Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Aran Vs Leluhur Serigala Perak



"Apakah kalian berdua yang membuat kekacauan disini" Perkataan Leluhur Serigala ditujukan langsung kepada Aran.


Aran yang mendengarnya, hanya mengusap kepala belakangnya "Mohon maaf Senior, sepertinya disini ada kesalahpahaman" Aran sedikit membungkukkan kepalanya.


"Salah Faham? Apa maksud perkataanmu" Leluhur terus menatap Aran dengan sengit.


"Ahhh, kami disini hanya tamu. Untuk itu, kami mohon ijin untuk pergi" Aran menangkupkan tangannya kepada Leluhur dan membalik badannya, mengajak Kumbang yang masih bengong.


"Kumbang ayo, cicing wae"


"Ahh, iya Tuan" Kumbang lalu membalik badannya dan berjalan disisi Aran.


Para Serigala langsung melongo mendengar perkataan Aran.


"Keparaattt" Teriak Leluhur sambil melemparkan bola api ke arah Aran berjalan.


Buumm


Tanah didepan Aran langsung hancur, menciptakan kawah besar.


"Bangsatt, kau fikir ini halaman rumahmu yang bisa kau lewati semaumu" Leluhur Tua begitu murka dengan Aran.


"Kamu fikir kita semua ini bodoh, hah! Sontoloyo" Leluhur Serigala begitu emosi melihat Aran yang dengan semaunya pergi dari tempat itu.


Aran dan Kumbang langsung berhenti, mereka menelan ludahnya menatap kawah besar dihadapan mereka.


Aran lalu membalik badannya ke arah Leluhur "Ahhh senior ada apa ini, saya hanyalah tamu disini. Sepertinya kedatangan saya disini tidak disukai. Oleh karena itu ijinkan kami pergi"


Mendengar Aran, Leluhur Tua mengernyitkan keningnya "Benar-benar tidak tau malu"


"Kau sudah membunuh banyak sodaraku disini? apakah kau berfikir bisa pergi begitu saja. Sebaiknya kamu fikirkan, kamu ingin mati seperti apa?"


"Ahh iya baik, berikan saya waktu. Saya akan berfikir" Aran berkata tanpa malu-malu. Ia benar-benar harus bisa meninggalkan tempat ini secepatnya.


Aran tidak yakin dapat mengalahkan Leluhur Tua itu. Mendengar jawaban Aran, mereka semua segera mematung.


"Aku yang bodoh atau dia yang bodoh dan tidak tau malu" Aran tetap diam mendengar ocehan Leluhur Tua dan para Serigala. Ia lalu menutup matanya seolah-olah berfikir.


*Kumbang, Putih. Dengarkan aku baik-baik* Aran langsung berbicara didalam kesadarannya. Karena jiwa Putih dan Kumbang sudah ada dalam genggaman Aran, Jadi Aran bisa dengan mudah berkomunikasi.


*Baik Tuan* Jawab Putih dan Kumbang.


*Aku tidak yakin bisa pergi dari tempat ini, namun aku memiliki cara untuk menyelamatkan diriku sendiri. Kumbang, aku akan menyibukkan Tetua itu. Aku akan memberikan kode kepadamu dengan bom asap. Saat itu terjadi, kamu harus segera meninggalkan tempat ini secepatnya dan pergi ketempat Putih*


*Putih, kamu bawa Xiao Ling dan semua Clan Kucing menjauh dari tempat asal mereka. Dan suruh mereka bersembunyi untuk sementara waktu. Walau Clan Serigala Perak sudah kehilangan lebih dari 50% kekuatannya namun tetap saja kita harus berhati-hati*


*Baik Tuan, saya laksanakan sekarang juga* Jawab Putih, dia langsung menyampaikan kepada Xiao Ling dan Clan Kucing terkait instruksi dari Aran yang ditugaskan kepadanya.


Aran lalu membuka matanya "Terima kasih senior sudah mengijinkan saya berfikir. Saya kira ini semua adalah salah faham. Saya akan memberikan kompensasi atas apa yang sudah saya lakukan" Berkata Aran sambil memegang hidungnya malu-malu.


"Kompensasi? bahkan satu nyawamu saja tidak akan cukup untuk menggantinya. Sekarang saatnya kamu mati!"Leluhur Tua langsung melepaskan aura yang begitu menindas, membuat semua yang berada disana kesulitan untuk bergerak.


Aran sampai sulit untuk bernafas, karena aura ini ditujukan langsung padanya 'Aku benar-benar tidak bisa menahan ini semua' Aran hanya mengeluh didalam hatinya.


Wuzzzhhh


Gerakannya sangat cepat, dengan seketika Leluhur Tua sudah berada dihadapan Aran.Ia langsung melancarkan pukulan kepada Aran.


Bamm


Aran menangkisnya dengan kedua lengannya.


Cracckk


Lengan Aran langsung retak menahan serangan tersebut, ia langsung terlempar jauh dan berhenti karena menabrak sebuah pohon besar.


'Sial, jika aku tidak menggunakan segel kelima. Aku pasti sudah mati' Batin Aran sambil ia menyeka sedikit darah dari sudut mulutnya.


"Hebat juga kau, bisa menahan seranganku" Kata Leluhur Tua yang sambil berjalan pelan menghampiri Aran.


"Kau hanya berani menindas junior yang lemah ini. Kau benar-benar tak tau malu" Teriak Aran.


"Persetann omonganmu, untuk menghabisi setan sepertimu tidak perlu ada etika. Mati kau!" Leluhur Tua langsung bergerak cepat ke hadapan Aran.


Aran langsung melakukan gerakan tangan dengan sangat cepat


"Mode Siluman!"


"Segel Keenam, Buka!" Armor Naga langsung menutupi tubuh Aran.


Bamm Bamm


Leluhur tua yang menghantam Aran dibuat terkejut olehnya. Serangannya dapat ditangkis oleh Aran.


"Anak ini!" Ia menatap Aran dengan seksama.