Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Jalan Pedang



Akibat ledakan itu menyebabkan banyak pohon yang hancur dan tanah yang berlubang. Bahkan para monster menghentikan serangan mereka karena mendengar ledakan yang cukup besar.


Tapi yang membuat semua orang heran adalah tidak ada jejak Aran di tempat itu, seolah-olah keberadaannya menghilang.


"Sialan, kemana perginya manusia busuk itu"


Siluman itu terus mencari keberadaan Aran yang hilang. Ketika ia sedang mencari ia dikejutkan oleh suara manusia yang menghinanya.


"Apakah kau mencariku siluman jelek"


Dari balik pohon besar keluar sosok Aran yang tidak terluka sama sekali.


"Bagaimana kau bisa menghindarinya?"


Siluman itu menatap tubuh Aran yang tampak baik-baik saja. Ia penasaran cara musuhnya ini dapat melarikan diri dari serangannya. Ia masih memandang Aran dengan tatapan rumit.


Tapi bagi Jenderal Siluman, ia dapat melihat gerakan menghindar Aran sesaat bola itu akan menghantamnya.


'Sesaat aku merasakan kekuatan dari tubuhnya melonjak besar'


Batin Jenderal yang masih mengukur kemampuan Aran.


Melihat Aran yang sepertinya sedang kesulitan membuat Xiao bersaudara dan Kepala Sekolah segera menghampirinya.


"Aran ternyata ini kamu, huh. Nanti kita harus berbicara empat mata. Apakah kamu juga Aran yang sama di akademi"


Perkataan Xiao Ling ini membuat Aran tersenyum pahit.


"Sepertinya begitu"


Kata Aran seperti terpaksa mengakuinya.


"Jadi ternyata kamu Aran yang ada di akademi, tidak kusangka kamu juga yang menyelamatkanku"


Xiao Jun menambahkan dengan sedikit rasa hormat.


Sementara Kepala Sekolah hanya diam karena ia juga tidak begitu dekat dengan Aran seperti Xiao bersaudara. Sebenarnya ia juga ingin berkata mengenai pedang bintang. Jadi ia hanya sedikit bertanya mengenai keadaan Aran.


"Bagaimana keadaan kamu sekarang"


Tanya Kepala Sekolah.


"Aku baik-baik saja, namun musuh kali ini sangat kuat"


Jawab Aran tenang.


"Apa kau tau berapa level siluman itu"


Tanya Kepala Sekolah kembali kepada Aran.


"Level Raja Puncak mendekati Kaisar"


Kepala Sekolah langsung mengerutkan keningnya. Di dunia ini hanya segelintir orang yang mencapai level ini.


"Sangat sulit, seandainya kekuatanku tidak di segel. Mungkin aku bisa mengalahkan mereka semua"


Sontak perkataan Kepala Sekolah membuat kaget semuanya.


"Hah, jadi kekuatan Tuan Kepala di segel. Boleh saya tau ada di level berapa kekuatan Kepala Sekolah dulu"


Aran tentu saja penasaran akan kekuatan asli Kepala Sekolah, karena ia merasa bahwa sebagai kepala sekolah seharusnya mereka adalah orang yang sangat sakti.


"Alam Kaisar Level 1, tapi sejujurnya saya ini adalah Kepala Sekolah sementara. Kepala Sekolah yang asli sedang pergi jauh dan sudah 10 tahun tidak kembali"


Jawaban Kepala Sekolah ini membuat semua orang menjadi tambah kaget, selama ini mereka hanya tau bahwa Kepala Sekolah yang ada dihadapan mereka ini adalah Kepala Sekolah yang asli.


Aran sangat mengetahui kekuatan makhluk yang memiliki level kaisar sangatlah hebat.


"Apa kalian sudah selesai mengobrolnya, aku bosan melihat kalian semua"


Teriak siluman yang bertarung dengan Aran tadi.


"Sudah, kalian semua kembalilah sekarang. Selamatkan diri kalian, aku akan menahan mereka dengan membakar jiwaku"


Kali ini Kepala Sekolah akan mengorbankan nyawanya agar generasi muda yang berbakat ini bisa ia selamatkan. Terutama Aran, ia menaruh harapan yang sangat besar padanya.


"Tuan Kepala, tenang saja. Aku masih belum mengeluarkan kekuatan asliku"


"Appahh"


Kepala Sekolah begitu kaget mendengar Aran. Diam-diam ia kembali mengukur kekuatan Aran, namun tetap saja ia tidak dapat mengukurnya.


"Apa kau yakin"


Tanya Kepala Sekolah.


"Sangat yakin, kalian semua tolong tunggu di sini"


Aran lalu berjalan maju ke depan mendekati Siluman.


"Araaann"


Teriak Xiao Ling, tapi Aran tetap jalan melangkah maju.


"Kita harus percaya padanya"


Kata Kepala Sekolah kepada Xiao bersaudara. Meski hatinya kini gundah gulana.


Dihadapan siluman itu, tanpa ragu Aran melepaskan Segel Garuda miliknya.


Bang!


Pelindung Garuda langsung menutupi tubuhnya. Meski Aran sudah berada di level Raja Puncak tapi musuh kali ini juga memiliki level yang sama dan bahkan memiliki aura yang lebih kuat dibanding Aran, unttuk itu Aran perlu melepaskan segel garuda miliknya.


Pelindung di tubuh Aran membuat Siluman itu terpana. Ia tidak menyangka bahwa manusia dihadapannya ini memiliki banyak sekali kemampuan.


"Sekarang mari kita mulai kembali"


Kata Aran dengan senyum dingin.


Aran langsung bergerak menyerang siluman itu tanpa ragu. Siluman yang kaget dengan kecepatan Aran segera melakukan gerakan menghindar tapi tetap saja jaraknya dengan Aran tidak jauh berbeda.


"Lambat"


Aran yang sudah berada di depan siluman langsung meninju perutnya yang menyebabkan siluman itu meringis kesakitan. Rasanya seluruh organ dalam tubuhnya bergetas sehingga menyebabkan rasa mual.


Tapi dengan kesadarannya ia melakukan serangan balasan dengan memukul Aran tepat di wajahnya. Sesaat ia merasa bahwa pukulannya berhasil masuk, ternyata itu hanyalah bayangan. Aran yang asli sudah berada dibelakangnya dan kembali menghantam tubuh siluman dengan keras.


Bang!


Siluman itu terlempar menabrak pohon dan memuntahkan seteguk darah.


"Sialan"


Geramnya sambil menatap Aran.


Karena melihat pengawalnya terluka, Jenderal itu meminta bawahannya untuk membantu.


"Nomer satu, cepat bantu dia"


"Siap Jenderal"


Dengan gerakan cepat dia menyerang Aran sambil menebaskan celurit kembar miliknya. Kali ini ia sudah menggunakan kemampuan aslinya untuk menyerang Aran.


Wush


Shiuuu


Suara angin terbelah karena efek tebasan celurit yang terus menyerang Aran terdengar begitu menyeramkan. Melihat temannya datang membantu, siluman yang sebelumnya terluka ikut maju menyerang Aran kembali. Kini pertarungan kembali tidak seimbang.


Melihat kombinasi serangan musuhnya, Aran terus bergerak cepat sambil menyerang mereka berdua.


Bakk!


Bukk!


"Merepotkan sekali dua siluman ini"


"Heaaa"


Aran kembali meningkatkan kekuatannya.


"Segel Level 4, buka!"


Aura megah menyelimuti tubuh Aran di tengah-tengah pertarungan. Karena level Aran yang sudah tinggi, maka ia merasa tidak perlu melepaskan mode siluman miliknya.


Melihat para siluman yang kaget karena perubahan tubuh Aran membuatnya memiliki kesempatan untuk menyerang balik.


"Ajian Karang Wesi!"


Bang!


Aran melancarkan ajian perusaknya ke tubuh dua siluman secara bergantian.


"Uaaargggg!"


Jeritan kesakitan terdengar memilukan. Karena dampak serangan Aran membuat kedua siluman terlempar ke arah yang berbeda sambil merasakan perih di dadanya. Mereka merasa organ dalam mereka sangat terluka.


Tidak menunggu lama dan tidak ingin nantinya kedua siluman ini merepotkannya, Aran langsung mengeluarkan pedang neraka miliknya, baginya pedang ini sangat cocok untuk membunuh para siluman.


Shuuuu


Slasssh


Tebasan pertama membuat salah satu kepala siluman itu terpisah dari tubuhnya tanpa ia sadari. Kemudian Aran bergerak cepat kembali untuk membunuh siluman lainnya.


"Tunggguu"


Teriak siluman itu yang melihat musuhnya sudah berada di depannya.


"Simpan perkataanmu di neraka"


Slasss!


Aran menebas tubuh siluman itu menjadi dua bagian. Sisa api dari pedang neraka Aran masih membakar jasad itu.