Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Persiapan Kembali



Didalam rumah keluarga Ghafar.


Mereka semua berkumpul tertawa bersama dimeja makan.


Membahas segala hal yang terjadi selama ini. Aran juga tidak lupa mengenalkan Xiao Ling kepada mereka semua.


Xiao Ling yang berwajah cantik awalnya membuat beberapa gadis muda cemburu termasuk Eliza, tapi Xiao Ling menjelaskan bahwa hubungannya dengan Aran hanya sebatas teman.


'Mungkin memang Aran menganggapku hanya sebatas teman' ketika mengucapkan kata Teman, ada perasaan tidak menentu dihati Xiao Ling.


"Nona Xiao"


Eliza memanggil Xiao Ling ketika ia sedang melamun sendirian. Karena dilihatnya Aran tengah sibuk berbicara dengan Bulan dan Bintang, jadi Eliza lebih memilih untuk berbincang dengan Xiao Ling.


Xiao Ling mengalihkan wajahnya ke sumber suara "Oh ya ada apa, panggil nama saja"


Eliza langsung tersenyum dan mengajak Xiao Ling untuk mengobrol bersama.


Xiao Ling dan Eliza mengobrol bersama cukup lama, menceritakan banyak hal. Eliza sangat tertarik dengan alam manusia, karena selama ini ia hanya mendengar ceritanya saja.


"Xiao Ling, apakah kamu juga akan kembali ke tempatmu"


Eliza memandang Xiao Ling dengan kekaguman, bahwa seorang wanita manusia bisa bertahan hidup di dunia jin ini. Dia membayangkan jika dirinya sendiri pergi ke alam manusia, apakah ia juga bisa bertahan hidup layaknya Xiao Ling.


"Ya Eliza, aku harus kembali ke dunia asalku. Aku khawatir dengan keadaan saudara-saudaraku jika aku terlalu lama di alam ini"


Xiao Ling memang sangat khawatir dengan keadaan keluarga dan kerabatnya di dunia manusia, ia sudah cukup lama pergi meninggalkan mereka semua tanpa kabar yang jelas. Mungkin saja mereka akan mengira bahwa Xiao Ling sudah mati.


"Nona Xiao, maaf Xiao Ling. Apakah aku bisa ikut bersamamu?"


"Hah?"


Xiao Ling kaget mendengar perkataan Eliza.


"Hal itu sangat tidak mungkin, portal antara dunia manusia dan dunia jin memiliki batas umur. Kau pasti sudah mengetahuinya kan. Dan juga, kakekmu pasti tidak akan pernah mengijinkannya"


Mendengar jawaban Xiao Ling, Eliza hanya tertunduk pasrah. Dia memang sudah mengetahui bahwa portal itu memiliki batas umur.


Mereka lalu meneruskan perbincangan hingga larut malam.


Aran juga banyak berbincang dengan mereka semua hingga rasanya mulutnya kering karena terlalu banyak berbicara.


"Akhirnya aku bisa istirahat" gumam Aran didalam kamar.


"Sebaiknya aku menggunakan waktu ini untuk berlatih di alam giok"


Aran lalu memusatkan pikirannya dan kembali memasuki Alam Giok Langit.


Di Alam giok Aran langsung beristirahat dulu, tidak lupa sebelum tidur ia memakan buah anggur ruby agar ketika bangun nanti tubuhnya lebih bertenaga.


Naga Iblis melihat Aran yang tengah tertidur pulas.


"Sepertinya ia begitu kelelahan, sangat jarang melihatnya tertidur seperti ini"


1 Minggu di alam ini, sama dengan satu jam di alam nyata. Maksimal dalam sehari, Aran hanya bisa mengakses alam ini dalam waktu 3 jam.


Tidak disangka Aran tertidur selama dua hari di Alam Giok Langit.


"Ah segarnya"


Ternyata dihadapannya sudah ada Raja Naga Iblis yang tengah menatapnya.


"Salam Raja Naga"


"Hmm, apa sudah puas kau tertidur"


Aran bingung menatap Raja Naga "Puas? saya merasa baru tidur 5 jam an. Memang berapa lama saya tertidur Raja Naga"


"Kamu sudah tertidur selama dua hari dialam ini"


"Woww, benarkah. Ini rekorku berarti"


Berkata Aran sambil manggut-manggut.


"Rekor kepalamu, cepat berlatih sana. Jangan sia-siakan waktumu dialam ini"


"Siaaappp"


Aran menjawab lantang, dan langsung berjalan dengan tegap layaknya prajurit kerajaan.


Raja Naga hanya mendengus kesal melihat tingkah Aran.


"Bocah gemblung"


Aran memang tidak menyianyiakan waktu di alam ini, ia segera berlatih semua jurus yang ia punya. Termasuk seni akupunktur, seni memasak dan seni beladiri lainnya.


Aran juga mencoba melepaskan segel naga sampai ke batas maksimal dan menggunakan mode siluman sampai ke batas maksimal yang mampu ditanggungnya.


Dengan kekuatannya saat ini, ia hanya mampu melepas segel sampai level empat jika menggunakan mode siluman ia mampu sampai level 6. Lebih dari itu tubuhnya tidak sanggup menahan dan malah membuat ia memuntahkan banyak darah.


Aran juga mulai belajar memasak kembali di alam ini, banyak sekali buku-buku seni memasak di alam ini.


Aran langsung memasak berbagai macam makanan dengan kemampuan dan resep barunya. Dimana dikatakan bahwa, jika ia memasak dengan api iblis dan mampu mengatur suhunya, maka masakan yang dihasilkan akan terasa begitu lezat. "Dengan kemampuanku ini, koki kerajaan mah lewat" Berkata Aran dengan bangga.


Raja Naga yang menatap Aran dari kejauhan hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan penerusnya ini, namun ia juga mencium aroma masakan yang begitu lezat.


"Sombong sekali kamu, coba sini berikan padaku. Biar aku menilai masakanmu"


"Silahkan Raja Naga, tidak usah malu-malu"


Aran langsung menyajikan makanan yang sangat banyak ke hadapan Raja Naga.


Raja Naga langsung menyantap masakan itu dengan lahapnya.


'Nikmat sekali, sialan anak ini. Bahkan koki kerajaan di Istana Naga tidak akan mampu menyainginya' Batin Raja Naga.


"Bagaimana Raja Naga, nikmat kan?"


Aran berkata sambil tersenyum, setelah melihat Raja Naga menghabiskan semua masakannya. Senyuman Aran membuat Raja Naga ingin menendangnya.


"Ehm, Lumayan"


Jawab Raja Naga singkat.


"Lumayan??"


Aran sampai mengerutkan keningnya.