Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Revenge II



"Berhenti" Setelah sekian lama, akhirnya Ghafar memberikan instruksi untuk menghentikan pemukulan terhadap Rinto.


Rinto yang sudah babak belur hanya bisa berdiri dengan lututnya yang menyentuh tanah. Badannya penuh darah dan pakaiannya juga sudah robek hampir disemua tempat.


Kini Ghafar berjalan ke arah Rinto bersama Aran. Para anggota Sekte Tengkorak Hitam langsung membuka jalan untuk mereka berdua.


Dihadapan Rinto, Ghafar kembali tersenyum sinis. Sementara Rinto menatap Ghafar dengan tatapan memelas.


"Tolong ampuni saya Tuan Ghafar, jangan bunuh saya"


Rinto hanya bisa meminta belas kasihan kepada Ghafar, ia benar-benar tidak ingin mati.


"Mengampunimu. Hmm, baiklah aku tidak akan membunuhmu "


Perkataan Ghafar membuat Rinto begitu senang, wajahnya langsung ceria. Ia lalu berusaha berlutut di hadapan Ghafar mengabaikan rasa sakit ditubuhnya.


"Terima kasih Tuan"


Ucapnya sambil berlutut.


"Buka mulutmu Rinto"


Mendengar Ghafar, tanpa ragu Rinto langsung membuka mulutnya. Karena begitu bahagia ia tidak curiga sama sekali kepada Ghafar.


Puff


Ghafar memasukkan sesuatu kedalam mulut Rinto. Membuat Rinto tersedak karena sesuatu yang masuk kedalam mulutnya itu bergerak dengan sangat cepat dan langsung turun kedalam organ dalam tubuhnya.


"Tuan apa yang kau masukkan itu"


Rinto berkata sambil berusaha memuntahkan sesuatu yang dimasukkan Ghafar kedalam mulutnya.


"Itu Cacing Racun, sekarang kau rasakan sendiri bagaimana rasanya cacing itu hidup didalam tubuhmu"


"Cacing Racun"


Hoeeekkk


Rinto berusaha memuntahkan cacing itu dari tubuhnya, ia bahkan mamasukkan jari-jarinya kedalam mulut untuk membantu membuat dirinya bisa memuntahkan cacing racun tersebut.


Namun cacing itu tidak juga keluar, karena cacing itu sudah bersemayam didalam hatinya dan bersiap-siap untuk menyerap nutrisi tubuh serta tenaga dalam inangnya.


"Tuan, kenapa kau lakukan ini. Bukankah kau sudah berjanji untuk mengampuniku"


Rinto menatap pasrah kehadapan Ghafar, namun Ghafar hanya menatapnya dengan sinis.


"Aku memang mengampunimu dengan tidak membunuhmu"


Ghafar langsung menusukkan jarinya ke arah atma Rinto.


"Bang!"


Rinto merasakan seluruh energi tenaga dalamnya bocor keluar dari tubuhnya.


Rinto menjerit merasakan tubuhnya kehilangan semua tenaga dalamnya. Jerih payahnya bertahun-tahun hilang sudah. Kini ia menjadi makhluk jin jelata yang hidup tanpa tenaga dalam.


Bagi sebagian ahli beladiri, kehilangan seluruh tenaga dalam dan ilmunya sama juga mati. Bahkan banyak ahli beladiri yang lebih memilih bunuh diri daripada hidup menjadi rakyat jelata tanpa budidaya.


Ghafar meninggalkan Rinto yang terus teriak seperti orang gila. Para anggota sekte yang lain hanya menatap iba ke arah Rinto. Namun dalam hati, mereka juga takut jika Ghafar melakukan hal yang sama kepada mereka semua.


Ghafar berjalan menjauh meninggalkan Rinto, para anggota sekte mengikutinya seolah-olah Ghafar adalah Tuannya.


"Apa kalian ingin merasakan hal yang sama seperti dirinya"


Berkata Ghafar kehadapan semua anggota Sekte Tengkorak Hitam sambil ia menunjuk ke arah Rinto.


"Tidak Tuann, mohon ampun"


Mereka semua langsung berlutut dihadapan Ghafar.


"Aku tidak akan melakukan hal itu kepada kalian, jika kalian tetap mengikuti perintahku"


Perkataan Ghafar merupakan anugerah terbesar yang mereka dengar, mereka benar- benar tidak ingin mengalami nasib mengerikan seperti Rinto.


"Apapun yang Tuan perintahkan, kami akan lakukan"


Salah satu senior berkata mewakili semua anggota sekte.


"Mulai sekarang tidak ada lagi Sekte Tengkorak Hitam, dan kalian semua harus berjanji setia kepadaku. Jika tidak, silahkan kalian pergi mati. Tapi asal kalian semua tau, jika kalian berani berkhianat maka kematian kalian semua tidaklah mudah. Karena aku akan menguliti tubuh kalian dan menyiksa kalian semua perlahan-lahan sampai kalian memohon untuk meminta mati"


Layaknya guntur, perkataan Ghafar membuat mereka semua langsung merinding.


 "Kami tidak akan berani mengkhianati Tuan"


Lalu salah satu dari mereka yang paling senior menghadap ke arah teman-temannya.


"Semuanya ikuti aku untuk berjanji setia kepada Tuan Ghafar"


"Baik!"


Mereka semua menjawab serentak. Kemudian para anggota sekte yang tersisa melakukan sumpah dihadapan Ghafar bahwa mereka akan setia kepadanya.


'Dengan begini, kami memiliki pasukan racun yang paling hebat' gumam Ghafar sambil sedikit tersenyum.


Aran juga tersenyum melihat ini semua.


>>>


Note :


Jadwal update tetap sama, sesuai yang sudah saya infokan di halaman depan.


2-3 hari.


Terima Kasih.