
Seni Pedang Taeyang benar-benar sangat hebat, gerakannya sangat lincah mengikuti pola pergerakan pasukan musuh. Aura Taeyang juga berubah, kini auranya lebih tebal dan meningkat dari sebelumnya.
“Sialan ini”
Pria botak itu benar-benar kesal melihat Taeyang yang berhasil menghindari serangannya. Padahal ia sudah menggunakan pil terlarang untuk meningkatkan kekuatannya, namun tetap saja ia tidak mampu menghabisi Taeyang.
“Taeyang, kami akan pergi. Jika kamu masih ingin bermain-main dengan mereka, silahkan diteruskan. Kamu dapat menyusul kami nanti”
Aran lalu membalik badannya dan melangkah pergi bersama kedua wanita.
“Hyung-nim, tunggu. Ah gara-gara kalian aku jadi ditinggalkan”
Kata Taeyang kepada para penyerangnya.
“Bajingann kau, kalian benar-benar meremehkan kami”
Pria botak itu sudah benar-benar kesal karena para musuhnya ini sangat meremehkannya.
“Tidak usah berisik, cepat menyerah dan meminta maaf kepada kami atau mati”
Taeyang berkata sambil bersiap dengan memegang pedangnya.
“Cuihh, sampai mati kami tidak akan pernah menyerah”
Musuh juga bertekad untuk bertarung sampai mati.
“Baiklah, jika itu kemauan kalian. Aku akan membunuh kalian semua dengan cepat”
Taeyang lalu mulai menggerakkan pedangnya kembali seperti tarian pedang.
“Ini adalah Seni Pedang Bayangan Tingkat 3”
Dalam sekejap Taeyang sudah menghilang dari pandangan mereka semua. Teknik Bayangan Tingkat 3 adalah teknik yang mengutamakan kecepatan dalam bergerak dan membunuh.
“Kemana perginya dia”
Kata salah seorang musuh.
“Aku disini”
Suara dingin Taeyang langsung membuatnya bergidik.
Slassshh
“Satu”
Taeyang berkata setelah memotong kepala musuhnya dan dalam sekejap ia menghilang kembali.
Tebasannya begitu halus, membuat korbannya tidak sadar bahwa kepalanya sudah berpisah dari tubuh.
Setelah itu Taeyang kembali menghilang.
“Kemana perginya dia”
Slasshh
Satu orang lagi mati terbunuh. Membuat semua pasukan musuh menjadi panik.
“Semuanya, berkumpul”
Tiga orang yang tersisa lalu saling mendekatkan diri dan menjaga satu sama lain.
“Teknik Pedang Bayangan, Menggapai Rembulan”
Taeyang muncul dari atas kepala mereka dan melakukan tebasan memutar, membuat ketiga orang yang tersisa mati dengan kepala terpisah dari tubuh.
Bruk
Bruk
Bruk
Tubuh ketiga musuh Taeyang jatuh ketanah dengan darah yang mengalir deras. Sejenak ia melihat jasad para musuhnya. Dalam dunia ini yang kuatlah yang berkuasa, jika kita lemah maka kita akan mati. Setelah menyarungkan pedangnya dan menyembunyikannya dibalik baju, Taeyang bergerak cepat menghampiri teman-temannya.
“Hyungg-nim, tunggu aku”
Teriak Taeyang yang sudah berada tidak jauh dari Aran. Dihadapan semua temannya, ia kembali menjadi Taeyang yang murah senyum.
“Apa urusanmu dengan mereka sudah selesai”
Tanya Aran ketika Taeyang sudah berada disampingnya.
“Sudah Hyung-nim”
Jawab Taeyang sambil sedikit tertawa.
“Bagus, ayo semuanya ikuti aku”
Aran lalu bergerak dengan cepat, diikuti oleh semua temannya. Mereka terus bergerak sampai memasuki bagian terdalam hutan. Setelah dirasa mereka sudah cukup jauh dari pemukiman, Aran lalu berhenti.
“Disini rasanya tempat yang cocok untuk kita berlatih”
Berkata Aran sambil melihat sekelilingnya.
“Kita akan berlatih apa Hyung-nim”
Perkataan Taeyang mewakili teman-teman yang lainnya. Mereka penasaran latihan apa yang akan Aran berikan kepada mereka semua.
“Selain Namora, kita semua yang ada disini akan mengikuti ujian masuk Akademi Bimasakti. Untuk itu aku akan melatih kalian. Persiapkan diri kalian”
Teman-teman Aran lalu saling melirik satu sama lain. Mereka disuruh bersiap untuk apa, batin mereka semua.
“Kumbang, Putih keluarlah”
Setelah Aran berkata, muncul dua sosok macan dari udara kosong.
“Siap Tuan”
Kedua macan Aran memberikan hormatnya dengan berlutut dalam wujud macan.
Taeyang kaget setengah mati melihat kedua macan besar yang menakutkan berdiri didekatnya.
“Hyung-nim, sebenarnya siapa kamu”
Sementara Varya dan Namora yang sudah pernah melihat kedua macan Aran terlihat biasa saja. Walau dalam hati mereka juga ada perasaan takut. Apalagi Varya yang pernah hampir dibunuh oleh Kumbang.
“Putih. Kamu pergi berlatih bersama Varya, jadikan ia wanita yang kuat”
“Baik Tuan”
Putih lalu berjalan mendekati Varya.
“Varya, pergilah bersama Putih”
Kata Aran kepada Varya.
“Baik Aran”
"Namora kamu juga, pergilah bersama Varya. Walau kamu sudah menjadi siswa resmi Akademi Bimasakti, tapi dengan berlatih bersama Putih akan membuatmu menjadi lebih kuat"
"Baik Aran, aku akan mengikuti saranmu"
Varya dan Namora lalu pergi bersama Putih dengan menungganginya. Mereka bergerak memasuki bagian dalam hutan dan menghilang.
Kini Aran menatap Taeyang dan Kumbang.
“Kumbang, kamu pergi bersama Taeyang. Jadikan ia pria yang lebih kuat dan tangguh”
“Baik Tuan”
Kumbang menjawab Aran dengan hormat. Sementara Taeyang kebingungan dengan kejadian ini semua. Ia tidak menyangka Aran akan melatihnya dengan cara ini.
“Hyung-nim. Ini..”
Belum selesai Taeyang berkata, Aran langsung memotongnya.
“Taeyang, berlatihlah bersama Kumbang. Percayalah, dengan berlatih bersama Kumbang kamu akan menjadi lebih kuat”
Mendengar Aran, Taeyang langsung diam dan mengikuti perintahnya.
“Baik Hyung, saya akan berusaha untuk menjadi lebih kuat”
“Bagus, sekarang pergilah”
Setelah percakapannya dengan Aran, Taeyang bersama Kumbang memberikan hormatnya sebelum pergi meninggalkan Aran.
Setelah semua orang pergi, Aran lalu memasuki alam gioknya untuk kembali berlatih.
Didalam alam giok, Aran bermain sebentar bersama Saka. Setelah itu ia baru mulai berlatih semua kemampuan miliknya.
Aran mulai membiasakan diri dengan Pelindung Garuda miliknya yang mulai ia gunakan sampai batas maksimal.
"Segel Garuda Level 6, Buka!"
Setelah instruksi dari Raja Naga bahwa sekarang ini ia harus mulai membiasakan diri dengan pelindung Garuda maka kini Aran terus berlatih dengan pelindung Garuda ditubuhnya.
"Ajian Halilintar, Tingkat 2"
Sekejap muncul halilintar ditubuh Aran yang melilit tubuhnya. Aran lalu melepaskan Ajian itu ke udara kosong.
Bang!
Bang!
Aran kembali mengatur nafasnya setelah melepaskan Ajian saktinya.
"Ajian Naga Langit"
Ajian Naga Langit miliknya masihlah sama seperti sebelumnya, bahkan kini ia merasa ajian ini semakin meningkat. Jika saja Raja Naga tidak melarangnya menggunakan Ajian ini, tentu ia akan terus menggunakan ajian ini.
"Ajian ini, tidak boleh aku gunakan jika tidak terdesak"
Raja Naga berpesan untuk tidak menggunakan segala sesuatu yang berbau Naga jika ingin hidup lama. Karena didataran tengah, naga merupakan sesuatu yang sangat sakral.
Setelah berlatih ilmu kanuragan, Aran kembali fokus berlatih meracik pil dan obat-obatan. Menjadi seorang alkemis merupakan pekerjaan yang sangat mulia didataran tengah ini. Bukan itu saja, profesi alkemis adalah profesi yang sangat didambakan banyak orang.
>>>
Ditempat lain Namora dan Varya benar-benar digembleng oleh Putih. Kini penampilan mereka benar-benar sangat kelelahan.
"Baru sebentar saja kalian berdua sudah kelelahan. Sebaiknya kalian katakan saja jika ingin beristirahat. Dasar lemah"
"Sialann, kami tidak lemah. Cepat lanjutkan latihannya"
Teriak Namora kepada Putih. Ia tidak menyangka bahwa Putih akan melatihnya sekeras ini.
>>>
Kumbang dan Taeyang kini tengah berlatih ilmu pedang.
"Seni Pedang Bayangan Level 4"
Taeyang langsung bergerak sangat cepat. Tanpa ragu ia langsung menyerang Kumbang.
Wushh
Wusshh
Serangan Taeyang yang terus bergerak cepat tetap tidak dapat menyentuh Kumbang.
"Payah, kamu payah sekali. Jika kamu masih tidak dapat menyentuhku, jangan pernah berada didekat Tuanku Aran. Karena kamu hanya akan menyusahkannya saja"
Perkataan Kumbang benar-benar membuat Taeyang panas.
"Heaaaaa"
"Seni Pedang Bayangan Level 5"
Aura Taeyang kembali meningkat drastis. Tanpa ragu ia langsung menyerang Kumbang.
Wushh
Wusshh
"Hahaha.. Apa ini kemampuan terbaikmu. Lucu, sangat lucu"
Kumbang benar-benar sengaja memancing kemarahan Taeyang agar pria itu mau mengeluarkan kemampuan terbaiknya.