Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Bertemu Kenalan Lama Kumbang & Putih



Kedatangan semua teman Aran ini mampu merubah atmosfir pertarungan.


"Kalian?"


"Ba.. Bagaimana bisa kalian semua ada di sini"


Xiao Ling dan Xiao Jun benar-benar bingung dengan kedatangan mereka semua, tak terkecuali dengan Kepala Sekolah. Ia hanya bisa diam menatap mereka, tapi ia yakin kedatangan semua siswa ini pasti berhubungan dengan Aran.


Tapi yang membuat Xiao Ling, Xiao Jun dan Kepala Sekolah heran adalah mereka merasa semua teman Aran ini memiliki Aura yang sangat kuat. Padahal sebelumnya mereka pernah bertemu satu sama lain sehingga mereka tau seberapa besar kekuatan semua teman Aran ini.


"Hallo"


"Hai"


Semua teman Aran memberi salam kepada semuanya.


"Semuanya bersiaplah bertarung, jika ingin mengobrol bisa dilanjutkan nanti"


Perkataan Aran ini membuat mereka semua menatap Aran.


"Baik"


Jawab mereka kompak. Mereka juga dapat melihat bahwa kini mereka tengah di kepung oleh monster dan siluman dengan jumlah yang sangat banyak.


"Groaaaa"


"Habisi para manusia rendah itu"


"Bunuhhh!"


Teriakan para komando pasukan musuh mulai maju menerjang ke arah Aran.


"Semuanya bersiaapp!"


"Heaaa!"


Kelompok Aran juga langsung bersiap dan mengeluarkan aura serta senjata yang mereka miliki.


Sesaat jarak kedua pasukan sudah sangat dekat, kelompok Aran saling melirik satu sama lain.


Dalam hitungan detik kedua pasukan akhirnya bentrok.


Bang!


Bang!


Semua teman Aran menunjukkan kemampuan mereka masing-masing.


Taeyang menggunakan seni pedang bayangannya yang sangat mengagumkan. Ia menebas semua musuhnya dengan gerakan yang sangat cepat. Para monster yang terkena efek korosi dari pedangnya seketika langsung meleleh dan hancur. Banyak monster yang kini menjaga jaraknya dari Taeyang, mereka takut efek korosi itu akan mengenai tubuh mereka.


"Gila efek pedang manusia itu"


Gumam salah satu Siluman. Dengan gerakan cepatnya ia segera maju menerjang Taeyang untuk menghalanginya membunuh lebih banyak monster.


Teman-teman Aran yang lain juga tidak mau kalah melihat Taeyang yang sudah lebih dulu maju menyerang monster.


Rumbun yang berdiri di dekat Taeyang juga menggunakan tebasan ajaibnya untuk membunuh semua musuhnya.


"Kali ini giliranku"


Lady Octavia maju dengan pedang tipis miliknya. Ia langsung melompat ke tengah-tengah sekumpulan monster "Masuklah kalian semua kedalam ilusiku"


Dengan gerakan pedangnya yang berputar-putar diudara, memunculkan bintik-bintik berwarna perak dan berbau harum. Mereka yang terkena bintik-bintik tersebut langsung terdiam tidak bergerak. Karena kini mereka sudah terkena ilusi dari Lady Octavia.


Ratusan monster yang berada di dekat Lady Octavia kini terdiam dengan pandangan kosong. Tanpa menunggu lama Lady Octavia langsung memenggal kepala semua monster itu tanpa kesulitan sama sekali.


Kelompok Aran dan semua musuhnya dibuat terpana dengan tindakan yang dilakukan oleh Lady Octavia.


'Aku sangat yakin dulu ia berada jauh dibawahku, entah kenapa sekarang kemampuannya sejajar denganku' Batin Xiao Ling.


Dalam dunia persilatan dataran tengah, Xiao Ling  termasuk generasi muda yang jenius. Tapi kini ia merasa gelar itu sudah tidak berarti lagi.


Xiao Jun juga merasakan hal yang sama dengan Xiao Ling. Ia selalu merasa bahwa ia adalah anak jenius untuk generasi muda, tapi melihat pemandangan di hadapannya ini Xioa Jun merasa dirinya hanyalah pemuda biasa pada umumnya.


'Ah, aku tidak menyangka generasi muda Akademi Bimasakti akan memiliki banyak bakat seperti ini' Tentu saja Kepala Sekolah begitu bangga melihat para siswanya memiliki kemampuan diatas rata-rata.


Srikandi yang tetap berada di barisan belakang mulai melepaskan kemampuannya. Ia menggunakannya busurnya untuk memanah para monster. Srikandi kini bisa melepaskan 5 panah dalam sekali tarikan. Panah-panah itu melaju dengan kecepatan tinggi dan tepat mengenai kepala para monster.


Namora juga tidak mau kalah, ia menggunakan gerbang langitnya untuk bergerak secepat kilat dan menebas semua musuhnya. Jika ia menemukan monster yang kuat, ia akan menggunakan jari penghancur gunungnya yang menyebabkan tubuh monster itu meledak.


Varya bahkan sudah berada di tengah-tengah musuh dan melakukan tarian apinya. Pedangnya menebas semua musuhnya yang menyebabkan mereka terbakar hangus. Kini disekelilingnya banyak tubuh yang hangus atau gosong. Tanpa menunggu lama, Varya kembali bergerak cepat untuk membantai semua musuhnya.


"Para manusia gila ini"


Melihat ini semua, para pemimpin pasukan musuh memutuskan segera maju menghadapi serangan para manusia yang mereka anggap sangat bar-bar.


Pertempuran ini benar-benar sangat hebat. Semua teman Aran begitu senang bisa bertarung kembali setelah sekian lama berlatih di alam bintang. Xiao Ling dan Xiao Jun juga tidak mau kalah dari mereka. Setelah Aran memberikan buah ajaib, mereka merasakan energi mereka kembali penuh. Kini mereka berdua sudah kembali ke medan perang bertempur menghadapi para monster dan siluman.


Kepala Sekolah juga dapat merasakan aura itu terus mengunci mereka sejak mereka datang.


"Ia, saya juga merasakannya"


Jawab Aran tetap tenang. Selama makhluk itu tidak menampakkan wujudnya, Aran merasa tidak perlu turun tangan untuk menghadapi para monster.


Kini pasukan musuh sudah mulai kewalahan menghadapi serangan gencar para manusia. Meski jumlah mereka berkali-kali lipat banyaknya, namun mereka berada di level yang berbeda dengan para manusia.


Ketika para monster sudah mulai tersudut, terdengar teriakan keras dari dalam bangunan. Seketika sesosok makhluk menembus bagian atas bangunan dan melesat ke udara.


Kemudian Makhluk itu berdiri di langit sambil menatap ke bawah.


Makhluk itu memindai semua manusia dan akhrinya tatapannya jatuh kepada Aran. Ia lalu turun perlahan ke tempat Aran.


Melihat makhluk itu turun dari langit, menyebabkan semua makhluk menghentikan pertempurannya.


"Kau manusia yang kuat, siapa sebenarnya dirimu"


Suara berat makhluk itu membuat Aran yang mendengarnya merasa jiwanya bergetar.


"Seperti yang kau lihat. Dibandingkan kalian para siluman, aku adalah manusia tampan yang baik hatinya"


Jawab Aran dengan tenang.


Mendengar jawaban Aran membuat makhluk itu mengerutkan keningnya. Ia tidak menyangka manusia ini menjawabnya seperti itu.


"Jika kau tidak mau menjawab, maka kau pantas mati"


Dalam sekejap makhluk itu menghilang dan muncul kembali di depan wajah Aran. Ia sudah melakukan pukulan tepat ke wajah Aran. Serangan cepatnya membuat Aran sedikit lengah, Aran tidak menyangka bahwa musuhnya ini akan melakukan serangan menyelinap seperti ini. Dengan tangannya ia menahan serangan musuhnya, tapi tetap saja ia terdorong kuat ke belakang.


Aran yang terlempar mundur beberapa meter segera menguatkan tubuhnya untuk menahan kekuatan dorongan dari serangan musuhnya ini.


"Cih, dasar makhluk hina tak tau malu"


Kata Aran sambil mengusap-usap tangannya yang mati rasa. Beruntung ia sebelumnya sudah menggunakan Ajian pelindung sehingga ia mampu menahan serangan kuat tersebut.


"Ternyata benar, kau manusia yang sangat kuat. Perkenalkan namaku Seth, sebelum membunuhmu aku ingin tau siapa namamu manusia"


Seth dapat merasakan aura kuat yang ada di dalam tubuh manusia dihadapannya ini. Jadi ia sangat penasaran akan kekuatannya. Seth juga sangat menyukai pertempuran, sudah lama ia tidak bertarung dengan makhluk yang kuat. Setelah begitu lama tersegel di dalam hutan ini membuat tubuhnya terasa begitu kaku.


Aran hanya diam menatap Seth.


"Jika kau dapat mengalahkan kedua bawahanku. Baru aku akan tertarik melawanmu"


Perkataan Aran membuat Seth menatap semua teman Aran. Ia mengira bahwa bawahan yang dimaksud lawannya adalah para manusia yang berada di tempat ini.


"Huh, bukan mereka Bambang"


Jawab Aran meledek yang membuat Seth menatap Aran dengan dingin.


"Kumbang, Putih keluarlah"


Dari udara kosong keluar dua sosok macan yang sangat besar.


Seth begitu kaget melihat dua macan besar yang ada dihadapannya, tapi ia dapat merasakan aura yang familiar dari kedua macan ini.


"Gunakan wujud manusia kalian"


"Baik Tuan"


Jawab Putih dan Kumbang yang segera merubah wujudnya menjadi wujud humanoid.


Kumbang dan Putih sebenarnya juga merasakan bahwa siluman yang ada di hadapan mereka ini memiliki aura yang sangat mereka kenali. Mereka seperti merasakan aura yang sama dengan mereka, yaitu aura suku kegelapan. Setiap makhluk yang berasal dari suku kegelapan memiliki aura yang sama dan memilki ciri khas sendiri dibandingkan makhluk lainnya.


Kumbang dan Putih lalu menatap dengan serius pada makhluk dihapannya ini.


"Seth"


Kata Kumbang dan Putih berbarengan.


 


~Note~


Saya habis istirahat total dan juga saya sempat ingin hiatus menulis.


Itulah yang menyebabkan saya tidak update".


Kedepannya saya hanya akan update sedikit-sedikit.


Mohon maaf.


Terima Kasih