
"Kakek Tua biadab, saya peringatkan kepadamu saat ini juga kamu segera bertobat. Sungguh memalukan manusia sepertimu bersekutu dengan makhluk laknat seperti ini"
Aran berkata sambil menunjuk ke arah musuhnya.
"Manusia busuk! kamu berani menghina leluhurku dengan sebutan laknat. Kamu benar-benar bosan hidup bocah busuk"
Ki Braja Merah langsung menerjang ke arah Aran dengan tubuh setannya.
Tangannya yang besar menebas ke arah Aran dengan sangat kuat.
Wussshh
"Idiott bodohh"
Gumam Aran yang dapat menghindarinya dengan mudah.
"Hei kau makhluk jin busuk yang ada didalam tubuh Kakek gila ini. Bertaubatlah dan mulailah berbuat baik. Jika tidak, jangan salahkan aku yang akan membakar jiwamu"
"Arrgghhh. Siapa kau manusia kotor. Berani memanggilku busuk"
Tiba-tiba terdengar suara balasan dari tubuh Ki Braja Merah. Hanya saja suara itu begitu keras dan penuh dengan dendam. Suara itu tidak lain adalah suara makhluk jin yang memasuki tubuh Ki Braja Merah.
"Apa kau benar-benar ingin mengetahui siapa diriku? Bahkan Pemimpinmu saja akan berlutut jika melihatku"
Perkataan Aran membuat Jin yang berada didalam tubuh Ki Braja Merah tertawa.
"Hahaha, manusia bodoh. Memang siapa kamu sampai membuat pemimpinku takut. Sudah tidak perlu banyak omong"
Makhluk itu kembali menyerang ke arah Aran, kali ini ia mengeluarkan kabut berwarna hijau dari mulutnya. Kabut ini tidak lain adalah racun pelumpuh raga.
Dalam hati Aran 'Aku sudah kebal terhadap semua racun Sekte Tengkorak Hitam'
"Ini adalah racun dari dunia asalku. Racunku ini sangatlah kuat, dalam hitungan detik tubuhmu akan lemas tak bertenaga"
Makhluk yang berada di tubuh Ki Braja Merah sangat bangga dengan ilmu racunnya.
Kini tubuh Aran sepenuhnya tertutup oleh Racun, tapi bukan hanya Aran saja yang terkena bahkan racun itu menyebar dengan cepat diwilayah ini sampai radius 1km.
Varya, Namora dan Putri Kerajaan Malaya langsung terjatuh lemas tak berdaya.
Aran yang sudah memiliki penangkal racun ditubuhnya hanya berdiam diri didalam kabut racun tersebut. Raja Naga di alam giok juga sudah menetralisir semua racun yang menyerang tubuh Aran.
"Hahaha, rasakan kalian semua"
Ki Braja Merah tertawa dengan bangga.
Lambat laun kabut racun yang dikeluarkannya akhirnya menghilang. Tapi ia begitu kaget melihat pemuda bertopeng yang ia benci masih berdiri dihadapannya.
"Ba.. bagaimana mungkin kamu masih bisa berdiri"
Berkata makhluk jin musuh Aran.
"Iya bagaimana mungkin kamu masih bisa berdiri"
Kini giliran kesadaran Ki Braja Merah yang berkata. Didalam tubuh Ki Braja Merah kini ada dua kesadaran yang saling berbagi peran.
"Aku sebelumnya sudah berkata kepada kalian para makhluk laknat. Bertobatlah, namun kalian mengabaikan peringatanku"
Aran berkata dengan tenang kepada para musuhnya ini.
Sementara Varya, Namora dan yang lainnya masih bersimpuh lemas ditanah menatap ke arah Aran. Mereka semua penasaran, kenapa Aran tidak terpengaruh racun kabut ini.
"Si.. siapa kau sebenarnya"
Kini makhluk jin tersebut sadar bahwa musuh yang ia lawan kali ini bukanlah manusia biasa.
"Huhuhuhu, aku sudah katakan padamu sebelumnya. Bahkan jika Pemimpinmu melihatku, ia pasti akan langsung berlutut padaku. Tapi kamu malah berani menantangku. Aku sebenarnya tau,bahwa kau itu berasal dari Sekte Tengkorak Hitam"
Perkataan Aran membuat makhluk jin itu sedikit ketakutan. Tapi ia masih tetap berusaha menjaga pendiriannya untuk tidak takut kepada manusia.
"Huh, aku tidak peduli kau mengetahui asal usulku. Sekteku itu sudah sangat terkenal didunia manusia. Jadi tidak heran kau juga mengetahuinya. Sekarang cepat katakan identitas aslimu"
Makhluk jin itu masih tetap berkata tanpa rasa takut kepada musuh dihadapannya. Baginya, manusia adalah makhluk rendah yang tidak perlu ditakutinya.
"Hahahaha.. bagus, bagus sekali. Kamu adalah jin yang sangat berani. Baiklah aku akan memenuhi keinginanmu, Identitasku adalah.."
Aran berhenti berkata sambil menatap serius kepada musuhnya.
Jin yang sudah tidak sabar ini sangat ingin segera membunuh dan memakan tubuh Aran.
"Diduniamu aku dikenal dengan nama Asura"
Perkataan Aran membuat jin itu mundur selangkah. Nama Asura didunia jin tempatnya tinggal sudah sangat terkenal. Nama yang pernah menggoncang dunia jin dengan pembunuhan kejamnya. Tapi ia tidak percaya, bahwa pemuda bertopeng dihadapannya ini adalah Asura yang membantai Sektenya.
"Nama Asura bukanlah kamu seorang. Bersiaplah untuk mati"
Tidak mau menunggu lama, jin itu langsung menerjang ke arah Aran.
"Bayangan Iblis Tengkorak"
Jin itu langsung menggunakan ilmu saktinya untuk menyerang Aran.
Tapi Aran kembali tertawa melihat kemampuan musuhnya.
"Hahaha, kalian Sekte Tengkorak Hitam hanyalah ahli racun. Sedangkan dalam hal ilmu beladiri, kalian layaknya babii hutan yang hanya bisa menerjang tanpa berfikir"
Dengan mudahnya Aran kembali menghindari serangan makhluk jin tersebut.
mMendengar pernyataan musuh dihadapannya, kini Makhluk jin itu mulai berhati-hati kepada Aran. Ia tidak menduga bahwa musuhnya ini banyak mengetahui tentang Sektenya.
"Sebenarnya siapa kau!"
Jin itu benar-benar mulai frustasi karena setiap serangannya dapat dengan mudah dihindari oleh Aran. Jadi ia benar-benar ingin tau, siapa sebenarnya musuhnya ini.
Tebasan, pukulan, tendangan dan bahkan berbagai racun yang dimilikinya sudah ia keluarkan. Tapi tetap saja ia tidak dapat menyentuh musuhnya.
Tidak lama, keduanya kembali menjaga jaraknya.
"Kau benar-benar ingin mengetahui siapa aku. Baiklah, aku akan mengeluarkan sesuatu yang akan membuatmu sadar"
Aran lalu perlahan-lahan mengambil sesuatu dari udara kosong, yaitu sebuah pedang berwarna merah.
"Ini adalah pedang neraka milik Ketua Sekte Hantu Hitam yang sekarang menjadi milikku. Jadi harusnya kau tau, siapa diriku ini"
Jawab Aran sambil tersenyum dingin.
Melihat pedang yang berada ditangan Aran membuat makhluk jin itu ketakutan setengah mati. Ia tidak menyangka akan bertemu pembantai sektenya disini.
Jin tersebut langsung keluar dari tubuh Ki Braja Merah dan segera berlutut dihadapan Aran.
"Ampun Tuanku, mohon ampuni saya yang buta ini"
Makhluk jin yang berhadapan dengan Aran ini, dulunya melihat langsung kekejaman Aran terhadap sektenya. Setelah pertempuran itu, sebagian anggota sekte menjadi pengikut Ghafar sementara sisanya berpencar ke seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu dirinya kini bersimpuh dihadapan Aran, ia takut bahwa Aran akan menyiksanya dengan kejam.
Tindakan yang dilakukan oleh jin itu membuat Braja bersaudara melongo. Mereka tidak menyangka, jin yang selalu mereka puja ketakutan seperti itu terhadap pemuda yang sangat mereka benci. Bukan hanya Braja bersaudara yang terkejut. Varya, Namora dan Putri Kerajaan juga kaget melihat perubahan sikap yang dilakukan oleh makhluk jin yang menakutkan itu.
'Siapa sebenarnya kamu'
Semua yang berada ditempat itu penasaran akan jati diri Aran. Varya yang sudah cukup lama menjadi pengikjut Aran saja dibuat kagum dengan kejadian saat ini. Ia tidak menyangka bahwa Tuannya ini benar-benar memiliki begitu banyak rahasia.
'Aran'
Gumam Putri Namora. Kejadian ini membuat dirinya menjadi sangat menyukai Aran. Ia tdak menyangka bahwa Aran yang ia kagumi juga ditakuti oleh bangsa jin.
\~**Note**\~
Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.
* Jangan lupa like dan koment.
* Vote jika memungkinkan.
* Follow Author.
* Terakhir\, mohon bantu share.
Salam hangat dari penulis.
Instagram :
@yukishinamt