Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Awan Kelam



"Apa kalian berdua yang melakukan ini semua" Ghafar dan Aran hanya saling pandang mendengar perkataan Leluhur.


Dari atas, Leluhur memandang Aran dan Ghafar dengan sengit. Melihat dirinya ditatap dengan penuh kebencian, Aran akhirnya buka suara "Bukan saya Senior, melainkan Tuan saya yang ada disebelah saya ini. Saya hanyalah hambanya yang tidak berdosa" Sambil tubuhnya sedikit membungkuk dengan hormat.


Ghafar sampai menjatuhkan rahangnya mendengar Aran "Kau benar-benar tak tau malu bajingann cilik"


"Apa benar yang dikatakan oleh makhluk disebelahmu itu" Kini Leluhur menatap Ghafar dengan niat membunuh.


"Jika iya kenapa?" Setelah Ghafar berkata, Leluhur langsung melesat dan dalam sekejap berada di hadapan Ghafar.


Dari jarak yang sangat dekat ia melancarkan serangan. Ghafar yang kaget langsung menangkisnya dengan menyilangkan kedua tangannya.


Bamm


Ghafar terlempar jauh menerima serangan Leluhur. Tapi sebenarnya ia sama sekali tidak terluka, karena kekuatan aslinya masih tersimpan ditubuhnya.


Setelah memberikan serangan kepada Ghafar, kini Leluhur berada disebelah Aran "Tuan, makhluk itu juga ikut terlibat dengan ini semua. Ia telah membunuh banyak anggota sekte" Teriak Wakil Ketua.


Leluhur langsung menatap Aran dari jarak yang sangat dekat."Apa benar yang dia katakan?"


"Tidak senior, jangan dengarkan omongannya. Ia sepertinya telah menjadi gila karena pertarungannya dengan Tuan saya" Aran berkata dengan penuh hormat kepada Leluhur.


Wakil Ketua melongo menatap Aran, ia benar-benar tidak percaya bahwa ada makhluk seperti Aran didunia ini "Keparatt kau makhluk laknat, berani mengatakan aku gila".


Leluhur menatap Aran sambil mendengarkan perkataan Wakil Ketua.


"Senior jangan dengarkan perkataannya, Sepertinya Tuan saya sudah memukul kepalanya dengan keras, sehingga ia menjadi hilang akal seperti ini" Aran berusaha meyakinkan Leluhur.


*Bocah gila, kenapa kamu benar-benar menjadi makhluk yang tak tau malu seperti ini. Aku tidak mau tau lagi* Raja Naga benar-benar hampir muntah mendengar Aran berkata seperti itu.


*Raja Naga, jangan seperti ini. Tolong kasih aku solusi*


*Solusinya adalah kamu harus menutup mulutmu yang kurang ajar itu*


Leluhur menatap Aran dan memeriksa tubuhnya."Dengan umurmu yang masih muda kau sudah mencapai level setinggi ini, terlebih lagi kau keturunan Iblis Mata Merah. Bakat sepertimu sangatlah langka. Jika kau mau berlutut dan memohon ampun serta mau menjadi muridku, aku akan memaafkanmu"


'Leluhur ingin mengangkat makhluk sialann ini menjadi murid. Betapa beruntungnya dia' Batin semua orang yang mendengarnya. Bisa menjadi murid langsung Leluhur siapa yang tidak mau.


"Tuan, mohon pertimbangkan kembali. Makhluk ini sudah membunuh banyak anggota sekte" Wakil ketua berlutut dihadapan Leluhur.


Leluhur mengabaikan sikap para Tetua sekte dihadapannya, ia malah penasaran dengan Aran "Apa jawabanmu bocah cilik kurang ajar" Leluhur menatap Aran dengan serius.


"Ah, Senior masalah itu" Aran berpura-pura lugu dengan mengusap-usap kepalanya "Mungkin Senior bisa meminta ijin kepada Tuan saya disana itu" Aran lalu mengarahkan pandangannya ke arah Ghafar, yang membuat Ghafar mengerutkan keningnya.


"Kenapa aku harus meminta ijinnya, dia sebentar lagi akan mati"


Leluhur melepaskan aura membunuh ke arah Ghafar.


"Mungkin Senior tidak tau, Tuanku pernah berkata padaku. Bahwa Sekte Hantu Hitam hanyalah sekumpulan tua bangka yang bodoh dan dungu. Jadi saya tidak mungkin mau memasuki sekte seperti itu, bisa-bisa aku menjadi dungu juga"


Aran berkata dengan sangat pelan, tapi sebenarnya perkataannya dapat didengar siapapun yang berada disana.


Aran langsung menundukkan kepalanya dan memberi hormat "Bukan saya yang berkata seperti itu Senior, tetapi Tuan saya yang berada disana" Sambil Aran menunjuk ke arah Ghafar "Saya hanyalah hambanya. Percayalah, saya tidak akan berani berkata seperti itu"


Leluhur berdiri dihadapan Aran dan menatap Ghafar penuh kebencian.


"Ghafar!!" Teriaknya dengan suara keras "Hari ini aku benar-benar akan membunuhmu dan menjadikan tubuhnya intisari obat" Teriakannya yang disertai tenaga dalam membuat yang mendengarnya menjadi sesak nafas.


Tapi Aran hanya tersenyum melihatnya. Ia kini berada sangat dekat dengan Leluhur, ia juga sengaja menekan kekuatan aslinya menunggu kesempatan ini.


Sekarang Leluhur sudah terkena jebakannya dengan percaya semua perkataannya.


"Ajian Karang Wesi!" Dengan kekuatan maksimal ia menghantam tubuh Leluhur dari jarak yang sangat dekat.


Leluhur yang tidak siap langsung terkena pukulan tersebut tanpa bisa menghindarinya, bahkan Leluhur sampai terlempar beberapa meter dan memuntahkan darah dari mulutnya.


"Beraninya Kau!" Teriak Leluhur sambil memuntahkan darah dari mulutnya.


"Bocah tak tau malu, berani menyerang dari belakang. Keparatt kau!"


Kini semua anggota sekte yang tersisa mulai mencaci Aran, mereka semua langsung berkumpul di sebelah Leluhur.


Setelah melakukan serangan menyelinap, Aran langsung bergerak ketempat Ghafar berdiri.


"Sepertinya seranganmu kurang kuat bocah cilik"


Ghafar berkata sambil menatap ke arah Leluhur yang terluka "Tapi sepertinya ia cukup terluka" Ghafar tertawa sinis sambil mengusap jenggotnya.


"Ajian Karang Wesi itu menyerang organ dalam, sekarang pasti organ dalamnya sedang bergetar dan terluka" Aran tertawa melihat Leluhur yang sedang memegangi perutnya.


"Kalian berdua pasti akan mati mengenaskan" Kata Leluhur, ia langsung meminum pil penyembuh dan mengeluarkan kekuatan penuhnya.


Rumble


Gemuruh hebat terdengar di wilayah itu disertai petir yang tiba-tiba muncul dilangit.


Ghafar hanya tertawa mendengarnya "Kau fikir hanya dirimu seorang yang berada di Alam Kaisar Iblis, dasar kodok dalam sumur"


Ghafar langsung mengeluarkan kekuatan aslinya yang sudah berada di level yang sama dengan Leluhur.


Kekuatan yang dikeluarkan Ghafar membuat semua yang melihatnya menjadi kaget.


"Tidak aku sangka ternyata Ghafar sudah mencapai level Kaisar Iblis, pantas ia berani menyerang sekte ini" Gumam Kay dari kejauhan.


Semua makhluk yang melihat Ghafar kini menjadi tau bahwa fenomena belum lama ini adalah karena Ghafar.


"Ternyata fenomena beberapa hari lalu adalah Ghafar dari Sekte Pedang Iblis. Seandainya ia memenangkan pertarungan ini, maka kedepannya tidak ada yang bisa menyentuh Sekte Pedang Iblis" Tetua salah satu sekte besar berkata dari balik awan dilangit.


Kini Awan Kelam menyelimuti Sekte Hantu Hitam.