Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Putri Es



Beruntungnya Aran masih bisa selamat dari serangan sinar tersebut, tanpa bantuan Raja Naga mungkin Aran kali ini akan mati.


1 Minggu kemudian di alam giok.


Akhirnya Aran membuka matanya dan ia lalu menatap sekelilingnya.


Kini Aran berada di sebuah ranjang kayu didalam Villa Langit. Didekatnya terlihat Saka yang terus menatap wajahnya.


Kwaaakk


Kwaakk


Teriak Saka mendekati Aran dan terbang keluar rumah untuk memberitahu Raja Naga terkait Aran. Raja Naga yang melihat Saka langsung menghampirinya dan bersama menuju ketempat Aran.


Diranjang, Aran berusaha bangun namun nyatanya ia merasakan sakit diseluruh tubuhnya.


"Kenapa tubuhku ini, rasanya sangat sakit seperti diinjak puluhan gajah"


Aran tetap berusaha untuk duduk diatas ranjang, ia kaget melihat ditubuhnya banyak ramuan berwarna hijau dan merah, ia sudah menduga pasti ini pengobatan Raja Naga untuk menyembuhkannya.


Tidak lama Raja Naga sampai kehadapan Aran.


"Aran, kau sudah sadar"


"Raja Naga, terima kasih. Entah sudah berapa kali kamu menyelamatkan hidupku"


"Tidak perlu sungkan, aku juga salah memintamu mengambil tanaman kopi tersebut sehingga kamu hampir kehilangan nyawa"


Raja Naga begitu senang melihat Aran sudah sadar, prediksinya Aran akan sadar dua minggu lagi. Tapi ternyata ia bangun lebih cepat.


'Anak ini seperti monster, pertumbuhannya diluar akal sehat' Hanya itu yang Raja Naga katakan didalam hatinya.


Raja Naga lalu memberitahu Aran bahwa ia sudah tertidur diranjang itu selama seminggu penuh. Beruntungnya sekarang dialam giok Aran bisa tinggal selama tiga minggu dimana didunia luar adalah hanya tiga jam, jadi ia bisa memulihkan energinya dulu disini sampai benar-benar pulih. Tidak lupa juga Raja Naga memberitahu Aran bahwa Kopi Svarga sudah ia tanam di dekat tanaman anggur ruby.


"Raja Naga, sebenarnya sinar apa itu yang menyerangku"


Aran begitu penasaran dengan cahaya yang menghantam tubuhnya, beruntung sebelum masuk kedalam danau Aran sempat mengaktifkan Ajian Naga Langit.


"Aku juga kurang mengetahuinya, aku samar-samar merasakan energi makhluk era kuno dari dalam gua. Hal itulah yang membuatku merasakan sinyal bahaya. Nanti setelah kamu keluar dari alam ini segera gunakan semua kemampuan terbaikmu untuk pergi dari gua"


Walaupun Aran berhasil melarikan diri ke alam ini, namun tetap saja begitu keluar ia akan kembali ketempat dimana ia berada sebelumnya.


"Baik Raja Naga aku mengerti"


Aran lalu mulai memulihkan kondisinya dengan memakan dan meminum ramuan yang disediakan oleh Raja Naga. Sementara Saka pergi bersama Raja Naga untuk berlatih.


***


Akhirnya batas waktu Aran di alam giok berakhir, tubuhnya juga sudah pulih seperti sebelumnya.


"Aran sebelum kamu keluar, kita lihat keadaan didunia luar lewat cermin giok"


Aran lalu bersama Raja Naga melihat ke dunia luar, dilihatnya keadaannya masih sama seperti sebelumnya sunyi sepi.


"Raja Naga, saya pamit pergi"


"Berhati-hatilah, segera gunakan mode siluman dan seluruh kemampuan terbaikmu untuk pergi"


"Baik"


Aran lalu segera mengaktifkan seluruh kemampuan terbaiknya.


"Mode Siluman, buka"


Bang!


"Segel Naga Level 6, buka"


"Ajian Naga Langit, Sinar Pelindung"


"Gerak Langit Level 7, buka"


"Ajian Lembu Sekilan, buka"


Setelah mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya, Aran lalu keluar dari alam giok.


Didunia luar tidak mau menunggu waktu lama, Aran lalu bergerak cepat keluar gua. Sesaat ia akan pergi terlihat cahaya terang dari dalam gua.


"Cahaya itu lagi"


Dengan gerak langitnya Aran pergi meninggalkan gua tersebut. Berenang dengan sangat cepat untuk keluar dari danau. Aran sempat melihat kebelakang, dilihatnya gua tersebut bersinar terang.


Begitu berhasil keluar dari danau, Aran lalu melompat tinggi ke langit.


"Sayap Garuda, buka"


Ia lalu pergi meninggalkan tempat tersebut secepat mungkin.


***


Didalam gua sebuah sosok misterius menatap pergi wujud Aran dengan mata batinnya.


"Huh, hampir saja aku berhasil menangkapmu. Jika saja aku tidak disegel di gua terkutuk ini aku pasti akan menyiksamu ribuan kali, karena sudah berani kurang ajar mengambil tanaman berharga milikku"


Sosok misterius tersebut begitu membenci Aran.


***


Aran memutuskan untuk kembali menuju kediamannya.


Kini hari sudah mulai pagi, Aran lalu memasuki rumahnya dan mulai memasak makanan yang enak. Tidak lupa ia menyuruh Kumbang, Putih dan Ze agar mengajak Berliana dan Lingga untuk mengunjungi rumahnya.


"Tuan, saya Varya. Datang menghadap"


Karena Varya sudah datang, Aran segera meminta Varya untuk masuk dan membantunya menyusun semua makanan yang telah disiapkannya.


"Tuan masakan ini begitu harum"


Varya begitu mengagumi kemampuan Tuannya dalam hal memasak. Untuk itu ia sama sekali tidak menyesal menjadi bawahan Aran.


Semua makanan kini sudah tertata dimeja makan yang lumayan besar. Sambil menunggu para tamunya datang. Aran sedikit berbincang dengan Varya sambil meminum teh laut hitam tanpa dicampur wayn.


"Varya, apa kamu tau mengenai keluarga Xiao"


Karena teringat kepada Xiao Ling, Aran memutuskan untuk bertanya kepada Varya.


"Tentu saja saya tau. Keluarga Xiao atau Clan Xiao adalah salah satu clan ternama di dataran tengah. Keluarga mereka terkenal dalam hal seni pengobatan. Apakah Tuan memiliki kenalan di keluarga tersebut"


Varya jadi penasaran dengan Tuannya yang tiba-tiba menanyakan Clan Xiao.


"Ah iya, saya memang memiliki kenalan disana. Tapi aku rasa kau pasti tidak mengenalnya"


Aran berkata sambil tersenyum, ia jadi mengingat kenangan bersama Xiao Ling di dunia jin.


"Ooh begitu, kalau boleh tau siapa namanya Tuan. Mungkin saja saya mengenalnya"


Keluarga Xiao adalah keluarga ternama, setiap anggota keluarganya pasti memiliki pengaruh didunia luar. Aran yang berasal dari negeri yang sangat jauh bisa mengenal salah satu anggota Clan Xiao tentu saja membuat Varya penasaran.


"Ehm, kau pasti tidak akan mengenalnya. Dia hanyalah wanita biasa"


Jawab Aran yang membuat Varya tambah penasaran.


'Wanita'


"Jadi wanita yah, boleh saya tau namanya siapa"


Varya tetap memutuskan untuk bertanya pada Aran, karena ia begitu penasaran pada wanita kenalan Tuannya ini.


"Emm, baiklah" Aran lalu meminum tehnya, sebelum menjawab Varya,


Melihat Tuannya minum, Varya juga meminum tehnya.


"Namanya Xiao Ling"


Mendengar nama Xiao Ling, Varya langsung tersedak minumannya.


Uhuk


*Batuk*


Varya terbatuk-batuk karena tersedak.


"Hei ada apa denganmu? mangkanya kalau minum itu nafas"


Aran lalu memberikan kain kecil kepada Varya.


Varya langsung menerima kain tersebut dan digunakannya untuk membersihkan sisa teh di sekitar mulut dan sedikit di pakaiannya.


"Tuan, apa benar wanita kenalanmu itu bernama Xiao Ling"


"Iyah, memangnya kenapa"


Aran jadi penasaran dengan pertanyaan Varya.


"Coba Tuan sebutkan ciri-cirinya padaku"


Aran lalu mulai menceritakan ciri-ciri fisik Xiao Ling kepada Varya.


Varya langsung terdiam mendengar ciri-ciri tersebut. Karena ciri-ciri itu sama persis dengan wanita yang ia ketahui.


"Tuan, hanya satu nama Xiao Ling di dataran tengah yang aku ketahui dan dia adalah putri kesayangan Ketua Clan Xiao, ia juga merupakan cucu kesayangan leluhur clan"


Varya menatap Tuannya dengan sangat kagum, ia tidak menyangka bahwa Tuannya bisa mengenal keluarga bangsawan terkenal di benua tengah.


"Kami menyebutnya Putri Es. Karena ia begitu dingin kepada siapapun, baik itu kepada laki-laki maupun wanita"


Jawaban Varya membuat Aran menatapnya dengan serius.


"Putri Es?"


~Note~


Hello pembaca setia Novel Pendekar Nusantara.


Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.


* Jangan lupa like dan koment.


* Vote jika memungkinkan


* Follow Author.


* Terakhir, mohon bantu share.


Salam hangat dari penulis.


Instagram :


@yukishinamt