan mendekatinya. Dari awal dia melihat bagaimana semua saudaranya mati mengenaskan. Jadi ia berfikir, penyiksaan apa yang akan ia terima nanti. Tubuhnya begitu gemetaran jika mengingat semua penyiksaan yang terjadi didepan matanya itu. Hal yang paling ia takutkan adalah penyiksaan yang terjadi kepada Kakak pertamanya. Teriakan pilu Kakak pertamanya masih terus terbayang dalam ingatannya.
Kini Aran sudah berada dua meter di hadapan gadis tersebut.
"Sebutkan namamu dan asalmu"
Berkata Aran kepada gadis itu.
Melihat makhluk dihadapannya yang begitu menakutkan membuat gadis itu menunduk dan terdiam. Ia ingin berkata namun lidahnya sangat sulit digerakkan.
"Kuulangi, siapa namamu dan dari mana asalmu. Jika masih tidak berbicara, aku akan menarik sukmamu keluar"
Perkataan Aran tentang menarik sukma langsung membuat gadis itu menjerit histeris. Ia begitu ketakutan hingga berlutut dengan wajahnya menyentuh tanah.
"Jangann tarik sukma saya Tuan, mohon ampuni saya"
Ia memberanikan diri berkata kepada Aran sambil berlutut dengan tubuh dan wajahnya menyentuh tanah.
"Aku tidak ingin mengulanginya lagi. Sebutkan namamu, asalmu dan tujuanmu datang ke tempat ini"
Aran berkata dengan tatapan dingin ke arah gadis tersebut.
Gadis dihadapan Aran ini sebenarnya sangatlah cantik. Ia termasuk salah satu dewi di Sekte Bulan Merah. Biasanya dengan kecantikannya ini, akan banyak pria yang luluh hatinya. Namun Aran berbeda dengan semua lelaki yang dikenalnya. Bagi Aran, kecantikan wanita bukan hanya dari penampilan fisiknya saja, tetapi dari sikap dan kepribadianlah yang paling utama.
"Nama saya Varya, saya berasal dari benua timur. Sekarang saya bergabung dengan Sekte Bulan Merah di benua tengah"
Varya menjawab pertanyaan Aran tanpa berani mengangkat kepalanya, ia masih terus berlutut di hadapan Aran.
"Hmm, Varya. Namamu indah, sangat disayangkan wanita sepertimu mau bergabung dengan para bajingann itu"
Aran menatap ke arah Varya yang masih berlutut di hadapannya.
"Sekarang tentukan pilihanmu, menjadi pengikutku atau mati"
Pertanyaan Aran bagaikan guntur yang menyerang jiwanya. Varya benar-benar sangat takut terhadap Aran.
"Saya tidak ingin mati, karena saya masih memiliki seorang adik yang harus saya jaga di sekte"
Varya memang masih memiliki adik yang berlatih di Sekte Bulan Merah dan masih membutuhkan bimbingannya.
"Jadi, pilihanmu?"
"Saya mau menjadi pengikut Tuan Mahapatih"
Daripada mati, Varya lebih memilih untuk menjadi pengikut Mahapatih. Kini ia hanya bisa pasrah dengan keadaannya saat ini.
"Pilihan yang bijak, berdirilah"
Mendengar Aran, ia lalu berdiri dan menatap wajah Aran. Ketika matanya bertemu mata Aran, hatinya tiba-tiba berdebar kencang. Baru kali ini ia merasakan hatinya berdegup kencang seperti ini. Tiba-tiba saja ia tertarik dengan paras Aran saat ini. Mata merah dengan pupil berbentuk bintang kecil dan permata biru ditengah-tengah keningnya, membuat penampilan Aran begitu dingin namun mempesona bagi yang memandangnya.
Varya lalu kembali menunduk karena takut membuat Mahapatih marah.
"Aku akan menyegel jantungmu, hal ini tidak akan membunuhmu. Karena suatu saat nanti aku bisa melepaskan segel tersebut. Terimalah dengan ikhlas jangan menolaknya"
"Baik Mahapatih"
Varya sudah pasrah dengan apapun yang terjadi pada dirinya. Ia lalu menutup matanya.
Aran lalu mengeluarkan rantai jiwa miliknya, kali ini rantai itu ia gunakan untuk mengikat jiwa Varya. Sama seperti Ze, rantai itu lalu memberikan tanda (V) dijantung Varya.
"Sudah"
Aran berkata dengan tenang kepada Varya yang dilihatnya masih menutup matanya. Dengan ini, Aran memiliki satu lagi pengikut yang akan membantunya kelak.
"Hueeekk"
Tiba-tiba Aran memuntahkan seteguk darah dan dengan tangannya ia langsung menutup mulutnya.
Sementara Varya mundur selangkah dari hadapan Aran.
*Aran\, tubuhmu sudah tidak mampu menanggungnya. Aku akan membantumu melepaskan kekuatan segel naga ini. Cepat lakukan meditasi*
Aran langsung mengikuti perintah Raja Naga, ia duduk dengan menutup matanya. Raja Naga juga tidak menunggu lama, ia langsung membantu Aran melepaskan segel naganya.
Bang!
Ssshhh
Keluar ledakan keras disertai asap hitam dari tubuh Aran. Perlahan-lahan Aran kembali ke wujud manusianya, rambutnya pun kembali menghitam.
Penampilan Aran yang berwujud manusia membuat Varya terpesona, tidak disangka bahwa ia akan melihat pria yang wajahnya sangat rupawan.
'Sepertinya aku tidak menyesal bisa menjadi pengikutnya' Batin Varya sambil terus menatap perubahan yang terjadi pada diri Aran.
Varya menunggu dengan sabar didekat Aran.
Sementara Aran masih berusaha memulihkan kondisinya. Ia merasa tidak memiliki tenaga dalam sama sekali.
*Untuk sementara kau akan kehilangan tenaga dalammu selama seminggu. Selama waktu itu kau berhati-hatilah atau kau bisa tinggal dialam giok ini untuk sementara waktu*
Saran Raja Naga memang sangat tepat, meningat kondisi Aran yang sangat kelelalahan. Tenaga dalamnya terkuras habis karena pelepasan segel naga. Ingin rasanya Aran segera memasuki alam giok namun ia masih memiliki tugas lain dengan Varya.
Aran lalu membuka matanya dan memakan buah anggur ruby.
Aran lalu menatap ke arah Varya dan kembali bertanya kepada Varya terkait kedatangan kelompoknya ke negeri ini. Karena Varya sudah menjadi pengikut Aran, ia merasa tidak perlu ada rahasia lagi terkait pertanyaan Aran.
Varya menjelaskan bahwa kedatangan kelompok mereka kesini untuk mengambil telur dan intisari dari burung legenda di negeri ini. Burung ini sangat sulit dilacak keberadaannya hingga akhirnya mereka dapat menemukannya.
Mereka bertarung dengan sangat hebat menggunakan hewan legenda yang mereka dapat dari master guru mereka. Hewan mereka sangat hebat dan terus mengeroyok burung tersebut. Jika bukan karena burung itu memang sudah terluka dari awal, tentunya hewan legenda yang mereka miliki tidak akan bisa menandinginya.
Hingga akhirnya hewan legenda mereka mati dan burung tersebut mendapatkan luka yang sangat serius. Dari situlah mereka dapat mengalahkan burung tersebut. Ketika akan mengambil hasil jerih payah mereka, datanglah Ze. Dari sini Aran sudah mulai memahami dengan apa yang terjadi selanjutnya.
Varya lalu menjelaskan terkait hewan berjenis burung yang sangat mereka inginkan itu.
Nama burung itu adalah Garuda Ekor Merah.
Garuda ekor merah adalah jenis hewan kelas legenda yang dapat terus meningkatkan kemampuan serta pertumbuhannya. Dan juga hewan ini dapat memberikan aura tenaga dalam yang dimilikinya untuk membantu Masternya jika dibutuhkan.
Tapi jika ingin mewujudkan hal tersebut maka harus merawat hewan tersebut dari kecil, hal itu karena dapat meningkatkan hubungan darah antara hewan dan pemiliknya.
Karena setelah menetas, makhluk hidup pertama yang dilihat burung itu akan dianggap sebagai orang tuanya, maka ia harus memberikan darahnya kepada burung tersebut.
*Aran\, Burung Garuda Ekor Merah adalah makhluk yang sangat setia kepada pemiliknya. Kau harus bisa mendapatkan hewan itu\, karena hewan itu juga memiliki kecerdasan yang tinggi*
Raja Naga juga memberitahukan Aran mengenai kehebatan hewan tersebut. Mendengar hal itu, maka tidak mungkin bagi Aran untuk melepaskan kesempatan emas ini.
"Baik Varya terima kasih. Sekarang dimana jasad dan telur hewan tersebut"
Varya langsung menjawab pertanyaan Aran tanpa menyembunyikannya.
"Jasad mereka ada didalam kantong dimensi milikku, sedangkan untuk telurnya masih ada disarang mereka. Kami belum sempat mengambilnya"
Aran sangat memahami bahwa diluar sana pasti banyak orang hebat yang bisa memiliki tempat penyimpanan barang seperti itu. Dengan kemampuan hebat yang dimiliki kelompok Varya, Aran sangat yakin sekte tempat mereka bernaung bukanlah sekte sembarangan.
"Baik kalau begitu, segera antar ke tempat telur tersebut dan nanti berikan kantung dimensimu padaku"
"Baik Tuan"
Varya langsung memimpin jalan menuju tempat telur burung itu berada.
Mereka berjalan hingga akhirnya tiba disebuah gua yang letaknya sangat tinggi.
"Disini Tuan"
Aran menjawab Varya dengan anggukkan kepalanya.
Mereka lalu bergerak dengan sangat cepat untuk memasuki gua tersebut.
~Note~
Hello pembaca setia Novel Pendekar Nusantara.
Jangan lupa like dan koment.
Vote jika memungkinkan.
Follow Author.
Terakhir, mohon bantu share.
Terima kasih ^^
Instagram :
@yukishinamt