
"Bajingann kecil" Gerutu Suku Kegelapan sambil memegang perutnya, ia merasakan organ didalam tubuhnya bergetar.
"Kakak Pertama! apa kau tidak apa-apa?" Teriak sala satu Suku Kegelapan. Ketiga sodara itu mengkhawatirkan keadaan Kakak Pertamanya.
"Aku tidak apa-apa" Jawabnya sambil terus menatap Aran.
"Anak ini tidak biasa, aku akan melepaskan segel darah iblisku" Kakak Pertama Suku Kegelapan langsung melakukan segel tangan.
"Darah Iblis, buka!"
Aura hitam pekat memancar dari tubuhnya disertai bau darah yang begitu amis.
Aran langsung mual menghirup bau darah ini.
'Apa ini, baunya begitu amis' Batin Aran
*Ini adalah darah hasil korban mereka\, mereka menggunakan darah manusia untuk meningkatkan kultivasi mereka. Semakin banyak darah yang mereka hisap semakin bau aura mereka* Berkata Raja Naga didalam kesadaran Aran.
*Darah manusia? berapa banyak manusia yang dia bunuh sampai bau seperti ini* Aran begitu mual sampai ia menutup mulutnya. Udara disekelilingnya sudah menjadi bau darah.
Di sisi lain Xiao Ling dan Suku Kucing menahan tubuh mereka agar tidak muntah, mereka takut jika mereka muntah akan diketahui oleh Suku Kegelapan
"Ini adalah kekuatanku yang sebenarnya, apa kau merasa takut" Berkata Kakak Tertua Suku Kegelapan.
"Tidak akan pernah aku takut dari makhluk iblis seperti dirimu. Entah berapa ribu manusia yang sudah kamu bunuh. Baumu seperti bangkai babii busuk" Aran benar benar mual mencium bau aura ini.
"Hahaha, sepertinya kau mengetahui metode kultivasiku. Kami menggunakan tumbal darah manusia untuk meningkatkan kultivasi kami. Tidak perlu banyak omong, sekarang juga kau harus mati" Kakak tertua langsung menyerang Aran.
Gerakannya sangat cepat, seketika sudah dihadapan Aran. Menggunakan tapaknya dia menyerang Aran dari jarak dekat.
Serangan itu menghantam dada Aran yang menyebabkan ia terpental jauh sampai menabrak dinding gua.
Aran muntah darah akibat pukulan itu, jika bukan karena penambahan 10% kekuatan dari Raja Naga, dia tidak mungkin bisa selamat.
Aran lalu beridir sambil memegang perutnya, tatapannya mengunci Kakak Pertama Suku Kegelapan.
"Bagaimana rasanya pukulanku, pasti kamu sekarang menderita luka dalam yang sangat parah" Suku Kegelapan berkata sambil berjalan pelan ke arah Aran. Sabit hitamnya terus berputar disekeliling dirinya membuat penampilannya semakin menakutkan.
Dengan penambahan kekuatan dari Raja Naga membuat Ajian ini semakin kuat.
"Apa itu" para Suku Kegelapan menatap ngeri sinar biru berbentuk Naga yang menerjang ke arah Kakak Pertamanya.
Bamm
Ajian Naga Puspa berhasil mengenai Kakak pertama suku kegelapan. Ia yang kaget melihat serangan Aran tidak cukup waktu untuk menghindar, ia dengan yakin bahwa kekuatannya pasti jauh diatas Aran.
Serangan Naga Puspa begitu mengerikan, sinar biru yang menyilaukan sampai menutupi wilayah tersebut.
Setelah beberapa saat sinar biru itu menghilang. Sekarang terlihat Kakak Pertama dari suku kegelapan berdiri dengan berumuran darah. Para saudaranya menatap bengong kakak pertama mereka yang tubuhnya tertutupi darah bahkan tangan kirinya sampai putus.
"Bajingannnnn!!. Aku akan membunuhmu" Kakak pertama begitu marah kepada Aran. Matanya menatap Aran dengan penuh kebencian.
Aran yang sudah sangat lemah hanya bisa pasrah, Ajian Naga Puspa yang dikeluarkannya sudah menggunakan seluruh tenaga dalam yang dimilikinya. Awalnya dia sangat berharap dengan seluruh tenaga yang dimilikinya bisa membunuh salah satu monster dihadapannya. Tapi ternyata apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.
"Cih, sialann monster jelek ini. Aku tidak menyangka makhluk buruk rupa ini begitu kuat" berkata Aran dengan nafas yang terputus putus.
"Manusia keparatt, aku akan mengulitimu hidup hidup. Dalam ribuan tahun baru kali ini aku dipermalukan seperti ini oleh manusia" Kakak pertama berkata sambil memuntahkan sedikit darah dari mulutnya, walau ia menderita luka dalam yang parah tapi ia bisa merasakan bahwa manusia dihadapannya sudah tidak memiliki energi lagi.
"Aku tidak akan membiarkan kamu mati dengan mudah, tadi pasti adalah tenaga terakhirmu. Sekarang kau pasti sudah tidak memiliki tenaga lagi" Ia menatap Aran yang berdiri dihadapannya dengan kaki gemetaran.
"Walau aku mati, paling tidak sekarang aku bisa melihat penampilanmu yang sangat jelek dengan hanya satu tangan" Aran tertawa pahit dengan keadaannya saat ini.
Melihat Aran yang masih berani menghinanya membuata ia sedikit waspada, manusia dihadapannya ini memiliki banyak rahasia didalam dirinya. Suku Kegelapan menjadi sedikit waspada dengan Aran.
"Kakak biarkan kami membantumu menghabisinya" Kata salah satu dari Suku Kegelapan.
"Tidak perlu, biar aku sendiri yang akan menghabisinya" Jawab Kakak pertama tanpa menoleh ke arah saudaranya.
Dia masih menatap Aran, memeriksa tubuh Aran sekali lagi.
"Majulah sini kalian semua, aku akan menutup mataku agar aku tidak perlu melihat wajah jelekmu"