
Didalam kamar Aran duduk bersebelahan dengan Xi Fentian.
Tuan Tua berkata kepada mereka semua bahwa ruangannya sudah terlindungi, jadi apapun yang mereka bicarakan tidak akan terdengar keluar.
“Saudara Aran, saya adalah Kakek dari Xi Fentian. Kamu boleh memanggilku Kakek atau Tuan Tua, keduanya tidak masalah buatku. Dan juga mungkin kamu harus tau bahwa sayalah yang telah merawat Xi Fentian dari masih kecil. Karena orang tua Xi Fentian telah lama tiada”
Aran tidak menyangka bahwa Xi Fentian telah kehilangan orang tuanya. Pantas ia sangat menyayangi Kakeknya.
“Saya disini ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada saudara Aran”
Lanjut Tuan Tua menambahkan.
“Emm, maaf Tuan Tua. Panggil saya Aran saja”
Aran lebih senang dipanggil namanya saja dbanding dengan kata saudara, hal itu malah membuatnya menjadi asing.
“Baiklah”
Tuan Tua lalu melanjutkan ceritanya. Ia benar-benar sangat bersyukur atas bantuan yang Aran berikan kepada dirinya melalui Xi Fentian. Dengan begini ia yakin bahwa mereka akan bisa mencapai target yang diharapkan kantor pusat.
Bahkan jika mereka bisa mempertahankan siklus penjualan mereka yang terus mengalami surplus, maka bisa jadi mereka akan mendapatkan promosi.
Kabar mengenai wayn yang mereka jual telah sampai ke telinga orang-orang di kantor pusat. Mereka sangat penasaran dengan wayn yang dijual oleh restoran ini dan dalam waktu dekat Ketua Pasifik Inn ingin datang langsung mengunjungi restoran ini.
Tuan Tua lalu melanjutkan obrolannya kepada Aran.
“Aran, saya tau kedatangan kamu ke negeri ini adalah untuk mengikuti seleksi Akademi Bimasakti”
“Benar Tuan Tua”
Jawab Aran dengan sopan.
“Mungkin saya dapat sedikit membantumu”
Tuan Tua lalu memberikan sebuah lencana pada Aran. Lencana itu berwarna ungu dengan ukiran bintang ditengahnya dan ditengah-tengah lambang bintang ada bulatan berwarna merah.
Aran dengan sopan menerima lencana tersebut.
“Itu adalah lencana khusus yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang dilindungi oleh Pasifik Inn. Hanya beberapa orang saja diseluruh dunia yang memilikinya. Jadi mulai sekarang kamu adalah keluarga di Pasifik Inn dan setiap kamu berkunjung ke Pasifik Inn dimanapun, kamu akan mendapatkan diskon 50%. Bulatan merah itu adalah tombol sinyal darurat jika kamu butuh bantuan. Saat kamu menekannya dengan tenaga dalam hingga bulatan itu berubah warna menjadi ungu, maka semua pasukan penjaga Pasifik Inn yang berada di sekitarmu akan merespon sinyal tersebut”
Aran yang mendengar perkataan Tuan Tua menjadi kaget bukan kepalang. Diskon 50% adalah sesuatu yang sangat hebat belum lagi pasukan bantuan yang akan membantunya jika ia dalam bahaya.
“Tuan Tua ini terlalu berlebihan untuk saya”
Aran benar-benar merasa tidak enak dengan semua berkah ini.
“Tidak, justru saya yang berterima kasih padamu. Sebenarnya belum lama tadi, orang-orang dari Pasifik Inn pusat datang berkunjung. Mereka melihat dan mencoba langsung wayn milikmu. Itu benar-benar wayn peninggalan Clan Naga yang telah lama hilang. Aku juga meminta mereka untuk menjaga identitasmu terkait pemilik wayn, untuk itu kamu pantas mendapatkan lencana ungu tersebut”
Aran benar-benar tidak percaya dengan keadaan saat ini. Ia hanya ingin membantu dengan minuman wayn miliknya, tapi siapa disangka wayn miliknya ini dihargai dengan sangat tinggi.
“Tuan Tua terima kasih banyak”
Aran memberikan hormatnya kepada Tuan Tua.
“Sama-sama Aran, jika kamu memiliki stock wayn lagi kamu bisa memberikannya kepada kami”
“Mmm.. Saya memang memiliki banyak stock”
“Benarkah? Berapa banyak yang kamu punya. Karena orang-orang pusat juga memintanya untuk membawa sedikit wayn agar bisa ikut dijual dibeberapa cabang”
“Lumayan Tuan, memang berapa liter yang kamu butuhkan”
Tuan Tua lalu sedikit berfikir dan saling melihat kearah Xi Fentian.
“Apakah 400 Liter bisa?”
Tuan Tua ragu-ragu berkata kepada Aran. Jumlah ini adalah stock yang cukup untuk restorannya dan beberapa restoran cabang.
“Hanya segitu”
Jawaban Aran ini membuat Tuan Tua bingung. Karena ia merasa bahwa 400 Liter itu adalah jumlah yang banyak.
“Baiklah aku akan memberikannya sekarang”
Aran lalu menggunakan kesadarannya untuk mengeluarkan 2 buah drum besar yang terbuat dari kayu.
“Masing-masing drum berisi 200 liter”
Kata Aran ketika mengeluarkan dua drum tersebut dihadapan Tuan Tua.
“Ini”
Tuan Tua lalu mengecek sendiri isi dari drum tersebut.
“Ini benar wayn, baunya sangat harum”
Xi Fentian juga ikut memeriksa drum wayn milik Aran.
“Ah, wanginya membuat pikiranku tenang”
Xi Fentian bersama Tuan Tua lalu kembali duduk dihadapan Aran.
“Ini bisnis yang sangat besar, besok pagi saya akan langsung memberikan harga yang pantas untuk drum wayn ini”
Tuan Tua benar-benar senang dengan drum pemberian Aran. Kini ia yakin bahwa Pasifik Inn yang ia kelola ini akan menjadi cabang terbaik dari semua cabang Pasifik Inn.
“Tidak apa-apa Tuan Tua, untuk saat ini saya juga tidak terlalu membutuhkan emas itu. Karena emas yang kemarin diberikan Nona Xi saja masih ada”
Aran juga bersyukur kepada Tuan Tua, karena dengan bisnis ini ia tidak perlu lagi khawatir kekurangan uang. Tuan Tua juga senang mendengar penjelasan dari Aran.
“Aran, saya memiliki dua hal yang mengganjal di hati saya”
“Apa itu Tuan?”
Jawab Aran penasaran.
"Pertama, dari mana kamu berasal"
Pertanyaan Tuan Tua langsung dijawab oleh Aran.
"Saya berasal dari Nusantara"
Jawab Aran tegas tanpa ragu. Karena ia bangga berasal dari Nusantara.
"Nusantara? wah ternyata kamu dari tempat yang jauh. Saya tidak menyangka akan bertemu Pendekar Nusantara di negeri ini. Hanya ada satu orang dari Nusantara yang pernah menggoncang dunia persilatan diseluruh dunia. Tapi itu sudah ratusan atau ribuan tahun yang lalu. Saya juga hanya mendengar kisahnya saja"
Tuan Tua dan Xi Fentian benar-benar kaget mendengar bahwa Aran berasal dari Nusantara, mereka tidak menyangka sama sekali bahwa penolong mereka berasal dari Nusantara.
“Sekarang yang kedua dan yang paling penting. Saya ingin melihat wajahmu, karena kali ini kamu sudah menjadi bagian dari Pasifik Inn”
Tuan Tua sangat ingin melihat Aran, begitupun dengan Xi Fentian. Mereka penasaran akan sosok dibalik topeng yang menutupi wajah Aran.
Mendengar permintaan kedua Tuan Tua membuat Aran sempat diam berfikir, tapi ia juga setuju dengan mereka.
"Hmm.. baiklah"
Karena dalam melakukan bisnis kita harus saling mengenal satu sama lain. Perlahan-lahan Aran membuka topengnya, kini terlihatlah wajah Aran yang begitu berkharisma.
"Ya Tuhan"
Kata Kakek Tua yang melihat wajah Aran. Sementara Xi Fentian terdiam menatap wajah Aran, karena selama hidupnya baru kali ini ia melihat wajah pria yang begitu berkharisma.
"Aran, apa benar kamu berasal dari Nusantara"
~Note~
Disini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka semua yang telah mendukung saya.
@Blue Jade
@Black Diamond
@Kris One Toro
@Bram Edward
@Farras
@Parlindungan Panjaitan Panjaitan
@Mariadi
@Adhitya Warman
@ccd 212
@Fierdaus Rizal
@Arjon Arjon
@Pasto Akiro
@monkey d luffy (titip salam buat Roronoa Zoro)
@left..
@Danang Cening Wueeleh Wueeleh
@Wafa
@Abi Alfa
@Tekie Suket
@ES tehmanis
@Aghaffar
@den x
@Alwi Alwi Sajalah
@Rukmini Ndung Qieqi
@Rubah Loreng
@Filiano Btiliusa FsFs
@Muhammad Syafral
@Ali Utsman Al Fadhil
Dan mereka semua yang dari awal hingga hari ini masih menjadi pembaca setia novel saya. Mohon maaf tidak bisa saya tuliskan satu persatu.
Terima kasih banyak.
Salam hangat dari penulis.
Instagram :
@yukishinamt