Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Sect Black Ghost II



Sekelebat bayangan menghampiri Aran & Tuan Tua.


"Ghafar"


"Kay"


Ia langsung tertawa mendengar namanya disebut "Tidak kusangka kamu masih mengingatku"


Mereka berdua langsung bersalaman.


"Apa yang membawamu kemari Ghafar" ia berkata sambil mengajak mereka berjalan mengikutinya.


"Ada hal yang ingin aku konfirmasi"


"Apa itu Ghafar"


Ghafar langsung berhenti dan mengambil sesuatu dari sakunya.


"Apa kau mengetahui ini" Ghafar memperlihatkan botol yang berisi cacing racun transparan.


Kay langsung melompat jauh melihat benda tersebut "Kau gila Ghafar, dari mana kau mendapatkan racun tersebut" ia begitu ketakutan melihatnya.


"Jadi kau tau benda apa ini" Ghafar menatap sini kearah Kay.


"Tentu saja aku tau, itu adalah cacing racun yang sangat mematikan. Jika sampai masuk kedalam tubuh maka makhluk yang dimasukinya tidak akan bisa meningkatkan budidayanya. Bahkan ia harus menderita setiap malamnya. Sampai sekarang belum ada yang bisa mengeluarkan cacing itu jika sudah memasuki tubuh kita"


"Bagus kau tau, apa kau juga tau siapa yang memilikinya. Aku yakin sektemu mengetahui hal ini" Aura membunuh keluar dari tubuh Ghafar.


Kay yang merasakan aura membunuh itu langsung meningkatkan pertahanannya. "iya aku tau, racun cacing itu adalah milik Sekte Tengkorak Hitam. Sekte itu berada dibawah naungan Sekte Hantu Hitam, namun aku tidak tau siapa pemiliknya. Hanya Ketua dan Wakil Ketua yang mengetahuinya"


Kay melanjutkan perkataannya "Bagaimana kamu memiliki racun itu"


Ghafar menatap Kay "Racun cacing ini berada didalam tubuh cucuku" Ghafar ingin melihat ekspresi Kay, apakah ia benar-benar tidak mengetahuinya.


"Apa! bagaimana mungkin"


Melihat ekspresi Kay, Ghafar yakin bahwa Kay tidak membohonginya. Apalagi semenjak ia menembus Level Kaisar, persepsi batinnya sangatlah kuat.


"Kita sebaiknya bicarakan ini di markasku"


Mereka semua menyetujui saran Kay.


Kay lalu membawa Aran dan Ghafar menuju markas utama.


Sesampainya di markas, mereka langsung diarahkan ke ruangan khusus. Karena kabar kedatangan Ghafar sudah diketahui mereka semua. Dalam ruangan sudah ada Ketua Sekte, Wakil Ketua dan para Tetua.


Ghafar tidak ingin menunda lama masalah ini. Semenjak ia naik level, ia sudah tidak merasa takut dengan sekte dihadapannya. Namun ia masih menekan auranya untuk tetap di level Raja Jin Puncak. Ghafar menceritakan semua yang diceritakannya tadi ke Kay, mereka semua yang mendengar juga kaget, kenapa cacing racun dari Sekte Tengkorak Hitam bisa ada di Ghafar.


"Ghafar apa benar cacing ini yang menyerang tubuh cucumu" Ucap salah satu tetua.


Mereka semua yang berada dilevel Raja Jin Puncak memang sudah tau bahwa pemuda yang berada disebelah Ghafar adalah manusia, tapi yang berada di level bawah tidak bisa melihatnya. Awalnya mereka bingung kenapa Ghafar bisa membawa manusia kesini.


"Jadi ia seorang tabib"


"Ya, kemampuannya sangat hebat. Aku melihat proses pengeluaran cacing yang berada di tubuh cucuku ini dari awal sampai akhir" Ghafar sedikit menahan amarahnya.


"Jadi sekarang apa yang kamu inginkan" Kata Ketua Sekte Hantu Hitam.


"Aku akan menghancurkan Sekte Tengkorak Hitam dan membunuh pelaku dibalik racun ini"


Perkataan Ghafar langsung memicu kemarahan semua yang berada di ruangan itu.


"Ghafar jaga ucapanmu, walau sektemu dan sekte kami bersekutu. Tapi kami tidak pernah takut kepada kalian semua"


"Ya Ghafar jaga ucapanmu, level jin puncak bukan hanya kamu seorang. Terlebih lagi, sekte kami memiliki lebih banyak level Raja Jin Puncak"


Mereka semua langsung menatap sinis ke arah Ghafar, hanya Kay yang tetap diam.


"Jangan libatkan sekteku, kedatanganku kemari atas inisiatif aku sendiri" Ghafar juga menatap sinis kearah mereka semua.


"Ghafar pikirkan baik-baik ucapanmu, mengingat pertemanan kita selama ini" Jawab Ketua Sekte.


"Huh, Aku sudah memastikannya. Diseluruh dataran ini, hanya sekte kalian yang memiliki racun ini"


"Jika memang kami yang memilikinya, memangnya kenapa? Kami tidak takut kepada Sekte Pedang Iblis" kata Wakil Ketua.


"Oh, jadi kalian mengakuinya. Bawa pemilik racun ini kehadapanku atau kalian semua harus mati!" Ghafar langsung melepaskan aura membunuhnya.


"Keparatt kau Ghafar" Wakil Ketua langsung melompat dan menyerang Ghafar.


Ghafar hanya mengangkat satu tangannya untuk menghalau serangan itu.


Bam


Wakil Ketua yang menyerang Ghafar langsung terpental akibat bentrokan tersebut. Ia berdiri menatap Ghafar dengan tidak percaya.


"Tidak mungkin" gumamnya.


Mereka yang melihatnya langsung terdiam. Level mereka semua sama, dan mereka yakin bahwa Ghafar berada di bawah Wakil Ketua.


"Ini peringatanku yang terakhir, bawa pemilik racun ini kehadapanku sekarang. Jika tidak, jangan salahkan aku jika aku bersikap kejam" Ghafar tidak menurunkan niat membunuhnya, malah niat itu semakin ditingkatkan.


"Ghafar kau sudah kelewatan, kami semua sama sekali tidak takut padamu dan sektemu. Cepat berlutut dan meminta maaf kepada kami semua. Jika tidak, aku akan membunuhmu dan memusnahkan seluruh keluargamu" Ketua Sekte Hantu Hitam melepaskan aura membunuhnya.


"Huh, jadi Ketua ingin memusnahkan keluargaku" Ghafar langsung tertawa mendengarnya.


"Keparatt! pergi mati kau"