Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Kota Zamrud II



"Kau benar-benar gadis yang tidak punya sopan santun" Jawab Aran masih dengan tenang, karena ia tidak ingin menimbulkan keributan di kota ini.


"Memang kenapa jika aku tidak punya sopan santun, huh orang miskin seperti kalian tidak perlu diperlakukan sopan. Cepat pergi sanah!" hentaknya sambil mengusir Aran.


Aran sebenarnya sangat ingin memarahi gadis dihadapannya ini, namun ia urungkan.


"Tuan aku takut, kita pergi saja dari sini" Bulan berkata sambil menarik Aran menjauh dari toko tersebut.


Aran lalu keluar dari toko itu, baru saja ia melangkah keluar terdengar suara yang memanggilnya.


"Tuan, silahkan mampir ke toko kami" Ucap gadis dari jin kelinci. Ternyata tokonya berada disebelah toko yang sebelumnya Aran masuki.


Aran lalu mengajak Bulan dan Bintang untuk memasuki toko tersebut.


Karena gadis dihadapannya ini sangatlah ramah, Bulan dan Bintang mau memasuki toko itu bersama Aran. Sementara gadis yang sebelumnya mengusir Aran terus memperhatikan Aran dari tokonya. "Huh, aku ingin lihat apakah pengemis itu akan membeli atau malah mencuri. Kasian sekali kamu kelinci bodoh"


"Model pakaian seperti apa yang Tuan cari?" Tanyanya dengan ramah.


"Carikan pakaian terbaik ditoko ini untuk mereka" Sambil Aran menunjuk ke arah Bulan dan Bintang. "Carikan masing-masing 3 set pakaian. Oh satu lagi, berikan saya satu set jubah terbaik"


"Baik Tuan" Gadis kelinci itu langsung masuk kedalam toko untuk mengambil pakaian yang diinginkan Aran.


Dari lantai dua terlihat seorang kakek yang memperhatikan Aran 'Aura anak ini sangat kuat, siapa dia sebenarnya. Kenapa ada manusia dan half demon disini' Gumamnya.


Tidak lama ia keluar membawa banyak pakaian bersama seorang wanita yang sudah berumur. Ia lalu menghampiri Aran dan bertanya. "Apakah Tuan yang akan membeli semua pakaian terbaik ini"


"Benar nyonya, apakah ada masalah" Jawab Aran.


"Ahh tidak masalah, hanya saja pakaian ini harganya lumayan mahal, Bolehkah saya menerima pembayarannya dimuka terlebih dahulu"


"Nenekk" Gadis kelinci itu berkata, namun wanita yang ternyata neneknya itu menyuruhnya untuk diam.


"Aiih, tidak masalah. Hehehe" Aran bersikap biasa saja, tidak tersinggung sama sekali.


"Boleh saya tau berapa harga semua ini" Tanya Aran.


"Ini semua 9 keping emas" Jawab nyonya pemilik toko.


"Ini ambillah semuanya" Aran memperlihatkan 10 keping emas ditangannya dan diberikannya kepada Wanita pemilik toko.


Wanita itu begitu senang menerima uang dari Aran "Tidak disangka ada Tuan Muda kaya yang mampir ke tokoku" Ia berkata sambil mempersilahkan Aran untuk mencoba baju yang dibawa oleh gadis kelinci.


Sementara ditoko sebelah yang sebelumnya melarang Aran untuk masuk sampai menjatuhkan rahangnya. Ia tidak menyangka kalau Aran bisa mengeluarkan uang begitu banyak, bahkan memberikan tips kepada pemilik toko.


Gadis kelinci itu lalu memberikan semua pakaiannya kepada Aran, pada saat Aran menerima pakaian tersebut tidak sengaja gadis itu terjatuh. Aran lalu menangkap tubuh gadis itu dan diam diam memegang nadinya. Aran merasakan aliran darah gadis itu tidak normal. Namun Aran tetap diam.


"Maafkan saya Tuan, sepertinya saya kelelahan" Gadis itu buru-buru berdiri dan merapihkan pakaiannya.


"Tidak apa-apa" Jawab Aran.


'Racun' Batin Aran, ia tidak berkata apa-apa lagi.


 Aran lalu bersama Bulan dan Bintang mencoba pakaian yang diberikan kepadanya.


>>>


"Tuan, pakaian ini sangat bagus. Rasanya kami tidak pantas memakainya" Bulan berkata kepada Aran sambil memutarkan tubuhnya, sementara Bintang begitu senang dengan pakaian barunya.


Pakaian yang dipakai oleh Bulan adalah pakaian berwarna biru dengan motif bunga sederhana namun terlihat sangat cantik. Sementara Aran memakai jubah berwarna hitam dengan motif naga merah. Jubah ini sangat cocok dengannya.


"Tidak apa-apa Bulan, kamu sangat cantik memakai ini" Berkata Aran yang menyebabkan wajah Bulan memerah.


"Tuan apakah ada yang bisa kami bantu lagi" Tanya nyonya pemilik toko dengan ramah.


"Ah tidak terima kasih, tapi sebelumnya aku ingin bertanya satu hal padamu" Berkata Aran padanya.


"Boleh saya tau apa itu?" Jawab nyonya pemilik toko.


"Mohon maaf sebelumnya. Saat saya menolong cucumu tadi, saya sempat memegang nadinya. Lalu saya merasakan aliran darahnya tidak normal, apakah cucumu ini diracuni"


Perkataan Aran membuat nyonya pemilik toko terdiam, sementara gadis kelinci itu menutup mulutnya. Ia tidak percaya bahwa pemuda dihadapannya ini bisa mengetahui dirinya terkena racun. Racun yang sudah mendiami tubuhnya ini membuat dirinya merasakan kesakitan tiap malam. Menurut para tabib, yang pernah berusaha mengobatinya. Umurnya hanya bisa sampai 50 tahun lagi.


Sementara kakek yang dari tadi memperhatikan Aran dari lantai atas langsung melompat turun menghampiri Aran, dan berkata padanya "Bagaimana kamu tau, apakah kamu seorang tabib?"