
"Sialan bola api ini"
Karena dirasa jaraknya semakin dekat, Aran memutuskan untuk membuka segel Naga level 5.
"Segel Naga Level 5, buka!"
Bang!
Aura Aran meningkat drastis, ia kini bisa menjaga jaraknya dari bola api itu. Aran terus berlari dan berputar-putar mencari tempat yang sepi. Hingga akhirnya Aran sudah berada di pesisir pantai.
Sementara Kelima orang yang berusaha membunuh Aran terus membuntuti Aran dari jarak jauh. Mereka semua ingin memastikan bahwa pemuda yang menghina mereka akan mati.
Jika sampai hinaan terhadap mereka didengar oleh orang-orang dari dataran tengah, mereka akan menjadi sangat malu karena dihina oleh pemuda ditempat ini. Bagi masyarakat dataran tengah, wilayah ini termasuk wilayah yang lemah.
Tanpa mereka sadari, Aran sebenarnya sengaja menggiring mereka semua ke pinggir laut yang sepi agar pertarungan dengan mereka nantinya tidak melukai orang yang tidak bersalah. Aran melihat di tengah laut ada sebuah pulau kecil, ia lalu bergerak kepulau itu.
Karena Aran merasa dipulau ini tidak ada kehidupan, ia lalu membalik badannya untuk menghadapi langsung bola api tersebut.
Hingga kini jaraknya hanya beberapa meter saja.
"Ajian Naga Langit"
Karena Aran mengeluarkan ajian ini dengan pembukaan level 5, maka aura yang keluar juga sangat kuat dan lebih kental. Sinar biru berbentuk naga keluar dari telapak tangan Aran dan langsung menghantam bola api tersebut.
Bang!
Bang!
Gemuruh hebat terdengar di tempat bertemunya kedua ilmu, dimana tempat itu penuh dengan cahaya merah dan biru. Membuat silau bagi yang memandangnya. Dalam serangan itu Aran terus menahan bola api itu dengan tenaga dalamnya. Kemudian, Ajian Naga Langitnya membungkus bola api itu sedikit demi sedikit.
"Tidak aku sangka, bola ini benar-benar sangat kuat"
Aran terus menahan bola api itu hingga tubuhnya masuk kedalam tanah. Pulau kecil tempat Aran berpijak sedikit demi sedikit mulai retak dan hancur.
Tidak lama bola api itu terbungkus oleh Ajian Naga Langit Aran, namun sebelum bola itu terbungkus seluruhnya, timbul ledakan dari inti bola api itu.
Ternyata pemuda yang menyerang Aran dengan bola api, menggunakan segel tangan untuk membuat bola itu meledak. Pemuda itu merasa bahwa lawannya ini sangat tangguh, jadi ia tidak mau mengambil resiko.
Melihat bola apinya dibungkus sedikit demi sedikit membuat hatinya gundah gulana. Jadi ia memutuskan untuk melepaskan segel peledakan.
"Mati Kau!"
Bang!
Ledakan itu sangat keras dengan riak energi yang memancar kesegala arah. Dalam sekejap, pulau tempat Aran berdiri menghilang dari lautan. Sesaat sebelum ledakan terjadi, Aran sudah memasuki Alam Giok Langitnya.
"Sialann mereka semua"
Aran begitu murka kepada para penyerangnya, karena ilmu yang mereka miliki benar-benar ilmu yang sangat berbahaya. Sampai pulau tempat ia berdiri hilang dari peta. Jika saja mereka melepaskannya di kota yang banyak penduduknya, entah apa yang akan terjadi.
Energi ledakan menggema kesegala arah, sampai menimbulkan gelombang tsunami kecil dilautan. Para penduduk di kota juga merasakan getaran dari ledakan itu dengan bergetarnya tanah yang terjadi berkali-kali.
"Apa yang terjadi"
Para petinggi kerajaan hingga Berliana juga ikut merasakan dampaknya. Dengan sigap Berliana dan para petinggi kerajaan bergerak menuju sumber gempa dengan membawa beberapa pasukannya.
Begitupun dengan pasukan Parsy yang berada tidak jauh dari tempat itu, Jenderal Orda dan Jenderal Tolu lalu memimpin sebagian orang untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Bagi para penyerang Aran, melihat tempat Aran berdiri tidak terdapat lagi tanda-tanda kehidupan membuat hati mereka sangat senang.
"Akhirnya makhluk sialann itu mati"
Mereka semua terus menatap ketempat musuh mereka yang sebelumnya diserang bola api.
Tidak lama salah seorang dari mereka berkata "Kakak pertama, mari kita kembali ke tempat tadi. Jangan sampai telur itu diambil oleh orang lain"
Sebenarnya kedatangan mereka ke sini adalah untuk mengambil telur burung legenda. Mereka berkelana jauh dari negeri mereka di dataran tengah hingga akhirnya sampai di tempat ini. Ketika mereka menemukan letak telur tersebut, ternyata telur itu dijaga oleh induknya.
Mereka lalu bertarung dengan induk burung tersebut hingga akhirnya induk burung itu mati. Jika saja induk burung tidak sedang terluka, tentunya induk burung itu dapat bertahan hidup.
Mereka semua lalu menyimpan mayat induk burung itu kedalam kantong dimensi yang mereka miliki. Pada saat inilah Ze yang sebenarnya melihat pertarungan mereka diam-diam menyusup kedalam sarang untuk mengambil telur.
"Aku setuju dengan saran Adik, mari kita semua ketempat burung tadi dan mengambil telurnya. Jangan sampai telur itu dicuri orang lain"
Ketika mereka akan bergerak, salah satu dari mereka yang berada di barisan paling belakang merasakan dingin di punggungnya, seperti ada sesuatu yang akan membunuhnya.
Ketika ia menengok, terlihatlah sebuah pedang berwarna merah tepat berada di depannya. Dengan refleknya ia menghindari tebasan tersebut, namun tebasan itu begitu cepat hingga menyebabkan lehernya sudah terpotong setengah. Darah langsung keluar dari leher pemuda tersebut.
"Akkhhh" Tangannya langsung menutupi lehernya yang sudah mengeluarkan darah yang sangat banyak. Ia lalu terjatuh dengan tangan masih memegang lehernya berusaha untuk menghentikan darah yang keluar dan sedikit menghilangkan sakit. Namun yang ia rasakan berbeda, karena luka yang dideritanya seolah-olah terbakar oleh api yang sangat panas, menyebabkan ia berguling-guling di tanah.
"Tolonggg aku Kakakkk"
Mendengar teriakan saudaranya. Keempat saudara yang lain langsung mengalihkan pandangan mereka. Hal yang mereka lihat membuat hati mereka shock karena salah satu saudara mereka kini berlumuran darah dibagian lehernya dan sedang merintih menahan sakit di tanah.
Mereka semua lalu menghampirinya dan berusaha untuk menolongnya, tapi usaha mereka sia-sia. Karena beberapa detik kemudian, saudara mereka itu akhirnya mati.
Keempat saudara itu lalu mengalihkan pandangan mereka ke arah sesosok pemuda yang berdiri tidak jauh dari mereka. Pemuda ini tidak lain adalah Aran.
"Kau, bagaimana kau masih hidup. Tidak mungkin serangan bola api dariku gagal membunuhmu"
Kakak pertama menunjuk kearah Aran dengan perasaan sedikit takut. Karena yang ia tau, tidak mungkin ada yang berhasil selamat dari serangan bola api miliknya.
"Kau tidak perlu tau bagaimana caranya aku masih hidup. Karena aku kan membunuh kalian semua karena telah berani menyiksa saudaraku"
Aran berkata sambil mengarahkan pedang nerakanya, pedang berwarna merah yang mengeluarkan api iblis membuat penampilan Aran semakin menakutkan.
"Kau.. Kau berani berkata kurang ajar seperti itu pada kami. Kau juga sudah berani membunuh saudaraku.. Kau benar-benar akan kami siksa selama puluhan tahun hingga dendam di hati kami ini hilang"
Kakak pertama menatap Aran dengan niat membunuh yang kental. Lalu salah seorang saudara mereka juga ikut menambahkan.
"Kakak kedua adalah seseorang yang sangat menyayangiku. Tapi sekarang ia telah mati, aku tidak akan pernah memaafkanmu. Aku akan mengulitimu dan menjadikan jasadmu makanan anjingg"
Kebencian mereka semua sudah sangat dalam dan tidak akan pernah bisa dihilangkan sebelum mereka melihat pemuda pembunuh saudaranya ini mati mengenaskan.
"Tidak usah banyak omong, aku tidak pernah mendengar sekelompok babii bisa banyak omong seperti kalian. Karena ulah kalian semua, sekarang salah satu pulau telah hilang dari peta dan pastinya banyak makhluk hidup yang mati"
"Berisik, mati kau"
Tidak mau terlalu lama berdebat, salah seorang pemuda langsung menyerang Aran dengan ganas. Tidak hanya pemuda itu, ketiga saudaranya juga langsung ikut menyerang Aran bersama-sama.
Menghadapi serangan mereka membuat Aran merasa sedikit tertekan. Serangan mereka sangat ganas dan terus mengincar titik vital Aran.
"Mati kau"
"Mati kau, brengsek"
Mereka semua menyerang Aran sambil terus berkata-kata kasar pada Aran. Dengan emosi yang meluap-luap mereka menyerang Aran secara membabi-buta. Hati dan pikiran mereka sudah dikuasai oleh nafsu untuk menyiksa dan membunuh Aran.
Serangan gabungan mereka ini sedikit membuat Aran kewalahan. Karena setiap individu yang menyerang Aran ini memiliki kemampuan yang beragam dan sangat unik. Hal yang sama juga dirasakan oleh para penyerang Aran. Keempat bersaudara itu tidak menyangka, ada pemuda yang mampu menandingi serangan gabungan mereka.
Mereka semua tidak pernah mendengar ada pemuda sakti di negeri ini. Dari yang mereka ketahui selama ini, bahwa orang-orang yang tinggal di negeri ini adalah manusia yang lebih lemah dari mereka.
"Tidak mungkin"
~Note~
* Jangan lupa like dan koment.
* Vote jika memungkinkan.
* Follow Author
* Terakhir, mohon bantu share.
Terima kasih ^^
Instagram :
@yukishinamt