Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
D'Casino II



Didalam ruangan VIP sudah terdapat beberapa orang yang diantaranya sudah Aran kenal.


"Tuan dan Nona sekalian. Kita kedatangan tamu baru yang akan ikut bermain"


Perkataan Dong Yan membuat semua tamu memandang ke arah Aran.


"Tuan Aran saya akan memperkenalkan semua peserta yang bermain ditempat ini"


Dong Yan lalu mulai memperkenalkan semua orang yang ada disini.


"Yang pertama adalah Pangeran Dmitry dan disebelahnya adalah Lady Dasha"


Kedua orang itu hanya menatap dingin kepada Aran. Mereka sangat mengenal siapa pemuda bertopeng dihadapan mereka ini.


"Lalu selanjutnya adalah Tuan Muda Xiao Fei"


Xiao Fei juga melirik dingin ke arah Aran.


Aran tidak menyangka bahwa ia akan bertemu musuh-musuhnya disini.


"Selanjutnya adalah Lady Octavia, Duchess of Silver Cloud"


Taeyang langsung berbisik kepada Aran. Bahwa Lady Octavia adalah Putri dari Kerajaan Besar di Benua Barat. Aran hanya mengangguk pelan mendengarkan perkataan Taeyang.


Dong Yan lalu memperkenalkan yang lainnya. Tapi selain yang disebutkan di awal, yang diperkenalkan kemudian hanya bangsawan biasa saja.


"Saya sendiri adalah Manajer Casino yang kini bertugas untuk acara permainan ini"


Dong Yan memberikan salamnya kepada semua.


"Tuan Aran ini berasal darimana ya kalau boleh saya tau"


Tanya Pangeran Parsy kepada Aran.


"Kau tidak perlu tau aku berasal dari mana. Disini aku ingin bermain bukan untuk mengikuti jalinan kasih"


Perkataan Aran membuat Lady Octavia tertawa.


"Hihihihi. Dia lucu"


Tapi melihat tatapan dingin Pangeran Parsy dan Lady Dasha membuat Lady Octavia menutup mulutnya dan memasang wajah serius.


"Dasar tidak punya sopan santun"


Kata Lady Dasha menambahkan sambil membuang mukanya.Sementara Pangeran Parsy mengepalkan tangannya dengan keras. Ia begitu membenci Aran sampai ke sumsum tulangnya.


Aran hanya diam saja dan kemudian duduk dikursi yang telah disediakan. Sementara Taeyang berdiri dibelakang kursinya.


"Ahh, sebaiknya kita segera mulai acaranya"


Dong Yan langsung merasa tidak enak dengan kejadian yang tidak ia duga ini.


"Baik saya akan memulainya. Kita akan bermain tebak angka. Pilih besar atau kecil"


Dong Yan memperlihatkan dua buah dadu kepada semua orang.


Dia kemudian menjelaskan bahwa disebut kecil jika angka dari dua dadu yang dijumlahkan berjumlah maksimal enam. Sementara jika diatas enam maka itu disebut besar.


Setelah menjelaskan kepada semua orang, Dong Yan lalu meminta salah satu karyawannya untuk menjadi petugas acara ini. Petugas yang menjadi bandar itu langsung mengocok dadu didalam sebuah kotak.


Brak.


Kotak itu ia letakkan di atas meja.


"Silahkan, pasang taruhan kalian. Di setiap meja sudah ada kepingan berwarna. Warna merah untuk 50 keping emas, hijau untuk 100 keping emas, biru untuk 500 dan hitam untuk 1000. Mari silahkan pasang"


Aran hanya tersenyum melihat permainan ini.


Pangeran Parsy yang memiliki dendam terhadap Aran, lalu mencoba iseng kepada Aran.


"Aran, bagaimana jika kamu yang duluan memasang"


"Baiklah, karena Pangeran yang memintanya"


Bagi Aran yang memiliki kemampuan Mata Surgawi, permainan didepannya ini bagaikan mengambil uang dari orang bodoh.


"Kecil"


Aran lalu meletakkan koinnya ke tempat yang sudah dilingkari dengan tulisan kecil.


Lady Octavia yang tertarik dengan perangai Aran langsung mengikutinya.


"Saya juga kecil"


Lady Octavia melemparkan koin miliknya ke tempat yang sama dengan Aran.


"Aku pasang besar"


Pangeran lalu melemparkan koinnya ke tempat lingkaran bertuliskan kata besar.


"Aku juga"


Xiao Fei mengikuti perkataan Pangeran Parsy.


"Aku juga besar"


Yang lainnya juga mengikuti.


Hanya Aran dan Lady Octavia yang memasang angka kecil.


"Wah, wah sepertinya ini tidak seimbang. Bagaimana jika kita naikkan taruhan kita menjadi 200 keping emas"


Pangeran Parsy langsung memanasi yang lainnya.


"Apa kau hanya mampu dengan angka 200, aku akan pasang 500"


Aran lalu melemparkan koin berwarna biru. Jadi total taruhan Aran adalah 550 keping emas.


"Aku tidak masalah"


Lady Octavia lalu melemparkan koin yang sama dengan Aran.


Melihat kedua orang itu, wajah Pangeran menjadi merah karena marah.


"Huh, siapa yang takut"


Pangeran juga ikut melemparkan koin warna biru. Setelah Pangeran melempar, semua yang ada disana mengikutinya termasuk Xio Fei.


Dong Yan yang berperan sebagai petugas acara ini begitu senang melihat ini semua.


"Oke, mari kita buka"


Dong Yan meminta bandar untuk membuka kotak tersebut.


"Dua.. Berarti kecil yang menang"


Taeyang begitu senang melihat Aran menang. Begitupun dengan Lady Octavia, ia begitu senang dengan kemenangan ini.


"Terima kasih semuanya karena telah dengan ikhlas memberikan saya koin ini"


Kata Aran sambil menyusun koin miliknya.


Mereka yang kalah langsung memasang wajah suram. Nominal 500 bukanlah nominal yang sedikit bagi para bangsawan biasa. Berbeda dengan Pangeran Parsy yang memiliki uang banyak.


"Taeyang ambil ini"


Aran memberikan Taeyang koin berwarna hijau


."Bandar, ambil ini"


Aran juga memberikan bandar tips dengan koin berwarna hijau.


"Terima kasih Tuan Aran"


Bandar begitu senang menerima tips tersebut.


"Apakah kita akan melanjutkannya kembali"


Tanya Dong Yan.


"Tidak perlu kau tanyakan hal itu. Lanjutkan"


"Iya lanjutkan"


Semua orang langsung berkata padanya.Karena semua setuju lanjut, Dong Yan lalu meminta badnar untuk mengocok kembali kotak dadu tersebut.


Brakk


Kotak itu diletakkannya di atas meja.


"Silahkan, pasang taruhannya"


Dong Yan kembali meminta semuanya untuk memasang taruhan.


Dengan senyuman, kali ini Aran berkata kepada Pangeran Parsy.


"Pangeran kali ini kamu dulu atau aku"


"Huh, kau saja duluan. Aku tidak sudi mengikutimu"


Jawab Pangeran Parsy kepada Aran.


"Baiklah"


Kini Aran berpura-pura berfikir akan diletakkan kemana koin yang dipegangnya.


"Saya akan memasang kecil kembali. Sepertinya saya sedang berjodoh dengan angka kecil"


Aran tanpa ragu meletakkan koin warna biru miliknya ke tempat kata yang bertuliskan kecil.


"Saya Juga, sepertinya saya sedikit berjodoh dengan angka kecil"


Lady Octavia tanpa ragu mengikuti Aran, karena ia merasa bahwa pemuda dihadapannya ini memiliki keberuntungan yang tinggi.


"Aissh, koin biru lagi"


Beberapa bangsawan biasa sedikit tidak rela jika harus bermain koin nominal besar ini. Pangeran Parsy yang memiliki harga diri yang tinggi tentu saja tidak akan mengikuti Aran memilih kecil.


"Aku pilih besar"


Pangeran lalu melemparkan koin birunya ke kata yang bertuliskan besar.


Xiao Fei yang memiliki konflik dengan Aran juga tidak sudi mengikutinya.


"Aku juga besar"


Melihat Pangeran memilih besar, bangsawan yang lain juga mengikutinya.


"Kali ini saya minta jumlah taruhannya ditambah"


Kata Pangeran kepada Aran.


Tanya Aran tanpa rasa takut.


"Ini"


Pangeran lalu melemparkan koin berwarna hitam ke atas meja.


"Baik, siapa takut"


Aran juga melemparkan koin berwarna hitam ke atas meja.


"Apakah ada yang ingin ikut juga"


Tanya Dong Yan kepada semuanya.


Beberapa orang mau ikut, sementara yang lain mengurungkannya. Nominal seribu koin emas bukanlah jumlah yang sedikit.


"Sepertinya tidak ada yang mau ikut lagi. Baiklah, mari kita buka"


Dong Yan lalu meminta petugas bandar untuk membuka kotak tersebut.


"Tiga.. Kecil yang menang"


Melihat Aran menang lagi membuat Taeyang tersenyum bahagia, ia tidak menyangka bahwa Aran akan seberuntung ini.


"Sialann"


Pangeran Parsy kali ini begitu kesal, kalah dua kali dari musuhnya membuat ia begitu marah.


"Huh, aku tidak menyangka kalau kamu begitu beruntung"


Kata Xiao Fei kepada Aran.


"Terima kasih Tuan Xiao, saya juga tidak menyangka kalau kamu begitu sial hari ini"


Jawaban Aran ini membuat Xiao Fei menatapnya dengan perasaan benci.


'Brengsekk'


Gumam Xiao Fei didalam hatinya.


"Kau pasti bermain curang, tidak mungkin ia menang berturut-turut"


Lady Dasha berkata keras kepada Dong Yan.


"Lady, kami tidak mungkin bermain curang"


Dong Yan sebenarnya tersinggung dengan perkataan Lady Dasha yang menuduhnya bermain curang. Ini sama juga penghinaan.


"Bohong kalian, jika kalian tidak bermain curang maka ijinkan aku yang mengocok kotak itu"


Lady Dasha berkata sambil berdiri.


"Hmm.. Baiklah silahkan jika Lady mau melakukannya"


Dong Yan lalu meminta karyawannya untuk pergi.


Lady Dasha lalu berjalan ke tempat bandar sebelumnya.


Semuanya hanya diam menatap ke arah Lady Dasha. Bagi yang kalah, mereka mendukung Lady Dasha. Tapi bagi yang menang, mereka diam saja dan hanya tersenyum seperti Aran.


"Mari kita mulai lagi, kali ini aku yang akan mengocok kotak ini. Aku sarankan taruhannya adalah 3000 emas"


Lady Dasha lalu melirik ke arah semua pemain.


"Apa kalian berani"


Katanya menambahkan sambil melihat ke arah Aran.


"Aku tidak masalah"


Jawab Aran tanpa ragu.


"Huh, bagus kau tidak mundur"


Kata Lady Dasha ketus.


"Aku juga ikut"


"Aku juga"


"Aku juga"


Pangeran Parsy, Xiao Fei dan Lady Octavia juga ikut. Sementara pemain yang lainnya memilih menjadi penonton saja. Mereka yang tidak ikut lalu berdiri dari tempat duduk mereka.


"Mari kita mulai"


Lady Dasha lalu mengocok kotak itu dengan sangat cepat.


Brakk.


"Pasang taruhan kalian"


Kata Lady Dasha dengan keras.


"Pangeran, kali ini siapa yang duluan menebak"


Kata Aran kepada Pangeran Parsy.


"Huh, karena kamu menang terus maka kamu boleh menebak duluan. Aku yakin dengan kemampuan Lady Dasha untuk bermain adil"


Pangeran berkata sambil melirik ke arah Aran dan Dong Yan.


"Huhuhu, kamu tidak boleh asal menuduh. Baiklah aku akan memulai duluan"


Aran lalu melihat dengan mata surgawinya ke arah kotak dadu.


'Hebat sekali gadis ini, ia bisa mengocok dadu sampai membuatnya menjadi tumpang tindih'


Kata Aran didalam hatinya.


'Tapi dihadapan mata ini, kehebatanmu bukanlah apa-apa'


Aran hanya tersenyum menatap kotak dadu tersebut.


"Aku pilih kecil lagi"


Kata Aran sambil melemparkan 3 koin berwarna hitam.


"Appaaaa"


Semua orang kaget mendengar Aran. Mereka tidak menyangka Aran akan memilih kecil kembali.


"Pangeran jika kamu ingin menang, sebaiknya ikuti aku"


Aran sengaja memanas-manasi Pangeran Parsy. Dengan begini pasti hatinya bertambah panas.


"Mana mungkin aku mengikutimu sialann. Aku pilih besarr"


Pangeran Parsy langsung melempar 3 koin miliknya.


'Sialan ini, tidak mungkin ia menang 3x berturut-turut'


Sementara Xiao Fei dan Lady Octavia diam menatap ke arah taruhan.


"Aku juga kecil"


Lady Octavia lebih mempercayai intuisinya untuk mengikuti Aran.


Tinggal Xiao Fei yang mulai ragu untuk memasang taruhan.


'Ah, sialan. Apa aku harus kalah berkali-kali dari pemuda sialann ini'


"Aku akan memilih besarr"


Dia melemparkan koin miliknya ke meja taruhan.


"Bagus, mulai sekarang kau adalah teman terbaikku"


Kata Pangeran kepada Xiao Fei.


"Terima kasih Pangeran"


Jawab Xiao Fei dengan hormat.


"Semuanya sudah memasang taruhan, mari kita buka"


Lady Dasha lalu perlahan-lahan membuka kotak dadu tersebut. Semua orang memasang wajah serius menatap ke arah kotak dadu.


Ketika kotak itu terbuka, semua orang kaget melihatnya.


"Appa"


Terlihatlah dadu yang saling tumpang tindih, Lady Dasha lalu memindahkan dadu tersebut berjajar.


"Ya Tuhann"


Beberapa orang kaget melihat hasil dari dadu di meja taruhan.


~Note~


Chapter yang saya tulis semuanya adalah lebih dari 1000 kata. Sesuai arahan dari Mangatoon sebaiknya setiap chapter minimal 1.000 kata untuk kontrak.


Agar tidak terasa chapter saya sedikit, Sebaiknya baca perlahan-lahan sambil dihayati.


Kalau perlu sambil minum kopi biar lebih nikmat. Dan jika ada typo saya mohon maaf, karena saya mengetik di jam istirahat secepat mungkin. Mengetik sambil mencari inspirasi.


Maaf ya saya hanya bisa update satu chapter setiap harinya. Saya tetap mengutamakan kehidupan saya di dunia nyata. Semoga pandemi ini bisa cepat pergi.


Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.


* Jangan lupa like dan koment.


* Vote jika memungkinkan.


* Follow Author.


* Terakhir, mohon bantu share.


Jika ada yang ingin bertanya bisa lewat instagram saya ya.


Terima kasih.


Salam hangat dari penulis.


Instagram :


@yukishinamt