Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
No Mercy/ Ora Melasi



"Aku mendapatkan amanat dari Tuanku melalui telepati. Bahwa siapapun yang ingin menyerah maka ia akan diampuni. Namun jika tidak, aku diberikan wewenang untuk bebas melakukan apapun pada kalian. Waktu kalian 10 detik"


Sesaat sebelum peperangan terjadi, Putih berbicara dengan lantang kepada mereka semua.


"Cuihh, siapa yang sudi menyerah kepada kalian. Aku juga peringatkan kepada kalian semua. Jika kalian menyerah dan tunduk kepada kami. Maka kami akan mengampuni kalian"


Pejabat Kementerian Pertahanan juga berkata dengan sangat keras. Dia sedikitpun tidak takut kepada makhluk dihapannya ini. Hanya dua macan besar, apa yang perlu ditakutkan.


Mendengar perkataan Pejabat tersebut, para prajurit URC hanya tersenyum mengejek.


"Kau itu benar-benar Pejabat bodoh tak punya otak. Kami pasukan URC sudah bersumpah setia kepada Mahapatih. Lebih baik kami mati daripada jadi kacung bodoh kalian. Dasar kau idiot seperti babii"


Perkataan Berliana yang begitu tajam membuat pejabat itu murka.


"Bangsatt kau! walaupun kau wanita, aku pastikan akan menyiksamu terlebih dahulu sebelum membunuhmu"


Ketika kedua kubu mulai panas ada teriakan diantara pasukan para Pejabat.


"Aku menyerah. Aku pernah bertempur bersama Mahapatih. Mulai saat ini aku akan bersumpah setia kepadanya"


Sebagian prajurit musuh memang pernah ikut berperang di perang melawan Kerajaan Parsy. Jadi mereka sangat mengetahui siapa itu Mahapatih.


Prajurit itu langsung berjalan ke sisi pasukan Berliana.


"Hahaha, bagus, bagus sekali. Siapa lagi diantara kalian yang mau mengikuti para pengkhianat ini. Mereka dipastikan akan dibunuh bersama seluruh keturunannya"


Pejabat Kehakiman menahan amarahnya melihat prajurit yang melakukan pengkhianatan padanya.


"Aku"


"Aku juga"


Tanpa disangka banyak prajurit musuh yang memilih bergabung disisi pasukan Berliana. Mereka diantaranya adalah para veteran perang Kerajaan yang ikut bersama Mahapatih sebelumnya dan juga mereka yang sudah tidak tahan mengikuti pemimpin mereka yang sangat korup.


Satu persatu prajurit mulai membelot ke pihak Berliana. Membuat keadaan dimedan perang ini semakin panas.


Karena banyaknya pasukan yang membelot kepihak Berliana membuat wajah Pejabat Kehakiman merah padam menahan amarah.


"Bajingaann sialan, semuanyaa seranggg!"


Tidak mau menunda lama ia memimpin pasukannya untuk menyerang kelompok Berliana.


Berliana bersama Lingga juga memimpin pasukannya untuk bertempur.


"Majuu"


Sebelum pasukan Berliana bergerak Kumbang terlebih dulu bergerak dengan sangat cepat.


Wuzzhh


Wuzzhh


Gerakannya sangat cepat. Dalam sekejap dua lapis pasukan musuh yang berada di barisan paling depan kehilangan setengah tubuhnya, yaitu bagian tubuh dari pinggang kebawah.


Dalam sekejap para prajurit itu ambruk ketanah sambil menjerit kesakitan. Mereka shock melihat tubuh bagian bawah mereka hilang.


Setelah para prajurit itu terjatuh dan menjerit kesakitan, Kumbang lalu menggunakan aura hitamnya untuk menghisap energi kehidupan mereka semua.


Untuk menghisap energi, hanya bisa Kumbang lakukan jika musuh lebih lemah darinya. Dan juga musuh harus masih dalam keadaan hidup. Jika sudah mati maka energi kehidupan mereka juga ikut mati.


Ini semua adalah metode kejam Suku Kegelapan untuk meningkatkan kekuatan mereka secara instant.


Melihat Kumbang menghisap energi dan intisari musuh, Putih lalu melindungi Kumbang dari serangan. Walau kenyataannya tidak ada yang mau menyerang mereka.


Apa yang dilakukan Kumbang membuat para prajurit musuh menghentikan langkah mereka.


Mereka langsung merasakan detak jantung mereka berdetak sangat cepat.


Kini mereka melihat Kumbang mengangkat beberapa prajurit yang sedang menjerit kesakitan. Tanpa memperdulikan jeritannya, Kumbang menghisap energi tubuh mereka sampai tubuh mereka menyusut dan mati.


"To.. tolongg selamatkan ka.. kammii.."


Jeritan pilu para prajurit yang intisari tubuhnya terus dihisap perlahan-lahan, membuat semua yang melihatnya merinding.


Kini sisa prajurit yang tubuhnya terpotong menatap ngeri ke arah Kumbang. Dengan segenap sisa tenaga yang mereka miliki, mereka mengambil pisau dan menusukkannya ke jantung.


Pasukan yang berada di kelompok Berliana langsung bergidik ngeri melihat perbuatan Kumbang. Mereka semua bersyukur bisa berada dipihak Kumbang.


"Ibb.. Iblis. Kau benar-benar iblis"


Kali ini Pejabat itu baru merasa ketakutan. Keberaniannya kini hilang sudah, digantikan oleh rasa takut.


Mendengar perkataan Pejabat tersebut, Kumbang hanya melirik dingin kearahnya.


"Sabar, sebentar lagi giliranmu"


Perkataan Kumbang padanya membuat Pejabat tersebut langsung berkeringat dingin.


"Semuanya cepat habisi mereka"


Daripada ia mati, Pejabat itu langsung berteriak meminta para prajurit untuk menyerang Kumbang.


Namun semua prajurit merasa bimbang. Mereka begitu takut melihat apa yang dilakukan Kumbang kepada rekan mereka.


"Sialaann, cepat maju apa yang kalian tunggu"


Melihat kegelisahan para prajurit musuh, kelompok Berliana menjadi tertawa puas. Mereka dari awal sudah yakin, dengan adanya Kumbang dan Putih tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Para prajurit di garis depan benar-benar tidak berani melangkahkan kaki mereka. Keringat dingin sudah membasahi tubuh mereka semua.


Metode Kumbang benar-benar tidak manusiawi. Siapapun yang melihatnya pasti akan bergidik ngeri karena teriakan kesakitan dan putus asa para prajurit yang dihisap intisarinya oleh Kumbang benar-benar menusuk relung jiwa terdalam mereka.


Tiba-tiba sekelebat bayangan sudah berada dibelakang Pejabat tersebut.


"Huhuhu, kali ini giliranku. Jiwamu sepertinya lumayan lezat"


Pejabat itu kaget setengah mati mendengar suara yang sangat dekat dikupingnya, begitu ia ingin meloncat pergi ternyata tubuhnya sudah terikat aura Putih.


"Kau tidak akan bisa lari, nikmatilah penyiksaan yang dari tadi kau inginkan"


Jleebb


Aura tajam Putih memasuki semua lubang ditubuhnya dan terus masuk hingga menuju jiwa Pejabat tersebut.


"Ammpuuunnn, saaakkkiiittt"


Pejabat itu memohon ampun kepada Putih yang sedang menghisapnya. Ternyata metode Putih lebih kejam dibanding Kumbang.


Menteri Kehakiman yang melihat semua kejadian itu dari belakang langsung memuntahkan isi perutnya.


Dirinya begitu mual dengan semua yang terjadi dihadapannya ini. Ia lalu meminta para pengawal pribadinya untuk segera meninggalkan tempat ini.


Begitu mereka beranjak akan pergi meninggalkan medan perang, tiba-tiba ada bayangan hitam yang menghalangi langkah mereka.


"Mau kemana kalian"


Dengan wajah iblisnya, Ze menatap mereka semua dengan senyum mengerikan "....."


~Note~


Hello pembaca setia Novel Pendekar Nusantara.


Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.


* Jangan lupa like dan koment.


* Vote jika memungkinkan


* Follow Author.


* Terakhir, mohon bantu share.


Salam hangat dari penulis.


Instagram :


@yukishinamt