Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Kedatangan Aran



Tidak lama para pasukan inti suruhan Xiao Fei datang membawa Taeyang yang sudah tak berdaya. Mereka melemparkannya ke hadapan Xiao Fei layaknya melempar bangkai hewan.


Wajah Taeyang kini sudah berlumuran darah, tapi tetap saja wajahnya memperlihatkan tekadnya yang tidak takut pada Xiao Fei.


Xiao Fei kemudian berjalan dan menginjak kepala Taeyang.


“Bagaimana hah! Apa kau masih berani bicara seperti tadi padaku”


Dengan angkuhnya Xiao Fei berkata sambil meludahi Taeyang.


Sementara Rumbun yang lebih lemah dari Taeyang dengan segenap kekuatannya mencoba berdiri untuk menghajar Xiao Fei. Ia tidak rela melihat saudaranya begitu direndahkan.


“Bajingann kau! berani memperlakukan saudaraku seperti itu”


Dengan sisa kekuatannya Rumbun mencoba memukul Xiao Fei.


“Huh, manusia lemah”


Xiao Fei langsung menampar Rumbun.


Plakkk


Tamparannya membuat Rumbun terlempar jauh hingga tak sadarkan diri.


“Bangsaattt kau Xiao Fei, aku berjanji akan membalas semua perbuatanmu ini”


Meski Taeyang sudah kehabisan tenaga, tapi semangatnya masih berada di puncaknya. Melihat saudaranya terlempar jauh membuat hatinya semakin panas. Jika saja ia bisa lebih kuat, ia pasti dapat melindungi semua saudaranya.


“Tidak usah banyak omong kau!”


Bugghh


Xiao Fei lalu menginjak tubuh Taeyang yang menyebabkan Taeyang memuntahkan darahnya.


“Karena kau selalu melawanku dan tidak pernah menghargaiku, maka hari ini aku akan membuat kamu tidak bisa lagi menjadi seorang pendekar”


Xiao Fei lalu meminta seorang anggota Teratai Langit untuk mengangkat tubuh Taeyang.


“Hehehe, aku akan menghancurkan inti atmamu”


Xiao Fei lalu memusatkan energinya di ujung jari telunjuknya.


“Brengseekkk kau, lebih baik kau bunuh akuuu”


“Cuuhhh”


Tanpa takut, Taeyang meludahkan wajah Xiao Fei dengan ludah dan sisa darah yang ada di dalam mulutnya.


“Bajingannn sialannn, mati kauuu”


Tanpa ragu, Xiao Fei lalu mengarahkan jari telunjuknya yang penuh energi ke atma Taeyang.


Sesaat saat tangan Xiao Fei hanya berjarak beberapa centi dari tubuh Taeyang, saat itu juga ada tangan kuat yang memegang tangan Xiao Fei.


“Berani sekali kau melukai saudaraku”


Kata sosok itu sambil menatap dingin ke arah Xiao Fei.


“Suara ini, jangan-jangan kau adalahh... ”


Xiao Fei langsung terkejut melihat pemuda yang sangat ia benci kini ada di hadapannya.


Taeyang yang sudah sangat lemah juga kaget melihat penampakan pemuda yang berdiri menyelamatkannya.


“Hyuuunggg”


>>>


Beberapa waktu sebelumnya.


Aran yang sudah beberapa waktu berada di alam bintang akhirnya memutuskan untuk segera keluar dari alam ini. Kini ia sudah menguasai beberapa ilmu dan kemampuan yang telah didapatnya.


Aran mengirimkan pesan kepada seluruh penghuni alam bintang bahwa ia akan pergi keluar. Sekarang fisik Aran benar-benar kembali berubah, karena efek penggabungan alam giok dengan alam bintang maka kini lambang permata di kening Aran juga menghilang digantikan dengan lambang bintang (bintang seperti shuriken, maaf saya tidak bisa memberikan visualnya) yang bisa ia munculkan atau ia sembunyikan. Lambang ini nantinya akan menjadi identitas Aran bahwa ia adalah penerus Raja Bintang.


Kini Aran telah tiba di alam nyata yang posisinya masih sama saat ia menghilang. Yaitu di dalam menara latihan.


“Ternyata aku kembali ke tempat ini lagi”


Tapi kini di dalam menara keadaan sedang sangat sepi, karena hampir semua siswa tengah melakukan misi mengumpulkan inti roh dari hewan buas atau monster yang tiba-tiba datang dalam jumlah jutaan.


“Aku akan mencoba mencari semua saudaraku”


Aran lalu menggunakan kemampuannya untuk mencari aura semua saudaranya.


Aran dapat merasakan Aura Varya, Srikandi dan Namora.


“Ini aura Namora”


Aran tidak tau bahwa semenjak para gadis resmi menjadi siswa inti, tidak lama Putri Namora datang berkunjung ke tempat Varya dan Srikandi. Setelah itu mereka semakin dekat dan selalu menjalankan misi bersama.


“Keadaan mereka sepertinya baik-baik saja”


Aran lalu memusatkan kembali pikirannya untuk mencari Taeyang dan Rumbun.


“Aura mereka lemah sekali, ada apa ini”


Dengan gerak langitnya, Aran langsung bergerak cepat menuju tempat Taeyang dan Rumbun. Ia begitu khawatir dengan keadaan kedua saudaranya ini.


“Semoga tidak terlambat”


Aran merasakan bahwa aura kedua saudaranya semakin lemah. Karena jaraknya cukup jauh maka Aran menggunakan kecepatan maksimalnya. Ia tidak terbang karena tidak ingin menimbulkan kehebohan di dalam akademi.


Setelah jarak dirinya cukup dekat, Aran mulai memfokuskan pandangannya.


“Mata Surgawi”


Dengan kemampuan matanya ini, ia dapat melihat sesuatu yang sangat jauh.


Kini Aran melihat bahwa Taeyang telah tergeletak berlumuran darah dengan kepalanya yang diinjak oleh seseorang.


“Bajingann kau Xiao Feiii”


Melihat saudaranya di perlakukan seperti itu membuat hati Aran menjadi sangat panas. Ia semakin memacu kecepatannya tanpa memperdulikan lingkungan sekitar.


“Apa itu”


“Aku merasakan itu adalah seseorang yang bergerak sangat cepat”


Beberapa orang yang dilewati Aran merasakan sesosok manusia yang bergerak dengan sangat cepat.


Ketika Aran melihat Xiao Fei mengarahkan jarinya ke arah atma Taeyang, membuat kemarahan di hati Aran menjadi sangat panas.


Wuzzzhhh


Beruntung Aran tepat waktu dan memegang tangan Xiao Fei.


“Berani sekali kau melukai saudaraku”


Kata sosok itu sambil menatap dingin ke arah Xiao Fei.


“Suara ini, jangan-jangan kau adalahh... ”


Xiao Fei langsung terkejut melihat pemuda yang sangat ia benci kini ada di hadapannya.


Taeyang yang sudah sangat lemah juga kaget melihat penampakan pemuda yang bediri menyelamatkannya.


“Hyuuunggg”


Seketika, Taeyang langsung berwajah ceria melihat pria bertopeng di hadapannya ini. Ia sangat yakin bahwa pemuda itu adalah Hyungnya.


Aran lalu meremas jari Xiao Fei hingga seluruh tulang di jarinya remuk.


“Arrrrrggghhhh”


Ketika Xiao Fei teriak kesakitan, Aran langsung menamparnya hingga Xiao Fei terlempar jauh dan menyebabkan hampir seluruh giginya rontok.


Kemudian Aran sedikit berjongkok dan menyandarkan kepala Taeyang di pahanya.


“Makanlah ini”


Aran langsung memasukkan anggur ruby kualitas terbaik ke mulut Taeyang.


Menerima pemberian Aran tentu saja langsung dimakan oleh Taeyang tanpa ragu. Karena ia percaya sepenuhnya kepada Aran.


Setelah terlihat raut wajah Taeyang membaik, Aran lalu mendudukkan tubuh Taeyang.


"Taeyang.. Jika kondisimu sudah membaik, segera ke tempat Rumbun dan berikan buah ini padanya. Aku bisa merasakan bahwa Rumbun hanya pingsan saja"


Setelah berkata, Aran lalu memberikan Taeyang kantong kecil berisi anggur ruby.


"Baik Hyung"


Setelah selesai dengan Taeyang, Aran Kemudian berdiri dan menatap semua pasukan inti Teratai Langit.


“Apakah kalian semua yang melakukan ini pada saudaraku”


Kata Aran sambil menatap sinis kepada seluruh pasukan inti Teratai Langit.


“Iya, memangnya kenapa. Berani sekali kau ikut campur urusan kami, bahkan kau berani menampar Tuan Muda Xiao Fei. Rupanya kau bosan hidup. Semuanya habisi dia”


Teriak salah seorang pemuda dari pasukan inti Teratai Langit.


“Hajarrrr”


Pasukan inti itu langsung menyerang Aran bersama-sama.


“Hanya sekumpulan kunyukk berani menyerangku”


Musuh Aran hanya berada di tahapan Master sangat berbeda jauh dengan dirinya. Semenjak Aran berlatih di alam bintang, kini ia semakin memahami segala bentuk tingkatan yang ada di dunia ini. Dulu sekali saat ia masih di Nusantara, Aran sama sekali tidak tau tingkatan seorang pendekar. Tapi kini ia jadi sangat memahami semua itu.


Baginya, dunia itu sangatlah luas. Di atas langit masih ada langit, beruntung ia berkelana ke daratan tengah jadi bisa mengetahui semua ini.


Mendapat serangan gabungan dari para penyerangnya hanya membuat Aran melirik dingin ke arah mereka.


“Hahaha, mati kau”


Mereka semua begitu senang melihat pemuda bertopeng ini hanya diam tak bergerak sedikitpun.


Bang!


Bang!


Serangan kuat mereka menghantam tubuh Aran dengan sangat keras. Tapi ketika serangan mereka berhasil mengenai musuhnya, mereka semua kaget bahwa musuhnya ini masih berdiri tegak tanpa bergerak sedikitpun.


“Apa yang kalian lakukan sebenarnya, aku tidak merasakan apa-apa”


Kata Aran dengan santainya.


“Kaauu... bagaimana mungkin”


Mereka semua tidak percaya bahwa pria di hadapan mereka ini bahkan tidak merasakan sakit sama sekali.


“Sekali lagi, keluarkan seluruh kemampuan kalian”


“Heaaa”


Bang!


Bang!


Sinar terang terus menerjang tubuh Aran, tapi hasilnya tetap sama saja. Aran hanya berdiri diam tidak bergerak.


Bahkan Taeyang yang kini kondisinya mulai membaik begitu terkejut melihat Aran yang tidak bergerak sama sekali.


‘Hyung, sekuat apa sebenarnya dirimu’


Batin Taeyang.


“Sekarang giliranku”


Kata Aran kepada semua musuhnya.


Mendengar perkataan Aran, entah kenapa semua musuhnya langsung menelan ludah mereka.


Wusshh


Dalam sekejap Aran menghajar semua musuh yang menyerangnya.


Kracck


Kraacck


Terdengar bunyi tulang yang terputar berkali-kali.


“Uarrrrrrgghhhh”


Langsung terdengar jeritan keras di tempat itu. Ternyata Aran memutar semua tulang kaki mereka dari batas lutut ke arah belakang. Karena Aran ahli dalam teknik Akupunktur dan syaraf maka hal itu mudah saja ia lakukan.


“Apa yang kau lakukan padaku”


Semua pasukan inti Teratai Langit begitu histeris melihat perubahan fisik tulang kaki mereka. Mereka mencoba menggerakkan kaki mereka untuk maju ke depan, tapi yang ada malah mereka berjalan ke belakang. Karena kini kaki mereka menghadap kebelakang semua.


“Diam kalian semua”


Aran lalu bergerak cepat kembali dan menotok semua syaraf mereka yang menyebabkan mereka diam tidak bergerak.


Dari sekian banyak musuhnya, Aran hanya menyisakan satu orang diantara semua musuhnya yang tidak ia putar tulangnya.


Pemuda yang tersisa itu menatap ngeri atas apa yang terjadi pada semua temannya. Dan sekarang, pemuda yang melakukan semua itu malah menatap dirinya dengan dingin.


“Kau, kemari”


Kata Aran tegas.


Mendengar perintah pemuda kejam itu, ia lalu berjalan pelan dan penuh hormat menghadap Aran.


“A.. apa yang kau inginkan padaku Tuan”


Pemuda itu menjawab perintah Aran dengan patuh.


“Siapa namamu”


Tanya Aran padanya.


“Nama saya Jin Shang”


Jawab Jin Shang dengan penuh hormat kepada Aran.


“Jin Shang, aku hanya akan mengatakan sekali. Kau ingin seperti mereka atau menuruti semua perintahku”


Tentu saja pria itu lebih memilih menuruti perintah Aran, dari pada ia menjadi cacat seperti semua temannya.


“Tentu saja aku akan mengikuti semua perintahmu Tuan”


Jawabnya tanpa ragu.


“Bagus, sekarang bawa bajingannn Xiao Fei ke hadapanku”


“Siap Tuan”


Jawab Jin Shang tanpa ragu. Dengan gerakan cepat ia pergi ke tempat Xiao Fei terlempar tadi dan membawanya ke hadapan Aran.


“Ini Tuan”


Berkata Jin Shang sambil meletakkan Xiao Fei di hadapan Aran.


Xiao Fei begitu takut melihat pemuda bertopeng yang kejam ini. Baginya, pemuda bertopeng ini adalah iblis.


“Xiao Fei, berani sekali kau melukai saudaraku. Siapapun yang berani melukai saudaraku maka ia harus terima konsekuensinya. Asal kau tau, semua yang berani melukai saudaraku akan aku siksa dengan kejam”


Berkata Aran sambil menatap Xiao Fei dengan tatapan dingin.


Mendengar Aran, Xiao Fei begitu ketakutan setengah mati.


“Kaa.. Kauu berani kepadaku. Asal kau tau, aku sudah mengirimkan sinyal bantuan kepada Kakak Xiao Jun dan seluruh pasukan Teratai Langit”


Kata Xiao Fei tanpa ragu.


Mendengar Xiao Fei, Aran malah tertawa jahat.


“Huhuhu.. Ini semua semakin menarik”


~Note~


Mohon Maaf..


Besok tanggal merah saya libur update.


Saya juga ingin meberitahukan kepada seluruh pembaca. Maaf jika saya suka update sedikit karena kesibukan saya di tempat kerja. Meski begitu saya tetap berusaha update dari pada tidak sama sekali.


Tapi, biar bagaimanapun saya tetap mengutamakan kehidupan di alam nyata saya.


Di beberapa chapter sebelumnya saya pernah menginformasikan masalah ini. Jika para pembaca tidak suka dengan cerita ini, silahkan di skip saja.


Bagi yang mau promo novel silahkan, saya tidak melarang.


Bagi yang mau komentar silahkan juga.


Saya disini menulis untuk hoby, bukan untuk hal lainnya.


Terima kasih.