
Ketika Aran keluar dari Alam Giok Langit, di dunia luar hanya terasa 1 jam lamanya.
"Kumbang, ayo berangkat"
Kumbang yang tengah duduk dihadapan Feng langsung berdiri mendengar perintah Aran.
Kini mereka bersama bergerak dengan sangat cepat menuju markas serigala perak. Tidak lama mereka sudah sampai didepan jurang hutan timur.
"Markas kami ada dibawah Tuan" Kata Serigala Merah
"Lompatlah, kami akan mengikutimu" Tidak mau menunggu lama, Mereka semua melompat ke dalam jurang.
Mereka terus turun dengan sesekali bersandar pada sudut sudut tebing. Akhirnya mereka sampai didasar jurang.
Ketika mereka baru sampai terlihat beberapa penjaga menghampiri mereka.
"Siapa kalian, ini markas Serigala Perak" Kata salah satu penjaga, sementara penjaga yang lain langsung mengenali Serigala Merah yang bersama Aran.
"Aahh, ternyata sampah merah ini masih hidup. Aku fikir ia sudah mati dalam penyerangan ke Clan Kucing"
Serigala Merah hanya diam saja mendengar penghinaan ini. Kumbang langsung melepaskan auranya ke arah penjaga tersebut yang menyebabkan para penjaga itu sulit bernafas.
"Siaaapa kamu, ini markas Serigala Perak. Jangan main-main dengan kami" walau ia merasakan tekanan dari Kumbang, namun dimarkasnya sendiri ia tidak merasa takut.
Aran hanya berkata pelan pada Kumbang.
"Sisakan satu untuk menunjukkan jalan"
"Baik Tuan"
Slaasshh
Kumbang menebas kepala salah satu penjaga tersebut. Tubuhnya langsung kaku dan jatuh ke tanah. Sementara penjaga yang lain masih bengong menatap tubuh temannya yang sudah tanpa kepala.
"Jika kau masih banyak omong, kau akan mengalami nasib yang sama" Perkataan Kumbang membuat dia berlutut.
"Saya tidak berani Tuan, kami disini hanya menjalankan tugas" Ucapnya ketakutan.
"Tunjukkan jalan menuju markasmu"
"Baik Tuan" ia lalu berdiri dengan sedikit membungkuk dan menunjukkan jalan masuk kedalam.
Didalam markas ternyata terdapat banyak bangunan besar dan mewah, namun semua tampak sepi.
"Kenapa sepi sekali" Tanya Aran.
"Hmm, asal kau tau. Semua temanmu yang menyerang Clan Kucing sudah kubunuh" Jawaban Kumbang membuat penjaga tersebut ketakutan dan berkeringat dingin. Ia lalu melirik Kumbang yang bertubuh besar. Merasakan lirikan Penjaga, Kumbang memperlihatkan gigi taringnya yang tajam. Penjaga itu langsung menunduk takut dan mempercepat jalannya.
Sesampainya didepan aula, terdengar sura yang sangat ramai.
"Ini aulanya Tuan" Kata Penjaga Tersebut.
"Sebaiknya kamu pergi jika tidak ingin menjadi korban" Kata Aran.
Penjaga itu langsung menjauh dari aula itu. Ia berdiri tidak jauh dari aula karena penasaran dengan apa yang akan terjadi. Serigala Merah juga menjauh dari tempat itu, ia tidak ingin menjadi korban keganasan Kumbang.
Aran lalu menendang pintu aula itu dengan sangat keras hingga hancur berkeping-keping.
Aran bersama Kumbang memasuki ruangan tersebut dengan santainya.
Para Serigala Perak begitu kaget melihat Aran dan Macan Kumbang yang dengan santainya memasuki aula mereka.
"Siapa pemimpin kalian disini, datang padaku dan cepat berlutut"
Perkataan Aran yang begitu keras membuat mereka yang mendengarnya begitu murka.
"Siapa kau, bajingann busuk" salah satu Serigala Perak berbadan besar menghampiri Aran dengan pedang terhunus.
Begitu ia sampai dihadapan Aran, tubuhnya langsung terbelah dua terkena tebasan cakar Kumbang.
"Siluman hina, berani bersikap sombong dihadapan Tuanku" Ucap Kumbang sambil menjilat cakarnya yang berlumuran darah.
Perbuatan Kumbang langsung memancing emosi semua Serigala.
"Bunuh mereka"
"Kuliti mereka"
Terdengar teriakan pembunuhan didalam aula.
Aran hanya tertawa melihat semuanya.
"Hahahha, datanglah kalian para anjingg kampung. Kalian hanya sekumpulan cecunguk bodoh"
Aran terus memprovokasi mereka yang membuat mereka tambah murka.
Sementara para petinggi Serigala Perak menatap Aran dari kursi aula tertinggi. Mereka menatapnya dengan niat membunuh yang kental.
"Kumbang, kamu habisi semua cecunguk bodoh ini. Aku akan menghadapi pemimpin mereka"