
Akademi Bimasakti
Kini di pusat kota dimana tempat itu adalah salah satu jalan menuju Akademi Bimasakti sudah dipenuhi oleh banyak sekali manusia. Berbagai suku bangsa sudah memenuhi tempat ini.
“Aku ingin memberitahukan kepada kalian semua, seleksi kali ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bagi yang ingin mengikuti seleksi Akademi Bimasakti, bisa bergerak mengikuti saya. Karena seleksi kalian semua dimulai dari sekarang”
Salah seorang pria tua yang didampingi oleh beberapa pengawal berkata dengan sangat keras.
Pria tua itu langsung bergerak cepat menuju hutan terlarang yang letaknya jauh dibelakang kota.
Semua yang berada ditempat itu langsung bergerak mengikuti pria tua tersebut. Awalnya mereka semua mengira bahwa mereka hanya disuruh mengikuti pria tua itu, tapi ternyata banyak sekali rintangan yang harus mereka lewati.
(Mendaki gunung lewati lembah. Sungai mengalir indah ke Samudera bersama teman bertualang. Tempat yang baru belum terjamah)
Hahaha.. jika kalian membacanya sambil bernyanyi berarti kita seumuran. Maaf tolong di skip.
Rintangan mereka dimulai dari menyeberangi sungai besar yang begitu deras. Dan mereka semua tidak diijinkan untuk melompat ataupun terbang. Karena di beberapa tempat terlihat banyak pengawas yang mengawasi seluruh peserta ujian, jika sampai ada yang melanggar peraturan maka mereka akan langsung mendiskualifikasi peserta tersebut. Maka mau tidak mau mereka harus bisa berenang melewatinya.
Kini semua orang berlomba-lomba untuk bisa sampai ketepian. Tapi kenyataannya banyak dari mereka yang terbawa arus yang sangat deras. Arus disini sangatlah deras, jika mereka tidak memiliki tenaga dalam yang kuat maka mereka pasti akan langsung terbawa arus.
Arus deras disungai ini menyebabkan banyak peserta yang gagal.
Setelah itu mereka harus melewati hutan ilusi. Dinamakan seperti itu, karena setiap makhluk hidup yang memasuki hutannya ini akan terkena ilusi mematikan. Jika mental dan jiwanya tidak kuat maka mereka akan terkena ilusi selamanya.
Aran bersama kelompoknya sudah mulai memasuki hutan ilusi.
“Semuanya hati-hati, kuatkan jiwa kalian”
“Baik Aran”
“Ya Hyung”
Varya dan Taeyang menjawab bersamaan. Aran tidak ingin mereka berdua gagal jadi dari awal Aran terus bersama mereka.
Kali ini penampilan Aran, Taeyang dan Varya sangatlah berbeda. Kali ini Aran menggunakan jubah hitam dan topeng giok putih. Sementara Varya memakai pakaian pemberian Aran berwarna merah jambu dengan topeng berwarna putih dan Taeyang juga sama menggunakan pakaian dari Aran berwarna biru langit dengan topeng berwarna biru juga.
“Hahahaha”
“Arrrghh”
Diperjalanan mereka sudah mulai terdengar teriakan orang-orang. Ada yang senang tertawa, sedih, kesakitan dan ada yang menangis. Mereka semua sudah terkena efek dari hutan ilusi ini yang menyebabkan mereka berhalusinasi.
“Ayo lebih cepat”
Aran mengajak kedua temannya untuk bergerak lebih cepat. Mereka tidak ingin tertinggal dari pria tua tersebut. Karena jiwa dan mental kelompok Aran sangat kuat maka mereka tidak mengalami masalah sama sekali.
Aran adalah pria yang hidup mandiri dari kecil, berbagai macam kesulitan sudah pernah ia alami.
Taeyang tidak berbeda jauh dari Aran, ia adalah pemuda miskin dari desanya. Dari kecil ia sudah bekerja untuk menghidupi keluarganya.
Varya adalah wanita mantan Sekte Bulan Merah. Sekte yang terkenal sangat kejam dan ketat terhadap semua siswanya.
Bagi mereka bertiga rintangan seperti ini bukanlah apa-apa.
Dalam sekejap meraka sudah berada dibarisan depan, dimana ada ratusan siswa disana yang bersama mereka. Kali ini mereka harus menaiki tangga yang dapat menekan aura tenaga dalam mereka, sehingga mereka tidak bisa menggunakan tenaga dalam dan harus menggunakan kekuatan fisik.
Hal ini juga tidak menjadi masalah untuk Aran dan teman-temannya, tapi bagi yang lain jelas ini merupakan masalah besar. Karena banyak ahli beladiri yang selama ini hidup dengan mengandalkan tenaga dalamnya tanpa memperhatikan kekuatan fisik. Apalagi semakin tinggi mereka naik, semakin berat juga tekanan yang mereka rasakan.
Banyak orang yang sudah tidak kuat lagi untuk melanjutkan perjalanannya. Banyak dari peserta yang terduduk dipinggiran tangga mencoba memulihkan tenaga mereka. Bagi mereka yang kaya, mereka menggunakan pil penambah stamina untuk tetap mempertahankan tenaga mereka. Namun, tetap saja banyak diantara mereka yang tetap kelelahan. Karena sampai saat ini belum ada pil yang dapat memulihkan kondisi fisik seseoran sampai 100%.
Aran bersama kelompoknya terus bergerak naik. Sebenarnya Aran bisa saja meninggalkan kedua temannya ini, tapi ia tidak ingin melakukan itu. Jadi ia tetap bersama mereka meski harus tertinggal jauh dari barisan depan.
“Hyung-nim, pergilah duluan. Kami berdua tau bahwa kamu sengaja memperlambat gerakmu untuk bersama kami”
Kini Taeyang baru mulai merasakan tubuhnya kelelahan. Nafasnya juga sudah mulai tidak teratur.
“Benar Aran, sebaiknya tinggalkan kami. Kami berdua pasti akan menyusulmu”
Berkata Varya kepada Aran juga dengan nafas yang tidak beraturan.
‘Aku tidak akan meninggalkan kalian berdua. Sebenarnya aku tidak ingin memakai cara ini, tapi mau bagaimana lagi”
Aran lalu mengeluarkan buah anggur ruby miliknya.
“Ahh, buah dewa”
Kata Taeyang yang kini memiliki julukan khusus untuk buah anggur milik Aran.
Varya juga langsung berwajah ceria melihat anggur ruby di tangan Aran. Ia sudah merasakan sendiri manfaat dari anggur ini. Terakhir kali Aran memberinya saat latihan, itupun sudah habis semuanya ia makan.
Aran lalu memberikan Taeyang dan Varya masing-masing satu. Mereka berdua segera memakan anggur tersebut. Dalam hitungan detik tenaga mereka langsung pulih kembali.
“Iya Aran, ayo”
Mereka berdua begitu bersemangat berkata kepada Aran, karena kini tenaga mereka telah pulih kembali seperti sedia kala.
Aran hanya tesenyum melihat tingkah kedua temannya ini. Mereka bertiga lalu bergerak cepat menuju barisan depan.
“Jika aku tidak salah lihat, yang mereka makan itu adalah anggur dewa”
Berkata Kakek Tua yang mengawasi seluruh peserta dari atas awan, ia tidak menduga bahwa di dunia ini masih ada yang memiliki anggur dewa. Ingin rasanya ia turun dan menanyakannya langsung kepada peserta tersebut. Tapi hal itu urung ia lakukan karena itu sama saja ia mencampuri ujian masuk ini.
Karena penasaran, Kakek Tua itu diam-diam mengikuti kelompok Aran dari atas langit.
>>>
“Selamat, kalian semua sudah berhasil sampai ketahap ini. Kalian diberikan waktu 1 jam untuk beristirahat”
Terdengar suara lega dari beberapa peserta. Akhirnya mereka bisa beristirahat sejenak.
Aran bersama kelompoknya memilih untuk duduk terpisah dari banyak orang.
“Hyung-nim, lihatlat disana”
Kata Taeyang kepada Aran.
Aran lalu melihat ke arah yang ditunjuk oleh Taeyang.
“Itu adalah Putri Es Xiao Ling”
Kata Varya menambahkan.”
“Hmm”
Jawab Aran.
“Apakah temanmu itu yang pernah kamu ceritakan kepadaku adalah dirinya”
Varya penasaran akan sosok yang pernah Aran ceritakan padanya.
“Entahlah”
Jawab Aran pelan. Aran memang melihat bahwa wanita yang disebut Putri Es itu adalah benar Xiao Ling yang ia kenal. Tapi entah kenapa Aran melihat Xiao Ling yang sekarang berbeda dengan yang ia kenal dulu.
“Disebelahnya adalah Xiao Fei yang pernah bermain judi bersama kita”
Kata Taeyang yang berkata sambil tersenyum. Seandainya kelompok Aran ini tidak memakai topeng, pasti Xiao Fei akan langsung menghampiri mereka.
“Jadi benar kau mengajak Aran main judi. Awas saja jika kau berani mengajaknya lagi”
Sahut Varya sambil memelototi Taeyang.
Di pelototi oleh Varya, Taeyang hanya tertawa kecil dan bersikap lugu.
“Lihat wanita yang dijaga oleh banyak pria, itu adalah Lady Octavia”
Taeyang sangat mengagumi kepribadian Lady Octavia yang begitu ramah kepada siapapun.
“Hmm, ya aku juga melihatnya”
Jawab Aran. Tidak hanya Lady Octavia yang sudah Aran lihat, Ia juga dapat melihat Pangeran Parsy dan kekasihnya. Serta beberapa orang yang pernah Aran lihat sebelumnya.
“Hyung-nim, katakan padaku. Apakah kamu menyukai wanita seperti Lady Octavia atau Putri Es”
Perkataan Taeyang ini membuat Aran dan Varya langsung menatapnya.
“Jangan bahas wanita dihadapan Aran, awas kalau kamu berani membahasnya lagi”
Kini malah Varya yang marah kepada Taeyang. Sebenarnya Varya hanya takut mendengar jawaban dari Aran jikalau ia mengatakan bahwa salah satu wanita yang disebutkan oleh Taeyang masuk kedalam kategori gadis idaman Aran. Karena ia juga menyukai Aran.
“Memang kenapa Nona Varya. Apakah saya salah berkata seperti itu”
Jawab Taeyang dengan polosnya.
“Jelas salah!”
Varya berkata sambil menatap marah ke arah Taeyang. Hal ini membuat Taeyang semakin bingung.
“Sudah hentikan pembahasan mengenai wanita. Kali ini kita fokus dulu pada ujiannya”
Aran ingin agar semua temannya ini bisa bersama-sama dengan dirinya berhasil masuk menjadi siswa Akademi Bimasakti.