Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Kerajaan Malaya



Aran lalu melakukan hal yang sama seperti Ki Braja Merah kepada Ki Braja Hitam.


Kini resmi sudah seluruh kelompok Topeng Siluman yang dipimpin oleh Braja bersaudara menjadi bawahan Aran.


"Bambang cepat kau bersihkan dirimu yang kotor itu dan segera kembali kesini"


Karena Ki Braja Hitam sebelumnya mengompol jadi tercium aroma yang tidak enak, Aran memintanya untuk segera membersihkan dirinya. Beruntung Aran masih memiliki celana di alam gioknya, jadi bisa ia berikan kepada Ki Braja Hitam.


Aran lalu berjalan ke arah para gadis yang tengah berkumpul.


"Aran"


Namora berkata pelan, ia sekarang jadi takut dengan sosok Aran.


"Kalian semua tidak perlu takut padaku. Aku hanya bersikap kejam kepada mereka yang suka berbuat jahat"


Mereka semua lalu berkumpul bersama dan kelompok Aran saling memperkenalkan diri kepada gadis yang baru saja mereka temui.


"Nama saya Azizah dan saya adalah Putri Kerajaan Malaya terdahulu. Sekarang yang memerintah Kerajaan bukanlah berasal dari keluargaku. Ayahku Raja terdahulu sudah dilengserkan oleh kerabat jauh Ayahku dengan dibantu oleh Kerajaan Parsy"


Putri Azizah mulai menceritakan keadaan negerinya yang semakin hari semakin menyedihkan. Kejahatan dimana-mana, pembunuhan, penculikan, pemerkosaan dan banyak hal lainnya. Belum lagi korupsi yang sudah merajalela. Banyak rakyat yang kini kelaparan, karena hal inilah ia memutuskan untuk memberontak. Hingga akhirnya ia tertangkap ditempat ini. Jika saja kelompok Aran tidak datang, mungkin ia sudah diserahkan kepada Kerajaan Parsy.


"Parsy lagi, kenapa mereka ini sangat suka menjajah"


Aran tidak habis fikir dengan Kerajaan Parsy yang sangat suka menjajah negeri lain.


"Iya, Kerajaan Parsy memang sangat suka menjajah. Banyak kerajaan tetangga yang sudah menjadi bagian dari Kerajaan Parsy. Tapi ada satu hal yang saya dengar dari para pedagang bahwa Kerajaan Parsy sempat dikalahkan dan diusir dari Kerajaan Samudera. Menurut cerita, bahwa Mahapatih negeri itu sangat sakti mandraguna. Sehingga membuat Kerajaan Parsy hancur lebur dan memutuskan untuk meninggalkan Kerajaan Samudera"


Putri Azizah terus bercerita mengenai banyak hal dari apa yang telah ia dengar terkait Kerajaan Samudera dan Mahapatih. Kelompok Aran hanya bisa tersenyum dan sesekali melirik kepada Aran. Karena Mahapatih yang dimaksud tidak lain adalah Aran yang kini bersama mereka.


"Ehmm, Putri terkait Mahapatih. Saya.."


Belum selesai Namora berbicara, kakinya sudah diinjak oleh Varya.


"Adduuhh, apa-apaan sich kamu. Sakit tau! Ngajakin ribut terus yah"


Namora begitu marah dengan Varya tapi melihat kedipan mata Varya yang melirik Aran, membuat Namora merubah sikapnya. Karena dilihatnya Aran kini menatapnya dengan serius.


"Ada apa denganmu, apakah kamu tau mengenai Mahapatih?"


Putri Azizah yang sangat mengagumi Mahapatih langsung bersemangat, karena mendengar ada seseorang yang mengucapkan nama idamannya ini.


"Ah tidak-tidak. Bukan begitu. Saya hanya suka mendengarnya saja. Karena kebetulan saya tinggal di Kerajaan Samudera"


Namora berkata sambil mengusap keningnya. Hampir saja ia membocorkan identitas Mahapatih.


"Kamu dari Kerajaan Samudera? waahh, hebat-hebat. Kamu pasti begitu senang tinggal disana karena ada Mahapatih. Dari yang saya dengar juga, Mahapatih itu adalah lelaki muda yang sangat tampan"


Puteri Azizah langsung berkata dan memuji Mahapatih tanpa malu-malu, terlihat wajahnya yang mulai memerah.


Varya dan Namora hanya bisa saling melirik, mereka merasa akan bertambah satu saingan lagi.


Sementara Aran yang mendengar pembicaraan seperti ini memilih untuk menjauh saja. Ia tidak tertarik dengan pembicaraan para gadis.


Tidak lama Ki Braja Hitam kembali kehadapan Aran. Kini ia sudah terlihat lebih bersih.


"Tuan, saya kembali"


Aran hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Pimpin jalan ke tempat pasukan Jenderal Tolu berada"


Aran langsung meminta Braja Hitam untuk membawanya ketempat Jenderal Tolu. Tidak lupa ia juga meminta para gadis untuk segera bersiap-siap meninggalkan tempat ini.


"Jenderal Tolu? untuk apa kita kesana Tuan. Jenderal Tolu adalah Jenderal yang kasar dan kejam. Sangat sulit untuk bertemu dengannya"


Ki Braja Hitam benar-benar mengetahui perangai dari Jenderal Tolu yang begitu kasar dan kejam. Tapi yang tidak diketahuinya adalah bahwa pemuda dihadapannya ini adalah sosok yang sangat ditakuti oleh Jenderal Tolu.


"Tidak usah banyak omong Bambangg, cepat bawa kami kesana"


Aran langsung berkata dengan tegas kepada Ki Braja Hitam.


Ki Braja Hitam tidak mau berdebat lagi. Jadi ia langsung memimpin jalan kepada mereka semua.


Tidak lupa Aran mengganti pakaiannya menjadi seorang pria terpelajar layaknya bangsawan dan menggunakan topeng berwarna biru.


Para gadis juga meminta Aran agar memberikan mereka topeng. Terutama Putri Azizah yang sangat dikenal di negeri ini.


Kini rombongan Aran mulai berjalan menuju pintu masuk ibukota Kerajaan Malaya.


Di gerbang masuk terdapat para penjaga yang menjaga. Semenjak Kerajaan Parsy berkuasa, para penjaga ini sering memeras mereka yang bukan penduduk asli negeri ini. Mereka sangat menghapal siapa saja yang penduduk asli dan mana yang bukan.


Hingga giliran kelompok Aran yang memasuki tempat itu.


"Tunjukkan identitasmu dan apa tujuanmu ke sini"


Penjaga itu berkata dengan lantang dan sesekali melirik ke arah para gadis yang terlihat sangat menarik baginya.


Meski menggunakan topeng, kecantikan wanita-wanita yang bersama Aran ini bisa terlihat dari tubuh dan aura mereka yang terpancar keluar.


"Saya adalah Ki Braja Hitam dari kelompok Topeng Siluman. Dan ini adalah Tuan muda yang memiliki janji untuk bertemu dengan Jenderal Tolu"


Ki Braja Hitam juga merasa sedikit kesal kepada prajurit penjaga ini. Karena biasanya untuk memasuki kerajaan ini, ia bisa langsung masuk.


"Oh rupanya Ki Braja Hitam. Kelompok bayaran yang menjadi anjingg Kerajaan Parsy"


"Hahaha"


Langsung terdengar tawa dari para prajurit ditempat itu. Mereka yang merupakan prajurit asli Kerajaan Parsy begitu bangga pada diri mereka sendiri, sehingga selalu memandang rendah orang diluar mereka. Jika saja mereka tau bahwa Mahapatih berada didepan mereka. Mungkin mereka akan berlutut karena takut.


Ki Braja Hitam ingin marah namun ia ditahan oleh Aran.


"Tuan-tuan yang terhormat. Saya dan saudara saya ini datang dari tempat yang sangat jauh. Bolehkah kami semua memasuki kota ini"


Aran berkata dengan sangat sopan sambil memberikan sekantung uang yang berisi kepingan emas.


Penjaga yang berada didekat Aran langsung mengambil kantung itu dan melihat isinya.


'horang kaya'


Ia sangat kaget melihat isi kantung tersebut. Teman-temannya yang lain juga ikut melihat isi kantung yang langsung membuat mereka shock. Mereka tidak menyangka didalam kantung, berisikan kepingan emas yang lumayan banyak.


Mereka tidak sadar, bahwa kepingan emas itu sebenarnya milik Kerajaan Parsy yang Aran minta sebagian dari kelompok URC sebelum ia berangkat.


"Ah, silahkan masuk. Silahkan. Jika Tuan Muda butuh sesuatu bisa menghubungi kami disini"


Kini para penjaga begitu sopan kepada Aran. Karena kepingan emas yang diperlihatkan Aran adalah kepingan emas dari benua timur. Jadi mereka bisa mengambil kesimpulan bahwa kelompok pemuda ini pasti bukan orang sembarangan.


Setelah mendapatkan ijin. Aran bersama kelompoknya mulai memasuki kota no satu di wilayah Kerajaan Malaya.


 


~Note~


Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.


* Jangan lupa like dan koment.


* Vote jika memungkinkan.


* Follow Author.


* Terakhir\, mohon bantu share.


Salam hangat dari penulis.


Instagram :


@yukishinamt