Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Reuni Kembali



Selama seminggu Aran benar-benar tidak sadarkan diri.


Raja Naga Iblis sepanjang waktu terus mengirimkan energinya ke dalam tubuh Aran agar kerusakan jiwanya cepat pulih. Beruntung energi murni dialam ini sangat kuat, dan juga ada anggur ruby yang dapat mempercepat proses pemulihan.


Hingga akhirnya Aran bisa terbangun dari komanya.


"Ah, kepalaku sakit sekali"


Aran memegang kepalanya yang terasa sangat sakit dan dunia rasanya berputar-putar.


"Tetap tutup matamu, jangan dibuka. Aku akan membantumu"


Mendengar suara yang sangat dikenalnya, Aran segera mengikuti perintah tersebut.


Aran lalu kembali menutup matanya.


Walau kepalanya sangat sakit, namun ia merasakan energi hangat yang menyelimuti tubuhnya. Ia yakin energi ini adalah milik Raja Naga.


Aran jadi merasa sangat bersalah kepada Raja Naga, karena berkali-kali nyawanya sudah diselamatkan oleh Raja Naga. Inilah kenapa ia lebih senang menyendiri. Karena ia tidak ingin membuat orang lain khawatir terhadap dirinya.


"Raja Naga, terima kasih"


Berkata Aran dengan mata tertutupnya.


"Tidak perlu seperti itu, kamu adalah penerusku. Sudah sewajarnya aku membantumu. Jadikan ini pelajaran untukmu, jangan nekat membuka segel naga level 7 kembali"


"Baik Raja Naga"


Aran terus mendapatkan perawatan dari Raja Naga Iblis.


Raja Naga juga rutin memberikan Aran anggur ruby untuk mempercepat proses penyembuhannya.


Akhirnya di beberapa hari berikutnya Aran sudah mulai membaik. Ia lalu melakukan penyembuhan sendiri tanpa dibantu Raja Naga. Selama periode ini Raja Naga melakukan meditasi tertutup untuk memulihkan


energinya.


Minggu kedua.


Energi Aran sudah kembali normal. Sebagai bentuk terima kasihnya kepada Raja Naga, Aran memutuskan untuk memasak makanan yang sangat enak.


Aran lalu mengambil beberapa ikan ekor merah di danau miliknya. Ikan-ikan yang lumayan besar itu terlihatsangat indah (ukurannya sedikit lebih besar dari ikan salmon). Pertama kali Aran menangkap ikan ini, ukurannya tidak sebesar ini. Namun karena ikan ini hidup didanau merah yang terdapat inti iblis merah, menyebabkan ikan ini tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat.


Aran jadi merasa sangat sayang jika harus memakan ikan ini. Tapi ia tetap mengambilnya demi Raja Naga.


"Kali ini akan aku buatkan masakan yang paling enak, yang akan membuatmu mengakui masakanku"


Aran bertekad didalam hatinya akan membuat masakan yang paling enak, karena sebelumnya Raja Naga hanya menilai masakan Aran dengan kata lumayan.


Aran lalu pergi ketempat penyimpanan bumbu-bumbu miliknya yang sebagian besar milik Raja Naga.


Terutama danĀ  yang paling penting adalah bumbu penyedap rasa olahan Raja Naga. Bumbu penyedap rasa ini dibuat dari rumput laut didasar laut hitam dunia iblis yang hanya tumbuh setiap 5000 tahun sekali. Raja Naga


juga sudah menanam sedikit rumput laut itu didasar danau iblisnya. Namun pertumbuhannya sangatlah lambat.


Aran lalu mulai memasak ikan-ikan tersebut dengan telaten. Ia mengolahnya perlahan-lahan dan sangat serius demi mendapatkan citarasa yang lezat.


Aran merendam ikan-ikan tersebut di bumbu buatannya. Lalu kemudian ikan tersebut diolah menjadi sup ikan dan ikan bakar. Hingga akhirnya semua masakan Aran selesai dimasak dan baunya segera memenuhi alam ini.


Raja Naga yang sedang melakukan meditasi akhirnya membuka matanya karena mencium bau masakan yang sangat sedap dihirup.


"Bau ini.. sudah lama sekali aku tidak mencium aroma masakan yang dapat mengganggu konsentrasiku"


Tidak menunggu lama, Raja Naga langsung keluar dari meditasi tertutupnya dan pergi menuju asal aroma masakan tersebut.


Aroma itu berasal dari dalam rumah Aran. Ternyata Aran sudah menyiapkan hidangan di dalam rumah, ia meletakkan di meja biasa yang terlihat sangat sederhana.


Melihat kedatangan Raja Naga, Aran lalu menyambutnya dengan semangat.


"Raja Naga silahkan masuk. Saya sudah menyiapkan makanan yang pasti cocok untuk kamu"


Raja Naga hanya tersenyum mendengar perkataan Aran. Ia segera mengikuti Aran untuk duduk di meja makan.


Aran langsung mempersilahkan Raja Naga untuk makan.


Raja Naga tidak mau menunda lama, karena aroma makanan ini benar-benar membangkitkan nafsu makannya.


Ia lalu mencoba masakan Aran, ketika makanan itu menyentuh indera perasanya, Raja Naga langsung berkata


"Nikkmmaaatt"


Hanya itu kata yang keluar dari Raja Naga, karena ia melanjutkan makan dengan lahap.


Aran hanya tersenyum melihatnya. Diam-diam ia meninggalkan meja makan dan kembali ke dunia nyata.


Di dunia nyata, Aran lalu berpakaian dengan menggunakan jubah dan topengnya. Ia duduk di kursi rumahnya menunggu kedatangan Berliana.


Tidak lama ada penjaga yang datang menuju kediaman dalam rumah Aran. Penjaga tersebut berteriak dari luar pintu rumah sambil memberi hormat.


"Lapor Mahapatih"


Setelah berkata ia diam, menunggu balasan dari Asura.


"Ada apa"


"Lapor Mahapatih, didepan ada tamu yang bernama Berliana dari Unit Reaksi Cepat bersama beberapa pasukannya meminta ijin untuk menemui Mahapatih"


Ia berkata dengan tegas namun tetap menunduk tidak berani menatap Asura.


"Baiklah suruh mereka masuk, katakan padanya hanya dua orang yang diijinkan masuk kedalam rumah. Sisanya bisa menunggu di halaman atau ruangan khusus tamu"


"Baik Mahapatih, laksanakan. Hamba mohon ijin"


"Pergilah"


Jawab Aran.


Prajurit penjaga itu langsung undur diri perlahan-lahan. Setelah jaraknya lumayan jauh baru ia berdiri tegak dan berlari menuju pintu luar kediaman Mahapatih.


Tidak lama terdengar suara langkah kaki mendekati kediaman Asura.


Dari auranya Asura tau bahwa ini adalah Berliana dan seorang yang juga ia kenal.


"Mahapatih saya Berliana"


Terdengar suara dari luar pintu. Aran lalu berjalan ke arah pintu dan membukanya.


Dilihatnya Berliana bersama seorang pria yang sudah berumur. Pria tersebut tidak lain adalah Lingga.


"Mari silahkan masuk"


Aran mempersilahkan mereka berdua untuk masuk kedalam rumahnya.


Mereka bertiga jalan bersama, Aran sebelumnya sudah menyiapkan teh yang dicampur dengan sedikit wayn dan diletakkannya dimeja.


Aroma teh itu memenuhi ruangan tersebut. Sehingga ruangan itu menjadi sangat wangi.


Berliana dan Lingga langsung merasakan bersemangat ketika mencium aroma teh ini.


"Aroma teh ini begitu harum"


Lingga berkata tanpa malu-malu.


Berliana hanya melirik ke arah Lingga.


"Ayo silahkan duduk, saya sudah menyiapkan teh khusus ini untuk kalian"


Asura berkata kepada mereka berdua.


Kini mereka semua sudah duduk dengan meja bundar, dimana mereka bertiga duduk mengelilingi meja tersebut.


"Mahapatih, apakah saya boleh meminum teh ini"


Lingga kembali berkata, karena ia sangat penasaran dengan aroma teh ini.


"Seniorr!, jaga sopan santun dihadapan Mahapatih"


Berliana akhirnya berkata kepada Lingga. Karena baginya status Mahapatih adalah sama dengan Raja Muda.


Mendengar Berliana, Lingga langsung merasa malu, sementara Aran hanya tersenyum.


"Tidak apa-apa, kita semua sama. Silahkan diminum"


Mendengar Aran, Lingga langsung meminum teh di gelas kecil yang sudah ada dihadapannya ini.


Sebelum meminumnya ia menyempatkan mencium kembali aromanya dan lalu meminumnya.


"Mantap Jiwa, baru kali ini aku meminum teh senikmat ini. Walau aku lebih menyukai kopi, tapi khusus teh ini aku katakan, ini minuman ternikmat yang aku minum selama aku hidup"


Berliana hanya menggeleng pelan melihat kelakuan Seniornya. Tapi ia juga merasa penasaran dan segera meminumnya.


Ketika teh itu menyentuh lidahnya, ia langsung merasakan sensasi yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. Hanya satu kata yang dapat ia katakan "Nikmat"


~Note~


* Jangan lupa like dan koment.


* Vote jika memungkinkan.


* Terakhir\, mohon bantu share.


Terima kasih ^^


Instagram :


@yukishinamt


See u Next chapter


Update besok pkl 18:00 pm.