Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Segel Naga Level 6



Melihat Aran mengeluarkan aura kelam seperti itu, membuat ciut nyali para penyerangnya.


"Huhuhu" Aran hanya tertawa sinis melihat mereka semua.


*Aran\, dalam segel ini kuberikan sedikit kekuatanku padamu*


*Terima kasih Raja Naga*


"Dihadapanku sekarang, kalian tidak lebih dari semut" Aran menunjuk mereka semua dengan tatapan jijik.


"Mati!" Aran melesat dengan sangat cepat ke arah mereka, ia mengincar yang paling lemah terlebih dahulu.


Slasshh


Tebasan pertama dalam sekejap memotong kepala salah satu Tetua.


Belum sempat mereka bergerak, Aran sudah berada ditempat mereka berdiri dan menebas kembali. Gerakannya sangat cepat, para Tetua sampai tidak sadar bahwa kepala mereka sudah terpisah dari badan. Aran juga membunuh mereka dengan cara yang kejam dengan memotong tubuh mereka menjadi dua.


"Mmmonsster" hanya itu yang keluar dari mulut mereka yang masih hidup.


Kini hanya tersisa dua Tetua dihadapan Aran.


"Berlutut dan memohon ampun kepada Tuan Ghafar atau mati"


Aran menatap sengit kepada mereka berdua yang sudah ketakutan, tubuhnya bergetar hebat. Baru kali ini mereka melihat makhluk yang sangat kejam dihadapannya.


Tidak sadar tubuh mereka berlutut dengan sendirinya.


"Apa kalian berdua tau siapa pemilik racun cacing tersebut" Aran berkata dengan aura membunuh yang sangat kental. Membuat mereka semakin ketakutan.


"Tau, kami tau"


"Katakan, siapa namanya"


"Namanya Rint.." Belum selesai ia berkata, terdengar teriakan dari Ketua Sekte.


"Penghianat, pergi mati kau!" Dengan gerakan kilat ia menebaskan pedangnya ke arah leher kedua Tetua yang sudah berlutut dihadapan Aran.


Tapi sebelum pedang itu sampai ke leher mereka yang hanya menyisakan jarak 15 centi, Aran sudah berada disitu.


"Jangan menggangguku sialann!" Aran langsung memberikan pukulan telak dibadan Ketua yang membuat ia terlempar jauh menabrak beberapa pohon.


Perbuatan Aran membuat semua yang melihatnya melongo.


"Gila! Makhluk itu memukul Ketua Sekte dengan satu pukulan" Para ahli yang menonton dari kejauhan sampai kaget melihat kekuatan Aran.


"Jangan sampai kita menyinggung makhluk tersebut" Berkata ahli yang lain kepada pengikutnya. Ia tidak habis fikir, Ketua Sekte Hantu Hitam yang ditakuti dapat dengan mudah terlempar hanya dengan satu pukulan.


"Sekarang cepat katakan atau aku potong-potong tubuh kalian dan akan aku jadikan makanan anjingg"


Aran kini kembali dihadapan para Tetua yang berlutut.


"Namanya adalah Rinto dari Sekte Tengkorak Hitam"


"Appaa!" Ghafar teriak di kejauhan dan langsung bergerak secepatnya kesebelah Aran. Ia tidak menghiraukan keberadaan Wakil Ketua Sekte yang sekarang diam terpaku.


"Apa yang kau katakan benar, hah!" Ghafar teriak dihadapan Tetua tersebut.


"Benar Tuan, saya tidak berani berbohong"


"Keparatt kau Rinto, aku bersumpah akan menyiksamu hidup-hidup"


"Apa kau kenal dengannya Tuan" Berkata Aran.


"Aku sangat mengenalnya, karena ia pernah melamar cucuku. Selain ia Tetua sekte, ia juga seorang bangsawan di wilayah ini" Ghafar mengepal keras jari jemarinya. Ia begitu marah sampai urat dikepala keluar.


"Siapa saja yang mengetahui hal ini" Aran berkata kepada mereka berdua.


"Semua Tetua sekte kecuali Kay"


Kay yang mendengar namanya disebut langsung keluar kehadapan mereka.


"Ghafar aku benar-benar tidak mengetahui hal ini" Kay berkata dihadapan Ghafar.


Ghafar hanya melirik Kay, ia bersyukur bahwa sahabatnya ini benar-benar tidak terlibat.


"Kenapa kalian merahasiakan hal ini dariku" Kay juga penasaran kenapa dirinya sampai tidak mengetahui hal ini.


"Ini karena kami semua tau bahwa kau bersahabat dengan Ghafar"


Jelas sudah sekarang apa yang terjadi sekarang ini.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang" Aran berkata kepada Ghafar.


"Aku akan meratakan Sekte Hantu Hitam dan melumuri darah Sekte Tengkorak Hitam" Aura membunuh keluar dari tubuh Ghafar.


"Ghafar tolong tenang, banyak makhluk tidak bersalah di Sekte. Banyak dari mereka yang memiliki keluarga"


Mendengar Kay, Ghafar hanya mendengus dengan marah.


Ketika mereka semua sedang berbicara, muncul aura mematikan dari atas kepala mereka.


"Siapa yang sudah berani kurang ajar membuat Sekte Hantu Hitam seperti ini" Teriakannya disertai aura mematikan yang dapat dirasakan semua makhluk yang berada 5 km disekitaran sekte.


"Leluhurr, selamatkan kami" Semua anggota Sekte Hantu Hitam langsung berlutut kearahnya.


"Ini yang aku takutkan, akhirnya muncul juga tua bangka ini" Gumam Ghafar


Aran yang berdiri disebelah Ghafar juga mendengar perkataan Ghafar tersebut "Auranya begitu menakutkan, sepertinya kita sudah membangunkan Iblis yang tertidur"