Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
200. Mengunjungi Pasifik Inn



Alam Bintang.


Di dalam alam bintang, Aran kembali menjadi manusia biasa. Ia segera membawa ketiga gadis itu ke villa langit. Untuk segera meminta pertolongan kepada Raja Naga. Ternyata Raja Naga sudah menunggu Aran dari tadi.


“Raja Naga, kondisi mereka bertiga sangat kritis. Bantu saya untuk menyelamatkan mereka”


Kata Aran ketika bertemu dengan Raja Naga.


“Baik, bawa mereka ke dalam. Selama masih ada nyawa, kita masih bisa berusaha”


Aran kemudian membawa para gadis memasuki villa langit.


“Aran, jiwa mereka terluka parah. Kita bisa menyembuhkannya tapi setelah sembuh mereka akan kehilangan budidaya mereka”


Perkataan Raja Naga ini tentu saja membuat Aran takut.


“Maksud Raja Naga, mereka akan menjadi orang biasa yang tidak memiliki tenaga dalam?”


“Iya. Bukan itu saja, mereka akan memiliki jiwa yang lemah, dimana suatu waktu dapat terguncang dan mati”


Jawaban Raja Naga ini langsung membuat Aran terduduk lemas. Ia tidak menyangka bahwa ketiga saudaranya ini akan mengalami nasib seperti ini.


“Hahhh! Bagaimana ini”


Gumam Aran yang tidak akan tega melihat ketiga saudaranya ini akan kehilangan budidaya yang telah mereka latih selama ini dan lagi memiliki jiwa yang lemah.


Melihat kegelisahan Aran, Raja Naga memutuskan untuk memberitahu Aran.


“Aran, apa kau lupa sesuatu?”


Kata Raja Naga sambil tersenyum.


“Lupa apa Raja Naga?”


Tanya Aran sambil menatap wajah Raja Naga.


“Kau lupa bahwa Raja Bintang Semesta memberikan kamu kitab, dimana salah satu ilmu yang ada di dalam kitab itu adalah pil penguat jiwa”


“Ya ampunn, saya hampir melupakannya”


Seketika Aran teringat khasiat pil itu, yaitu dapat menjadikan seorang manusia biasa langsung berada di tingkat master. Menjadi tingkat master juga akan menguatkan jiwa mereka kembali.


“Kamu mulailah berlatih membuat pil itu, biar aku yang menyembuhkan ketiga gadis ini”


“Baik Raja Naga”


Aran lalu keluar dari villa langit dan mencari tempat yang tenang untuk mulai mempelajari pil penguat jiwa tersebut.


“Kitab Bintang Semesta”


Aran mulai membaca cara membuat pil penguat jiwa.


“Syaratnya adalah alkemis level tiga. Beruntung aku sudah mencapainya”


Aran kemudian melihat bahan-bahan dari pembuatan pil tersebut.


“Bunga Matahari Biru 1000 tahun, rumput dingin 500 tahun, jahe merah 9 ruas berumur 1000 tahun, ginseng es 3000 tahun, kayu manis 1000 tahun, daun kumis kucing 1000 tahun dan Anggur ruby”


“Apa-apaan resep ini, kenapa sebelumnya aku tidak memperhatikan semua resep gila ini”


Aran terdiam sambil menundukkan kepalanya. Ia bingung harus mencari kemana semua resep ini. Beruntung ia memiliki anggur ruby. Ia sampai bingung dengan angur ruby yang di jadikan resep. Karena sepengetahuan Aran, buah itu hanya dia seorang yang memilikinya sekarang ini.


“Apa Raja Bintang sedang bercanda padaku”


Gumam Aran, tapi dalam hatinya ia yakin Raja Bintang tidak akan salah menulis resep. Pil seperti itu yang memiliki khasiat hebat pastilah menggunakan bahan yang terbaik.


Ketika Aran sedang melamun dan berfikir, ia teringat Pasifik Inn.


“Pasifik Inn, benar juga. Aku akan mencoba bertanya pada mereka”


Tidak menunggu lama, Aran lalu memakai topengnya kembali dan segera keluar dari alam bintang.


Di dunia nyata terasa Aran baru saja masuk dan keluar lagi.


“Tuan”


“Hyung-nim”


“Mahapatih”


“Aran”


Semua orang yang menunggu segera menyapanya.


“Maaf saya ada urusan penting, selamat tinggal”


“Sayap Garuda, Buka!”


Seketika Aran terbang ke langit meninggalkan semua temannya yang terpana akan dirinya.


Aran terbang dengan sangat cepat menuju Pasifik Inn.


Ketika sudah mulai memasuki kota, Aran segera turun ke tanah dan bergerak dengan berlari cepat.


Kini ia sudah berada di depan Pasifik Inn.


“Selamat datang Tuan”


Aran langsung memperlihatkan lencana VIP nya.


‘Lencana Ungu’


Pelayan itu mengetahui bahwa siapapun pemilik lencana bintang ungu adalah sosok yang harus di hormati dan tidak boleh menyinggunya.


“Maafkan saya Tuan, mari silahkan masuk”


Kata Pelayan itu dengan ramah.


“Tolong panggilkan Manager Xi, saya ada urusan penting dengannya”


“Baik Tuan, segera”


Dengan langkah cepatnya, pelayan itu lalu berjalan dengan sangat cepat ke dalam ruangan lain.


Tidak lama keluarlah Manager Xi.


“Aran”


“Nona Xi”


Mereka berdua saling menyapa, lalu Nona Xi mengajak Aran untuk memasuki ruangan pribadinya.


“Ada urusan apa kamu tiba-tiba mengunjungiku”


Nona Xi berusaha berbicara dengan nada yang biasa saja, padahal sebenarnya di dalam hatinya ia begitu tegang.


Aran lalu menjelaskan kedatangan adalah untuk meminta tolong pada Nona Xi agar di carikan bahan-bahan yang dibutuhkannya. Kemudian Aran menyerahkan resep yang sudah ia salin.


Nona Xi terdiam sejenak dan sesekali menatap Aran.


“Bahan ini sangatlah langka. Kalaupun ada harganya sangat-sangat mahal. Dibutuhkan ratusan ribu koin emas atau Kristal Spirit”


“Apakah ada metode pembayaran lain yang dapat aku lakukan”


“Hmm, sebentar. Aku memerlukan saran dari Kakek. Kamu tunggu saja di sini”


Nona Xi lalu keluar dari ruangan dan berjalan menuju ruangan Kakeknya.


Aran hanya terdiam di dalam ruangan Nona Xi. Sesekali matanya melihat ruangan itu yang terdapat banyak sekali tanaman bunga sehingga ruangan ini menjadi harum dan sejuk.


Tidak lama terdengar suara langkah kaki yang mendekat.


“Anak muda, kita bertemu lagi”


“Tuan Tua”


Mereka berdua saling menyapa dan kemudian duduk bersama.


“Sebelum memulai pembicaraan ini, aku akan menyegel ruangan ini”


Kakek Tua lalu menyegel ruangan itu dengan energy miliknya. Ia lalu melanjutkan obrolannya dengan Aran.


“Aran, aku sudah mendengar semuanya dari Baobao”


Baobao tidak lain adalah Nona Xi.


“Namun, aku tidak menjamin bisa membantumu memberikan bahannya. Karena harga bahan-bahan itu sangat-sangat mahal. Meski kita memiliki uang banyak saya takut mereka juga tidak akan mau memberikannya hanya dengan koin emas. Dalam dunia pendekar yang mereka butuhkan adalah Kristal Spirit”


Aran mendengarkan perkataan Tuan Tua dengan seksama.


“Apa tidak ada metode pembayaran lain, misalkan barter?”


Tanya Aran.


“Barter? Kalau boleh tau, dengan apa kamu akan membarternya?”


Pertanyaan ini sebenarnya membuat Aran bingung. Ia hanya mencoba saja apakah ia bisa membarter sesuatu yang ada di alam bintangnya.


“Emmm, bagaimana dengan ini?”


Aran lalu mengeluarkan sebuah wadah yang berisi teh laut hitam. Karena ia tau, selain menyukai minum anggur, orang-orang di dataran tengah sangat menyukai teh.


Ketika Aran membuka wadah tersebut.


Sekektika, aroma teh yang sangat harum langsung memenuhi ruangan itu dan membius mereka berdua.


“Wangi ini, aku tidak menyangka akan bisa menciumnya lagi”


“Kenapa wangi ini bisa membuat pikiranku tenang”


Aran hanya tersenyum melihat kedua orang dihapannya ini terbuai oleh wangit teh miliknya.


Tuan Tua lalu mencoba menstabilkan pikirannya.


Aran juga kembali menutup wadah miliknya.


“Bagaimana Tuan Tua”


Tanya Aran.


“Emm, ini..”


Tuan Tua lalu saling menatap ke wajah Nona Xi.


“Teh milikmu adalah teh yang keberadaannya juga telah hilang. Dalam dunia ini, ada tiga minuman yang berada di posisi puncak. Pertama Kopi Dewa yang keberadaannya sudah tidak diketahui. Menurut rumor, bibit terakir kopi itu dibawah oleh seorang manusia yang berada di tahapan dewa. Tapi ada juga yang bilang bahwa ia bukan manusia, melainkan monster surgawi. Ia mencurinya dari istana Kerajaan Dewa. Karena kejadian itu, Kerajaan Dewa mengalami kekacauan hebat”


Tuan Tua berhenti sebentar dan kembali melanjutkan perkataannya.


“Kedua adalah anggur milikmu, semakin murni anggurnya maka semakin nikmat khasiat yang kita dapatkan. Ketiga adalah Teh laut hitam, tapi ada juga yang mengatakan bahwa teh ini berada di urutan kedua. Teh ini tidak ada di dunia manusia karena teh ini berasal dari dunia jin dan tanaman daun teh ini berada dikedalaman laut hitam yang dimana banyak monster laut. Teh ini pernah muncul ribuan tahun yang lalu dan itu hanya berjumlah sangat sedikit. Kami Pasifik Inn masih menyimpan daun teh itu sedikit dan kami awetkan di ruangan khusus kami”


Penjelasan panjang Tuan Tua membuat Aran semakin bengong, ia tidak menyangka bahwa semua minuman terbaik di dunia ini sebenarnya telah ia miliki.


“Dengan teh milikmu, aku yakin bisa mendapatkan bahan-bahan itu dalam satu minggu. Sebenarnya aku penasaran, dari mana kamu mendapatkan teh itu. Sementara dunia jin telah di segel lama. Memang ada beberapa portal yang sempat terbuka dan hanya mereka yang masih muda yang bisa memasukinya. Tapi semua manusia yang memasukinya tidak ada satupun yang kembali”


Aran hanya mendesah lirih mendengar waktu seminggu.


“Kenapa wajahmu seperti itu? Apa kamu tidak puas dengan waktu seminggu ini”


Tanpa Kakek Tua pada Aran.


“Aku membutuhkan semua bahan itu untuk menyelamatkan nyawa seseorang”


Aran kembali tertunduk di depan Tuan Tua dan Nona Xi.


“Menyelamatkan nyawa adalah perbuatan yang mulia, aku tidak menyangka ternyata kamu adalah seorang alkemis juga. Tapi waktu seminggu ini adalah waktu tercepat yang dapat kami berikan, kecuali.. ah sudahlah”


Aran jadi penasaran dengan perkataan terakhir Tuan Tua.


“Kecuali apa Tuan?”


“Emm.. Kecuali kamu memiliki kopi dewa, tapi itu rasanya tidak akan mungkin. Karena dengan kopi itu kamu bisa mengerakkan seluruh orang di Pasifik Inn untuk membantumu”


Aran kembali bengong menatap wajah Tuan Tua. Dengan refleknya ia mengeluarkan kopi svarga yang ada di alam bintangnya.


“Apakah kopi dewa itu seperti ini”


Aran mengeluarkan sebuah tabung kayu yang dilapisi oleh energy murni miliknya, sehingga kualitas kopi itu tetap terjaga.


Tuan Tua yang penasaran lalu mengambil tabung kayu itu dan membuka penutupnya. Seketika aroma kopi yang memabukkan dan menenangkan jiwa langsung memenuhi ruangan ini.


“Ini.. ini bau yang sama dengan yang ada di ruangan khusus”


Ketika kesadarannya masih ada, Kakek Tua itu langsung menutup kembali tabung itu dan menatap dalam-dalam wajah Aran.


“Berikan aku waktu dua hari dan aku akan menyerahkan semua bahan itu padamu”


Kata Tuan Tua yakin.


Aran berfikir diam dan menyetujui perkataan Tuan Tua.


“Baik Tuan Tua, aku setuju”


Jawab Aran yakin.


“Jika memang begitu aku harus segera pergi ke kantor pusat saat ini juga, sampai jumpa lagi dua hari kemudian di tempat ini”


“Baik”


Aran menjawab perkataan Tuan Tua dengan hormat.


“Kalau begitu aku segera pergi sekarang”


Tuan Tua lalu keluar dari ruangan meninggalkan Aran dan Nona Xi yang masih terdiam.