Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Keberadaan Aran



"Dimana ini"


Aran terbangun dengan kepala yang sedikit pusing. Ia lalu memegang kepalanya yang terasa berdenyut-denyut.


"Akhirnya kamu terbangun juga"


Tiba-tiba terdengar suara yang membuat Aran kaget setengah mati. Karena suara itu tidak ada wujudnya.


"Siapa kamu?"


Kata Aran mencoba melihat sekelilingnya, namun pemandangan yang ia lihat hanyalah seperti langit hitam yang penuh bintang.


"Aku adalah jiwa dari Pedang Bintang"


Aran langsung kaget mendengar penjelasan suara tersebut.


"Jiwa Pedang Bintang? Apakah kamu bisa memperlihatkan wujudmu dan kalau boleh tau aku berada dimana?"


Aran benar-benar penasaran atas apa yang terjadi pada dirinya saat ini.


Seketika dihadapan Aran terlihat sesosok bayangan bercahaya putih.


"Inilah aku"


Aran langsung menatap ke arah bayangan bercahaya putih tersebut.


"Kamu sekarang berada di dimensi bintang, tepatnya dimensi yang ada di dalam pedang bintang. Juga, Alam disini mengikuti alam yang ada di luar angkasa. Berwarna hitam dengan banyaknya benda langit yang menghiasi tempat ini"


Aran langsung terkejut bahwa ia kini berada di dimensi pedang. Apalagi sosok yang berbicara padanya ini adalah makluk yang bercahaya.


"Sebenarnya kamu ini apa, apakah kamu manusia, dewa atau makhluk lain?"


Aran benar-benar penasaran akan sosok yang tengah berbicara dengannya ini.


"Namaku adalah Raja Bintang. Hanya itu yang bisa aku beritahu padamu sekarang ini"


Raja Bintang lalu berdiam dan menatap Aran.


"Raja Bintang"


Aran semakin bingung mendengar perkataan Raja Bintang padanya.


"Kamu pasti bingung, Tapi aku mengetahui semua yang ada di dalam dirimu. Aku tau kamu memilki alam lain di dalam kesadaranmu dan juga ada beberapa makhluk hidup yang hidup di alam itu. Kamu juga bisa meningkatkan kemampuanmu dengan mode siluman"


"Appa! Bagaimana kamu mengetahuinya"


Kali ini Aran langsung memasang mode siaga. Karena ia tidak ingin membahayakan semua makhluk hidup yang ada di alam giok miliknya.


"Tenang saja, aku tidak punya niat jahat pada dirimu"


Sosok bercahaya itu sebenarnya sedikit tersenyum melihat tingkah Aran yang langsung bersiaga ketika menyangkut keselamatan orang yang ia lindungi.


"Lalu apa maumu dan siapa sebenarnya dirimu, juga dari mana kamu berasal"


Kini Aran balik bertanya kepada sosok tersebut.


"Kamu tidak perlu banyak tanya. Aku akan memberikan dirimu anugerah yang tidak akan kamu kira. Diriku ini adalah keberadaan yang sudah ada sejak jutaan tahun yang lalu. Aku berasal dari alam lain yang tidak akan pernah kamu duga. Untuk saat ini kamu belum bisa mengetahui semuanya. Ketika kekuatan kamu sudah mencapai alam dewa, baru aku akan memberitahukan dirimu. Kekuatanmu yang sekarang sangatlah lemah, untuk itu aku akan memberikanmu sedikit kekuatan. Terimalah"


Raja Bintang lalu mengangkat jarinya kehadapan Aran.


Bzzztt


Sinar terang langsung menabrak kening Aran dengan sangat cepat.


"Uaaarrrrgggghhhhh"


Aran langsung menjerit kesakitan ketika sinar itu memasuki kepalanya.


"Tahanlah, jangan manja"


Kata cahaya tersebut.


Aran sampai berguling-guling menahan rasa sakit yang tiada tara. Matanya sampai memutih karena rasa sakit yang ia terima begitu dahsyat.


Tidak lama akhirnya penderitaan Aran berakhir.


"Sudah selesai"


Cahaya itu berkata dengan sangat tenang sambil melihat Aran yang tergolek lemah tidak berdaya.


'Huhuhu, biasanya yang menerima ilmuku pasti pingsan dan akan sadar sebulan kemudian. Tidak disangka manusia fana ini bisa menahannya'


Batin cahaya tersebut.


"Apa yang kau lakukan padaku, rasanya seperti dikuliti hidup-hidup sampai ke tulang. Bahkan seluruh syaraf dan tendonku seperti ditarik dan dipotong berkali-kali"


Aran berkata dengan nafas yang sangat berat. Sesekali ia mencoba mengatur nafasnya yang terputus-putus.


"Sudah, kamu tidak perlu manja seperti itu. Sekarang coba kamu rasakan energy yang ada dalam dirimu"


Mendengar perkataannya, Aran lalu duduk bersila dan melakukan meditasi.


Aran dapat merasakan tubuhnya memiliki energy yang sangat besar. Tanpa menunda lagi, ia langsung menyerap semua energy itu memasuki atma miliknya.


Tidak lama, sinar terang menyelimuti tubuh Aran.


Bang!


Bang!


Ledakan kuat terjadi berkali-kali.


Tanpa Aran sadari, kini ia sudah berada di alam Raja tingkat 9. Ia sudah tidak bisa menembus ke alam selanjutnya karena untuk menembus alam itu membutuhkan energi murni yang sangat besar serta pemahaman yang sangat dalam.


"Kau pasti tidak sadar dengan tingkatan kamu sekarang ini. Tapi saranku, kamu tetap menutupi kekuatan yang kamu miliki saat ini. Asal kamu tau, dunia tempat kamu tinggal memiliki tingkat yang sangat rendah dalam hal kekuatan. Kekuatan Raja level puncak yang kamu miliki sekarang ini jika dibandingkan dengan dunia atas adalah tingkatan biasa saja"


Cahaya itu kembali menjelaskan kepada Aran terkait dunia tempat Aran tinggal. Dalam dunia manusia dimana Aran berada, memiliki tingkatan yang sama dengan dunia jin.


Setiap tingkatan membutuhkan 9 level untuk naik ke tingkat berikutnya.


1. Alam Prajurit


2. Alam Ksatria


4. Alam Jenderal


5. Alam Raja


6. Alam Kaisar (Membuat manusia awet muda dan mendapatkan tambahan umur 100 tahun)


7. Alam Mitos


8. Alam Legenda


9. Alam Dewa Palsu


10. Alam Dewa


Aran benar-benar mendengarkan penjelasan cahaya itu dengan sangat serius.


"Jadi, memang ada dunia lain dari tempat ini"


Kini giliran Aran yang bertanya padanya.


"Ya, ada dunia yang lebih luas dan lebih kuat. Untuk memasukinya kamu membutuhkan portal dimensi. Tapi aku sarankan kamu tidak pergi ke dunia tersebut sekarang ini. Karena kekuatanmu sangatlah lemah. Minimal kamu harus berada di alam kaisar jika ingin memasuki dimensi tersebut"


"Dulu sekali, di daratan ini terjadi pertempuran dari berbagai alam lain. Mereka semua berkumpul di daratan ini dan melakukan perang dunia antar ras. Suku kegelapan bersama sekutunya benar-benar memporak-porandakan tatanan alam semesta. Hingga akhirnya daratan yang awalnya satu ini menjadi hancur terpecah belah. Setelah pertempuran hebat itu, masing-masing dari mereka ada yang kembali ke alamnya dan ada yang menetap di sini. Mereka yang menetap disini semakin lama semakin lemah karena energy di dunia ini semakin menipis akibat dampak dari perang dunia antar ras tersebut"


Aran terus mendengarkan penjelasan dari sosok cahaya dihadapannya. Ia begitu kaget akan penjelasan dari cahaya dihadapannya ini.


"Aku tau kamu sangat ingin bisa menggunakan Segel Level 7 milikmu, sekarang ini kamu sudah dapat menggunakannya, meski tetap harus menggunakan mode siluman. Sekarang cobalah"


"Benarkah?"


Tentu saja Aran langsung semangat mendengarnya. Tanpa ragu ia langsung mengaktifkan mode siluman miliknya.


"Mode Siluman, buka!"


Biasanya dengan mode siluman, Aran hanya berhasil maksimal sampai Level 6. Sekarang ia akan mencobanya dengan pembukaan level 7.


"Pelindung Garuda Level 7, Buka!"


Bang!


Bang!


Penampilan Aran langsung berubah drastis dengan sangat hebat dan berbeda. Hasil penggabungan atma naga hitam dan garuda menyebabkan armor atau zirah yang Aran gunakan menjadi sangat indah jika di buka dalam mode level 7.


Kini seluruh tubuh Aran ditutupi zirah berwarna merah api, dengan sayap garuda berwarna merah dan hitam. Rambut putihnya langsung memanjang dan matanya berubah merah dengan kornea mata berubah menjadi lambang bintang hitam, sementara pupil matanya berwarna merah.


Tampilan Aran kini benar-benar sangat mendominasi.


"Dengan kemampuan kamu di level ini, kamu dapat bertarung dengan mereka yang berada di alam kaisar level 2. Tapi kamu hanya bisa bertahan dalam mode level 7 ini selama 30 menit saja"


Kata Cahaya itu yang juga melihat perubahan energy di dalam diri Aran.


Bagi Aran, waktu 30 menit adalah waktu yang cukup dalam suatu pertarungan.


"Sekarang aku akan menyatukan alam bintang ini dengan alam giok milikmu"


Bzzzttt


Seketika, terjadi goncangan hebat di dalam alam giok. Para makhluk hidup yang ada di alam giok langsung panik akan kejadian ini.


"Ada apa ini"


Raja Naga yang paling senior langsung memeriksa keadaaan alam giok langit. Seketika lingkungan alam giok berubah drastis. Kini di alam ini sudah terdapat lingkungan hidup seperti hutan, pegunungan, hingga air sungai. Bahkan di langit terdapat awan layaknya dunia nyata.


Tubuh Aran bersama dengan cahaya misterius itu lalu berpindah tempat menuju alam giok.


Raja Naga, Saka, Kumbang dan Putih begitu terkejut melihat kedatangan Aran bersama bayangan manusia yang memancarkan cahaya putih.


"Aran"


"Tuan"


Raja Naga dan para pengikut Aran langsung menyapa kedatangan Aran yang tiba-tiba.


"Aran, siapa makhluk bercahaya ini"


Tanya Raja Naga.


Sebelum Aran menjawabnya, cahaya itu langsung berkata.


"Aku adalah Raja Bintang Semesta. Lama tidak melihatmu Raja Naga Iblis"


Perkataan Cahaya itu membuat Raja Naga Iblis terkejut, wajahnya seketika memucat. Sebelumnya ia memang merasakan keberadaan kuat yang ada di dunia nyata saat Aran berada di akademi. Tapi ia tidak menyangka bahwa kebederadaan kuat itu tidak lain adalah Raja Bintang Semesta.


"Salam hormat kepada Raja Bintang"


Bahkan Raja Naga yang terkenal tidak takut kepada siapapun, kini memberikan hormatnya kepada cahaya tersebut.


Kumbang dan Putih juga memberikan hormatnya kepada Raja Bintang. Kumbang dan Putih yang sudah hidup ribuan tahun tentu saja mengetahui Raja Bintang, apa lagi mereka bedua adalah mantan suku kegelapan.


Hanya Aran dan Saka yang masih diam mematung. Mereka berdua adalah makhluk yang tidak mengetahui sama sekali siapa itu Raja Bintang.


"Aran, aku akan memberikan kemampuanku padamu. Sebelumnya aku lihat di alam ini terdapat Kitab Pedang 7 Bintang. Sekarang aku akan memberikanmu Kitab Bintang Semesta, dan juga kamu akan memiliki pedang terkuat di alam ini yaitu Pedang Bintang"


Saat itu juga, Raja Bintang kembali mengarahkan jarinya ke arah kening Aran.


Wussshh..


Aran langsung merasakan berbagai macam pemahaman seni beladiri di dalam pikirannya.


"Di dalam jiwa dan pikiranmu kini ada pedang bintang yang bisa kamu keluarkan hanya dengan memikirkannya saja. Juga terdapat seni bela diri ilmu bintang. Aku juga sudah memperkuat alam milikmu ini, kini nama alam ini adalah Alam Bintang Semesta. Di sini kamu bisa memasukkan makhluk hidup lainnya dengan perbedaan waktu yang tetap sama yaitu 1 jam di dunia luar sama dengan 1 minggu di alam bintang. Jagalah alam ini baik-baik, karena kini sudah tidak ada batasan untuk kamu memasuki alam ini"


Perkataan Raja Bintang tentu saja membuat Aran begitu senang. Aran sampai bengong karena tidak menyangka bahwa hari ini ia akan menerima begitu banyak sekali berkah.


"Terima kasih Raja Bintang atas semua budi baikmu kepada diriku"


Aran lalu memberikan hormatnya kepada Raja Bintang.


"Aran kamu adalah penerusku, aku akan menitipkan sisa jiwaku ini padamu. Tubuh asliku ada di alam dewa langit. Suatu saat aku yakin kamu akan sampai ke alam itu. Jaga dirimu"


Seketika cahaya Raja Bintang berubah menjadi patung batu berwujud pedang.