Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Kerajaan Samudera Vs Kerajaan Parsy (II)



Pasukan Aliansi.


"Pangeran, musuh hanya berjarak 3 km lagi dari sini"


Seorang prajurit pengintai berkata dengan hormat.


"Baiklah"


Pangeran langsung berdiri dari kursinya.


"Jenderal Lawana, pasukanmu akan bergerak dari sisi kanan"


"Baik Pangeran"


"Jenderal Mada, pasukanmu dari sisi kiri"


"Siap Pangeran"


"Bagian tengah, biar aku yang akan memimpin langsung"


"Lingga, aku ingin kamu memimpin pasukan kavaleri elit berkuda kita untuk menerobos ketengah jika salah satu pasukan Jenderal terdesak"


"Siap, Pangeran"


"Bersama, kita hancurkan mereka semua"


Walau nantinya kenyataan dilapangan akan berubah drastis.


Dataran ini akan menjadi saksi pertempuran yang menyebabkan langit menjadi merah merona.


>>>


Alam Giok Langit.


Aran yang tidak tau suasana diluar sana, terus berlatih di alam tersebut. Karena sebenarnya ia tidak ada hubungannya dengan peperangan kedua kerajaan. Dan juga ia yakin dengan adanya Senior Lingga pasti semuanya akan baik-baik saja. Jadi Ia bertekad untuk terus berlatih hingga bisa naik level dengan cepat.


"Aran mari kita buat minuman dari buah anggur ruby"


Berkata Raja Naga saat melihat Aran yang sedang istirahat.


"Baik Raja Naga, ayo kita buat"


Aran begitu semangat mendengarnya.


Raja Naga menjelaskan bahwa resep anggur ini adalah resep legendaris dari Clan Naga.


Namanya adalah Wayn.


Raja Naga lalu mengajarkan Aran teknik untuk mengolah anggur ruby menjadi wayn.


"Kita akan melakukan fermentasi"


Raja Naga benar-benar mengajarkan Aran dengan sangat telaten.


Anggur ruby di rendam dulu kedalam danau merah selama 1 hari, Raja meminta Aran untuk membuat pemisah didanau. Sehingga tidak ada ikan ataupun makhluk hidup lain yang akan memasuki danau tersebut.


Setelah anggur direndam, anggur tersebut lalu dimasak dengan api naga hitam selama 10 menit. Lalu ditiriskan, karena anggur ruby tidak memiliki biji maka cukup memisahkan kulitnya saja. Lalu buah dihancurkan sampai didapatkan sari buah.


Raja Naga menjelaskan semuanya perlahan-lahan dan sangat detail, hingga akhirnya didapatlah anggur ruby murni dengan bau yang sangat harum.


"Wanginya saja sudah membuat pikiranku melayang, bagaimana jika aku meminumnya"


Aran merasakan kepalanya seperti terasa melayang namun sangat menyenangkan. Tubuhnya langsung terasa sangat ringan.


"Kamu baru mencium wanginya, coba sekarang kamu minum anggur itu dan rasakan manfaatnya"


Mendengar Raja Naga, Aran tidak ragu lagi untuk langsung meminum wayn tersebut.


Bang!


Setelah wayn tersebut menyentuh indera perasanya, ia merasakan sensasi yang begitu nikmat. Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.


Aran merasakan perasaan yang begitu tentram dan menyenangkan. Tubuhnya terasa sangat segar bahkan aliran darah dan tenaga dalamnya terasa sangat nyaman.


"Aku ingin meminum ini terus sampai puas"


Berkata Aran sambil tidur telentang dan sesekali menenggak wayn tersebut.


Aran sampai lupa bahwa di dunia luar, perang antar kerajaan sudah hampir terjadi.


>>>


Pasukan kedua Kerajaan sudah saling berhadapan di tanah lapang.


Kerajaan Parsy


12.000 prajurit.


Jenderal Orda memimpin 5.000 prajurit.


Jenderal Tolu memimpin 7.000 prajurit termasuk didalamnya pasukan aliran hitam.


Sementara pasukan Aliansi.


9.000 prajurit.


Pangeran Arya memimpin 2.000 prajurit.


Jenderal Mada memimpin 3.000 prajurit.


Lingga memimpin kavaleri berkuda sebanyak 1.000 prajurit.


Sisanya pasukan Teliksandi dipimpin oleh Berliana.


>>>


Perang Penentuan


"Berliana, dimana Asura?"


Tanya Lingga, namun Berliana hanya menjawabnya dengan malas.


"Tidak tau, saya bukan ibunya"


Jawab Berliana ketus, ia masih sangat kesal dengan Aran jadi ia lampiaskan kepada Lingga. Di perang ini ia akan mengamuk sebagai bentuk kekesalannya kepada Aran.


Lingga hanya mendesah pelan melihat sikap Berliana.


Tidak lama terdengar bunyi genderang perang dari masing-masing kerajaan.


"Semuanya, bersiap. Tempatkan diri kalian dimasing-masing divisi yang kalian pimpin"


Kata Pangeran yang langsung di tanggapi oleh semua bawahannya.


Berliana, Lingga dan para Jenderal langsung menuju pasukannya masing-masing.


Setelah bunyi genderang berhenti, masing-masing pasukan pejalan kaki kerajaan bergerak.


Mereka terus bergerak perlahan-lahan hingga jarak mereka semakin dekat dan dekat.


"Seraaannggg"


"Wooooo"


Teriakan masing-masing pasukan menggema.


Bang!


Bentrokan langsung pecah dengan dahsyat, setiap prajurit mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dalam perang ini. Tidak lama, korban dari masing-masing pasukan mulai berjatuhan. Potongan tubuh dan mayat langsung memenuhi tanah ini.


Serangan yang sangat kuat diberikan oleh Kerajaan Parsy. Dengan selisih pasukan yang lebih banyak ditambah kemampuan individu mereka lebih hebat, membuat pasukan Aliansi berantakan.


Kerajaan Parsy adalah bangsa penjajah yang sangat suka bertempur, pengalaman mereka di medan perang membuat kemampuan masing-masing prajuritnya sangatlah hebat.


"Pertahanan lapis kedua maju!"


Salah satu komandan aliansi teriak memberi komando. Karena melihat pasukannya sudah mulai terdesak.


"Hahaha, para prajurit bodoh samudera benar-benar payah"


Jenderal Tolu berkata dari atas kudanya. Ia melihat dari kejauhan bahwa formasi pasukan aliansi sudah mulai hancur.


"Kavaleri habisi mereka semua!"


Jenderal Tolu memerintahkan pasukan kavalery nya untuk bergerak maju.


Di sisi Aliansi.


Pangeran melihat bahwa pasukannya sudah mulai terdesak.


"Kuat, mereka sangat kuat"


Pangeran lalu melihat pasukan kavalery musuh yang mulai bergerak dan memasuki medan perang.


"Gawat! Lingga, serang kavalery musuh. Cepat!"


Pasukan Lingga yang menjaga barisan belakang langsung bergerak dengan cepat menuju kavalery musuh.


Jika sampai kavaleri musuh merangsek masuk ke pasukan aliansi yang sudah terdesak, maka bisa dipastikan korban dari pihak aliansi semakin bertambah banyak.


Suasana medan perang benar-benar sangat kacau, terutama di pihak aliansi. Pasukan musuh terus menekan mereka, hingga menyebabkan formasi mereka berantakan, Bahkan rantai komando di masing-masing divisi tidak teratur. Hal ini dikarenakan pasukan Kerajaan Parsy sangatlah hebat, belum lagi jirah tempur mereka yang begitu kokoh.


"Semuanya! atur ulang formasi, para komandan susun kembali pasukan kalian. Jangan menyerah. Jika kita kalah disini, keluarga kita, kerabat kita semuanya akan mati"


Teriakan Berliana memicu semangat prajurit kembali.


"Berjuangg"


"Berjuaanngg"


"Unit pertama Teliksandi, maju!"


"Hari ini, kita raih kemenangan"


"woooooo"


Berliana memimpin pasukannya dengan gagah berani.


Sayangnya, keberaniannya nampak sia-sia. Seiring jatuhnya banyak korban dipihak aliansi.


Tubuh Berliana sudah mulai berlumuran dengan darah.